Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 78



Siang itu, tatapan mata mengarah kepada sepasang kekasih yang saling berkejaran keluar dari sebuah kafe. Ji Chang mengejar Nazyela hingga ke pinggir jalan besar. Dengan ngos-ngosan ia berusaha menghentikan langkah kaki Gadis itu.


"Aku pikir kau percaya padaku?"


Nazyela menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang. Ia hanya diam mendengar ucapan Ji Chang. Entah kenapa hatinya sudah lelah menghadapi permasalahan yang tidak ada kesudahannya seperti ini.


"Aku tau kau kecewa, aku cuma minta kau percaya"


Masih diam Nazyela tidak menjawab satu kata pun dari ucapan Ji Chang. Hatinya sedang menahan luka lama agar tidak menjadi bumerang untuk hubungannya kali ini.


"Baiklah, ayo menikah..."


Nazyela langsung melihat ke arah Ji Chang dan menatap dalam mata lelaki itu, mencari kebenaran atas ucapan nya.


Ji Chang membalas tatapan itu dengan senyuman hangat nya. Kesungguhan hatinya terlihat jelas disana.


"Aah, padahal aku sudah mempersiapkan lamaran yang romantis untukmu. Tapi karena aku tidak ingin menyakitimu dan ingin tetap percaya padaku, aku jadi harus melamarmu sekarang. Mau kah kau menjadi istriku Nazyela?"


Nazyela tersipu, ia segera mengalihkan pandangannya ke lain.


Aku dilamar? Bolehkah kali ini aku bahagia?


Perlahan wajah kesal itu mulai hilang dan berganti dengan rona bahagia dengan senyum yang terukir disana.


Rona kebahagiaan pun terlihat jelas di wajah Ji Chang setelah melihat sikap Nazyela yang sepertinya akan menerima lamarannya.


Benar, gadis itu menganggukan kepala walau iya tertunduk malu menerima lamaran Ji Chang.


Pemuda itu langsung meraih tubuh Nazyela masuk dalam dekapannya. Ia merasa bahagia hingga senyum lebar terus menghiasi wajahnya.


Nazyela juga membalas pelukan itu dengan hangat dan berharap ini semua bukan kebahagiaan semu semata. Ia tidak ingin kebahagiaan ini sirna tanpa ia merasa cukup menikmatinya.


"Beri aku waktu sedikit lagi, aku harus membereskan masalah yang menyangkut kebahagian kita"


Ji Chang berkata setelah melepaskan pelukan mereka.


"Iya"


Nazyela memberikan kesempatan pada Ji Chang untuk menyelesaikan tujuannya.


Ia tahu apa yang di maksud oleh lelaki itu adalah antara dia dan Yoona.


"Untuk merayakan nya mau kah kau makan malam denganku esok lusa?"


Nazyela segera menganggukan kepala menjawab ajakan Ji Chang.


"Itu apa?"


Tanya Ji Chang sambil menunjuk benda yang sedari tadi bergelantungan di tangan gadis itu.


"Tadinya aku menyiapkan kotak makan siang untuk mu tuan"


"Oh.. kotak cinta"


Jawab Ji Chang spontan yang membuat gadisnya tersipu.


"Hanya makan siang sederhana"


Sambil melihat kesana kemari akhirnya Ji Chang menemukan tempat yang pas untuk mereka menikmati makan sianga mereka.


"Mm.. baiklah, kita kesana aku ingin mencicipi nya. Kebetulan aku belum makan siang"


Nazyela melihat ke arah yang di tunjuk pemuda itu. Ia pun setuju karena ada bangku kosong disana.



*****


Keesokan malam harinya, Ji Chang mendatangi restoran XXX sesuai ucapan Yoona atas undangan ayahnya.


Ji Chang langsung menuju tempat dimana mereka akan bertemu.


"Kau sudah datang?"


Yoona yang entah datang dari mana langsung berjalan sejajar dengan Ji Chang dan menggandeng lengan pemuda itu.


Ji Chang yang merasa risih dan ingin melepaskan gandengan itu terpaksa harus merelakan tangannya saat mereka telah melihat sang kolega besar telah duduk disana.


"Selamat malam tuan?"


"Selamat malam ayah"


Mereka menundukan kepala sebelum duduk di kursi yang telah tersedia.


"Hohoho kalian sudah datang duduk lah"


Mereka lalu duduk setelah mendapat ajakan dari sang ayah.


"Aku sudah memesan makanan, semoga kalian menyukainya"


Senyum lebar pria tua itu tak pernah lepas dari wajahnya. Ji Chang merasa ada sesuatu yang membuat pria tua itu bahagia seperti itu.


Lalu pemuda itu tidak sabar menunggu misi yang akan diberikan oleh sang tuan, pasalnya ia sudah berencana untuk menemui Nazyela setelah pertemuan ini berakhir.


"Terima kasih tuan"


Jawab Ji Chang tersenyum.


"Hohoho tidak... tidak, mulai sekarang biasakan dirimu memanggilku ayah. Jadi tepat nya tanggal berapa kalian akan melangsungkan pernikahan? Aku sangat bahagia kau mengajak ku bertemu karena hal baik ini"


"Ayah.. jangan menggoda nya seperti itu, dia bisa malu"


Ujar Yoona sambil tersenyum manja.


Jeder! Ji Chang merasa mendengar petir di siang bolong. pemuda itu melihat ke arah Yoona dengan tatapan tajam. Lelaki itu menahan emosi nya dengan mencoba untuk tetap tenang.


" Maaf tuan aku tidak mengerti apa yang tuan maksud aku...."


"Praaanngg..!!"


Ji Chang menatap Yoona dengan tatapan membunuh dangan penuh kebencian melihat wanita itu mencoba menutupi ekspresi kepuasan atas tindakannya.


Aku tahu ini perbuatan mu!! Sial aku telah terjebak oleh rencananya. Pasti dia yang mengatur pertemuan ini!


"Maaf tuan, seperti nya anda salah paham. Saya datang kemari karena informasi yang diberi kan oleh Yoona bahwa tuan akan memberikan misi berikutnya. Karena ini bukan hal yang saya ingin kan, kalau begitu saya permisi"


Ji Chang memenunduk hormat.


"Lancang sekali kau tidak menghargai ayahku?"


"Aku berkata sesuai dengan fakta bahwa kau lah yang menjebak ku kemari nona Yoona"


"Kau?!"


Tangan Yoona terkepal geram.


"Kalau begitu permisi"


Sekali lagi Ji Chang pamit dengan menunduk hormat pada tuan besar. Lalu pergi meninggalkan ayah dan anak itu.


"Ayah..."


Ujar Yoona meresa semua usaha nya sia-sia.


Sang ayah menatap kepergian Ji Chang dengan tajam.


"Apa yang kau sukai dari lelaki itu?!"


Yoona pasrah sang ayah mulai menghakiminya.


"Semua nya ayah.. tidak satupun yang terlewatkan"


Jawab Yoona tertunduk lemah.


"Hmm..., apa kejadian dulu itu juga ulah mu?"


Tanya sang ayah memastikan.


Yoona mengangkat kepalanya dan menata sang ayah lalu tsrtunduk kembali.


"Hmm... begitu rupanya. Kalau begitu pakai cara lamamu untuk membuat dia kembali kesampingmu"


Setelah berkata demikian, sang ayah pergi meninggalkan anaknya yang sedang berpikir keras.


Flash Back On


Hari itu seorang pengawal menyampaikan kepada Nazyela untuk datang ke restoran XXX pukul 20.00 atas permintaan Ji Chang.


Nazyela tersenyum mendapat pesan itu. Ia langsung mencari pakaian yang akan ia kena kan agar terlihat cantik di mata Ji Chang malam nanti.


Dasar tuan, kau nggak sabaran ya pake majuin acaranya. Bener-bener nggak sabaran nih orang.


Saat malam tiba Nazyela segera pergi ke restoran XXX sesuai pesan yang di berikan padanya. Ia pun duduk tak jauh dari seorang pria paruh baya yang sedang memesan makanannya . Nazyela duduk dengan tersenyum bahagia walau Ji Chang belum datang ke restoran itu.


"Hohoho kalian sudah datang duduk lah"


"Selamat malam tuan?"


"Selamat malam ayah"


Suara tamu dari pria paruh baya itu terdengar hingga ke tempat duduk Nazyela walau gadis itu tidak terlalu memperhatikan dan masih tersenyum membayangkan pertemuan nya dengan Ji Chang kekasihnya.


"Aku sudah memesan makanan, semoga kalian menyukainya"


"Terima kasih tuan"


Samar-samar Nazyela seperti mendengar suara kekasihnya. Mencoba untuk menghilangkan rasa penasarannya, gadis itu mencari arah datangnya suara dan mengintip meja pria paruh baya itu.


Bukan main terkejut nya Nazyela melihat Ji Chang yang sedang duduk bersama Yoona dan menghadap pria tua itu.


Jantung nya berdebar dengan keras di sertai rasa sesak yang mulai menghimpit.


Sabar Nazyela kita belum tahu sedang apa tuan Ji disana. Ingat kau harus percaya padanya.


Nazyela mencoba menguat kan hatinya, berpikir positif untuk tetap percaya pada ucapan Ji Chang padanya.


"Hohoho tidak... tidak, mulai sekarang biasakan dirimu memanggilku ayah. Jadi tepat nya tanggal berapa kalian akan melangsungkan pernikahan? Aku sangat bahagia kau mengajak ku bertemu karena hal baik ini"


"Ayah.. jangan menggoda nya seperti itu, dia bisa malu"


Apa?!! Ini tidak mungkin, apa yang aku dengar ini pasti salahkan??


Nazyela meremas gaunnya, menahan sakit yang langsung menusuk ke jantungnya. Seakan dunia runtuh dan menjatuhkan ke dalam lubang yang terdalam, hati gadis itu terluka untuk kesekian kalinya tanpa ia kehendaki. Nazyela merasa tak sanggup lagi untuk menyaksikan pemandangan yang menyakitkan hatinya. Ia pun berdiri dan tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang ada di meja itu.


"Praaanngg..!!"


Tanpa memperdulikan lagi Nazyela terus berlari meninggalkan restoran dengan derai air mata.


Flash Back Off.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉