Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 49



Beberapa hari setelah perjalanan dinasnya, Adrian kembali ke kastil dan menyiapkan diri untuk menemui ayahnya dan Nazyela untuk membicarakan tentang rencana pernikahannya.


Pemuda itu terlihat cukup gugup menghadapi keluarganya. Pasalnya calon istrinya ini pernah mencoba untuk membunuh Nazyela adiknya. Tentu saja tuan Histon mungkin akan menentang pernikahannya.


Adrian memasuki ruang kerja sang ayah. Ia merasa kakinya begitu berat memasuki tempat itu seakan-akan ia akan di sidang atas tututan pengadilan mencabuli anak gadis orang.


"Ayah..."


Sapa nya setelah melihat wajah pria paruh baya yang sedang mengamati berkas ditangan nya.


"Oh.. putra ku masuk lah. Duduk lah, apa kau baru saja kembali?"


Adrian tidak mengikuti kata sang ayah untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Benar ayah, dan ada hal serius yang ingin aku bicarakan pada ayah"


Adrian menelan saliva nya. Dirinya cukup gugup berhadapan dengan sang ayah.


Tuan Histon lalu melepaskan berkas yang ada ditangannya dan mencoba mengamati Adrian , kira-kira apa yang akan di sampai oleh putra nya.


"Katakanlah..."


Tuan Histon telah siap mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Adrian.


"Ayah.. aku akan menikah"


Adrian tampak serius mengatakan hak itu.


"Hohoho... kejutan apa ini, benarkah?"


Tuan Histon terlihat tenang dan bersandar pada kursinya.


"Benar ayah.. dan calonnya...."


Adrian meneguk salivanya.


"Naila Bolafra"


"Apa!!"


Tuan Histon terkejut. Tiba-tiba putranya akan menikahi wanita yang mencoba membunuh adiknya. Wajah tuan Histon mulai memerah menahan amarahnya. Ia menatap tajam Adrian. Pria tua itu tak habis pikir kenapa anaknya ingin menikahi wanita itu.


"Ayah.. tenanglah..., biar aku jelaskan?!"


Adrian mencoba untuk menenangkan sang ayah.


Keringat dingin mulai keluar di setiap lubang pori-pori pemuda itu. Adrian tampak mulai gelisah dan panik Pasalnya ia takut jantung ayahnya menjadi anfal.


"Aku mencintainya ayah, dan aku ingin menikahinya"


"Kau sadar apa yang kau ucapkan!!!"


Tuan Histon tampak murka mendengar penuturan Adrian.


Adrian menatap ayahnya dengan keseriusan. Berpegang teguh dengan keyakinan, lelaki itu mencoba mengatakan apa yang sudah terjadi.


"Cklek!!"


Suara pintu dibuka.


"Restui lah ayah, aku tidak apa-apa"


Nazyela tiba-tiba masuk dan mengatakan apa yang ada dalam hatinya.


Adrian menoleh dan terkejut melihat Nazyela yang datang tiba-tiba dan mengatakan untuk meminta sang ayah merestui pernikahannya. Lelaki itu bingung dengan sikap adiknya.


"Nazyela sayang.."


Tuan Histon tampak iba dengan putrinya.


"Aku sudah tahu hubungan mereka sejak lama ayah. Aku tidak apa-apa. Ini berita gembira bagi ku kakak akan segera menikah. Aku senang kakak mendapatkan jodohnya. Aku bahagia bila kakak juga bahagia"


Nazyela melihat kearah Adrian dan tersenyum.


Adrian tidak menyangka mendengar apa yang di ucapkan Nazyela. Ia menjadi terharu karena adiknya tidak membenci dirinya yang mencintai wanita yang mencoba membunuhnya. Adrian tidak dapat berkata apa-apa.


"Nazyela putriku...,apa kau tidak membencinya?"


Nazyela tersenyum, ia lalu berjalan mendekati ayahnya dan meraih tangan yang mulai keriput itu.


Tuan Histon memandang wajah putrinya yang terlihat bahagia.


"Hah... kau benar putriku, ayah semakin kagum akan kedewasaanmu. Baiklah... jika tidak ada yang bersedih atas pernikahan ini maka ayah akan memberikan restu ayah padanya"


Nazyela langsung menatap Adrian. Mereka sama-sama tersenyum lebar mendengar ucapan sang ayah.


"Aku menyayangimu ayah.."


Nazyela memeluk erat ayahnya. Dekapan itu di balas hangat oleh sang ayah.


Sukur lah Nazyela datang menyelamatkan ku..Kalau tidak.. bagaimana aku harus menghadapi kemurkaan ayah.


Adrian mendekati Nazyela dan memeluk hangat gadis itu.


" Terima kasih Naz, kau memang gadis yang berhati mulia. Maafkan aku ya..?"


"Untuk apa minta maaf kak. Cinta itu buta tidak pandang bulu ketika datang kepada siapa dan dalam kondisi apa. Apa kakak lupa dengan cinta yang aku punya untuk seseorang? Bukankah kita kurang lebih sama? Aku bahagia kakak bisa menikahi Naila. Bukankah berkurang satu orang yang membenciku kak? "


Nazyela berkata pelan kepada Adrian.


Mereka pun saling melepaskan pelukan.


Adrian tersenyum bahagia melihat adiknya


" Kau benar Naz"


Pemuda itu mengacak pucuk kepala Nazyela.


"Aih.. kakak, aku sudah dewasa kak. Kenapa kakak mengacak rambutku begini?!"


Wajah Nazyela cemberut membuat Adrian dan tuan Histon terkekeh karenanya.


*****


Di istana. Jongya semakin frustrasi karena tidak satu pun dari surat-surat yang ia kirim tidak dapat balasan dari Nazyela. Pemuda itu sangat merindukan gadisnya. Rasa rindu itu begitu berat dan kian menyiksa. Ia tak pernah membayangkan akan mencintai seseorang dengan rasa yang seperti ini. Sakit dan terluka yang teramat sangat. Mencintai tapi tak bisa memiliki.


Seberapa keras ia mencoba menghalau dan menepis itu semua tetap saja rasa cinta itu terus memberi kepedihan akan rindu dan penolakan.


Sudah hampir tiga bulan pasangan suami istri itu pisah ranjang. Jongya benar-benar tidak peduli dengan istrinya Camila. Bahkan beberapa kali sang ratu ibunya memerintahkan untuk bersikap baik oada Camila namun Jongya tidak pernah menurutinya.


Sekalipun pemuda itu terus mendapat siksaan akibat penolakannya terhadap kata-kata sang ratu namun Jongya lebih memilih disiksa dari pada harus pura-pura mencintai Camila.


Pemuda itu kerap mendapatkan cambuk ditubuhnya setiap ia tidak mau menuruti sang ratu. Tentu saja perbuatan ratu tidak diketahui oleh sang raja ayahnya. Jongya masih memikirkan nasib ibunya jika ia melaporkan penganiayaan itu pada ayahnya. Masih ada rasa sayang antara anak dan ibunya sekalipun sang ibu mungkin tidak memiliki rasa itu. Ayahnya kapan saja bisa menjatuhi hukuman untuk ibunya jika Jongya telah siap memutuskan.


Sore itu, Jongya memutuskan untuk pergi ke mension rahasia. Saat melewati pintu utama ia bertemu Rudy Askhan yang merupakan sepupunya. Rudy Askhan adalah anak dari Jorge Askhan adik dari ayahnya Roman Theora.


" Hei Jongya..apa kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu"


Rudy menyapa ramah Jongya. Pemuda itu memang terkenal supel dan sangat ramah terhadap semua orang. Bahkan ia mendapat gelar playboy karena sifatnya yang suka memberi perhatian lebih sehingga membuat para gadis menyukainya dan jatuh cinta padanya.


Terhadap kedua pangeran sepupunya Rudy selalu berbuat sesukanya. Ia tidak pernah melakukan hal formal seperti memberi hormat pada mereka. Argen maupun Jongya sudah hafal dengan kebiasaan pemuda itu. Tapi mereka tidak pernah mempermasalahkan karena pada dasarnya Rudy adalah lelaki yang baik.


"Oh.. Rudy, apa kau baru datang"


"Yah.. aku sangat lelah. Rasanya aku segera ingin menjumpai tempat tidur. Tapi aku harus menghadap paman dan bibi dulu. Aku rindu dengan mereka"


Rudy memasang tampang orang yang seakan-akan mau pingsan karena kelelahan.


Jongya terkekeh melihat kelakuan sepupunya.


"Ayah pasti senang melihat kedatanganmu. Makan lah terlebih dahulu baru beristirahat"


Jongya menepuk bahu Rudy.


"Kau mau kamana? Apa kau tidak mau mengenalkan istrimu padaku? Maaf ya aku tidak dapat hadir dipernikahan kalian"


"Tidak apa-apa. Nanti saat makan malam kau bisa berkenalan dengannya. Aku mau cari angin sebentar"


Jongya tersenyum dan meninggalkan Rudy yang hanya menatapnya heran.


Jongya menungganginya kuda sekencang-kencangnya di kawali oleh kesatrianya yang merupakan anak dari kepala pelayan Sir.Adson.


Saat di persimpangan, Ia memperlambat lari kudanya. Terlintas dibenaknya untuk bertemu Nazyela. Dan Akhirnya Jongya memutuskan untuk mengunjungi kastil bangsawan Kley dan tidak peduli akan resiko yang akan ia hadapi kedepannya asalkan ia bisa bertemu dengan Nazyela.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗