Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 36



Para pasukan kembali dengan senyum lebar di wajah mereka. Kepuasan terpancar di diri mereka. Mereka sungguh bergembira karena berhasil memenangkan pertempuran.


Pagi itu matahari yang mulai menampakkan sinarnya memberi cahaya di kastil Kley seakan-akan menyambut kedatangan pasukan yang kembali dengan kemenangan setelah pertempuran semalam dengan Shaden. Atas perintah Adrian para pelayan khususnya bagian dapur bergegas menyiapkan jamuan untuk para pasukan yang kembali dari pertempuran.


Pemuda itu segera mengabarkan kabar gembira itu kepada ayahnya dan juga Nazyela. Walau kesehatan tubuh Nazyela kian membaik namun kejadian itu meninggalkan trauma yang mendalam dalam diri gadis itu. Tanpa berkata apa-apa Nazyela hanya tersenyum mendengar kabar itu.


Berita runtuhnya kastil dan tewasnya kepala keluarga bangsawan Shaden hanya dalam satu malam, mengejutkan seluruh bangsawan di kekaisaran Theora. Bahkan hal itu sampai kepada Bolafra dan Raja Theora.


Bangsawan Shaden yang terkenal kuat pasukan pengawalnya setelah Bolafra membuat masyarakat tak habis pikir, bagaimana bisa keluarga Kley menjatuhkan bangsawan Shaden hanya dalam satu malam.


Mereka kini mengira-ngira sekuat apakah keluarga Kley sekarang. Jika melihat hasil dari pertempuran itu jelas sudah bahwa kekuatan bangsawan Kley kini melebihi kekuatan Bolafra.


Raja yang telah memprediksi hal itu bakal terjadi terlihat tenang. Berbeda dengan Khiden Bolafra, kini ia merasa posisinya terancam oleh Kley. Raja pun memanggil Tuan Histon dan Khiden serta beberapa bangsawan lain untuk ikut pertemuan kekaisaran. Kedua pangeran pun turut serta di dalam pertemuan itu.


"Yang mulia...bagaimana sesama bangsawan bisa saling membunuh. Jika negara dipenuhi orang-orang seperti itu maka negara lambat laun akan terancam runtuh"( Baron )


"Bukankah hal seperti itu hanyalah rahasia umum?" (Viscount)


"Setidaknya mereka hanya di jatuhi hukuman kurungan penjara" (Baron)


"Bagaimana jika tragedi itu menimpa putra putri anda Baron?!" (Marquess)


"I..i.. itu mungkin agak sedikit berat" (Baron dengan wajah gelisah)


Begitulah rapat yang diadakan penuh pro dan kontra, masing-masing menyuarakan pendapatnya. Meski begitu raja tetap tenang menanggapi perdebatan itu.


"Bicara lah Histon apa keluhanmu"


Ujar sang raja kepada tuan Histon.


Tuan Histon menunduk kepada raja.


"Yang mulia.., seperti yang mulia ketahui sebelumnya, bahwa bangsawan Shaden telah banyak melakukan kejahatan terhadap keluarga saya. Merusak bisnis saya, menyiksa bahkan mencoba membunuh anak saya. Sebagai orang tua saya hanya mencoba melindungi keluarga saya. Jika saya tidak segera bertindak keluarga mana lagi yang akan menjadi target berikutnya. Lagi pula Serikat Dragon yang dimiliki oleh bangsawan Shaden sangat lah berbahaya. Mereka adalah pembunuh bayaran yang bekerja atas permintaan klien tanpa perlu memandang hukum di negara ini"


Tuan Histon mengatakan semua yang ada dipikirinannya.


"Kalian dengar itu alasan kenapa aku membiarkan Kley mengambil tindakan. Karena mereka telah mendapat peringatan dariku sebelumnya. Dan aku mengijinkan Kley mengambil tindakan jika Shaden tidak memperdulikan peringatanku untuknya. Aku sudah cukup memberikan toleransi"


Semua bangsawan terdiam mendengar perkataan sang raja.


"Bagaimana keadaan putri mu sekarang?"


Raja sekilas melirik ke arah Jongya.


Jongya tersentak mendengar pertanyaan ayahnya kepada bangsawan Histon.


"Kini dia berangsur pulih yang mulia.."


Jawab tuan Histon menunduk.


"Sukurlah.."


Jongya sedikit bernapas lega mendengar kabar Nazyela dari tuan Histon.


"Baiklah.. sudah aku putuskan Histon tidak bersalah dalam kejadian ini"


Raja pun bangkit dari singgasananya dan melangkah pergi meninggalkan para bangsawan itu. Semua menunduk hormat kepada yang mulia raja.


*****


Berita itu sangat menggemparkan bagi mereka yang pada dasarnya mengenal bangsawan Kley adalah pihak netral dan tidak memiliki kekuatan militer apapun. Bangsawan Kley hanya dikenal sebagai bangsawan yang memiliki harta terbanyak karena bisnis-bisnis usahanya. Sehingga banyak dari bangsawan-bangsawan lain yang mendekati Kley sebagai pondasi ekonomi mereka.


Sang ayah kini menambah latihan ektrim kepasa para kesatria nya. Sedang sang ratu mencari tahu apa yang kini menjadi kekuatan Kley.


"Segera cari tahu tentang Kley sedetail-detailnya!"


"Baik yang mulia"


Ajudan segera meninggalkan ruangan dimana ratu berada. Namun setelah kepergian lelaki itu muncul wanita anggun yang sangat cantik memasuki ruangan itu.


"Salam yang mulia ratu"


Ia menunduk hormat kepada ratu.


"Oh.. Camila.. mendekatlah.."


Wanita yang dipanggil Camila melangkah perlahan mendekati sang ratu.


"Kenapa.. wajahmu terlihat tidak bersemangat begitu, emm..?"


"Maafkan saya yang mulia... saya tiba-tiba datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu"


"Tidak apa, duduklah.. apa yang kau cemaskan?"


"Pangeran belum menyentuhku sama sekali"


Camila mengatakan dengan wajah sayu dan sedih.


"Uhukk.. uhuk.. uhuk!!"


Ratu tersedak dan terbatuk-batuk mendengar perkataan yang terus terang itu.


"Maafkan kecerobohan saya yang mulia?!"


Camila ketakutan melihat akibat dari perkataannya tadi.


Ratu menghela napas kemudian mengangkat tangan tanda ia baik-baik saja.


"Terserah padamu ingin melakukan apa, jadikan Jongya milikmu"


Camila seperti mendapat cahaya terang dari perkataan sang ratu. Ia pun tersenyum dan terlihat berseri kembali setelah beberapa minggu ini terlihat murung.


Malam itu, Camila merencanakan sesuatu terhadap Jongya. Atas nama sang ratu ia menyuruh pelayan yang mengurus makanan Jongya untuk memasukan obat kedalam makanan itu. Tanpa menaruh kecurigaan apapun Jongya menikmati makan malamnya.


Saat hendak berjalan kembali kekamar Jongya merasakan sesuatu yang aneh terjadi dalam tubuhnya.


Panas yang ia rasakan semakin lama semakin luar biasa. Napas nya terengah-engah dengan hasrat yang mulai memenuhi seluruh tubuh dan pikiran lelaki itu.


Walau sempoyongan ia mencoba membuka pintu kamarnya.


Didalam Camila menunggu kedatangan Jongya dan telah siap dengan gaun tipisnya. Jongya yang dipenuhi gairah seksual sudah tak mampu lagi melihat dengan jelas siapa wanita yang ada didepannya saat ini. Camila tersenyum puas melihat keadaan Jongya yang sudah di ambang batas.


"Nazyela.. aku merindukanmu.."


Tanpa basa basi Jongya langsung memanggut bibir seksi berwarna dusty pink itu.


Nazyela siapa?!! Si*al..!! Setelah ini aku akan mencari tahu dan mengurus wanita itu. Sekarang waktunya aku menikmati malam pertamaku


Walau pikirannya sempat bertanya-tanya namun Camila tetap menikmati permainan yang Jongya berikan. Lelaki itu semakin tidak dapat menahan nasfunya. Camila berusaha mengimbang permainan penuh keringat dan ******* dimalam itu. Hingga rasa tegang yang kian memuncak di rasakan oleh Jongya menandakan ia akan segera memuntahkan benih-benih yang akan menjadi generasi dirinya. Melihat kondisi itu, Camila segera menguasai permainan dan memperkosa Jongya sepuas hatinya. Malam panjang penuh kenikmatan dua insan yang melebur menjadi satu.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗