Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 61



Waktu terus berlalu, tiada hari tanpa kedatangan Ji Chang ke toko Nazyela. Pemuda itu semakin dekat dengan Nazyela bahkan kini ia ikut membantu melayani pelanggan yang datang. Sikap ramah serta wajah tampan yang dimiliki Ji Chang membuat toko Nazyela ramai di datangi kaum hawa. Dari ibu-ibu sampai ke anak sekolah semua mengagumi pria dengan senyum menawan itu.


"Naz, apa tidak apa-apa seperti ini? Kita hanya duduk manis sedang bos mafia itu yang bekerja dengan keras"


"Hehehe... biar saja, karena dia toko kita jadi ramai seperti ini".


"Tapi bagaimana dengan bisnisnya sendiri?"


"Kau terlalu banyak mengkhawatirkannya Naku, lihatlah...bahkan dia tidak merasa kerepotan mengerjakan ini semua"


Ji Chang melirik sekilas Nazyela yang sedang mengobrol dengan Nakuna. Melihat Nazyela yang tersenyum senang membuat hati pemuda itu menjadi tenang.


"Apa ada yang menyenangkan hingga kau terlihat bahagia seperti ini Naz?"


"Oh... kami hanya sedang bercanda"


Jawab Nazyela sambil tersenyum.


"Wah... aku mengganggu rupanya. Aku hanya ingin mengatakan sekarang apa lagi yang akan kita jual, seperti nya stok bunga mu sudah sangat sedikit Naz"


Nazyela dan Nakuna mengamati seluruh bunga yang mereka miliki. Benar, stok bunga mereka sudah tinggal sedikit.


Nazyela lalu berjalan ke pintu dan membalikkan sign board lebel ke close.


Nakuna lalu berkemas bersiap untuk pulang kerumah.


"Aku pinjam nona mu ya?"


Ji Chang meraih tangan Nazyela lalu mengajak nya pergi.


Nakuna yang mulai paham bahasa Korea sedikit demi sedikit menganggukan kepala sambil tersenyum.


Ji Chang membawa Nazyela ketempat makan favorit mereka. Sudah berapa kali Ji Chang membawa Nazyela kesana namun gadis itu tidak pernah bosan memesan menu sama yang ada disana.


Nazyela sangat menyukai cumi panggang dan udang panggang yang di olesi saus pedas.


Matanya akan terlihat berbinar-binar mencicipi makanan itu. Ayam goreng yang di balut tepung renyah serta saus pedas juga merupakan menu kesukaan nya.


"Kau tidak ingin kembali ke negara mu Naz?"


Ji Chang memberanikan diri menanyakan apa yang ia resahkan dalam hatinya selama ini.


"Entahlah, aku... belum ingin kembali kesana"


Jawab Nazyela tertunduk sambil membolak balikkan cumi yang ada di piringnya.


Wajah Nazyela langsung berubah, terlihat gadis itu kehilangan seleranya untuk menghabiskan makanan mereka.


Ji Chang yang melihat merubahan itu menjadi penasaran.


Sepertinya ia menutupi sesuatu


Hm... ternyata ia masih banyak menyimpan rahasia yang tidak aku ketahui. Ini semakin menarik...


"Kau terlihat sedih, apa ada hal yang mengganjal di hati mu?"


"Hmm.. tidak, mungkin aku hanya sedikit rindu pada ayah dan kakakku"


Nazyela menggelengkan kepala.


"Bukankah kau bisa kembali ke negara mu lalu datang lagi kesini?"


"Tidak... aku belum ingin kembali"


"Jika kau butuh biaya aku bisa memberikanmu. Sudah lama juga kau meninggalkan negara mu kira-kira 5 bulan. Apa tebakan ku salah?"


"Kau benar, kira-kira sekitar 5 bulan aku disini. Tapi dari mana kau tahu tuan?"


Nazyela menatap curiga pada Ji Chang.


"Ya... ya... kau benar, aku memang menyelidiki dirimu. Hah... tapi waktu aku hanya sekedar ingin tahu"


Jawab Ji Chang santai sambil mengambil makanan yang masih banyak tersisa.


"Lalu setelah kau tahu, apa yang ingin kau lakukan tuan?"


"Tidak ada, mengenal mu lebih dekat aku jadi lebih tahu sosok dirimu yang sebenarnya. Aku menyukai mu Nazyela... "


Pengungkapan Ji Chang cukup membuat Nazyela terkejut. Gadis itu menatap dalam Ji Chang, hanya kesungguhan yang terlihat disana.


Nazyela tak menjawab apa-apa. Ia hanya tertunduk memikirkan perkataan Ji Chang.


" Kau tidak perlu menjawabnya jika kau tak ingin menjawab. Aku hanya ingin kau tahu.. kalau aku benar-benar menyukai mu"


Lagi-lagi Nazyela terdiam tanpa kata. Keheningan beberapa saat terjadi membuat keduanya merasakan ke canggungan yang tidak enak.


"Kau mau pulang? Sepertinya tubuhmu sudah lelah".


Nazyela tersenyum mengangguk. Saat ini dia butuh melarikan diri dari situasi seperti tadi.


Ji Chang membayar makanan mereka lalu mengantarkan Nazyela pulang kerumahnya.


"Beristirahat... "


Pemuda itu membelai pucuk kepala Nazyela.


Nazyela hanya bisa membalasnya dengan tersenyum lalu beranjak masuk ke dalam rumahnya.


*****


Nazyela duduk termenung di balkon, sudah sangat larut namun matanya belum merasakan kantuk. Dari atas balkon ia melihat Sir. Yukil yang sedang berlatih pedang. Ia pun memutuskan untuk turun dan menghampiri laki-laki itu.


Nazyela duduk disebuah kursi panjang taman rumahnya sambil memperhatikan Sir. Yukil.


"Kau belum tidur juga?"


"Oh...nona?!"


Ia pun menghentikan permainan pedangnya.


"Hah... kau masih saja"


Nazyela menatap Sir. Yukil sinis.


"Maaf nona... saya tidak bisa"


" Baiklah... hanya dirumah saja kau ku ijinkan"


Nazyela mengalah dengan pengawal yang satu ini.


Sir. Yukil menundukan hormat.


"Kenapa anda belum tidur nona?"


"Apa kalian rindu kembali ke Theora?"


"Kenapa nona tiba-tiba menanyakan hal itu? Apa nona ingin kita kembali?"


"Tidak"


"Lalu...?"


"Aku.... sedang kepikiran dirinya"


"Pangeran Jongya, kenapa tiba-tiba...?"


"Hari ini tuan Ji Chang menyatakan perasaannya padaku. Tapi aku...hah entahlah... "


Nazyela menghela napas tanpa bisa meneruskan perkataannya.


"Nona masih mencintai pangeran?"


Nazyela hanya menatap Sir. Yukil dengan sendu.


Lalu menyandarkan tubuhnya.


"Maafkan saya nona, ada hal yang belum nona ketahui"


Sir. Yukil terlihat ragu untuk mengatakannya saat matanya menangkap sorot mata tajam Nazyela yang memandang ke arahnya.


"Kalian menyembunyikan sesuatu dariku?!"


Sir. Yukil memandang nona nya.


"Katakan tanpa kebohongan, apa yang kalian sembunyikan dari ku?!"


Sir. Yukil menelan salivanya. Ia masih ragu untuk mengatakan kebenaran yang di tutup dari Nazyela selama ini.


"Kau ingin di pecat?!!"


"Tidak nona! "


"Katakan!!"


Sir. Yukil menghela napas panjang.


"Kami sengaja membawa nona liburan agar nona tidak mengetahui peperangan yang mereka lakukan"


"Perang?? Maksudmu...?!"


Nazyela memutar otaknya dan terkejut membayangkan jika perkiraannya benar.


"Benar nona...,perang antara Theora dan negara timur"


Nazyela menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya dari Sir. Yukil.


Gadis itu mulai terlihat panik, tubuhnya sedikit bergetar mendengar kenyataan yang baru saja ia ketahui.


Berapa kali ia memegang kepalanya, raut wajahnya menyatakan kesedihan seakan-akan dunia mau runtuh.


Ternyata Jongya benar-benar melakukannya. Lalu berapa banyak kesatria dan prajurit yang terluka bahkan tewas? Bagaimana aku sanggup memandang wajah-wajah keluarga yang di tinggalkan akibat peperangan itu?


Semua ini salahku...


Nazyela tak bisa berkata apa-apa, ia begitu sedih


dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Maafkan kami nona... ini demi kebaikan nona. Bahkan nona sangat terlihat bahagia selama disini. Wajah murung nona tak terlihat selama ini disini. Maka dari itu kami memutuskan untuk tidak memberitahu kepada nona"


"Apa ini rencana kak Adrian membawa aku liburan?"


Sir. Yukil menundukkan.


"Hah... benar ternyata?!"


"Nona.. berhenti lah menyiksa diri nona sendiri. Lihat lah sisi baiknya selama nona disini?!"


Nazyela menatap tajam Sir. Yukil air matanya siap tumpah kapan saja.


"Bagaimana sekarang aku bisa tenang setelah mengetahui kenyataannya.. bagimana jika ia terluka dan mati?"


Akhirnya air mata itu berlinang mengalir begitu saja.


"Maafkan saya nona, saya menyebabkan anda sedih. Saya mengatakan hal ini sebenarnya ada berita baiknya untuk nona. Perang itu dimenangkan oleh negara kita. Dan status pangeran kini sudah bebas. Beliau sudah sah bercerai"


Nazyela kembali menatap Sir. Yukil. Banyak pertanyaan yang melintas di kepalanya. Pikirannya kacau dan hatinya berkecamuk.


*Benar.. ada perasaan lega di hatiku mendengar ia telah bercerai. Tapi di lain sisi hati ku sedih mendengar perang telah terjadi. Apa aku harus menutup mata dan telinga demi meraih kebahagiaan ku?


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗


👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉