Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 76



Nazyela mengamati isi ruangan rumah Ji Chang. Gerak-gerik nya juga di amati oleh pemuda itu sambil tersenyum.


"Jadi apa yang membawa mu kemari?"


"Um... oh iya, hampir saja aku lupa. Nakuna sakit jadi aku ingin minta tolong pada tuan untuk membawanya ke dokter"


"Sakit?"


"Iya, dia muntah-muntah dan mual. Aku curiga Nakuna sedang hamil"


"Hamil? Wah... pengawal mu boleh juga. Aku harus banyak belajar dari nya"


"Jangan macam-macam tuan"


"Hehehe..."


Tapi Sir. Yukil menyangkal itu bukan anaknya"


"Lalu?"


"Kami belum berani menanyakan hal itu pada Nakuna. Sebaiknya dia harus mendapatkan pengobatan dulu"


"Baiklah.. kita akan mengantarkannya bersama"


"Apa itu mending istrimu tuan?"


Nazyela memperhatikan sebuah foto wanita di atas bufet di ruangan itu.


"Ia dia Min Ah Istriku"


"Kapan kejadian itu tuan, maaf jika aku mengorek luka lama mu"


"Sudah 3 tahun yang lalu"


"Oh..."


"Hehehe.... hanya oh? Kau lucu,..sudah lah ayo kita pergi kerumah mu dan membawa Nakuna ke dokter"


"Oke.. baiklah"


Mereka lalu beranjak dari duduknya dan pergi ke rumah Nazyela.


*****


Dirumah.


Sir. Yukil tampak tak bersemangat meski pun ia kasihan melihat ke adaan kekasih nya yang terbaring lemah di ruangan tengah.


Nakuna sendiri pun tidak terlalu memperhatikan wajah lelaki itu karena kondisinya yang sedang tidak baik.


"Sudah yang ke berapa kali hari ini Naku?"


"Entahlah.. Yu, aku tidak mengingat nya"


"Sewaktu kau menjaga toko dengan nona apa pernah kau ditinggal pergi oleh nona dan tuan itu?"


Sir. Yukil mulai menyelidiki kekasihnya.


"Sering.. tapi aku kadang di temani Yojin dan dirimu kan"


"Yojin"


Sir.Yukil baru ingat akan pemuda itu. Napas nya mulai tidak beraturan dan sedikit sesak.


"Kenapa? Jangan katakan kau cemburu lagi. Dia itu usianya lebih muda dari kita. Aku tidak menyukai lelaki di bawah usiaku"


Nakuna mengatakan isi hatinya dengan mata terpejam.


Ada sedikit kelegaan di hati pemuda itu setelah mendengar penuturan Nakuna. Tetapi ia masih bingung siapa ayah dari anak yang sedang di kandung oleh kekasihnya.


"Naku....,apa kau hamil?"


Sir. Yukil mencoba mencari tahu dan membuang rasa penasarannya.


"Apa?"


Mata Nakuna sontak terbuka mendengar pertanyaan Sir. Yukil. Ia langsung menatap lelaki yang sedang duduk menghadap nya.


"Ciri-ciri yang kau alami menandakan kau hamil"


"Bercanda mu kelewatan Yu.."


"Aku tidak bercanda, nona yang memberitahukan nya padaku"


"Aku tidak hamil, aku hanya sekedar masuk angin"


"Tapi aku tak percaya"


"Apa? Jadi kau meragukan aku?"


Nakuna mulai terpancing emosi.


"Ya aku butuh bukti yang nyata kalau kau tidak hamil"


Sir. Yukil bersikeras dengan keinginannya.


"Bukti yang bagaimana lagi?"


"Ayo kita lakukan agar kita bisa tahu kau hamil apa tidak"


"Kau gila?! Aku tidak mau!!"


Nakuna meradang mendengar kekasihnya mengajaknya berhubungan di saat mereka belum menikah.


"Kalau begitu siapa ayah dari bayi itu?"


"Aku tidak hamil dan aku tidak pernah melakukan pada siapa pun. Kau puas?!"


"Aku perlu bukti bukan sekedar kata-kata. Ayo lakukan bersamaku"


Sir. Yukil masih bertahan dengan keinginannya.


"Tidak! Aku tidak mau!!"


"Dengan begitu aku bisa memastikan kau masih perawan atau tidak"


"Kau gila Yu.. aku benci padamu"


Nakuna menangis ia berusaha bangun dengan tubuh yang lemah untuk pergi ke kamarnya.


Sir. Yukil yang melihat keadaan Nakuna merasa tidak tega meski dalam hatinya sedang marah Nakuna tidak mau melakukannya dengan dengannya.


Lelaki itu lalu mencoba memapah Nakuna.


"Jangan sentuh aku!!"


"Biar aku membantu mu Naku.."


"Tidak nanti kau malah memperkosa ku"


"Astaga... aku tidak serendah itu. Aku akan minta ijin dulu padamu seperti tadi"


"Menjauh lah...jangan dekat-dekat!!"


Keributan terus terjadi di antara mereka tanpa mereka sadari kedatangan Nazyela dan Ji Chang yang memperhatikan pertengkaran mereka.


"Ada apa ini?"


"Nona..."


Air mata Nakuna mengalir dalam keadaan tubuh yang lemah.


"Sebaiknya kita langsung bawa ke dokter saja"


Ujar Ji Chang.


Nazyela mendekati Nakuna dan memapah nya.


Namun karena tubuh Nazyela lebih kecil dari Nakuna mereka nyaris jatuh menahan keseimbangan.


"Biar saya saja"


Sir. Yukil menawarkan diri.


Setelah mendapat anggukan kepala dari nona nya ia langsung menggendong Nakuna ala bridal.


Meski sedang marah terhadap Sir Yukil namun gadis itu tidak dapat berbuat apa-apa.


Mereka bertempat lalu pergi menuju rumah sakit terdekat.


Begitu sampai disana Nakuna langsung di periksa oleh dokter yang kebetulan tidak memiliki banyak pasien.


Sir. Yukil dan Ji Chang menunggu di luar ruang pemeriksaan, hanya Nazyela yang menemani Nakuna di dalam.


"Dia mengalami maagh mungkin karena terlambat makan tapi bisa juga karena makanan. Tidak apa-apa aku akan memberinya obat"


"Jadi dia bukan karena hamil dok?"


"Hehehe anda ini bicara apa. Tidak.. dia tidak hamil, dia hanya maagh saja jika tidak segera di tangani lama-lama itu bisa jadi maagh akut. Nah ini.. resep untuknya"


"Terima kasih dokter. Ayo Naku...kau bisa berjalan? Pelan-pelan saja.."


Nazyela memapah Nakuna keluar ruangan.


Sir. Yukil langsung mendatangi mereka dan segera menggantikan Nazyela memapah Nakuna.


"Jadi apa kata dokter?"


Tanya Ji Chang pada Nazyela.


Gadis itu memberikan secarik kertas dari dokter tadi. Di situ tertulis penyakit yang di derita Nakuna bersama resep obatnya.


"Maagh?? Hahahaha...."


Ji Chang tidak dapat menahan tawanya.


Sir. Yukil langsung menatap Nakuna yang berada di sampingnya dengan wajah tanda tanya.


Nakuna menganggukan kepalanya menjawab ekspresi pemuda itu. Sir. Yukil menghela napas panjang dan terlihat sangat lega.


"Maafkan aku ya, aku sudah salah menuduh mu dan kita hampir saja melakukan dosa besar"


Sir. Yukil tulus meminta maaf pada Nakuna. Gadis itu membalasnya dengan tersenyum.


Nazyela yang merupakan orang yang menyebabkan keributan itu merasa bersalah. Ia tersenyum tidak nyaman kepada semuanya terutama Nakuna dan Sir. Yukil.


"Maafkan aku. Aku menyebabkan situasi ini menjadi rumit. Tapi aku sudah berpesan padamu Yukil jangan menanyakan hal itu sebelum tahu betul dari Nakuna sendiri. Dan maksud ku juga setelah dari hasil pemeriksaan dokter. Tapi kau tidak sabaran"


"Heheheh... sudahlah, yang penting ini hanya salah paham. Dan sebaiknya kita cepat menebus resep itu agar asisten mu tidak terlalu lama menahan sakit"


Ujar Ji Chang.


"Baiklah ayo. Kalian langsung ke mobil saja, biar kami yang menebus obatnya"


Ujar Nazyela.


"Baik nona"


Sir. Yukil pun membawa Nakuna masuk ke dalam mobil.


"Kau dengar itu, jadi buang semua pikiran jelek mu itu"


Ujar Nakuna dengan kesal.


"Iya.. maaf Naku. Tadinya aku kecewa sekali dan terbakar api cemburu. Jika kau benar-benar hamil pun aku akan tetap bertanggung jawab walau pun itu bukan anak ku"


Sedikit terharu mendengar ucapan kekasihnya walau hatinya sedang kesal.


"Aku ingin melakukan itu disini"


"Kau mulai lagi.."


Nakuna kembali tersulut emosi.


"Cup.."


Sekilas Sir. Yukil mengecup bibir Nakuna lalu tersenyum.


"Hanya ingin mencium mu yang menggemaskan"


Ucap Sir. Yukil tersenyum bahagia.


Rona merah mewarnai wajah Nakuna yang tadinya pucat. Keduanya tersipu malu dan saling bergenggaman tangan menandakan mereka saling menyayangi satu sama lain.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉