
Ji Chang datang lagi menemui Nazyela sesuai janjinya kemarin. Kali ini ia datang dengan seorang anak buahnya yang bernama Woojin. Pemuda itu langsung masuk ke toko dan duduk di tempat yang sama kemarin. Nakuna memandang lelaki itu dengan rasa penasaran dan curiga.
"Naz, pria itu datang lagi. Dari mana anda mengenal pria itu?".
Bisik Nakuna pada Nazyela.
"Aku mengenalnya saat membeli senjata bersama Yukil. Dia bos nya.. ".
Jawab Nazyela dengan santai sambil membuatkan kopi untuk tamunya.
Terlihat dari wajah Nakuna sepertinya gadis itu terkejut mendengar penuturan nona nya. Nazyela tersenyum dan mengusap pelan punggung Nakuna.
"Tidak apa-apa Naku, hari ini aku telah berjanji padanya".
"Tapi tidak ada Sir. Yukil disini Naz".
Nakuna sedikit cemas.
"Tidak apa-apa, orang seperti dia akan menjadi kejam bila kita menolak mentah-mentah".
Nazyela mencoba menenangkan Nakuna dengan perkataannya. Gadis itu pun mengantarkan kopi kepada kedua tamunya.
"Kali ini tuan datang tidak sendiri".
"Ini anak buahku, aku rasa kau juga pernah bertemu dengannya waktu itu. Selama kita pergi dia akan membantu asistenmu karena penguasaan bahasanya lumayan".
Jelas Ji Chang memperkenalkan Woojin pada Nazyela.
"Saya Woojin nona"
Pemuda itu memperkenalkan diri nya sambil membungkukan badan.
Nazyela menganggukan kepala, kemudian gadis itu memanggil Nakuna untuk diperkenalkan pada pemuda itu.
Nakuna lalu berdiri disamping nona nya.
"Naku.. dia Woojin yang akan membantu mu berjualan saat aku tidak ada. Sepertinya dia lebih muda dari mu, tapi kelihatannya dia cukup rajin".
Nakuna memperhatikan pemuda yang bernama Woojin itu. Gadis itu sedikit takut karena mendengar mereka adalah orang-orang yang berbisnis senjata yang berbahaya.
"Nice to meet you lady.., I'am Woojin
(Senang bertemu dengan anda nona, saya Woojin)
I hope, i'am useful to help miss"
(Saya harap saya berguna untuk membantu nona)
Woojin mencoba untuk menyapa dan mengakrabkan diri.
"Baiklah.. semoga saja".
Jawab Nakuna sekenanya.
Setelah perkenalan dirasa cukup dan mereka terlihat bisa di andalkan, Nazyela dan Ji Chang pun pergi meninggalkan toko berjalan-jalan mengelilingi kota Incheon.
Ji Chang membawa Nazyela mengunjungi beberapa tempat yang indah dan terkenal di kota itu.
Mereka mengobrol tanpa henti dan tertawa bersama. Ke akraban mereka terlihat bagai orang yang sudah lama mengenal satu sama lain. Sifat Ji Chang yang supel memudahkan nya menyeimbangi sifat Nazyela yang sedkit pendiam.
Nazyela pun merasa nyaman mengobrol dengan Ji Chang. Bagi nya Ji Chang adalah orang yang cukup menyenangkan.
Menjelang malam mereka mendatangi sebuah restoran yang tekenal disana.
Nazyela dan Ji Chang menyantap makan malam mereka sambil mengobrol.
"Apa sudah lama anda berbisnis itu tuan?"
"Lumayan, aku sudah menjalaninya hampir 10 tahun".
"Bisnis itu berbahaya, apa anda tidak takut orang yang lebih berkuasa akan menangkap anda? "
" Maksudmu pemerintah? "
Nazyela menganggukan kepala mendengar pertanyaan Ji Chang.
"Khekeke... tentunya aku memiliki orang-orang yang kuat di belakang ku. Jadi aku tidak takut akan hal itu".
"Mereka juga mendapatkan barang itu dari tuan?"
"Tentu saja... aku adalah senjata bagi mereka. Aku juga menyediakan jasa keamanan terbaik di kota ini".
"Oh.. jujur aku kira anda penjahat tuan,karena anda menjual senjata yang di larang".
"Hahaha... kau jujur sekali nona. Aku bukan penjahat percaya lah padaku".
Ah... kau imut sekali Nazyela... aku semakin menyukaimu
Tak terasa hingga malam mereka akhirnya menyudahi perjalanan mereka.
Ji Chang mengantarkan Nazyela hingga ke depan pintu rumah.
"Terima kasih untuk hari ini. Aku sangat senang sekali".
Ungkap Nazyela sambil tersenyum meski wajahnya terlihat lelah.
"Aku juga sangat senang bisa menyenangkan kau Nazyela. Masuk lah.. kau sudah kelihatan lelah. Mandilah dengan air hangat itu membantu menghilangkan rasa lelahmu".
Nazyela menganggukan kepala dan tersenyum kepada Ji Chang sebelum gadis itu menghilang dari balik pintu rumahnya.
Ji Chang tersenyum puas dan sangat senang seharian ini menemani Nazyela. Baginya Nazyela adalah gadis yang menyenangkan dan tentunya sangat cantik di matanya.
*****
Keduanya bernapas lega saat telah melihat nona nya yang muncul dari balik pintu utama.
"Anda membuat kami berdua cemas Naz, anda tidak apa-apa? ".
" Hehehe... tentu saja, lihat lah.. ".
Nazyela memutarkan tubuhnya agar kedua asistennya dapat melihat bahwa ia baik-baik saja.
" Saya tidak habis pikir bagaimana bisa lelaki itu mencoba mendekati anda. Bahkan dia mengirim kan anak buahnya untuk menjaga toko bersama Naku"
Mendengar penuturan Yukil, Nazyela yakin Nakuna telah menceritakan semuanya kepada lelaki itu.
Nazyela hanya menghela napas dan terkekeh.
"Jadi kau cemburu Naku dibantu oleh Woojin".
Bagai panah yang menancap di kepalanya, ucapan nona nya langsung mengenai dirinya.
Wajah Sir. Yukil merona dan sikapnnya langsung berubah canggung.
"Ti.. tidak. Bukan begitu, saya hanya ingin memastikan keselamatan kalian".
Nakuna tertawa mendengar penuturan kekasihnya. Ia tak menyangka ternyata kekasihnya itu bisa cemburu juga.
"Hahaha lihat wajahnya Naku, ia sudah mirip kepiting rebus".
Bahkan Nazyela ikut menertawakannya.
"Sudahlah...aku lelah, aku ingin mandi lalu beristirahat".
Nazyela melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
"Anda tidak makan Naz? Saya akan menyiapkan makanan untuk anda".
"Tidak usah Naku aku sudah makan".
Nazyela berkata sambil berlalu dan masuk ke dalam kamarnya.
*****
Keesokan harinya, kembali JiChang datang lagi menghampiri toko bunga Nazyela. Pemuda itu kali ini tidak membawa Woojin ia hanya datang seorang diri.
"Dia datang lagi Naz"
Bisik Nakuna pada nona nya.
Nazyela tersenyum menanggapi perkataan Nakuna.
Seperti biasa Nazyela membuatkan kopi untuk Ji Chang.
"Sepertinya waktu senggang anda banyak sekali tuan".
Nazyela sambil meletakkan kopi di meja.
"Hehehe...sepertinya aku kecanduan kopi buatanmu nona".
"Toko ku bukan kafe tuan, anda bisa membuat ku bangkrut".
"Hahaha... kalau kau bangkrut aku akan memberikan mu modal lagi nona".
"Wah.. anda bisa saja".
Mereka mengobrol tanpa henti. Nakuna hanya memperhatikan tanpa ikut mengobrol dengan mereka.
Gadis itu mulai tersenyum melihat nona nya yang lebih banyak tertawa bersama lelaki itu.
Sukurlah... nona terlihat baik-baik saja. Sepertinya orang itu memang bukan penjahat. Nona terlihat senang dan semoga saja nona bisa melupakan yang sudah terjadi selama ini. (Nakuna)
Sedang asik mengobrol datang beberapa orang laki-laki dengan gerak gerik yang mencurigakan. Mereka memasuki toko bunga Nazyela lalu dengan santainya mendekati Nakuna yang sedang duduk dikasir.
"Kami keamanan disini nona, kau bisa mempercayakan keamanan toko mu pada kami. Beri kami 100 ribu won maka kau aman".
Nakuna yang tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan hanya diam dan memandang nona nya.
Hah... lihat cecunguk-cecunguk ini, berani sekali mereka mengacau di tempat ini. (Ji Chang)
Nazyela yang hendak berdiri menghadapi mereka di tahan oleh Ji Chang.
Ia mengeluarkan rokoknya dan menghisap sebatang lalu menuju keluar pintu.
Dari kejauhan beberapa orang memperhatikan sikap Ji Chang. Rokok yang masih panjang itu ia buang ke tempat sampah lalu duduk lagi seperti semula.
Para preman yang memperhatikan Ji Chang yang tidak berbuat apa-apa merasa Ji Chang bukanlah ancaman.
"Cepat, kenapa kau diam saja?!"
"Apa kau tuli!! "
Para preman itu terus mendesak Nakuna yang tidak mengerti apa-apa. Mereka tidak mengetahui kalau Nazyela lah pemilik sebenarnya. Mereka hanya mengira Nazyela dan Ji Chang adalah pelanggan toko bunga itu.
Tiba-tiba sebuah mobil van berhenti di depan toko bunga Nazyela. Woojin dan beberapa orang keluar dari mobil itu langsung menyekap preman - preman itu dan membawa mereka secara paksa masuk ke dalam van.
Nazyela dan Nakuna terpaku melihat adegan cepat dan tak terduga itu.
Ji Chang dengan santai menyeruput kopinya seolah tak terjadi apa-apa.
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗
👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉