Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 59



Kau sudah menemukan rumahnya?"


"Mereka tinggal di Incheon, dan ada satu gadis lagi yang tinggal dengan mereka"


"Apa kau tahu dari negara mana mereka berasal?"


"Aku belum tahu pasti, mereka baru saja pindah mungkin baru sebulan ini. Mereka membuka toko bunga tak jauh dari tempat mereka tinggal. Karena mereka jarang bersosialisi dengan warga sekitar jadi aku sedikit kesulitan mencari informasi tentang mereka. Maaf hyung.. "


Pemuda itu menundukan kepala merasa bersalah karena ia tidak dapat menggali informasi lebih banyak untuk sang bos yang sudah di anggap abang olehnya.


"Hmm... sudah lah..sebaiknya kau jaga tempat ini selama aku tidak ada. Dan hubungi aku bila ada apa-apa"


"Baiklah hyung.. tapi kau mau kemana?"


Orang yang di panggil hyung itu tidak menjawab. Is hanya melambaikan tangannya dan pergi begitu saja.


****



Toko bunga Nazyela akhirnya resmi di buka.


Seseorang yang sedari tadi mengamati dari jauh, kini mendekati toko itu dan masuk kesana.


"Ting"


Suara bell pintu yang tersentuh saat pintu di buka.


"Selamat datang di toko kami, oh.. babang icang?!"


Nazyela langsung mengenali siapa pelanggan yang datang itu.


"Wah.. suatu kebetulan bertemu nona disini. Jadi toko ini punya nona?"


"Oh.. iya, aku baru membukanya. Anda pelanggan pertama kami tuan, saya akan memberikan potongan harga untuk tuan"


"Wah... aku beruntung rupanya, baiklah.. aku ingin sebuket bunga yang simple namun cantik"


"Baiklah tuan.. silahkan duduk sebentar"


Lelaki itu duduk di kursi yang telah disediakan.


"Naku.. "


"Ya...?!"


"Buatkan kopi untuk tuan ini"


"Baik Naz.. "


Nakuna lalu membuat kopi untuk tuan itu. Sedangkan Nazyela merangkaikan sebuket bunga untuk pelanggan pertamanya.


Lelaki itu mengamati Nazyela, senyumnya terukir jelas di wajah tampannya.


"Kau berasal dari mana nona, sepertinya kau bukan dari negara ini?


Pemuda itu berusaha mencari informasi yang tidak dapat diberikan oleh anak buahnya.


"Oh.. aku dari negara Theora tuan hanya negara kecil di seberang lautan sana"


"Oh.. benarkah? Aku kira kau memiliki darah Korea karena kau bisa bahasa kami"


Tanya lelaki itu serius.


Aku sering drakor nonton Oppa Korea yang mirip lu babang...


"Hehehe... aku hanya sedikit belajar dari pedagang-pedagang yang bekerja sama dengan kakak ku"


Nazyela berusaha menutupi kebenaran.


"Kalian keluarga pebisnis?"


"Hanya pedagang kecil-kecilan tuan"


"Naz... "


Nakuna datang membawa kopi yang di minta Nazyela.


" Letakkan saja kopinya. Silahkan diminum tuan"


Nakuna lalu meletakan kopi itu di meja dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Sekilas ia melirik lelaki yang terlihat akrab dengan nona nya. Gadis itu sedikit mencurigai pemuda itu.


"Oh.. ya boleh aku tahu siapa namamu nona? Perkenalkan aku Ji Chang"


Lelaki yang bernama Ji Chang itu mengulurkan tangannya.


"Nazyela..."


Nazyela menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum.


"Apa kau sudah berjalan-jalan di Korea nona, disini banyak tempat yang indah dan seru"


Ji Chang mencoba melakukan pendekatan terhadap Nazyela.


"Hmm.. aku belum pernah jalan-jalan karena aku tak begitu mengetahui kota ini"


"Apa kau mau ku bawa berkeliling kota ini nona?"


"Wah.. kau baik sekali tuan. Tapi itu akan merepotkanmu"


Nazyela tersenyum ramah.


"Aku akan senang membawa gadis cantik seperti mu berkeliling nona"


Ji Chang menatap Nazyela dengan hangat. Pemuda itu bermaksud menyampaikan keinginan lewat tatapan mata itu.


"Hehehe kau bisa saja tuan, sebenarnya aku takut kau menculikku lalu membunuhku"


Dengan santai Nazyela berkata sambil menatap Ji Chang.


"Wah... kau kejam sekali menuduhku nona"


Ji Chang terkekeh.


Nazyela mengamati Ji Chang.


"Baiklah...bawa aku keliling kota ini tapi jangan hari ini. Asisten ku akan kesulitan karena tidak bisa berbahasa Korea"


Ucap Nazyela sambil tersenyum.


"Aku akan kembali besok. Nah ini.. terima kasih untuk buket bunganya"


Ji Chang mengeluarkan 10lembar uang. Lalu bersiap hendak meninggalkan toko itu.


"Tuan ini kebanyakan"


Nazyela ingin mengembalikan uang lebih yang dibayarkan oleh Ji Chang.


"Itu tips, karena bunga yang kau rangkai sangat cantik"


Ji Chang tersenyum hangat.


"Baiklah... aku tak akan menolaknya"


Nazyela membalas dengan senyuman manisnya.


"Jangan lupa besok aku akan menjemputmu"


Ji Chang berkata sambil berlalu.


Nazyela hanya menatap punggung lebar yang mulai menjauh itu.


*****


Di Mension Adrian Kley.


Kehadiran seorang pemuda dengan seorang pengawalnya membuat Adrian sedikit merasa terganggu. Lelaki itu paham betul apa yang diinginkan pemuda itu jauh-jauh datang menemui dirinya.


"Kelihatannya ada urusan yang sangat penting sehingga yang mulia mendatangi kediaman saya"


Jongya beserta pengawalnya mendatangi mension Adrian Kley setelah mendapatkan informasi tentang Nazyela dari istrinya Naila Bolafra.


"Benar, aku tak akan menghidar dari pertanyaan. Karena tujuanku kesini pasti sudah terlihat jelas apa yang aku inginkan"


Ungkap Jongya tanpa berbelit-belit.


"Apa anda yakin ingin menyusulnya kesana? Bagaimana dengan tugas anda sebagai pangeran di negeri ini yang mulia?"


"Aku bukanlah putra mahkota yang miliki tanggung jawab besar terhadap negeri ini. Dan aku bersungguh-sungguh terhadap Nazyela"


Jongya bertekad dan sangat berharap dengan dukungan Adrian. Sorot mata pemuda itu begitu terlihat sangat mencintai Nazyela.


" Hah... baiklah..., hanya sekali ini saja. Jika dia tidak mencintai anda lagi aku harap anda mau melepaskannya yang mulia".


Adrian akhirnya luluh juga. Ia pun sebenarnya ingin agar kisah cinta kedua insan itu dapat menemukan kebahagiaan mereka.


"Terima kasih"


Adrian lalu mengambil kertas dan menuliskan alamat tempat tinggal Nazyela.


Lelaki itu lalu memberikannya kepada Jongya.


"ingat lah untuk tidak menyakiti Nazyela lagi"


"Aku berjanji"


Jongya lalu kembali ke Istana setelah mendapat ijin dari Adrian. Ia pun segera menemui ayahnya meminta ijin kepada sang raja untuk meninggalkan negaranya demi menjemput impiannya.


"Bawalah koin emas sebanyak kau mampu. Disana kau pasti membutuhkannya. Dan ajaklah beberapa pengawal untuk membantumu disana"


"Terima kasih ayah, tapi aku hanya akan membawa Wilson"


"Akan lebih baik lagi jika kau bisa menemukan keluarga sebelah ibumu disana. Aku dengar adik dari nenek mu dan keluarganya tinggal dinegara itu"


Ucapan ayah benar. Ibu memiliki darah Korea. Haruskah aku menanyakan itu pada ibu?


Hah... sudah lah, aku yakin ibu juga tidak akan mau mengatakannya. Beliau pasti sangat membenciku karena telah mengatakan semua kejahatan yang ia lakukan pada ayah.


" Apa ayah tahu mereka tinggal dimana?"


Mendengar pertanyaan Jongya, sang raja teringat akan sesuatu.


"Temui Viscount Harry, istrinya adalah kakak dari ibumu"


"Apa?! Jadi ibu masih memiliki saudara disini?"


Roman Theora menghela napas. Sesaat ia terdiam dan menatap dalam putranya.


"Ibumu menyembunyikan hal itu. Dulu aku mencari informasi mengenai ibumu sebelum aku menjadikannya ratu. Ibumu tidak mengakuinya karena demi melindungi Rana kedua orang tua mereka mati dibunuh oleh bangsawan pejabat daerah tempat tinggal mereka saat itu.Aku hanya tahu ibumu sebatang kara saat menjadi pelayan dari Ranesha. Ibu mu merupakan pelayan yang sangat dipercayai oleh mendiang ibu Argen. Kerana sikap yang lembut dan penuh perhatian aku jatuh cinta padanya"


Sang raja merenungkan masa lalunya. Terlihat sorotan kesedihan di mata coklat miliknya.


"Maafkanlah kesalahan ibu ayah..., saat ini pun ibu sedang menjalani hukumannya. Aku akan menemui bibi terlebih dahulu sebelum aku pergi"


Jongya merasa ayahnya sedang menyesali sikapnya dulu yang tidak mempercayai ratu sebelumnya yaitu Ranesha.


Raja segera menepis ingatan itu lalu menatap putranya.


"Mereka tinggal di kota Brigfies coba lah kau cari keberadaan mereka"


"Baiklah ayah. Dan terima kasih ayah selalu mendukung aku"


"Hmm... baiklah. Jaga dirimu baik-baik disana"


Jongya menjawab ucapan sang ayah dengan menganggukan kepala nya.


Keesokan harinya, Jongya di temani pengawalnya bernama Wilson berangkat menuju kota Brigfies.


Kota itu terletak di dekat perbatasan sebelah selatan negara Theora.


Ia berencana menemukan Rana kakak dari ibunya sebelum berangkat ke Korea.


Ternyata ibu masih banyak menyimpan rahasia yang tidak aku ketahui. Aku harus menemukan bibi untuk mencari tahu apa yang membuatmu ibu memiliki sifat keji seperti itu.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗