Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 19



Dinginnya malam terasa hingga menembus ketulang-tulang. Cahaya bulan yang masuk melalui jendela yang terbuka menerangi separuh ruang kamar yang gelap gulita.


Nazyela yang terbangun dari tidurnya duduk sendiri ditepian jendela menikmati cahaya bulan walau tubuhnya sedikit menggigil karena dinginnya hembusan angin malam itu. Aroma rumput dan pepohonan menyeruak memenuhi seluruh kamar. Rambutnya yang panjang tergerai indah bergerak kesana kemari diterpa oleh semilir angin. Mata sendunya jauh memandang menembus gelapnya malam. Sejauh ini ia mampu bertahan didunia yang belum lama ia kenal.


Sudah hampir 1 tahun aku disini, banyak hal baru yang aku temui. Kehidupan yang jauh berbeda dengan dunia ku sebelumnya. Hidup layaknya seorang putri yang memiliki beberapa pelayan serta pengawal yang melindungi kemana saja aku pergi. Rumah mewah, harta berlimpah keluarga yang sangat mendukung dan menyayangi. Mungkin ini adalah takdir yang banyak di impikan oleh wanita-wanita didunia. Tapi aku merasa sepi.. aku rindu keluarga ku sebelumnya. Ibu dan ayahku, juga adik-adikku, apa kabar mereka semua? Saudara-saudara ku dan para sahabat ku, apakah kalian semua baik-baik saja? Memiliki ini semua tidak serta merta menghilangkan kegelisahan ku selama ini. Aku masih bergidik ngeri bila mengingat kehidupan disini yang masih mengutamakan status dan kekuasaan walau bermandikan darah manusia. Tapi aku tak ingin menyerah atas duniaku sekarang. Aku harus bisa bertahan hidup dan menikmatinya. Lalu Apa kabar pangeran Jongya ya? Sepertinya sudah lama aku tidak bertemu dia lagi sejak hari itu. Aku jadi berdebar-debar bila ingat dia. Jangan bilang aku... OMG!!


Nazyela menggelengkan kepala atas apa yang ia pikirkan. Akhirnya, ia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar ditaman. Berjalan dilorong kastil yang sunyi tanpa pengawal mau pun pelayan membuat bulu kuduknya berdiri.


"Apa yang anda lakukan nona?"


"Kyiiiaaaa... !!!!"


"Ini saya nona?! Anda bisa membangunkan seluruh penghuni kastil jika berteriak begitu"


Nazyela membuka matanya yang ia tutup rapat dengan kedua telapak tangannya saat mendengar seseorang bicara padanya dari kegelapan. Wajahnya terlihat pucat dengan tubuh bergetar dengan degub jantung yang berantakan.


"Sir. Afik... kau kah itu?!"


"Benar nona ini saya. Apa yang nona lakukan berjalan sendiri malam-malam begini tanpa pendamping?"


Sir. Afik mendekat kearah Nazyela dan menunduk hormat.


"Aku terbangun dan tidak bisa tidur lagi, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan sebentar"


Terlihat kelegaan diwajah Nazyela setelah yang dilihatnya adalah benar-benar Sir. Afik.


"Hm...bahaya jika anda tidak didampingi. Boleh saya temani nona?"


"Tentu saja, dengan senang hati Sir..."


Senyuman terukir indah diwajah Nazyela.


"Bagaimana keadaan kepala nona, apa sudah tidak apa-apa?"


Sir. Afik menanyakan kondisi kepala nona mudanya yang terbentur batu 3 minggu yang lalu.


"Aku sudah tidak apa-apa, lagi pula itu sudah beberapa waktu yang lalu. Aku dengar ayah dan kak Adrian marah besar hingga membawa permasalahan ini ke baginda kaisar"


"Benar nona. Yang mulia raja memberi peringatan kepada keluarga Shaden untuk persaingan bisnis yang tidak sehat yang mereka lakukan. Dan karena mereka telah membuat kecemasan di masyarakat, status bangsawan Shaden diturunkan menjadi Marquess dan mendapat hukuman dipidahkan ke wilayah perbatasan"


"Oh.. aku kira orang-orang itu akan dipenggal"


Dengan santainya Nazyela berkata hingga membuat Sir. Afik menoleh tercengang.


Ia tak menyangka nona yang dulu pendiam dan penakut kini berubah 180 derajat.


"Apa saya boleh mengatakan sesuatu nona?"


"Tentu saja. Katakanlah.."


Nazyela berhenti di sebuah bangku taman. Lalu duduk menatap bulan yang separuh ditutup awan.


"Nona terlihat berbeda dengan nona yang dulu"


Nazyela berpaling menatap Sir. Afik setelah mendengar perkataannya. Gadis itu tersenyum lalu kembali menatap bulan dilangit.


"Apa Sir. Afik percaya jika aku katakan saat koma dulu aku bermimpi buruk. Di mimpi itu aku mengalami kehidupan yang sangat nyata. Jadi saat aku bangun aku telah bertekad untuk tidak menyia-nyiakan hidupku yang sekarang. Aku ingin lebih menikmatinya. Untuk itu aku merubah semua kebiasaanku. Apa aku terlihat aneh? "


"Tidak...Saya malah menyukai pribadi nona yang sekarang. Di usia ini bisa dikatakan nona sudah berhasil dalam menjalankan bisnis. Bahkan nona menjadi bijaksana dalam mengambil keputusan. Saya sungguh mengagumi nona"


Pujian yang diberikan Sir.Afik membuat Nazyela tersipu.


Sukur dah .. nggak ada yang curiga sama perubahan Nazyela yang dulu dengan sekarang. Bahkan Lani dan Nakuna mereka tetap seperti biasanya. Alasan mimpi buruk bagai novel - novel yang aku baca emang pas banget. Mereka yang mendengar alasan mimpi burukku selalu percaya aku tetap lah Nazyela yang mereka kenal


"Ayo kita kembali, mataku mulai terasa berat kembali"


Ajak Nazyela ketika melihat kantung mata Sir. Afik yang menghitam. Ia berkata demikian agar lelaki itu bisa segera beristirahat.


"Baiklah... setelah itu beristirahatlah Sir."


Hening tanpa kata, hanya suara langkah kaki terdengar menggema dikesunyian malam. Sir. Afik pamit undur diri ketika Nazyela telah sampai didepan pintu kamarnya.


Lambaian tirai putih yang terkena angin sempat mengejutkan Nazyela ketika gadis itu telah berada dalam kamarnya. Namun ada yang lebih menarik perhatiannya. Di sudut nakas ada seekor burung dengan kertas yang terikat dikaki burung itu. Nazyela mengambil dan membaca catatan dikertas kecil itu.


Bagaimana kabarmu Lady? Apa lady baik-baik saja? Saya mendengar lady sempat terluka


Jika lady sudah pulih dan ada waktu luang temui saya di sudut Brilane. *Ada yang ingin saya diskusikan kepada lad***y**


Jongya


"Baru saja tadi aku sempat berpikir tentang dia"


Senyum bahagia terukir di wajah Nazyela. Tiba-tiba ia merasa mengantuk dan tidak sabar untuk menjemput hari esok.


*****


Seorang gadis tersenyum penuh kepuasan. karena mendapat kabar yang sangat ia tunggu-tunggu. Apa yang ia cemaskan ternyata tidaklah terjadi. Perkataan seseorang yang memprovokasi dirinya tidak lagi ia takutkan. Orang yang ia percayai masih bisa di andalkan.


Siang itu, sebuah kereta mewah menelusuri Kota pelabuhan. Kota pelabuhan yang dulunya hanyalah kota kecil yang sederhana kini berubah menjadi kota besar. Banyaknya pedagang dan pengunjung yang datang dari wilayah lain menjadikan tempat itu kini sebagai salah satu kota pusat perdagangan selain Britaraya. Toko-toko berderet rapi, bangunan-bangunan menjulang tinggi, hanya dalam setengah tahun terjadi perubahan drastis di kota kecil itu.




Hari telah menjelang sore kala itu. Warna jingga hampir menutupi keseluruhan hamparan langit. Burung-burung berterbangan kembali ke sarang mereka masing-masing. Turun dari sebuah kereta, seorang gadis melihat disekitar ketika telah sampai ditujuannya. Beberapa pelayan terlihat kerepotan membawa beberapa tas besar keperluan dari sang nona. Terlihat dari bawaannya mereka hendak menghabiskan waktu beberapa hari disana.


"Apa ini tempat yang paling bagus disini?"


"Benar nona. Mari saya tunjukkan tempat untuk melihat sunset selagi masih ada waktu"


Ajak si pelayan yang terlihat antusias.


Gadis itu mengikuti langkah si pelayan. Ketika tiba tempat yang dimaksud, sang nona segera melihat-lihat disekitar. Wajahnya penuh rasa kepuasan. Para pelayan membiarkan nonanya menikmati ke indahan tempat itu. Mereka menunggu dari jauh saja sambil ikut menikmati suasana.



Benar, tempat itu sangat indah. Konsep bangunan itu sangat unik. Lampu-lampu yang menerangi ditiap sudutnya memberikan kesan sederhana namun elegan.


"Bukankah sunset hari ini begitu cantik Lady?"


Sang gadis melihat kearah datangnya suara. Ia tak menyangka rupanya ada orang lain yang berada ditempat itu selain dirinya.


Pria itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati sang nona.


# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada 😂.


Terima kasih 🙏