Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 72



"Hai..., kau merinduku sampai kau meminta ku ke sini, em...?"


"Sudah lah Yoona, kita bukan orang yang sedekat itu hingga harus berpelukan saat ketemu"


Ji Chang mencoba menghindar saat Yoona datang dsn hendak memeluknya.


"Hah... karena wanita itu?! Kenapa seleramu mura*an sekali?! Aku kira selama ini kau cukup tahu perasaan ku padamu"


Yoona mulai terlihat kesal.


"Dan kau juga tahu perasaan ku padamu seperti apa"


"Hah... setelah kita apa yang kita lakukan selama ini?"


"Tidak ada cinta dalam bisnis Yoona?!"


Ji mencoba menegaskan kepada wanita itu.


"Tidak! Kau mengatakan itu karena bertemu dengan jal*ng itu?! Selama ini kita baik-baik saja tanpa dia?!"


"Jangan mengatai dia dengan sebutan apa pun?! Dan kita hanya sebatas rekan bisnis Yoona?!"


"Aku tidak menganggapnya begitu!"


"Kau tahu dari awal hubungan kita tanpa cinta, kita hanya memenuhi kebutuhan masing-masing"


"Enak sekali kau berkata begitu ?! Bangaimana pun aku tidak pernah menganggapnya begitu?!"


"Terserah, tapi aku sudah mengatakan padamu jangan sentuh dia!"


"Hah... kau mengancamku?! Apa kau lupa aku siapa huh?!"


Yoona melangkahkan kaki dengan gontai mendekat ke arah Ji Chang.


Tangannya menyentuh wajah lelaki itu dengan menggoda hingga meraba bagian dada tubuh Ji Chang.


Ji Chang hanya terdiam menahan emosi. Ia tahu kalau wanita didepannya sangat keras kepala dan egois.


"Aku akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi. Jadi aku ingin kau seperti dulu dan jauhi wanita kampungan itu!"


Ucap Yoona sambil memeluk Ji Chang dan mengusap dengan lembut punggung lebar pemuda itu.


Ji Chang merasa aliran daranhnya mendidih mendengar ucapan Yoona.


"Kau... jangan pernah mengancamku! Ini peringatan untukmu jangan sentuh dia!"


Ji Chang melepaskan pelukan Yoona secara paksa dari tubuhnya.


"Hahaha...."


Yoona tertawa setelah mendapat perlakuan kasar dari Ji Chang.


"Ancamanmu tidak berlaku untukku. Kau tahu siapa aku dan kau harus ingat posisimu?!


"Khekeke... aku tahu siapa aku dan posisi ku. Tapi kau lupa sepertinya kalau kalian lah yang butuhkan aku"


Yoona terpancing perkataan Ji Chang. Tangannya terkepal karena Ji Chang sudah mulai berani melawan dan mengancamnya.


Wanita itu melangkahkan kaki hendak pergi dan berhenti tepat di ambang pintu.


"Jangan salahkan aku bila sesuatu terjadi padamu!"


Ancam Yoona menatap tajam Ji Chang lalu pergi meninggalkan pemuda itu.


Ji Chang mengusap wajahnya dengan telapak tangannya setelah kepergian Yoona. JI Chang mengambil keputusan nekad mengancam putri dari seorang menteri militer negara Korea.


Lembaga jasa keamanan yang di bentuk dan dijalankan menjadi bisnis oleh Ji Chang berdiri.


berkat bantuan dan ijin oleh ayah Yoona. Ji Chang menjalankan dua bisnis sekaligus selain jasa keamanan swasta terbesar di korea pemuda itu juga menjual senjata secara ilegal kepada orang-orang yang datang menemuinya secara tertutup.


Ji Chang adalah mafia terkenal dengan skill membunuhnya. Ia belum pernah gagal sekalipun dalam misinya membunuh seseorang. Banyak pengusaha menggunakan jasanya untuk memperlancar urusan mereka. Ji Chang memiliki harga bayaran yang fantastis untuk jasa yang ia berikan.


*****


Selama beberapa hari diam dirumah, Nakuna memperhatikan Nazyela sering duduk melamun sepulang mereka dari shoping waktu itu. Renovasi membutuhkan waktu sebulan, selama itu mereka hanya diam dirumah dan sesekali keluar jalan-jalan agar tidak merasa jenuh. Ji Chang belum menemui Nazyela setelah kejadian waktu itu.


Sepertinya aku harus menemui tuan Ji ke kafenya. Aku harus tahu dengan jelas hubungannya dengan wanita itu


Nazyela mencoba untuk memperjelas status hubungannya. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, ia tidak mau terobang-ambing menunggu kejelasan tanpa kepastian.


"Apa dia tidak mengabari kapan ia kembali?"


"Tidak pernah nona, terkadang bos melakukan pekerjaan sendiri. Jika tidak sulit sehari bisa selesai. Tapi jika berat bisa saja seminggu bahkan lebih"


"Baiklah kalau begitu. Jika dia sudah kembali katakan aku mencarinya"


"Baik nona, bos pasti akan langsung menemui nona jika misinya tuntas"


Nazyela menganggukan kepala kepada anak buah Ji Chang. Anak buah Ji Chang juga membungkukkan badan memberi hormat kepada Nazyela. Karena mereka tahu bahwa wanita yang ada di hadapan mereka saat ini adalah orang penting bagi bosnya.


Nazyela dan Sir. Yukil pun meninggalkan kafe. Selama dalam perjalanan Nazyela hanya duduk diam memandang keluar jendela kendaraan umum.


"Belajar lah mengendarai mobil Sir. Yukil, benda ini sangat di perlu untuk kita berpergian"


"Bagaimana caranya nona. Saya hanya tahu menaiki kuda"


"Kau bisa bertanya pada tuan Ji saat dia kembali nanti"


"Baiklah nona. Apa nona juga akan membeli mobil?"


"Entahlah.. aku tidak tahu harga mobil dan apa uang ku cukup untuk membelinya"


"Koin nona masih ada 3 kantung nona, apa itu cukup?"


"Jika di tambah dengan menjual pedangmu aku rasa akan cukup"


"No.. nona?! Kalau begitu sebaiknya tidak usah membeli mobil saja nona. Kita masih bisa menggunakan ini"


Nazyela terkekeh mendengar ucapan Sir. Yukil.


Mengerjai lelaki itu sedikit membuat penghiburan di hatinya.


Nazyela kembali menatap luar jendela saat ada penumpang yang turun.


"Nona bukan kah itu yang mulia pangeran?"


Sir. Yukil menunjuk ke arah kerumunan orang-orang di depan sebuah bangunan yang tinggi dan besar.


Nazyela melihat ke arah yang di tunjuk oleh Sir. Yukil. Ia melihat Jongya yang sedang di tanyai oleh beberapa orang dan di puja-puja oleh para gadis yang coba menggapainya.


Lelaki itu terlihat tersenyum lebar menanggapi teriakan dari para penggemarnya.


Di samping Jongya, Nazyela melihat wanita yang berapa kali ia lihat bersama Jongya yang tak lain adalah Suly. Nazyela semakin yakin bahwa Jongya sudah tidak lagi mencintai dirinya seperti dulu. Ia berpikir pemuda itu kini telah bahagia dengan kehidupannya disini.


Apa yang kau harapkan sih Naz, lupain aja. Dia juga nggak mungkin masih mencintai lu kayak dulu. Sekarang fokus aja ke tuan Ji yang jauh lebih baik dari dia.


Nazyela berusaha meyakin dirinya dan mencoba melupakan cinta masa lalu nya.


Melupakan mantan yang sangat dicintai memang begitu sulit bahkan sakit hingga terluka walau itu tidak berdarah. Namun mempertahankan perasaan untuk mantan yang tidak mungkin kembali lebih sakit hingga mengerogoti jiwa dan raga.


Nazyela memalingkan wajahnya dari Jongya dan memejamkan matanya mencoba untuk tidak peduli akan hal apapun tentang lelaki itu.


Sir.Yukil yang melihat sikap nona nya mencoba memahami isi hati gadis itu.


"Dari nona saya banyak belajar untuk tidak menyakiti hati Naku"


"Baguslah. Wanita itu tidak mudah mengatakan perasaannya, apa yang ia mau dan apa yang ia ingin kau lakukan. Kau harus berusaha memahaminya. Mereka mudah rapuh tapi juga mudah untuk memaafkan. Sisi seperti itu lah wanita di ciptakan untuk menjadi seorang ibu. Ibu yang selalu menyayangi meski ia sedang marah. Istri yang patuh meski ia kesal dalam hatinya. Karena itu lah banyak yang mendeskripsikan wanita sebagai makhluk lembut yang tegar namun rapuh"


Nazyela menjelaskan kepada Sir. Yukil walau matanya terpejam.


Lelaki itu mendengarkan ucapan nonanya dengan sungguh-sungguh. Namun ia bingung dengan kata mendeskripsikan yang baru saja ia dengar. Ia ingin bertanya namun enggan mengganggu ketenangan nona nya.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


📢📢Tinggalin minimal 5 jejak komen kalian sebagai syarat masuk Grup Chat (Gc) Othor ya😁, akan ada even bertabur poin di tanggal 10 Desember 2021. Don't miss it😉📢📢