Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 39



Sorot mata yang penuh kebencian terlihat di wajah Camila. Wanita itu tampak geram dengan mengepalkan kedua tangannya. Namun ia berusaha untuk menutupi emosinya.


"Tunjukkan padaku gaun-gaun terbaik yang ada disini"


Camila memandang Nazyela dengan sinis.


"Baik nona.. silahkan ikuti saya"


Nazyela menunduk hormat lalu melangkah kedalam menunjukkan sederet gaun-gaun yang sangat indah.


Ternyata benar-benar indah, lihat saja akan ku permalukan kau!! (Camila)


Camila melihat satu persatu gaun dan menyentuhnya. Saat memegang gaun yang terbuat dari benang wol yang sangat tipis ujung kukunya yang panjang dan lancip menusuk gaun itu dan menariknya sedikit hingga robek dan bolong. Berulang dia melakukan hal yang sama pada gaun-gaun yang berbahan lembut yang mudah ia rusak kan tanpa sepengetahuan semua orang. Lalu ia meraih gaun yang telah dirusaknya dan pura-pura menemukan kecacatan pada gaun itu.


"Apa ini?! Apa ini gaun yang katanya berkualitas tinggi!"


Nazyela bingung lalu memperhatikan gaun yang dipegang oleh Camila. Lalu ia terlihat terkejut ketika mendapati ada robekan kecil di sana.


Kok bisa? Setahu ku, aku selalu menyuruh Lani untuk selalu mengecek keadaan semua gaun di toko ini.


Nazyela menatap Lani.


Lani yang paham akan tatapan nona nya itu menggeleng lalu menunduk.


Hah... Jadi wanita ini mencoba mencari gara-gara rupanya.


"Maafkan kesalahan kami nona.. anda bisa memilih gaun yang lain kami akan memberikan potongan untuk anda"


Nazyela memberi kode untuk segera mengambil gaun itu dan membawa ke gudang penyimpanan. Lani pun ngambil gaun itu dan memberikan kepada asistennya untuk menyimpan ke dalam gudang.


Camila tersenyum sinis lalu berjalan mendekati gaun yang telah ia robek sebelumnya.


"Aku ingin mencoba yang ini"


"Baik nona"


Nazyela memerintahkan Lani untuk membawa gaun itu dan memakaikannya pada Camila.


Saat sedang mencoba menutup gaun itu Camila dan Lani menemukan kecacatan pada gaun tersebut. Lani terkejut lalu memandang ke arah Nazyela. Gadis itu tampak merasa bersalah dan wajahnya terlihat seperti telah siap dan pasrah menerima hukuman.


"Apa ini?! Kalian sengaja mempermainkan ku!! Apa kalian tidak tahu siapa aku?!!


Berani-beraninya kalian menipu keluarga kaisar!!"


Nazyela terkejut bukan main mendengar perkataan Camila, apalagi Lani yang terlihat sangat syok.


Sir. Yukil yang mendengar kegaduhan itu mencoba mendekat dengan beberapa orang pengawalnya, namun di hadang oleh para kesatria dari Camila. Sir. Yukil menghentikan langkahnya lalu menatap sesaat para kesatria itu, kemudian menunduk hormat setelah melihat lambang kekaisaran di baju para pengawal itu.


"Pengawal tangkap para menipu ini!!"


Nazyela terlihat panik.


"Tunggu dulu nona. Anda belum mendengarkan penjelasan kami. Kami tidak mungkin menjual gaun-gaun yang rusak"


Nazyela mencoba membela diri.


"Buktinya sudah ada, tidak perlu penjelasan lagi"


"Lancang,, apa kau tidak tahu nona kami adalah istri dari yang mulia pangeran ke 2?"


Nena terlihat marah dan angkuh.


"TANGKAP MEREKA!!


Teriak nyaring Camila menggerakkan para pengawalnya dan menangkap Nazyela berserta para pengikutnya.


Nazyela terlihat sangat panik namun segera ia mencoba untuk tenang sambil berpikir jernih.


baru aja lepas dari kandang mau ngilangin bosan malah dituduh nipu. Nih cewek keluarga raja sebelah mana sih.. kok baru liat? Tenang... bang bule nggak mungkin diem aja. Pasti dia segera nolong aku. Coba aja kami udah kerja sama ma J. Robert O, pasti dah di bom atom tuh istana.. Eh.. jangan dulu bisa mati juga dong gue kalo pas dikurung disana.


Nazyela pun digiring dan di bawa ke istana untuk mendapat kurungan. Tanpa perlawanan mereka mengikuti arahan pengawal yang menggiring mereka.


Kesatria bayangan yang sedari tadi melihat kejadian itu segera kembali ke kastil dan melaporkan pada tuannya.


Di istana.


Asisten raja melaporkan perihal penangkapan terhadap Nazyela. Demikian pula asisten ratu dan Jongya. Ketiga orang itu tampak terkejut atas apa yang dilakukan oleh Camila ditempat yang berbeda.


"Uh...gadis bodoh!"


Ratu terlihat marah dengan apa yang dilakukan Camila. Namun ia tak bisa bertindak apa-apa karena ayah Camila adalah kekuatan terbesarnya sekarang. Tetapi tentang orang yang ditangkap oleh Camila, ratu sungguh menyesalinya. Karena yang di tangkap adalah bom yang sewaktu-waktu dapat meledak.


Jongya segera mendatangi ruang tahanan dan menyuruh pengawal melepas Nazyela beserta para pengikutnya.


Wajah lelaki itu tampak sedih, matanya terlihat sendu. Pemuda itu menatap sekilas Nazyela lalu segera berpaling.


Nazyela yang tersentak melihat kedatangan Jongya tak dapat menghindar diri. Lelaki yang selama ini berusaha ia kubur kehadirannya dalam ingatan kini berada tepat dihadapannya. Gadis itu menjadi lemah, hatinya berkecamuk antar sedih, senang dan benci.


"Kembalilah.. kalian sudah bebas"


Begitulah perintahnya kepada Sir. Yukil.


"Bisakah aku berbicara sebentar denganmu?"


Jongya melihat ke arah Nazyela.


Gadis itu terkejut. Ia ingin berkata tidak namun terlambat karena semua asisten dan pengawalnya telah keluar terlebih dahulu meninggalkan ruangan itu.


Jantungnya kian berdetak lebih kuat. Ia mencoba untuk menekan perasaannya sendiri. Gadis itu tak mampu memandang wajah pemuda yang selama ini ia rindukan.


Ia hanya bisa tertunduk dengan debaran jantung yang nyaris meledak ketika Jongya berjalan mendekat ke arahnya.


"Bagaimana kabarmu?"


Nazyela terus tertunduk, gadis itu hanya diam dan terlihat ragu untuk menjawab sapaan Jongya.


"Maafkan aku, mungkin ini terlambat tapi aku tetap akan minta maaf padamu"


Jongya terlihat serius.


"Untuk apa yang mulia..., yang mulia tidak melakukan kesalahan apapun terhadap saya. Hanya saya sendirilah yang bertidak bodoh. Saya lah yang harus minta maaf. Kalau begitu saya permisi"


Nazyela menunduk hormat lalu hendak meninggalkan ruangan itu. Namun langkahnya terhenti saat Jongya memegang tangannya berusaha untuk menunda kepergian gadis itu.


"Nazyela, maafkan aku. Aku terlambat bahkan sangat terlambat. Namun aku tidak bisa lagi membohongi diriku sendiri. Aku menyukaimu.. bahkan lebih dari itu, aku mencintaimu..."


Nazyela terkejut mendengar penuturan Jongya. Kata-kata yang selama ini ia tunggu terasa bagai pisau yang menyayat hati. Rasa bahagia mendengar pernyataan itu dikalahkan oleh rasa kecewa yang teramat dalam. Hatinya begitu terluka mengingat apa yang telah terjadi padanya. Jika saja Jongya lebih awal membuka diri dan menyatakan perasaannya mungkin saja tragedi itu tak perlu ia alami. Sedalam apapun cinta Nazyela kepada Jongya, gadis itu harus membuang perasaan itu jauh-jauh.


Bagaimana mungkin ia kini ia bisa menerima cinta dari suami orang lain. Walau hatinya sendiri sangat mencintai lelaki itu namun Nazyela tahu status dan keadaan mereka tidak lagi bisa memungkinkan untuk bersama. Dalam hati Nazyela terasa begitu terluka. Kenapa ia harus mendengar kata cinta itu ketika ia tak lagi bisa memilikinya. Gadis itu berusaha menahan air mata dan menepis semua perasaannya terhadap Jongya.


Berbeda dengan Jongya yang menatap sendu Nazyela penuh kerinduan, gadis itu menatap Jongya dengan penuh kekecewaan.


"Yang mulia... anda tidak sepantasnya mengatakan hal itu sedangkan anda telah menikah. Hargai dan cintailah istri anda sekarang ini. Dan kita tidak memiliki hubungan apa-apa"


Bagai dejavu Nazyela mengucapkan kata-kata itu pada Jongya.


"Mungkin aku tidak akan bisa mencintainya karena dia wanita pilihan ibuku bukan hatiku"


Nazyela tidak membalas sepatah kata pun. Tanpa memberi hormat Nazyela langsung pergi meninggalkan Jongya dalam kesendiriannya.


Jongya yang tahu akan repon dari Nazyela seperti itu namun tetap saja mengatakan isi hatinya. Ia hanya ingin Nazyela tahu bahwa ia mencintai gadis itu. Namun kini ia merasakan sakit yang teramat sangat, mencintai tetapi tidak dapat memiliki.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗