
Nazyela terlihat bahagia, senyuman selalu menghiasi wajahnya.
Nakuna dan Sir. Yukil menerka-nerka telah terjadi sesuatu yang baik hingga nona mereka tersenyum sendiri seperti itu.
"Apa ada hal yang baik nona?"
Nakuna mendekati nona nya sambil membuat kopi ketika mereka sedang berada di dapur.
"Hehehe... tebak lah"
"Apa pangeran Jongya melamar anda nona?"
Celetuk Sir.Yukil.
"Ck...?!"
Wajah Nazyela langsung berubah cemberut.
"Kalau begitu apa anda sudah menerima tuan Ji Chang?"
Nakuna bertanya penasaran.
Wajah Nazyela kembali tersenyum, Nakuna yakin perkataannya benar.
"Wah... selamat ya nona, saya ikut senang mendengarnya"
"Dan bakal ada yang patah hati bila tahu hal ini"
Celetuk Sir. Yukil.
"Biar saja, dulu nona juga di sakiti olehnya. Anggap saja impas"
Nakuna membalas ucapan Sir. Yukil.
"Hari ini saya akan menemani nona, karena Naku masih belum selesai beres-beres"
Ucap Sir. Yukil kepada Nazyela.
"Baiklah, kau juga sudah jarang mengikuti ku. Akan ku potong gaji mu karena tidak menjaga ku"
"Anda kejam sekali nona.."
"Hehehe... ayo kita berangkat sekarang?!"
Mereka beranjak pergi ke toko dengan berjalan kaki karena jarak yang di tempuh tidak lah jauh hanya butuh 15 menit saja.
"Kau tidak ingin melamar Nakuna?"
Nazyela membuka pertanyaan saat mereka sedang berjalan menuju toko.
"Belum nona"
"Mau sampai kapan?"
"Prioritas kami saat ini adalah nona. Urusan pribadi kami tidak lah penting"
"Tapi aku juga ingin kalian bahagia"
"Begitu pula kami nona, kami ingin nona juga bahagia. Saat nona merasa terluka tolong nona jangan bertahan hingga mengulangi sakit yang sama"
Sir. Yukil menatap nona nya dengan sungguh-sungguh.
Nazyela menganggukan kepala. Ia sungguh beruntung memiliki asisten yang sangat peduli padanya.
Dari kejauhan mereka melihat keramaian orang-orang yang berkumpul di depan mereka.
"Ramai sekali, ada apa ya?"
"Apa mereka adalah pelanggan yang menggemari tuan Ji Chang? Mereka terlihat berada di depan toko?!"
"Hah... sepertinya aku harus menyuruh tuan Ji memakai topeng jika akan menjaga toko"
"Anda cemburu nona?"
"Tidak juga, tapi aku kasihan pada mereka yang harus patah hati"
Semakin dekat Nazyela dan Sir. Yukil semakin penasaran dengan kerumunan itu.
"Apa pria-pria tua yang sudah kakek-kakek itu juga penggemar tuan Ji Chang? Atau penggemar anda nona?"
Nazyela mendelikkan mata menatap Sir. Yukil, lalu melihat lagi ke arah kerumunan orang-orang itu.
"Kau bercan..... astaga!!"
Kata-kata Nazyela terhenti karena ia terkejut melihat keadaan toko nya yang hancur dan berantakan mirip seperti habis di jarah ketika mereka telah mendekati toko.
Nazyela mencoba menerobos kerumunan orang-orang itu dan masuk ke dalam tokonya di ikuti oleh Sir. Yukil.
Kaca jendela pecah, bunga-bunga berserakan dan rusak. Kursi dan meja patah dan terbalik, bahkan pintu utama terlepas dari penyangganya.
"Siapa yang tega melakukan ini?!!"
Nazyela memegang kepalanya serasa tak percaya melihat keadaan toko yang hancur.
Sir. Yukil siaga dan selalu berada di dekat gadis itu.
Nazyela masuk kedalam dan mulai merapikan sedikit demi sedikit barang-barang yang berserakan bersama Sir. Yukil sambil memeriksa semuanya.
Nazyela tampak sedih dan marah, toko itu adalah satu-satunya mata pencaharian nya untuk hidup di Korea.
Ji Chang yang baru saja tiba juga terkejut melihat keadaan toko itu. Dengan sabar lelaki itu meminta orang-orang tadi untuk pergi.
Ji Chang masuk kedalam toko dan menghampiri Nazyela.
"Kau tak apa-apa?!"
Ji Chang memegang wajah Nazyela dengan kedua tanganya. Lalu memperhatikan keseluruhan tubuh gadis itu.
"Aku baik-baik saja tuan"
Jawab Nazyela sedikit tak bersemangat.
"Siapa yang melakukan ini?"
Ji Chang menatap ke arah Sir. Yukil mencoba mencari tahu dari jawaban lelaki itu.
"Kami datang keadaan toko sudah rusak seperti ini tuan"
"Apa kalian punya musuh disini? Atau apa preman waktu itu datang lagi?"
Nazyela menggelengkan kepala tanda ia tidak tahu apa-apa.
Sambil berpikir mereka sambil merapikan tempat itu seadanya. Ji Chang meminta Sir.Yukil untuk membawa pulang Nazyela. Pemuda itu berjanji untuk membantu Nazyela memperbaiki kembali tokonya dengan bantuan anak buahnya.
"Sudah lah... tidak apa-apa, anggap saja kau sedang libur sambil menunggu renovasi selesai. Em.."
Nazyela mengangguk perlahan dan mencoba tersenyum kembali.
"Nah...ajak asisten mu jalan-jalan. Belilah beberapa pakaian yang kau suka"
Ji Chang memberikan segepok uang kepada Nazyela.
"Tapi.. pakaian ku masih bagus-bagus tuan. Lagi pula aku juga punya uang sendiri"
"Jangan menolak... aku ingin pacarku melupakan kesedihannya hari ini. Terima saja.. dan beli apa yang kau mau"
"Tapi tuan..."
"Sstt... sudah lah, jangan menolak"
"Jangan seperti itu, kita seperti bukan sepasang kekasih jika kau bersikap segan seperti itu"
"Hehehe..."
Nazyela terkekeh...
Ji Chang mendekati Nazyela dan berada sangat dekat dengan gadis itu. Bahkan hembusan napas nya terasa di telinga Nazyela.
"Jangan tertawa seperti itu, nanti aku tidak bisa menahannya..."
Bisik Ji Chang pada gadis itu.
Nazyela merona mendengar bisikan Ji Chang. Ia pun berusaha menghindar menutupi wajah malunya dengan mengumpulkan bunga-bunga yang rusak.
"Nona apa kita pulang sekarang?"
Tanya Sir. Yukil.
"Oh.. iya, tentu..."
Jawab Nazyela gugup dan langsung melepaskan begitu saja kumpulan bunga di tangannya.
Gadis itu lalu menoleh ke Ji Chang dan tersenyum manis padanya. Ji Chang melambaikan tangannya pada Nazyela sambil tersenyum.
Ia lalu melihat me arah sudut dan mengangkat tangan ke atas seperti kode memanggil anak buahnya yang selalu berjaga di dekat toko Nazyela untuk melindungi gadis itu dan dirinya.
Dua orang lelaki datang menghampirinya.
"Apa kalian tahu ini ulah siapa?"
Tanya Ji Chang kepada ke dua anak buahnya.
"Mereka seperti preman bos, dan juga sudah terlatih"
"Tapi saya mengenal salah satu dari mereka, dan sepertinya dia yang statusnya lebih tinggi dari yang lainnya. Saya pernah melihatnya mengawal kolega besar bos"
"Yoona?!!"
Ji Chang langsung bisa mengetahui siapa dalang dari kejadian ini. Tidak ada kolega yang sedang bertikai dengannya. Tetapi hanya Yoona yang bisa melakukan semua ini karena ia cemburu pada Nazyela. Ji Chang sangat mengetahui perasaan wanita itu padanya. Namun lelaki itu hanya memanfaatkan kedekatan mereka sebagai hubungan bisbis tidak lebih dari itu.
"I.. iya... bos"
Jawab salah satunya mengiyakan ucapan Ji Chang.
"Kembalilah ke posisi kalian"
Perintah Ji Chang.
"Baik bos"
Dua lelaki itu lalu kembali ke posisi awal mereka.
Ji Chang pun pergi meninggalkan tempat itu.
*****
Sore harinya.
Dengan berbekal uang yang telah diberikan Ji Chang padanya Nakuna dan Nazyela pergi berbelanja ke daerah di Incheon.
Nazyela masuk ke sebuah toko besar yang menjual sepatu berkualitas. Ia dan Nakuna langsung melihat dan memilih beberapa untuk di sedangkan.
"Cih... kenapa ada orang kampung yang berbelanja kemari?!"
Nazyela tidak tahu kalau ada seseorang yang menatapnya dengan sinis.
Sedang serius memilih sepatu bahu Nazyela di senggol keras hingga sepatu yang ada di tangannya terjatuh. Nazyela melihat ke arah orang yang baru saja menyenggol bahunya.
Bukankah dia Yoona?!
Nazyela melihat kesana kemari mencari keberadaan Nakuna. Tepat di sudut toko Nakuna sedang duduk mencoba sepatu yang sedang ia pegang. Gadis itu terlihat sedang asik sendiri tanpa menyadari Nazyela yang sedang melihat ke arahnya.
"Cih, sudah berapa kali kau tidur dengannya?!"
Tanya Yoona dengan menatap Nazyela penuh kebencian.
"Apa?!"
Nazyela terlihat bingung dengan pertanyaan dari Yoona.
"Oh... mau berlagak sok suci rupanya?! Dengar baik-baik, jauhi Ji Chang atau kau akan merasakan akibat nya!!"
Perintah Yoona dengan ketusnya.
"Kenapa aku harus menjauhinya?"
"Karena kau tidak pantas dengan nya gadis kampungan!!"
"Apa kau kira kau pantas?"
"Kau!! Beraninya mengatai ku?!!"
"Tuan Ji bilang kalian tidak memiliki hubungan apa pun!"
"O...benarkah??"
Yoona lalu mengeluarkan beberapa lembar foto dan menunjukkannya pada Nazyela.
"Lihat betapa mesranya kami saat bersama?!"
Nazyela mengamati foto yang di perlihatkan padanya. Tubuh gadis itu sedikit gemetar menahan emosi.
"Kenapa kalian..."
"Ya karena aku pacar nya bodoh?!"
Yoona langsung menjawab pertanyaan Nazyela sebelum gadis itu selesai berbicara.
Tangan Nazyela terkepal, bohong jika ia tidak merasakan sakit hati setelah melihat foto mereka.
"Menjauhlah.. kau tak pantas untuknya!"
Yoona berkata di dekat telinga Nazyela, lalu menabrak bahu gadis itu hingga ia terduduk di lantai dan pergi meninggalkannya.
"Nona bagus tidak? Nona.. kenapa anda duduk dilantai?!! Ada apa?!"
Nakuna yang datang hendak menanyakan pendapat Nazyela terkejut melihat nonanya.
Nazyela tak bicara sepatah kata pun karena pikirannya sedang kemana-mana.
"Duduk lah disini nona, apa yang terjadi kenapa tangan anda dingin begini?"
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.
~Jangan lupa favorit ❤️
~Rate⭐⭐⭐⭐⭐
~Hadiah
~Vote
Terima kasih 🤗
📢📢Tinggalin minimal 5 jejak komen kalian sebagai syarat masuk Grup Chat (Gc) Othor ya😁, akan ada even bertabur poin di tanggal 10 Desember 2021. Don't miss it😉📢📢