Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 70



Malam yang dingin tanpa bintang dan bulan yang menyinari dalam gelapnya malam, Nazyela tidak dapat memejamkan matanya. Ia terus teringat peristiwa tadi dan meyakinkan hatinya benarkah ia cemburu pada wanita itu seperti kata Ji Chang padanya.


Apa benar aku sudah bisa menerima tuan Ji Chang dan merelakan Jongya?


Aku memang merasa sedikit nggak suka wanita itu memeluk tuan Ji Chang. Tapi aku lebih sakit hati melihat Jongya bersama wanita itu. Hah...


Semalam Nazyela tidak bisa tidur karena memikirkannya dan membuat ia terlihat bagai anak panda dengan lingkaran hitam di kedua matanya.


Dengan langkah berat dan lesu Nazyela duduk di kursi meja makan.


Nakuna yang tahu akan kehadiran nona nya segera menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.


"Astaga... ! Naz anda tidak tidur?!"


Nakuna terkejut saat melihat lingkaran hitam di mata Nazyela saat hendak memberikan segelas susu untuk nya.


Nazyela hanya menghela napas dan meminum susu yang di buat Nakuna.


"Naku.. bagaimana pendapatmu tentang tuan Ji Chang?"


"Kenapa nona tiba-tiba menanyakan itu, apa anda sudah berpikir untuk menerima tuan Ji Chang?"


"Entahlah.. aku hanya mencoba meyakinkan perasaanku"


"Kita disini sudah 6 bulan dan selama itu saya melihat tuan Ji Chang tulus pada anda. Saat bersama tuan Ji Chang nona tidak pernah merasa sedih dan kesepian. Bahkan tuan Ji Chang begitu perhatiannya terhadap anda, hampir setiap hari dia datang menemui Anda. Mungkin sudah waktunya hati anda melupakan pangeran nona..."


"Hehehe...kau sama ya dengan Sir. Yukil"


"Maaf nona, walau bagaimana pun anda adalah majikan saya nona Naz"


"Iya tidak apa-apa.. jika kau merasa nyaman"


"Jika saya memanggil anda nona.. saya merasa kita sedang berada di Theora"


"Kau merindukan keluargamu?"


Dengan rasa bersalah dan ragu Nakuna menganggukan kepalanya.


"Aku juga merindukan ayah dan kakakku bagaimana ya kabar mereka disana?"


"Apa kita akan kembali?"


"Entahlah... apa yang aku tinggalkan disana ia malah menghampiri ku disini. Mungkin jika aku menerima tuan Ji Chang, perasaanku tidak akan terombang-ambing begini"


Nakuna tersenyum mendengar perkataan nona nya.


Itu artinya Nazyela sudah mulai mau membuka hatinya untuk lelaki lain.


"Mencoba hal yang positif akan lebih baik dari pada hanya membayangkan nya saja nona"


"Hehehe... kau pandai memberi nasehat sekarang"


"Saya yang melihat hubungan yang nona jalani sangat lelah.. apalagi nona yang merasakannya. Memang urusan hati tidak bisa dipaksakan. Tapi bila ada sedikit rasa untuknya tidak ada salahnya nona berusaha mengembangkan perasaan itu"


Nazyela manggut-manggut mendengar ucapan Nakuna.


Sir. Yukil datang dengan peluh keringat membanjiri tubuhnya. Napas nya terengah-engah sambil mengambil air putih yang sudah di sediakan Nakuna untuknya.


"Kau masih berlatih pedang?"


"Ya nona, saya harus tetap berlatih untuk tetap bisa melindungi anda. Jika tidak berlatih skill saya akan menurun dan saya bisa ditertawakan anak buah saya jika saya kalah dari mereka"


Nazyela manggut-manggut.


"Apa kau rindu Theora?"


Sir. Yukil menatap Nakuna setelah mendapat pertanyaan dari nona nya. Nakuna hanya mengangkat bahu melihat tatapan Yukil.


"Ya tentu saja saya rindu. Kenapa nona tiba-tiba menanyakan hal itu?"


Nazyela terkekeh merasa dejavu mendengar pertanyaan Sir. Yukil.


Sir. Yukil terlihat bingung saat melihat kedua gadis di depannya itu terkekeh mendengar pertanyaannya.


"Apa kau masih mengirimkan surat untuk Adrian?"


"Masih nona. Setiap bulan kami bertukar kabar karena saya harus melaporkan keadaan nona"


"Bagaimana kabar keluargaku?"


"Tuan besar dan tuan muda baik-baik saja. Sekarang mereka sedang kerepotan menghadapi nona Naila"


"Kenapa?!"


Nazyela tampak bingung dan penasaran apa yang sudah ia lewati tanpa sepengetahuannya.


"Saat ini nona Naila sedang mengandung. Usia kandungannya kurang lebih 3 bulan dan ia sedang meminta yang aneh-aneh"


"Oh.. benarkah? Ini sungguh berita bahagia"


Nazyela tampak senang mendengar kabar yang baru saja ia dengar.


"Lalu.. kakak ipar ku itu minta apa?"


"Itu..tuan muda tidak menjelaskan nona"


Nazyela tertawa, ia membayangkan betapa lucunya Adrian jika harus memenuhi permintaan ibu hamil. Karena Nazyela tahu terkadang ibu ngidam itu bakal meminta sesuatu yang tidak masuk akal.


Sir. Yukil heran melihat nona nya tertawa sendiri begitu senangnya.


"Sudah lah.. lupakan. Aku mau mandi"


Nazyela pun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju kamarnya.


*****


Ketika sampai di toko, Ji Chang mengejutkan Nazyela saat gadis itu hendak membuka pintu toko.


"Biar aku saja"


"Baiklah.."


Nazyela menyerahkan kunci toko pada pemuda itu.


Mereka pun masuk bersama. Ji Chang yang bagai pemilik toko sesungguhnya merapikan bunga serta menyusunnya seperti yang biasa di lakukan oleh Nakuna.


Nazyela tersenyum melihat pemuda itu yang telah terbiasa dengan pekerjaan di tokonya.


Gadis itu langsung kedapur menyiapkan kopi untuk Ji Chang.


Setelah selesai mereka pun duduk bersama di tempat biasa.


Ji Chang menikmati kopi paginya dengan senyum manis di wajah Nazyela.


"Nakuna tidak membantumu pagi ini?"


"Dia sedang beres-beres dirumah. Akhir-akhir ini debu sudah sedikit tebal di rumahku"


Ji Chang meneguk kopinya lagi sambil memperhatikan Nazyela.


"Apa ini?"


Ji Chang memegang pipi Nazyela dan mengelus bagian bawah kantung mata dengan ibu jarinya.


Meski samar tapi ia bisa melihat lingkaran hitam di wajah cantik gadis itu.


"Hehehe.. bukan apa-apa tuan"


"Apa yang kau pikirkan hingga membuat lingkaran hitam di matamu itu? Setelah ini kau tidurlah. Biar aku sendiri yang menjaga toko"


"Aku tidak apa-apa tuan"


"Ck.. aku tidak ingin kau jatuh sakit karena kurang tidur. Tidur lah.."


"Aku tidak apa-apa tuan, sungguh?!"


"Kau bandel sekali?!"


"Hehehe..."


"Lihat lah.. kau masih saja bisa tertawa walau sudah dimarahi"


"Anda terlihat lucu saat marah tuan"


"Wah... lihat kau sudah berani rupanya"



"Hehehe..."


"Jangan tertawa seperti itu"


"Kenapa?"


Nazyela bertanya heran sambil membenarkan ikatan rambutnya.


"Aku bisa tidak tahan nanti"


"Aku hanya memikirkan hubungan kita selama ini dan ingin memberikan jawaban ku padamu"


"Apa?!"


"Ya tuan.."


Nazyela tersenyum.


"Maksudmu?"


Nazyela menganggukan kepalanya dan terus terseyum.


Tanpa berpikir panjang dan meminta ijin dari Nazyela Ji Chang langsung mencium bibir gadis itu.



Deg, jantung Nazyela berdebar dengan cepat. Ada rasa yang begitu menggelitik di hatinya. Sensasi debaran-debaran itu kian terasa ketika Ji Chang mulai memeluknya.


Benar sepertinya aku mulai menyukai lelaki ini


Perlahan Nazyela membalas ciuman Ji Chang.


Hanya beberapa detik Ji Chang perlahan melepaskan pangutan mereka.


Ia pun mencium kening Nazyela.


"Tidak boleh terlalu lama, aku takut remku bisa blong"


Nazyela terkekeh mendengar ucapan Ji Chang.


Seketika kecupan mendarat di bibir itu.


Nazyela terhenti terkekeh.


"Sudah aku katakan jangan tertawa seperti itu karena aku tidak akan tahan untuk tidak menciummu"


Nazyela tersenyum ia memeluk tubuh lelaki yang selama disini dengan sabar terus menghujaninya perhatian.


Kini ia baru menyadari bahwa hatinya ternyata menyukai dan sayang kepada lelaki itu.


Ji Chang membalas pelukan itu dengan hangat.


"Jadi karena itu kau memiliki mata panda?"


Tanya Ji Chang setelah Nazyela melepaskan dekapannya.


"Tidak juga, aku memikirkan aku harus berani mengambil sikap jika wanita kolega anda memeluk anda lagi di depan mataku"


"Hehehe...jadi benar kau cemburu"


Nazyela memasang wajah cemberut.


"Aku hanya mempercayai ucapan mu tuan. Tapi bila kau berbohong aku tidak akan percaya lagi padamu. Kau tahu.. masa laluku"


Kembali Ji Chang memeluk tubuh mungil itu masuk kedalam dekapannya.


"Aku tidak berbohong padamu apa pun itu. Kau bebas menanyakan padaku apa saja dan aku akan menjawab dengan sebenar-benarnya"


Nazyela segera melepaskan pelukan itu.


"Janji?!"


"Aku janji"


Jawab Ji Chang bersungguh-sungguh.


Mereka kembali berpelukan seolah-olah saling takut kehilangan.


Sepasang mata yang mengamati merek dari kejauhan mengepalkan kedua tangannya karena geram.


Note : Visualnya di mirip-miripkan dikit ya, mata Othor udah cenat cenut cari gambar buat imajinasi kalian 😌.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


📢📢Tinggalin minimal 5 jejak komen kalian sebagai syarat masuk Grup Chat (Gc) Othor ya😁, akan ada even bertabur poin di tanggal 10 Desember 2021. Don't miss it😉📢📢