
Sebulan berlalu semenjak pesta perayaan itu Jongya tidak pernah lagi bertukar kabar dengan Nazyela. Gadis itu merasa resah, ia menyesal tidak memberitahukan lebih dulu kepada Jongya tentang rencananya. Ia berusaha mencari keberadaan Jongya dengan mengutus pengawalnya. Mencari ke mension rahasia serta kastil kekaisaran di utara. Bahkan padang bunga serta padang rumput hijau tempat mereka tidak sengaja bertemu pun tidak luput dari pencarian. Namun, pangeran tampan berwajah oriental itu belum juga bisa ditemukan.
Akhirnya gadis itu memutuskan untuk mencarinya di kastil kerajaan Theora, sekaligus menyampaikan pengunduran dirinya dari regina.
"Nakuna.. apa Sir. Afik ada disini?"
Nazyela menanyakan keberadaan Sir. Afik saat Nakuna sedang menyisir rambutnya.
"Sepertinya saya melihatnya di ruang kerja tuan Adrian. Mungkin mereka sedang rapat"
Benar.. gara-gara aku sibuk mikirin Jongya, Sir. Afik jadi sibuk sendiri ngurusin bisnis-bisnisku.
"Aku akan bergabung disana"
"Baik nona"
Nazyela berjalan menuju ruang rapat. Tiba di dalam ruang itu Sir. Afik, Lani, Sir. Yudan dan juga Adrian sedang membahas pekerjaan mereka.
" Naz, ada apa?"
Tanya Adrian melihat raut wajah sang adik yang terlihat bingung.
"Aku hanya ingin berbicara dengan Sir. Afik dan juga Lani"
Nazyela duduk disalah satu kursi yang ada disana.
"Pentingkah?"
"Tidak juga, aku hanya ingin menanyakan jadwal Yang mulia raja atau pangeran Argen"
"Kenapa?"
Adrian terlihat bingung.
"Aku ingin mengatakan kepada yang mulia raja, bahwa aku ingin mundur dari regina"
Nazyela terlihat mantap dengan dengan ucapannya.
"Kau yakin?"
"Tentu saja"
Yakin banget lah bang,, aku nggak minat sama putra mahkota aja udah banyak musuh. Apa lagi jadi regina...
"Apa perlu aku temani? Kebetulan aku juga memiliki urusan dengan yang mulia raja"
Nazyela terlihat senang dengan ajakan Adrian
"Sungguh ?? Baiklah... "
"Persiapkan dirimu, besok kita akan menghadap yang mulia raja"
Nazyela mengangguk, lalu beranjak pergi ke kembali ke kamarnya. Merekapun melanjutkan lagi pekerjaan mereka.
"Tuan.. apa anda akan mengungkapkan tentang senjata granat pada yang mulia raja?"
Tanya Sir. Afik di ikuti tatapan Lani dan Sir. Yudan yang menanti jawaban tuan muda mereka.
"Jika aku tidak dapat menghindar dari pertanyaan yang mulia raja, aku terpaksa mengungkapkan rahasia senjata kepada yang mulia. Lagi pula pihak yang mulia pasti sudah menyelidiki permasalahan kita pada serikat Dragon"
"Ini rumit, jika kita salah bicara bisa-bisa yang mulia raja mengira anda mencoba memberontak dengan menyembunyikan fakta tentang granat dan meriam itu tuan"
Ungkap Sir. Yudan.
"Tidak.., aku tidak perlu mengungkap tentang meriam. Aku mungkin hanya akan berkata tentang granat. Lagi pula aku takkan memberitahu bahwa kita memproduksi sendiri granat itu. Aku bisa bilang granat-granat itu ku beli dari alkamis china. Karena merekalah penemu bahan peledak itu"
Jelas Adrian tampak yakin dengan argumennya.
"Tetapi tuan, yang mulia raja pasti mendapat informasi barang-barang apa saja yang diperdagangkan oleh orang negara lain ke negara ini. Dan juga bukankah selalu ada pemeriksaan disetiap peti yang masuk?"
Sir. Afik mengungkapkan pendapatnya ia tidak ingin tuan mudanya mendapat masalah besar.
"Hahaha... kau lupa aku siapa? Siapapun pasti tergiur dengan uang dan imbalan yang aku berikan. Upah mereka tidak lah besar. Mereka butuh semua itu untuk mencukupi keluarga mereka. Lagi pula kekuatan militer yang mulia raja adalah bangsawan Bolafra. Dan kita tahu kekuatan mereka kini tiada artinya dengan peledak dan senjata-senjata yang kita miliki sekarang. Bahkan kesatria yang bergabung di sini sudah hampir sama banyaknya dengan pasukan Bolafra. Jadi aku tidak takut kepada mereka. Aku tidak akan mengaum jika mereka tidak lebih dulu mengusikku"
Bergidik ngeri para bawahan yang mendengar perkataan tuan muda mereka. Mereka tidak menyangka kalau tuan muda mereka bisa juga kejam bagai Bolafra.
"Semua ini berkat ide nona Nazyela, kita bisa sekuat ini sekarang"
Adrian dan Sir. Yudan mengangguk-ngangguk mendengar perkataan Sir. Afik.
Mereka tak memungkiri berkat ide Nazyela kini mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
*****
Salju pertama turun saat kaki Nazyela akan menaiki kereta yang akan membawanya ke istana dengan Adrian. Dingin nya suhu di pagi itu membuat tubuh ramping gadis itu sedikit gemetar. Ini kali pertama dia melihat dan merasakan salju secara nyata
Aku akan menikmatinya bermain salju sepuas hatiku setelah kembali dari istana.
Andaikan aku Elsa udah ku sihir mension ini jadi kastil es hihihihi...
Perasaan senang terlihat diwajah Nazyela. Selain karena salju yang baru pertama ia rasakan, kemundurannya sebagia regina juga salah satu hal yang membuat ia terlihat ceria. Setidaknya kesalah pahamannya dengan Jongya akan menemui titik terang bila Jongya telah mengetahui Nazyela mundur sebagai regina.
Mereka tiba di istana ketika hari telah menjelang siang. Mereka berencana menginap satu malam di salah satu penginapan mereka di Britaraya.
Gema langkah-langkah kaki mereka memenuhi lorong istana. Sunyi.. seperti terakhir kali Nazyela mendatangi tempat itu sewaktu pesta dulu.
Tiba disebuah ruang yang sangat besar dan dijaga oleh kesatria di kanan dan kiri pintu, Nazyela terpaku sesaat. Jantungnya berdebar dan wajahnya sedikit pucat. Ia sedikit takut menghadap sang raja.
Nazyela menghela napasnya dan dilihat oleh Adrian. Pemuda itu lalu menepuk bahu gadis itu, mencoba memberi semangat dari sentuhan tangannya. Mereka saling bertatapan dan Nazyela menggangguk tanda ia telah siap.
"Beritahukan kedatangan kami kepada yang mulia"
Perintah Adrian kepada kesatria penjaga pintu. Mereka pun mengangguk lalu salah satu dari mereka berteriak menyampaikan kedatangan kami.
"Yang mulia, Adrian Kley bersama Nazyela Kley ingin menghadap yang mulia?"
Pintu dibuka dari dalam. Didalam terdapat kesatria dan beberapa ajudan serta kepala pelayan istana.
"Adrian Kley dan Nazyela Kley menghadap raja matahari kekaisaran ini"
Adrian dan Nazyela membungkuk hormat.
"Bangun lah, Histon membesarkan anak dengan baik. Kalian tumbuh menjadi lelaki tampan dan gadis yang cantik"
"Semua ini tidak lah sebanding dengan kedua pangeran yang telah menjadi sosok yang sangat dikagumi oleh semua rakyat kekaisaran ini"
Ungkap Adrian merendah diri.
"Hahaha.. kau sungguh rendah hati"
Begitulah percakapan antara raja dan Adrian yang saling melempar pujian. Hingga akhirnya raja menanyakan perihal perseteruan Kley dengan serikat Dragon. Adrian menjelaskan bahwa berdasarkan infomasi yang ia dapatkan serikat Dragon adalah milik Bangsawan Shaden. Dan menceritakan bahwa bangsawan Shaden yang memiliki peran besar atas percobaan pembunuhan terhadap Nazyela.
Raja mendengarkan dengan seksama dan terlihat berpikir.
"Aku mendengar putri Histon mengalahkan mereka yang terkenal bengis dan kejam, apa benar begitu?"
Perkataan sang raja seperti ditujukan kepada Nazyela. Gadis itu menunduk lalu memandang wajah raja negeri itu.
"Hanya sebuah keberuntungan yang kala itu berpihak pada saya yang lemah ini yang mulia. Berkat bantuan pengawal serta pelayan saya yang berani saya bisa melewati marabahaya itu"
Nazyela mencoba menghindar.
"Dengan tubuh yang hancur berkeping-keping aku sangat kagum atas keberanian mu"
"Saya sendiri juga kagum atas keberanian sesaat yang saya miliki yang mulia. Dan dengan keberania itu pula saya ingin meminta sesuatu kepada yang mulia. Maafkan atas ketidak sopanan dan kelancangan diri saya ini yang mulia"
"Hoho.. apa itu?"
"Saya memohon kepada yang mulia untuk mengabulkan pengunduran diri saya dari regina"
Nazyela berlutut memohon.
Raja terdiam dan tampak berpikir.
"Saya memiliki sesuatu untuk yang mulia. Benda ini sangat langka. Dan orang yang menemukannya sudah tiada. Saya mendapatkan ini dengan segenap usaha. Semoga yang mulia menyukainya"
Adrian meletakkan peti berukuran 50cmx30cm
Peti itu disambut oleh ajudan raja lalu membukakan peti itu untuk dilihat olehnya.
"Ini....??"
"Itu adalah peledak yang saya gunakan melawan Red Dragon yang mulia"
Ungkap Nazyela dengan masih menunduk.
"Hahaha... ini luar biasa. Kalian putra dan putri yang sangat pintar mengambil hati orang. Baiklah.. baiklah.. aku mengijinkan pengunduran dirimu. Tapi aku ingin tahu kenapa? Padahal seluruh gadis di negeri ini pasti sangat menginginkan berada diposisimu?! "
"Maafkan saya yang mulia. Saya gadis yang penuh kekurangan serta tidak memiliki ambisi untuk menjadi penguasa dan bahkan tidak berani memimpikan untuk menjadi istri dari putra mahkota. Pangeran adalah sosok yang saya kagumi sejak kecil. Tentunya pangeran harus mendapatkan calon yang lebih baik dari saya"
"Hmm...."
"Bila boleh saya berkata jujur, saya telah memiliki seseorang dihati saya. Dan dia adalah putra yang lain dari yang mulia"
"Hohoho... lihat ini, baiklah.. kau boleh menjalin hubungan dengan Jongya jika dia juga menginginkanmu"
Raja tidak mungkin melepaskan kesempatan memiliki sekutu yang kuat. Jongya bisa jadi perantara dengan keluarga bangsawan Kley. Sedang Argen akan memiliki pernikahan politik lainnya yang mampu memperkuat posisi keluarga kerajaan. Begitulah kiranya yang di pikiran sang raja.
"Terima kasih yang mulia, kebijakan yang mulia tiada tara"
Adrian dan Nazyela menunduk hormat.
Mereka pun pamit undur diri dari hadapan sang raja. Kembali Nazyela dan Adrian melewati lorong yang sunyi.
Saat hendak melewati jalan ketika mereka datang tadi, Nazyela meminta untuk berkeliling sebentar. Adrian paham akan maksud adiknya, ia mungkin berharap bisa bertemu dengan pangeran Jongya.
Para pelayan sedang berkumpul disaat mereka tidak sedang mengerjakan sesuatu. Samar-samar Nazyela mendengarkan percakapan mereka saat melintas tanpa mereka tahu keberadaan gadis itu.
"Apa kau yakin?"
"Sangat yakin! Aku berada disana ketika yang mulia ratu marah besar kepada pangeran. Bahkan pangeran mendapat kekerasan dari yang mulia ratu. Aku sampai bergidik ngeri melihatnya"
"Astaga.. benarkah?!!"
"Sungguh, karena pangeran tidak bisa merebut posisi putra mahkota, yang mulia ratu berencana menikahkan pangeran dengan putri dari negara lain untuk memperkuat posisi mereka"
Jedeer...!!
Bagai mendengar petir di siang hari.
Jantung Nazyela serasa terhenti mendengar kalimat terakhir dari pelayan itu.
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗