Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 75



"Keluar lah.. aku tahu kau menunggu ku?!"


Ji Chang menghentikan langkahnya tepat di dekat sebuah pohon yang besar.


"Kau jeli juga"


Jongya keluar dari balik batang pohon itu. Dan berjalan mendekat ke arah Ji Chang.


"Apa yang kau mau? Bukankah sudah jelas kalau dia bukan lagi kekasih mu?!"


"Aku tahu. Aku hanya ingin mengingatkan mu kalau aku akan selalu menunggunya. Jika kau menyakitinya, aku akan merebut dia darimu"


"khekeke.. aku bukan dirimu, dan kau tak pantas untuknya"


"Jangan berkata sesuatu yang kau tak tahu kebenarannya"


"Benarkah? aku tahu itu semua dari mantan kekasihmu? Jadi apakah dia berbohong?!"


"Aku tidak perlu menjelaskannya padamu"


Ji Chang menahan bahu Jongya ketika pemuda itu hendak pergi.


Wilson bergerak maju mencoba melindungi pangeran nya.


"Wah.. lihat ini?! Kau bawa pengawal rupanya"


Jongya menghela napas, ia tidak tahu jika Wilson ternyata mengikuti nya.


"Menyingkir lah Wilson. Ini bukan urusan mu"


Perintah Jongya pada pengawal nya.


Wilson pun mundur dan hanya mengamati mereka.


"Kau tahu aku sudah lama ingin menghajarmu..!"


Ji Chang langsung melayangkan tinjunya ke arah Jongya.


Untung saja pemuda itu sigap dan segera menghindar dari kepalan tangan Ji Chang. Jongya membalas serangan lelaki itu bertubi-tubi, namun lelaki itu cukup gesit menahan dan membalas kembali.


"Bukk..!"


Sebuah tinju berhasil di layangkan Ji Chang ke wajah Jongya hingga sudut bibir lelaki itu berdarah.


Jongya segera mengelap darah dengan ujung jarinya nya.


Kembali ia mendapat serangan dari Ji Chang. Jongya menghindar lalu mencoba menyengkang kaki Ji Chang dengan kakinya.


Ji Chang melompat menghindar, namun tak dapat mengelak saat Jongya kembali menyerangnya dan mengunci gerakannya dari belakang.


Jongya membalikkan tubuh dan berhasil menghempaskan Ji Chang ke tanah, lalu tanpa memberi celah kembali menyerang Ji Chang hingga satu pukulan keras menghantam sudut bibirnya.


Napas mereka terengah-engah, Ji Chang terkekeh sambil mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


"Kau boleh juga"


Kembali mereka baku hantam di ujung jalan yang sunyi itu. Hingga sampai akhirnya mereka berdua babak belur dengan Jongya yang tak sadarkan diri terbaring di jalan.


"Bawa pangeran mu, dia masih hidup?!"


Wilson mendatangi pangeran nya dan memapah tubuh pemuda itu. Ia tahu pertarungan antar lelaki adalah pertarungan harga diri yang tidak boleh di campuri.


Ji Chang berjalan sempoyongan karena tubuhnya juga babak belur oleh pukul-pukulan Jongya. Sesekali ia mengerang kesakitan namun ia terus melangkah kan kaki menuju mobil nya dan kembali kerumahnya.


*****


Nazyela bangun dari tidur lelap nya di pagi yang hampir menjelang siang itu. Nakuna sengaja tidak membangunkan nona nya karena peristiwa tadi malam tentunya banyak menguras hati dan pikiran nonanya.


"Anda sudah bangun nona?"


Nakuna yang mencoba memeriksa nona nya melihat gadis itu sudah duduk di atas tempat tidur. Ia lalu membuka tirai jendela agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan itu.


"Saya sudah menyiapkan sarapan, apa nona mau?"


"Hm.. ya, bawa saja ke kamar. Aku ingin makan disini"


"Baiklah nona..."


Nakuna lalu ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk nona nya. Dalam beberapa menit ia pun kembali dengan membawa nampan yang berisi penuh makanan.



"Wah... kelihatannya enak sekali, tapi kenapa kau juga membawa bunga?"


"Ketika saya menyapu dan membuka pintu utama saya menemukan 2 buket bunga itu nona, tapi tidak ada kartu apapun dari pengirimnya"


Nazyela menebak kalau ke dua buket bunga itu bisa aja pemberian Ji Chang dan juga Jongya.


"Sudah lah tidak apa-apa. Terima kasih untuk sarapan pagi ini. Rasanya tubuh ku ringan sekali karena dapat tidur dengan nyenyak"


"Sukurlah nona.. saya turut senang mendengar nya"


Nakuna menemani Nazyela sarapan sambil mengobrol. Sedang asik mengobrol tiba-tiba wajah Nakuna memucat, lalu segera berlari masuk kedalam kamar mandi Nazyela karena ia sudah tidak sanggup menahannya lagi.


Terdengar samar-samar Nakuna seperti sedang muntah-muntah. Nazyela mengerutkan keningnya menerka apa yang di alami oleh gadis itu.


Nakuna keluar dari kamar mandi sambil menyeka mulutnya.


"Maafkan saya nona"


"Kau sakit?"


"Iya sepertinya saya masuk angin. Dua hari ini saya beberapa kali muntah. Rasanya perut saya mual sekali?"


"Mual?!"


Apa? Mual-mual?! Nggak salah lagi ini, Naku pasti sedang hamil. Wah... dan mereka melakukannya dirumah ini. Gila... Sir. Yukil kau udah buat dosa. Aku harus buat Sir. Yukil bertanggung jawab. Ini sudah pasti anaknya. Nggak mungkin Nakuna tiba-tiba hamil lewat angin.


"Benar nona. Maaf boleh kah saya beristirahat sebentar nona?"


"Tentu saja, istirahat lah Naku. Nanti bila tuan Ji datang kita akan meminta bantuan nya untuk membawa mu ke dokter"


"Terima kasih nona"


Nazyela menganggukan kepala.


Tapi sebelum itu, aku harus buat perhitungan dengan Sir. Yukil.


Sepeninggalan Nakuna kembali ke kamarnya, Nazyela segera mencari keberadaan Sir. Yukil di rumah itu.


Disini rupanya.


"Yukil, kau harus tanggung jawab?!"


Sir.Yukil meghentikan latihan berpedangnya, ia bingung dengan ucapan nona nya yang tiba-tiba memintanya untuk bertanggung jawab.


"Ada apa nona?"


"Nakuna hamidun dan kau harus tanggung jawab?!"


"Apa..?!"


"Kenapa kau terkejut begitu? Kau baru tahu atau pura-pura baru tahu?"


"Hamidun itu apa nona?"


"Ck... hamil?!"


"APA?! Nona katakan siapa yang melakukan itu pada Nakuna?!"


Sir. Yukil sangat terkejut bahkan ia sampai menjatuhkan pedang nya dan langsung memegang kedua bahu Nazyela.


Lah... dia balik nanya?


"Bukannya kau pelakunya?!"


"Aku tidak akan berbuat nekad seperti itu nona"


"Maksiat"


"Apa?"


"Sudah lah... nanti baru kita pikirkan lagi. Aku berencana membawanya ke dokter jika tuan Ji kemari. Dan bila dia benar-benar hamidun kau harus tanggung jawab"


"Apa kau ingin anak itu lahir tanpa seorang ayah"


"Tidak"


"Jangan tanyakan pada Nakuna siapa ayah dari anaknya. Tunggu sampai ia mengatakannya sendiri. Jika lelaki itu tidak mau bertanggung jawab, maka kau saja yang menikahi Nakuna"


Sir. Yukil tidak berbicara sepatah kata pun mendengar ucapan nona nya. Lelaki tertunduk lemah dan kecewa dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia berpikir keras siapa yang dekat dengan Nakuna selain dirinya selama ini.


Nazyela berlalu meninggalkan Sir. Yukil dalam kebingungan nya. Gadis itu berencana akan menemui Ji Chang ke kafenya hari ini. Ia pun segera kembali ke kamarnya dan mandi.


*****


Nazyela sudah bersiap untuk pergi menemui Ji Chang, Ketika Sir. Yukil juga bergerak mengikutinya.


"Kau mau kemana?"


Tanya Nazyela pada Sir.Yukil.


"Saya akan menemani nona"


"Tidak.. tidak. Kau temani Nakuna saja disini. Aku bisa pergi sendiri"


"Sudah tugas dan kewajiban saya mengawal dan melindungi nona"


"Tapi kali ini aku ingin pergi sendiri. Kau tenanglah.. tidak akan terjadi apa-apa pada diriku"


Nazyela lalu pergi tanpa ditemani Sir Yukil.


Ia memang sudah beberapa kali pergi ke kafe Ji Chang hingga membuatnya tidak perlu cemas akan keselamatannya sendiri.


Sesampainya di kafe itu, Nazyela segera di sambut oleh anak buah Ji Chang.


"Bos mu ada Yojin?"


"Bos tidak datang hari ini nona"


"Apa ada misi?"


"Tidak nona. Tapi dia sedang sakit di rumahnya"


"Sakit?"


"Iya nona"


"Yojin, bisa kah kau antar aku kerumahnya?"


"Baik nona"


Nazyela lalu pergi kerumah Ji Chang di antar oleh Yojin. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah lelaki itu.


"Maaf saya hanya bisa mengantar nona sampai disini. Bos bisa marah besar jika tahu saya yang memberi tahu nona"


"Baiklah aku mengerti. Kembali ketempat kerja mu"


"Terima kasih nona"


Yojin segera pergi kembali ke kafe meninggalkan Nazyela yang berdiri di depan pintu rumah kekasihnya.


"Tok... tok... tok.."


Hening... tidak ada jawaban setelah pintu di ketuk.


"Tok... tok.. tok..."


Sekali lagi Nazyela mencoba untuk memberitahukan kedatangannya.


"Krieeett"


Ji Chang muncul dari balik pintu dan terkejut mendapati Nazyela yang berdiri depan rumahnya.



Nazyela juga sama terkejutnya melihat wajah Ji Chang yang terluka.


"Anda kenapa bisa terluka tuan?"


"Masuk lah..."


Ji Chang mencoba mencari alasan atas pertanyaan Nazyela sambil menyuruhnya masuk.


"Duduklah.. kau mau minum? akan aku buatkan kopi"


Ji Chang langsung ke dapur membuat kan kopi untuk kekasihnya.


Sedangkan Nazyela menggeledah isi rumah Ji Chang mencari kotak P3K.


"Kau sedang apa?"


Ji Chang melihat Nazyela yang sibuk mencari sesuatu sambil meletakkan kopi untuk gadis itu.


"Kotak obat mu dimana?"


"Duduk lah.. kau akan menemukannya disini"


Nazyela berhenti mencari dan melihat ke arah Ji Chang yang sudah duduk di hadapan kopi nya.


Gadis itu lalu mendekat dan duduk di sebelah Ji Chang.


"Dimana kotak obatmu, biar aku obati luka di wajahmu ini"


Ji Chang langsung memeluk Nazyela hingga membuat gadis itu tertegun.


"Ini obat ku, luka ku akan baik-baik saja setelah memeluk mu"


Nazyela membalas pelukan Ji Chang dengan hangat.


"Aku merindukanmu"


Ucap Ji Chang yang hanyut dalam pelukan Nazyela.


"Aku juga merindu kan mu tuan. Kenapa kau melakukan misi tanpa mengabari aku duluan?"


Ji Chang melepaskan pelukannya dan menatap hangat Nazyela sambil terkekeh.


"Hehehe aku hanya tidak ingin kau khawatir"


"Lalu wajah ini, apa yang terjadi?"


"Ini? Sudah menjadi resiko pekerjaanku wajahku begini. Ntah siapa yang membalas dendam padaku jadi aku hanya melayaninya"


"Ck.. aku tidak ingin kau terluka lagi tuan. Jadi berikan kotak sungguhan"


Nazyela manatap serius Ji Chang.


Sambil tersenyum lelaki itu mengambil kotak obat yang berada di bawah meja di depan mereka.


Nazyela lalu mengobati luka di wajah pemuda itu.


"Sudah"


"Minum lah kopi mu, mungkin sudah hampir dingin"


Ujar Ji Chang.


Nazyela pindah duduk di seberang Ji Chang dan menikmati kopi nya sambil menatap wajah kelaki itu. Ji Chang hanya terkekeh melihat kelakuan kekasihnya.



📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉