Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 86



Nazyela terhuyung-huyung turun dari kapal. Rasanya jalan yang ia pijak ikut bergelombang seperti saat sedang di atas kapal. Hampir sebulan berlalu, dalam perjalanan laut nya menuju negara Theora.


Nazyela di papah Nakuna menuju resort milik bangsawan Kley yang berada di kota pelabuhan itu.


Gadis itu langsung merebahkan diri dikamar khusus miliknya, di resort itu. Nakuna pun segera membereskan barang-barang milik nonanya. Dan Sir. Yukil menugaskan anak buahnya yang sedang berjaga di resort, untuk menyampaikan kabar kedatangan mereka di kediaman Kley.


Nazyela yang sangat kelelahan berada di atas kapal, tertidur pulas hingga menjelang malam. Mau tidak mau, Nakuna harus membangunkan nona nya agar membersihkan diri dan bersiap makan karena hampir sepanjang hari nona nya memejamkan mata.


"Nona... nona.. bangunlah, anda belum makan sejak siang tadi"


Nazyela tak bergeming, sekali lagi Nakuna mencoba membangunkan nya.


"Nona bangunlah..."


Nazyela perlahan bergerak dan membuka matanya.


"Oh... Naku"


Kemudian ia memejamkan kembali matanya sambil memijit kepalanya yang terasa berat.


"Bangunlah nona, anda harus makan untuk menjaga kesehatan anda"


"Sudah jam berapa ini?"


"Jam 20.15 nona"


"Siapkan air hangat untukku Naku, badanku gerah rasanya. Lalu katakan pada pelayan resort, untuk mengganti alas tidurku dengan yang baru"


"Air hangat sudah siap nona. Akan saya suruh pelayan menggantinya. Mari nona saya bantu.."


Nakuna membantu Nazyela yang masih kurang seimbang berdiri karena perjalanan jauhnya. Sampai di kamar mandi, Nakuna lalu berjalan ke pintu dan memberi tahu kan pengawal yang berjaga di depan pintu kamar Nazyela, untuk meminta pelayan datang dan mengganti alas tidur Nazyela.


Setelah itu, gadis itu kembali ke kamar mandi dan menggosokkan punggung nona nya.


"Ini enak sekali Naku, rasanya lelah ku sebulan langsung hilang"


Nazyela yang berendam di air hangat, di pijit pundak dan kepalanya oleh Nakuna.


"Nona harus segar. Kita akan memulai lagi kehidupan disini. Dan apakah nona tahu? Hanya setahun kita tinggalkan negara ini, ternyata sudah jauh berubah. Bahkan disini juga sudah ada mobil"


"Oh ya?!, Aku rasa pasti kakakku yang membawa kemajuan itu karena yah, kau tahu? Segala hal yang baru dan sangat bermanfaat, dia pasti tidak akan melewatkan peluang itu"


Nakuna tersenyum mendengar ucapan nonanya. Dan ucapan itu benar adanya. Kemajuan Theora banyak berkembang dari keluarga bangsawan Kley yang selalu mencoba hal-hal baru di negara itu. Dampaknya cukup positif dan banyak memberi kemajuan pada perekonomian negara.


*****


Nazyela menuju restoran resort nya untuk makan malam di temani Nakuna. Dan...


"Kejutan ...?!"


Suara serempak Adrian, Naila, Sir. Yudan, Sir. Afik, Lani, dan tentu saja tuan Histon.


Nazyela tertegun sesaat tak menyangka, kemudian tangisnya pecah dan langsung berlari ke dalam pelukan sang ayah. Adrian mendekat dan ikut memeluk gadis itu dari belakang.


"Aayaah... hiks.. hiks...hiks"


"Sabarlah sayangku, semua akan baik-baik saja"


Sang ayah yang tak tahan melihat anaknya bersedih, ikut meneteskan air matanya.


Adrian tak kuasa melihat suasana sedih itu, lalu melepaskan pelukannya dan mengusap-usap punggung adiknya dengan lembut.


"Lihat ayah nak, hapus air matamu. Ayah tahu ini berat untukmu. Tapi ingat lah pesan ayah ini, jangan bersedih karena Tuhan akan mengirimkan harapan di saat-saat paling putus asa. Di setiap akhir akan ada awal yang baru, jika itu gelap makan akan terbitlah terang"


Nazyela menganggukan kepala menatap ayahnya. Dengan penuh kasih sayang, tuan Histon menghapus air mata di wajah sendu putrinya.


Tuan Histon tahu apa yang terjadi pada putrinya setelah Sir. Yukil menceritakan semua yang terjadi disana, selama menunggu Nazyela bangun. Mereka datang langsung setelah mendapat pesan dari pengawal yang di utus oleh Sir. Yukil.


"Nazyela...?"


Nazyela melihat ke arah suara yang memanggilnya. Naila berjalan perlahan dengan perut buncitnya. Melihatnya yang kesusahan untuk berjalan, Nazyela pun mendekatinya dan mereka saling berpelukan.


"Selamat datang kembali Naz, kami sudah sangat rindu padamu"


"Terima kasih Nai, lihatlah tangan ku sudah tidak muat memelukmu. Hehehe... hallo calon ponakan ku, apa kabar?"


Nazyela mengusap dengan lembut perut Naila yang membuncit, kemudian menciumnya. Berpindah dari Naila, Nazyela memeluk Adrian, lalu lani. Sir. Afik dan Sir. Yudan menunduk hormat kepada Nazyela dan di balas dengan anggukan kepala oleh gadis itu.


" Apa aku terlambat?"


Daniel datang dari arah pintu membawa sebuket bunga dan diberikan kepada Nazyela.


"Oh.. Daniel"


Nazyela tersenyum menyambut kedatangan pemuda itu. Lalu memeluk sebentar dan menerima bunga dari tangan Daniel.


Ajak Naila. Mereka lalu duduk di meja makan. Para asisten duduk di meja terpisah.


"Sayang, kenapa kakakmu bisa ada disini?"


Adrian bertanya pada Naila sedikit merasa terganggu dengan kedatangan Daniel.


"Aku langsung menyuruh pelayan ke kastil Bolafra, untuk memberitahu Daniel, begitu tahu Nazyela ada di kota Pelabuhan. Sudahlah...,apa kau masih kesal padanya gara-gara kejadian waktu itu?!"


"Ck!"


Adrian hanya berdecak mendengar ucapan istrinya.


Daniel yang sedang berbicara dengan Nazyela tersenyum mengejek saat matanya tak sengaja melihat ekspresi Adrian ketika sedang bicara dengan Naila.


Pemuda itu lalu berjalan dan duduk di meja makan berdampingan dengan Adrian. Hal itu membuat Adrian merasa tidak nyaman dan kesal. Namun Daniel dengan santainya menikmati makan malam mereka.


Nazyela yang memperhatikan raut wajah kakaknya yang terlihat tidak senang berbisik pada Naila.


"Mereka bertengkar?"


Bisik Nazyela sambil makan dengan melirik ke arah kedua laki-laki itu.


"Kakakmu dengan kakakku? Hehehe... tidak"


"Lantas kenapa wajah kak Adrian begitu?"


"Daniel mengatainya payah, karena aku hamil setelah 3 bulan kami menikah"


"Hehehe..."


Nazyela tak berani berkata apa-apa.


Malam itu kebahagiaan menyelimuti semua orang yang hadir di situ. Para asisten pun bebas tugas untuk satu malam yang penuh kebersamaan.


Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Sir. Yukil. Pemuda itu mengajak Nakuna menikmati semilir angin denga pemandangan riuk ombak yang menari-nari.


"Naku...."


Sir. Yukil memanggil Nakuna dengan nada manja.


"Apa?!"


"Galak sekali.. "


Senyumnya langsung pudar setelah Nakuna menjawab dengan sedikit cuek.


"Aku kenapa?"


Nakuna yang pura-pura tidak tahu maksud Sir. Yukil sengaja berkata demikian.


"Ayolah Naku... kita sudah lama tidak sesantai ini"


"Lalu kenapa ?"


"Ciuman yuk?Sebentaaaar saja"


Sudah di duga, Nakuna sangat hafal dengan sifat manja Sir. Yukil yang ada maksud tertentu. Gadis itu sedikit kesal jika membayangkan terakhir kali mereka berciuman.


"Kau suka pakai raba-raba, aku tidak mau?! "


"Padahal itu sangat penting, Iya.. aku tidak akan raba-raba"


"Janji?"


"Iya janji.. sini mendekat"


Nakuna lalu duduk lebih mendekat pada Sir. Yukil.


Dan mereka pun melakukannya.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗