Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 68



Sebulan berlalu, Jongya dan Wilson mulai menikmati hasil kerjanya. Gaji yang mereka terima lumayan besar karena produk pakaian yang menggunakan jasa modeling mereka laku keras. Wajah mereka mulai terlihat di beberapa majalah fashoin. Jongya dan Wilson kini memiliki penggemar yang selalu menunggu mereka keluar dari kantor agensi.


Jongya berdiri depan pintu namun masih belum mau keluar dari kantor agensi nya. Penggemar mereka sudah berteriak-teriak di luar saat melihat Jongya yang melihat mereka dari balik pintu kaca.


" Apa perlu saya halau tuan? "


" Tidak usah, aku akan keluar dari pintu belakang. Aku ingin ke suatu tempat sudah lama aku tidak mampir kesana "


" Baiklah kalau begitu "


Wilson lalu mengikuti Jongya ke arah pintu belakang, namun Jongya menghentikan langkahnya saat tahu Wilson mengikuti nya.


" Sebaiknya kau jangan ikuti aku. Kau dari pintu depan saja bersama Suly. Aku ingin sendirian saja kesana "


Perintah Jongya pada Wilson.


"Baiklah tuan.."


Wilson menunduk hormat mengikuti perintah Jongya.


Jongya lalu menuju lorong keluar dari pintu belakang. Ia mempercepat langkahnya untuk segera mancapai pintu.


"Brukk..!!"


"Ah.. maaf"


Seorang gadis yang satu profesi dengan Jongnya tanpa sengaja mereka saling tabrakan dari lorong yang berbeda menuju pintu belakang.


"Kau tak apa-apa"


Jongya mencoba membantu gadis itu untuk berdiri.


"Ah.. iya aku tak apa-apa. Maaf aku tidak melihat ada kau"


Kata gadis itu sambil membersihkan sedikit rok nya yang kotor.


"Tak apa, kalau begitu aku duluan"


Ucap Jongya pada gadis itu lalu membuka pintu dan segera berlari menjauh dari kantor agensinya.


Gadis itu hanya menatap punggung Jongya dan juga ikut keluar dari gedung itu.


Suly melangkah dengan cepat mendekati Wilson yang masih menunggu di depan pintu kantor.


"Mana dia?"


Tanya Suly kepada Wilson setelah melihat Wilson tidak bersama Jongya.


"Tuan sudah keluar duluan lewat pintu belakang"


"Ck..!"


Suly hanya berdecak kesal lalu membuka pintu dan segera berjalan dengan cepat ke arah mobilnya di ikuti Wilson di belakangnya.


Fans histeris saat melihat Wilson yang berjalan cepat dan segera memasuki mobil Suly.


"Kau pasti tempat nya kan? Antar kan aku kesana, aku ingin lihat gadis yang di gilai bocah itu?!"


Ujar Suly.


Suly tampak kesal dengan Jongya. Ia sudah memperingatkan agar tidak terlalu mengejar gadis itu jika ingin gadis itu mencintai dirinya kembali.


Wilson menujukan arah di mana toko Nazyela berada dan tempat di mana tuannya memperhatikan gadis itu dari jauh.


Dan benar saja, disebuah kafe kecil yang berada di seberangan jalan tidak jauh dari toko Nazyela, Jongya duduk menikmati kopi panasnya sambil membaca koran.


Suly menghentikan mobilnya tepat di depan kafe itu, lalu segera turun dan menghampiri Jongya. Wilson sengaja tidak turun dari mobil karena tahu tuannya pasti marah karena membawa Suly ke tempat itu.


Suly duduk manis di depan Jongya dan perlahan menurunkan koran yang menutupi wajah lelaki itu.


"Kau..?! Bagaimana bisa?"


Tanya Jongya heran, namun kemudian menghela napas saat melihat Wilson yang berusaha untuk tidak kelihatan dari dalam mobil Suly.


"Jadi dimana dia?"


Suly mengamati sekitar dan melihat toko bunga yang sedang di kunjungi oleh beberapa orang.


Lalu melihat arah pandangan mata Jongya yang sesekali melihat ke toko bunga itu.


"Jadi dia hanya gadis si penjual bunga?"


"Dia berdarah bangsawan dan keluarganya adalah tangan kiri ayahku"


Jongya menegaskan status Nazyela kepada Suly.


"Ya.. ya.. itu di negara mu, tapi disini dia hanya seorang gadis penjual bunga"


Bantah Suly.


Ia melihat seorang lelaki yang tidak asing menurutnya dan ia lupa siapa lelaki itu.


"Jadi.. dia saingan mu?"


Suly menunjuk Ji Chang yang kebetulan keluar mengantarkan pelanggan sampai ke depan pintu toko.


Jongya diam saja. Ia terus mengamati di seberang sana.


"Khekeke... tampaknya saingan mu berat. Aku baru ingat dia siapa"


Suly berjalan mendekati mobilnya lalu membuka pintu hingga mengejutkan Wilson yang sedang tertidur di dalam


"Ck.. bisa-bisanya kau tertidur?!"


Suly menatap sinis Wilson sambil mengambil beberapa majalah yang ada di kursi belakang mobilnya.


Ia lalu kembali duduk bersama Jongya dan membuka perlahan majalah-majalah itu mencari sesuatu disana.


"Wah...benar dugaanku saingan mu berat. Dia adalah pengusaha muda yang bergerak di bidang jasa keamanan. Pantas saja wajah nya tak asing"


Suly menemukan artikel tentang Ji Chang setelah mencari di beberapa majalah. Ia berbicara pada


Jongya tetapi pemuda itu hanya mengambil majalah yang berada di tangan Suly dan membacanya.


Suly lalu menceritakan sepak terjang Ji Chang yang ia ketahui selama ini kepada Jongya.


"Sudah lah.. ayo kita pulang, panta* ku sudah rata lama-lama duduk disini"


Suly mengajak Jongya setelah melihat hari yang menjelang petang.


Jongya mengikuti perkataan Suly kerena ia pun melihat Nazyela pulang di antar oleh lelaki itu.


Rasa kecewa di diri Jongya menyeruak memenuhi isi hatinya. Ingin sekali Jongya mengatakan seluruh isi hatinya kepada Nazyela namun pemuda itu takut mendapatkan penolakan dari gadis itu. Apa lagi Nazyela terlihat sudah bahagia bersama lelaki lain menurut pandangannya. Ia tidak ingin Nazyela menjadi benci padanya. Jangankan cinta yang ia dapatkan bahkan hubungan sebagai teman pun mungkin akan hilang di antara mereka, pikir Jongya.


Flash Back On


Siang itu kembali Ji Chang melariskan bunga-bunga di toko Nazyela. Nazyela hanya mengamati pemuda itu sambil menikmati secangkir teh hangat beserta camilan ringan. Ji Chang sesekali melihat ke arah Nazyela sambil tersenyum. Nazyela pun membalas senyuman itu dengan hangat pula.


Nakuna menghampiri Nazyela yang tak melepaskan pandangan nya dari Ji Chang.


"Sepertinya ada keributan di seberang sana?! Mobil itu tiba-tiba berhenti mendadak"


Kata Nakuna sambil mengamati di seberang sana.


Nazyela ikut melihat arah pandangan Nakuna.


Awalnya Nazyela tidak tertarik dengan urusan orang lain. Namun akhirnya ia menjadi lebih fokus setelah melihat wanita yang turun dari mobil itu. Mata Nazyela di buat terbelalak sesaat ketika tahu bahwa wanita itu menghampiri seseorang yang sangat ia kenali. Dan setelah melihat mereka dengan lebih fokus lagi Nazyela baru ingat bawah wanita itu adalah gadis yang ia jumpai bersama Jongya di kafe milik Ji Chang.


Nazyela mengalihkan pandangannya ke Ji Chang. Ia mencoba tersenyum manis pada lelaki yang sesekali melirik ke arahnya itu.


Dia bersama wanita itu lagi. Ada hubungan apa Jongya dan wanita itu. Apa dia benar-benar ke kasihnya?


Lalu untuk apa dia menyapa ku kesini waktu itu?


Dan lagi kenapa dia bersantai duduk di sana? Apa dia sengaja pamer kemesraan mereka padaku?!


Nazyela terlihat kecewa berat bahkan mood baiknya langsung hilang begitu saja.


"Tuan... maukah anda mampir ke rumah ku sebelum anda pulang? Aku ingin menyajikan camilan buatan ku sendiri"


Ujar Nazyela sambil tersenyum.


Nakuna yang mendengar ucapan nona nya merasa heran dan ternganga. Pasal nya gadis itu tidak pernah menyentuh dapur selain membuat teh atau kopi saja.


" Wah... aku beruntung sekali hari ini, bisa mencicipi masakan mu. Baik lah.. dengan senang hati tuan putri ku..."


Senyum Ji Chang melebar mendengar ajakan Nazyela.


Mereka lalu menutup toko sore itu dan pulang kerumah Nazyela.


Flash Back Off


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


📢📢Tinggalin minimal 5 jejak komen kalian sebagai syarat masuk Grup Chat (Gc) Othor ya😁, akan ada even bertabur poin di tanggal 10 Desember 2021. Don't miss it😉📢📢