
Sesuai janji Nazyela, setiba di rumah Nazyela memeriksa bahan-bahan yang ia perlukan untuk buat camilan yang ia inginkan. Ji Chang menunggu Nazyela dengan sabar sambil membaca koran hari itu.
Wah... kebetulan bahan semua lengkap. Aku akan membuat jajanan waktu aku masih hidup di dunia sebelumnya. Lagi pula aku sudah lama nggak makan makanan itu.
Nazyela memulai membuat camilan dengan menuangkan tepung ke wadah yang tidak terlalu besar. Lalu memotong beberapa jenis sayur kemudian mencuci dan memasukannya ke dalam tepung tadi. Kemudian Nazyela menambah beberapa bumbu yang ada di sana dan terakhir Nazyela memasukan air sesuai takaran yang di perlukan. Lalu ia menuang minyak dan siap menggoreng.
Sir.Yukil dan Nakuna hanya memperhatikan nona nya dengan terheran-heran. Mereka tak menyangka Nazyela membuat camilan itu dengan cekatan seolah-olah gadis itu telah terbiasa memasak.
Setelah beberapa waktu camilan pun jadi. Nazyela lalu membuat pasangan camilan itu yaitu sambal nya.
Dan akhirnya camilan siap di sajikan.
Mereka berkumpul di ruang tengah untuk mencicipi masakan Nazyela.
"Ini apa?"
Tanya Ji Chang.
" Ini bakwan jagung. Dulu aku pernah mendengar beberapa bangsawan menyebutkan makanan ini waktu di kota pelabuhan. Jadi aku mencoba nya sekarang"
Ujar Nazyela sedikit berbohong karena tidak mungkin ia mengatakan pengalamannya di kehidupan sebelumnya.
Mereka lalu mengambil bakwan itu dan mencicipinya. Awalnya ada raut asing di wajah mereka. Namun setelah gigitan kedua ketiga dan seterusnya baru lah mereka terlihat menikmati makanan itu.
" Makan nya begini.."
Nazyela mengambil bakwan lalu mencoletkannya ke sambal. Gaya Nazyela di ikuti oleh mereka bertiga.
Sir. Yukil dan Ji Chang manggut-manggut meresa makanan itu cukup cocok di lidah mereka. Sedang Nakuna mengeryitkan dahi karena kepedasan.
"Bagiamana bisa anda menemukan makanan seperti ini Naz?"
Tanya Nakuna sambil menghembuskan napas dari mulut nya.
"Aku hanya mendengar mereka sedang bergosip saja"
"Ini mirip dengan jajanan disini, jadi aku tidak terlalu asing dengan rasanya"
Ungkap Ji Chang sambil mencomot bakwan dan mengunyahnya.
"Benarkah"
Tanya Nazyela.
"Tentu saja kau ingin mencobanya kita bisa pergi saat kau ingin nanti"
Ujar Ji Chang
"Tentu aku mau"
Nazyela tampak bersemangat.
"Kalian juga boleh ikut. Aku akan mentraktir kalian semua"
"Wah... kami boleh ikut. Tentu saja kami sangat senang tuan"
Ujar Nakuna tersenyum lebar pada Ji Chang dan juga pada Sir. Yukil.
Sir. Yukil punye balas senyuman manis kekasihnya.
"Besok saja, kebetulan stok bunga ku datang lusa jadi kita bisa libur sehari besok"
Saran Nazyela mengajak Ji Chang, Nakuna dan Sir. Yukil.
"Baiklah aku setuju saja"
Ji Chang menjawabnya sambil tersenyum.
Keesokan harinya, Ji Chang telah menunggu di depan rumah Nazyela dengan mobilnya.
Mereka lalu di bawa Ji Chang berkeliling kota menikmati pemandangan dan berakhir di streetfood.
Nazyela melihat Nakuna dan Sir. Yukil teramat senang menikmati jajanan itu.
"Kalian pergi lah.. nikmati waktu berdua kalian kita akan bertemu lagi disini 2 jam kemudian"
Perintah Nazyela pada kedua asistennya.
"Apa tidak apa-apa?"
Tanya Sir. Yukil sedikit ragu
"Ada aku kau tak perlu khawatir"
Ji Chang menegaskan.
"Baiklah tuan"
Sir. Yukil mengngangguk kan kepalanya.
Nakuna dan Sir. Yukil pun berpisah dari Nazyela dan Ji Chang. Ji Chang lalu mengajak Nazyela berkeliling dengan berjalan kaki. Lelaki itu menunjuk beberapa jenis jajanan merekomendasikan nya kepada Nazyela. Gadis itu memilih jajanan yang akan dimakan olehnya ia tidak mau sembarangan karena sejatinya Nazyela masih lah beriman pada agamanya saat hidup di dunia sebelumnya.
Sebenarnya Nazyela sudah banyak mengenal jajan korea saat di kehidupan sebelumnya.
Sedang asik menunggu twigim Ji Chang tiba-tiba di hampir oleh seorang wanita yang cantik yang di temani 2 orang pria yang kelihatan seperti pengawalnya.
"Apa aku tidak salah lihat?! Ternyata benar, aku hampir saja ragu untuk menyapamu"
Ji Chang terlihat santai menanggapi sapaan itu.
"Aku kira nona besar seperti mu tidak akan menginjakkan kaki di daerah kecil seperti ini"
"Kau benar.. tempat ini bukan levelku. Tapi aku ada sedikit urusan disini dan kau..."
Wanita itu tidak melanjutkan kata-kata hanya menatap sinis ke arah Nazyela yang terlihat biasa saja.
Ji Chang mengikuti arah pandang wanita itu. Ia terkekeh lalu memandang serius kepada wanitan itu.
"Jadi dia yang menyita waktu mu selama ini?!"
"Maaf tapi itu bukan urusan mu Yoona!"
Ji Chang menatap tajam Yoona seolah-olah berkata jangan pernah menyentuh dia.
Yoona berdecih dan semakin manatap Nazyela dengan kebencian.
Wanita itu lalu mendekati Ji Chang dan tiba-tiba merangkul tubuh pria itu. Lalu berbisik di telinga Ji Chang sambil menatap Nazyela.
Deg, jantung Nazyela berdetak keras saat melihat adegan itu. Ia tidak tahu bahwa Ji Chang sudah memiliki kekasih. Ada sedikit rasa kecewa dan sedih melihat laki-laki yang baik dan penuh perhatian pada dirinya tenyata sudah memiliki kekasih.
"Kita akan bertemu lagi, dan aku butuh penjelasanmu?!"
Bisik Yoona.
Ji Chang tidak membalas pelukan itu namun perlahan melepaskan rangkulan tangan wanita itu dari tubuhnya.
"Aku kira aku tidak perlu melakukan itu"
Ji Chang menatap serius wanita itu.
Wanita yang di panggil Yoona itu lalu berjalan perlahan dan melewati Nazyela dengan sangat dekat dan menabrak sedikit bahu gadis itu.
Makanan yang sedang di pegang Nazyela terjatuh saat Yoona menyenggol bahunya.
Ji Chang terlihat kesal ia segera menghampiri Nazyela.
"Kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa tuan.. sepertinya dia pacar anda. Maaf aku selama ini tidak tahu dan maaf aku menjadi masalah di antara kalian"
Nazyela terlihat sedih, ia sudah tidak lagi menikmati jajanan dan waktunya saat itu.
Ji Chang menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.
Dengan sabar dan perlahan ia mencoba menyikapi gadis itu.
"Nazyela...lihat aku? Dengarkan aku ya, dia bukan kekasihku seperti yang kau kira. Dia mungkin memiliki perasaan padaku tapi aku tidak?!"
Ji Chang meraih tangan gadis itu dan menggenggam nya berusaha meyakinkan apa yang ia katakan.
"Keluarganya adalah kolega terbesar ku, hubungan ku dengannya hanya sebatas bisnis saja bagiku. Dan aku tidak pernah sekalipun membalas perasaannya padaku"
Ji Chang mencoba menjelaskan lagi.
Nazyela terlihat tidak terlalu bersedih seperti tadi setelah mendengar perkataan Ji Chang.
Ji Chang yang melihat perubahan ekspresi itu tersenyum.
"Kau tahu, sikapmu yang seperti ini selayaknya orang yang sedang cemburu pada pasangannya dan aku sangat senang sekali"
Ungkap Ji Chang.
Benarkah aku cemburu? aku memang rada sedikit kesal karena kejadian ini seperti dejavu bagiku. Tapi apa benar ini cemburu?
Nazyela masih bingung dengan hatinya sendiri.
Melihat Nazyela yang hanya diam Ji Chang memutuskan untuk mengajaknya jalan-jalan sambil kembali ke titik pertemuan mereka dengan Nakuna dan Sir. Yukil.
"Apa tidak apa-apa anda memperlakukan anak dari kolega besar tuan tadi seperti itu. Aku takut bisnis tuan akan hancur gara-gara aku"
"Hehehe... aku ini di cari oleh pengusaha dan orang-orang yang memiliki kekuasaan. Mereka membutuhkan jasaku untuk pencapaian tujuan mereka jadi kau tidak perlu khawatir memikirkan hal itu"
Ada sedikit kelegaan di hati Nazyela mendengar ucapan Ji Chang. Setidaknya dia bukanlah beban bagi Ji Chang jika salah satu koleganya tidak lagi mau bekerja sama dengan pemuda itu.
Namun gadis itu tidak menyadari satu hal bahwa ia telah membangunkan sesuatu yang berbahaya.
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.
~Jangan lupa favorit ❤️
~Rate⭐⭐⭐⭐⭐
~Hadiah
~Vote
Terima kasih 🤗
📢📢Tinggalin minimal 5 jejak komen kalian sebagai syarat masuk Grup Chat (Gc) Othor ya😁, akan ada even bertabur poin di tanggal 10 Desember 2021. Don't miss it😉📢📢