
Waktu demi waktu berlalu, Nazyela kini telah beraktifitas seperti sedia kala. Wajahnya kini bisa tersenyum lebar dan tertawa saat bercanda dengan asisten-asistennya.
Seperti biasa rapat yang di adakan 2 minggu sekali membahas laporan-laporan terkait bisnis maupun politik dan lain-lain sedang berlangsung di ruang pertemuan.
Kali ini Nazyela mulai kembali turut serta dalam rapat itu.
"Mengenai apa saja yang sudah terjadi aku telah mengetahui semua dari Sir. Afik dan Sir. Yukil. Lalu aku ingin kita kembali memiliki senjata untuk lebih memperkuat pertahanan"
"Bukankah yang kita miliki sekarang sudah lebih dari cukup? Bahkan bangsawan Bolafra juga mulai resah akan kekuatan kita. Saya mendapat kabar itu dari fraksi bangsawan yang dulunya mendukung Bolafra"
Ujar Sir. Yudan
"Tidak. Karena senjata granat kita telah di ketahui oleh beberapa pihak. Aku yakin mereka pasti sudah mencari tahu bagaimana mendapatkan granat itu"
"Lalu senjata apa yang mau kau inginkan lagi Naz?"
Nazyela tampak berpikir, terlihat ia sedikit ragu untuk mengungkapkan pendapatnya.
Kalo aku ngasi ide bom atom alias nuklir ide gila nggak sih ini? Tapi kira-kira itu penemunya udah lahir belom ya?!
Secara bom atom kan di gunakan pertama kali waktu perang dunia ke 2. Buat ngebom Nagasaki sama Hiroshima di Jepang. Kalo nggak salah J. Robert Oppenheimer penemunya dibantu sama tim pengembangnya teori-teori dari Albert Einstein. Lah.. didunia ini tahun berapa aja aku nggak tahu. Coba aku tanya dulu deh.
"Apakah kakak pernah mendengar nama Albert Einstein?"
Nazyela bertanya penuh rasa penasaran.
"Sepertinya aku pernah dengar nama itu.., bukankah dia seorang yang jenius?! "
Nazyela terkejut kakaknya tahu tentang Einstein.
"Dari mana kakak tahu?"
"Aku mengetahuinya waktu aku pergi ke Jerman bertemu dengan rekan bisnisku. Mereka sedang membicarakan salah satu temuan pria itu"
Jawab Adrian santai.
Daebak bang bule...
"Lalu kau sendiri tahu dari mana ?"
"Thomas Edison waktu itu pernah menyebut namanya"
Terpaksa boongkan gue...
Nazyela tersenyum manis.
"Wah.. kau mudah ingat rupanya"
"Bisakah kakak mencari J. Robert Oppenheimer, ia tinggal di Amerika?"
Nazyela terlihat antusias.
"Sepertinya kau menyuruhku untuk berpergian jauh ke Amerika. Tapi kenapa kau mencari J. Robert Oppenheimer ?"
Adrian yang kini lebih penasaran akan tujuan adiknya.
"Julius Oppenheimer dikenal sebagai ahli fisika Amerika Serikat sekaligus penemu bom atom atau nuklir. Bom itu melebihi granat dan meriam yang kita punya. Dampak dari bom atom bisa menewaskan ratusan ribu jiwa bahkan bisa meluluhlantakkan satu negara"
"Astaga...!!" (Serempak Sir. Yukil dan Sir. Yudan)
Para lelaki diruangan itu dibuat tercengang dan terkejut mendengar penuturan Nazyela.
"Gila..?! Nazyela kau dapat dari mana sumber seperti itu?"
Googlob bang bule... itu aku dapat liat dari apk si mbah.. kalau disini mungkin belom ada. Ini gimana aku jelasinnya ya?
"Saya jadi ingin membaca buku-buku yang nona baca, karena nona semakin pintar karenanya"
Ungkap Sir. Afik.
Nazyela hanya bisa tersenyum dan manggut-manggut.
"Baiklah secepatnya aku akan mencari Julius Oppenheimer, dan melakukan kerja sama dengannya"
Adrian terlihat bersemangat dengan ide Nazyela kali ini.
Mereka pun beranjak hendak membubarkan diri dari rapat. Ketika sampai di ambang pintu Nazyela melihat ke arah Sir. Afik.
"Sir. Afik bisakah kau membawa beberapa wig untukku. Aku sudah bosan berbulan-bulan dirumah. Aku ingin jalan-jalan keluar"
Sir. Afik tampak ragu menjawab permintaan Nazyela.
"Nona apa tidak sebaiknya..."
"Tidak. Aku tidak apa-apa. Bukankah kini keluarga Kley cukup ditakuti oleh para bangsawan dan orang-orang di luar sana?"
Belum selesai Sir. Yukil berkata Nazyela telah mutuskan perkataannya.
Tegas Adrian.
"Baik tuan muda"
Jawab Sir. Yukil.
*****
Ratu yang kini telah mengetahui kekuatan dari bangsawan Kley mencoba untuk memiliki senjata itu. Berbagai cara dan negosiasi ia lakukan namun usahanya masih sia-sia.
Ada perasaan menyesal ia telah menolak hubungan Jongya dengan Nazyela. Ia baru menyadari kekuatan Kley melebihi Raja Burmalk negara yang berpihak padanya saat ini yaitu ayah dari Camila. Namun semua terlambat, jika ia memutuskan hubungan dengan Burmalk itu sama saja sang ratu mengibarkan bendera perang padanya.
Sejak kejadian malam itu, Jongya selalu berhati-hati terhadap makanan dan minuman yang akan ia makan. Pemuda itu kini memberikan kepercayaan makanannya kepada Sir. Adson. Kesempatan Camila untuk memiliki Jongya semakin sulit, terlebih lagi ia tidak langsung hamil setelah kejadian itu. Berbagai cara ia lakukan untuk menjerat dan menggoda Jongya. Namun lelaki itu semakin dingin padanya.
Pagi yang cerah itu Camila meminta ijin kepada sang ratu untuk keluar istana mengelilingi kota Britaraya. Sejak statusnya yang menjadi menantu di kekaisaran Theora ia sama sekali belum pernah melihat-lihat ibu kota negara itu. Dengan pengawal yang ketat Camila pergi mengunjungi beberapa tempat yang di rekomendasikan oleh pelayan terdekatnya.
"Lihat lah yang mulia.. gaun-gaun disini sangatlah cantik.."
Pelayan yang bernama Nena terlihat begitu bersemangat.
"Kau benar.. gaun-gaun itu indah sekali"
Mata Camila terlihat berbinar-binar. Tanpa keraguan ia pun melangkahkan kaki memasuki butik gaun itu.
"Selamat datang nona.. silahkan melihat-lihat gaun milik toko kami ini. Gaun- gaun disini terbuat dari bahan dan kualitas yang tinggi. Saya yakin nona tidak akan kecewa"
Dengan penuh percaya diri dan rasa hormat terhadap pelanggan Lani mempromosikan gaun-gaun di toko itu.
"Kenapa kau yang melayani? Dimana pemilik toko ini sungguh tidak sopan?!"
Nena terlihat marah dan bersikap arogan ketika melihat penampilan Lani yang tidak seperti wanita bangsawan menemui mereka.
"Ya??"
Lani terlihat kebingungan, pasalnya ia tak mungkin meminta Nazyela atau Adrian terlebih lagi tuan Histon untuk segera datang kemari.
"Maaf nona.. pemilik sebenarnya toko ini sedang tidak berada ditempat. Jadi untuk sementara saya yang bertanggung jawab disini"
Ujar Lani menunduk hornat.
"Hah.. kau berani merendahkan majikanku..?! Kau tak pantas melayaninya!"
"Tidak nona.. maafkan saya, saya tidak bermaksud seperti itu"
Perseteruan antara Lani dan Nena pun terjadi hingga menimbulkan keributan yang menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Toko menjadi ramai oleh orang-orang yang hanya ingin mencari tahu penyebab keributan itu.
Kereta kuda yang di naiki Nazyela berhenti tidak jauh dari tokonya. Nazyela yang baru saja tiba menjadi penasaran apa yang sedang terjadi di toko miliknya. Sir. Yukil dan para kesatria bawahannya membubarkan kerumunan orang-orang itu. Nazyela pun akhirnya bisa memasuki tokonya.
" Apa yang sudah terjadi disini Lani?"
"Nona.."
Lani menunduk hormat Nazyela.
"Oh... apa kau pemilik toko ini?"
Tanya Nena dengan sikap arogannya.
"Benar nona, saya Nazyela pemilik toko ini. Dan maafkan jika asisten saya kurang memuaskan dalam melayani anda" Nazyela menunduk hormat kepada Camila.
Nazyela!! Jadi ini perempuan yang membeku di hati suami ku! Lihat saja apa yang bisa aku perbuat terhadapmu!
Albert Einstein
Lahir : Jerman 14 Maret 1879
Meninggal : tahun 18 April 1955
Penemu : Teori Relativitas, satu dari dua pilar utama fisika modern.
Julius Robert Oppenheimer
Lahir : New York, Amerika 22 April 1904
Meninggal : 18 Februari 1967
Penemu : Bom atom
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗