Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 63



"Yang mulia..."


"Panggil aku tuan saja disini Wilson.. "


" Maaf tuan nenek anda sudah menunggu di ruang keluarga"


Pemuda itu langsung beranjak ke ruang keluarga.


Di sana sudah ada seorang wanita tua yang menunggunya bersama wanita yang berusia 3 tahun di atas pemuda itu.


"Oh.. ini dia. Jongya cucu ku, kemari lah..,ini adalah kakak sepupumu Suly. Dia akan membantumu mencari orang yang kau cari"


"Aku sudah menemukannya nek"


"Lalu apakah urusan mu sudah selesai?"


"Belum, aku hanya mengamati nya dari jauh"


"Jadi selama 3 bulan ini kau tak melakukan apa-apa"


Tanya Suly.


"Aku hanya ingin memastikan dulu ke adaannya. Dan sepertinya ia jauh lebih bahagia dari sebelumnya"


"Apa dia perempuan?"


Tanya Nenek.


"Jadi ini masalah hati rupanya. Bagaimana jika kau bekerja ditempatku. Disana juga banyak gadis cantik dan aku akan mengenal kan mereka padamu.


Saran Suly.


"Maaf nona tapi tidak sopan anda menyuruh yang mulia untuk bekerja"


Wilson menyela pembicaraan mereka.


Suly langsung melototkan matanya kepada Wilson.


"Di negara ini dia harus bekerja. Mungkin di negara saja di tidak perlu bekerja. Tapi disini di butuh agar memiliki penghasilan sendiri. Memangnya harta tidak akan habis jika dipakai terus"


Suly bicara panjang lebar mengoceh karena menurutnya wajah tampan Jongya sangat di sayangkan bila tidak di manfaatkan.


"Wilson tidak apa-apa"


Tangan pemuda itu terangkat menahan Wilson untuk tidak mencampuri urusannya.


"Mungkin disana dia adalah pangeran tapi disini dia warga biasa sama seperti kami"


Suly menggerutu terhadap Wilson.


"Kau memiliki wajah yang tampan Jongya, kau bisa menjadi model disini bahkan artis"


"Model dan artis? "


" Nanti akan aku jelaskan. Sebaiknya kita cari angin segar. Udara disini begitu sumpek"


Suly berkata sambil melirik sinis ke arah Wilson.


"Ayo...?! "


Suly langsung menarik lengan Jongya menyuruhnya berdiri mengikuti nya.


" Tidak apa-apa Jongya pergilah.. "


Saran nenek kepada Jongya setelah pemuda itu melihat ke arah neneknya.


" Kau jangan ikut!!"


Tunjuk Suly kepada Wilson ketika laki-laki itu bersiap mengikuti tuannya.


"Kau dirumah saja Wil aku tidak apa-apa"


"Baik tuan"


Suly pun pergi membawa Jongya pergi naiki mobilnya.



Saat Suly sedikit laju mengendarainya Jongya berpegang kuat pada pintu mobil.


Suly yang melihat Jongya seperti itu tertawa terbahak-bahak.


"Kau kolot sekali. Apa kau tidak pernah menaiki mobil sebelumnya?"


"Sudah... tapi tak selaju ini"


"Apa kau punya mobil sendiri?"


" Tidak, aku pertama kali menaiki mobil di negara ini"


"Hah?? Lalu di negaramu kau menaiki apa?"


"Disana kami masih menggunakan kereta dan kuda"


"Apa?!!"


Suly nyaris tidak percaya dengan apa yang Ia dengar. Negara mu kolot sekali?!"


"Sepertinya kau benar, peradaban di negara ku sangat jauh tertinggal dari negara luar"


"Khekeke... baiklah. Akan ku bawa kau ke peradaban yang lebih maju"


Suly lalu menancap kan gas dan melaju sekencang-kencangnya"


"Suly.... kau gila?!"


"Hahahaha...."


Suly semakin senang menjahili Jongya. Setelah melihat wajah sepupu nya yang ketakutan begitu menggemaskan.


Semua mata menatap heran ke arah mereka.


Seorang wanita berlari menghampiri Suly.


" Akhirnya kau datang juga. Gunwoo menunggu diruang mu dia terlihat agak kesal"


"Ck.. padahal aku sedang tidak ingin bertemu dengannya. Hye Jin make over dia?!"


Perintah Suly pada asistennya yang merupakan sahabatnya.


Hye Jin melihat ke arah Jongya dari atas hingga ke bawah.


Jongya tetap santai meski di pandang jelas-jelas oleh Hye Jin


"Suly kau dapat dari mana dia. Apa dia baru keluar dari goa? Tapi dia sangat tampan?!"


Bisik Hye Jin kepada Suly.


"Dia sepupuku baru datang dari negara yang jauh"


"Apa?!"


"Sudahlah..jangan banyak tanya. Aku beri waktu 1 jam"


"Huh?!"


Hye Jin hanya bisa mendengus kesal.


"Ikuti dia, kalau sudah selesai temui aku di ruanganku"


Kantor itu adalah milik keluarga Hye Jin. Ayahnya adalah direktur di perusahaan itu. Dan Suly adalah manajer bagian modeling.


Sesuai perintah, Hye Jin menyelesaikan tugasnya dalam 55 menit hampir mendekati 1 jam.


Hasilnya, semua mata terpukau oleh ketampanan Jongya.



Pemuda itu terlihat grogi dengan tampilan barunya.


"Kenapa lama seka..... li?!"


Suly hampir saja marah kepada Hye Jin karena telah lama menunggu, namun terhenti saat melihat perubahan Jongya yang drastis.


"Ia tampan sekali Suly, apakah dia sudah punya kekasih?!"


Tanya seorang desainer kenalan Suly.


"Kau jadi keren Jongya, ayo kita menikmati hidup!"


Suly tidak menghiraukan pertanyaan dari desainer yang terkenal sering gonta ganti pasangan itu. Suly langsung menggandeng lengan Jongya dan pergi meninggalkan kerumunan gadis-gadis yang terpesona pada Jongya.


Mereka memasuki mobil Suly dan mulai melaju di jalan yang lenggang.


Di dalam mobil,


"Nah... ceritakan padaku siapa wanita itu. Karena aku cukup heran kau yang tampan dan berstatus tinggi di negaramu sampai mengejar wanita mu ke negara ku. Tadi nenek bilang kau adalah cucu dari kakaknya nenek"


"Aku juga baru mengetahuinya belum lama ini. Cerita keluarga ku cukup rumit"


Jongya seperti lelah harus menceritakan kisah keluarganya.


"Baiklah...serumit apa pun itu aku siap mendengarkannya"


Jongya lalu mulai bercerita siapa kakek dan neneknya lalu tentang kakak ibunya yang bernama Rana.


Kakeknya bernama Bong Joon yang berdarah Korea menikah dengan wanita rakyat biasa dari negara Theora bernama Margareth dan melahirkan kedua putri bernama Silvya Rena dan Silvya Ranom yaitu ibunya. Kedua kakek dan neneknya dibunuh oleh bangsawan tinggi daerah karena terlilit hutang yang banyak kepadanya. Bangsawan itu meminta Rena menjadi selirnya tapi kakek neneknya menolak karena usia yang jauh berbeda. Rena saat itu baru berusia 15 tahun sedangkan bangsawan itu sudah berumur 50 tahun.


Karena tidak dapat membayar hutang dan tidak mau menyerahkan Rena, kakek dan neneknya dibunuh lalu Rena mendapat perlakuan tidak senonoh oleh bangsawan itu. Namun akhirnya bangsawan itu di bunuh saat hendak memperkosa Rena oleh bangsawan yang kini menjadi suami Rena.


Karena peristiwa itu, Ibunya Jongya depresi dan menyalahkan kematian kedua orang tuanya pada Rena karena tidak mau menjadi selir dari bangsawan itu.


Ibunya tidak mengakui Rena sebagai kakaknya dan memilih menjadi pelayan di istana Theora. Ratu Ranesha ibu dari Argen bertemu Ranom saat berjalan-jalan di ibu kota Britaraya. Karena merasa kasihan dengan Ranom ia pun membawa Ranom ke istana dan di jadikan pelayannya saat Ranom berusia 13 tahun. Saat itu Ranom menjadi pelayan termuda di istana. Karena sifatnya yang ceria serta cara bicaranya yang lembut ratu sangat menyukainya. Setelah ratu Ranesha meninggal Ranom di angkat menjadi ratu yang sebelumnya menjadi selir raja.


"Karena itu aku baru tahu dari bibiku Rena bahwa kami masih memiliki keluarga disini. Rena memberikan alamat rumah nenek dan sebuah giok lambang turun temurun dari keluarga. Dan kebetulan wanita yang aku cari berada di negara ini, maka aku mendatangi negara ini"


"Pantas saja wajahmu memiliki wajah khas Korea. Dan kau bisa berbahasa kami"


"Waktu kecil ibuku selalu mengajari ku bahasa Korea. Jadi aku masih mengingatnya sedikit-sedikit"


"Hah.. gila, aku kira mendengar kisah seperti itu hanyalah di film saja. Lalu bagaimana dengan wanita yang kau cari?"


Suly sangat penasaran dengan wanita itu.


"Dia wanita yang aku cinta tapi aku mengecewakannya dengan menikahi putri dari negara lain"


"Apa?! Kau gila! pantas saja dia melarikan diri darimu"


"Bukan seperti itu, ibu mengancam akan membunuhnya jika aku tidak menuruti perintah ibu"


"Membunuh siapa? Wanita mu? Wah.. ibu mu benar-benar kejam. Lalu bagaimana dengan istri mu?"


"Kami sudah bercerai, dan peperangan besar antar dua negara pun terjadi"


"Ckiiit!!!"


Mendadak Suly menghentikan laju mobilnya dan menepikannya.


"Apa!! Kalian sampai berperang?! Perang?!!"


Jongya sedikit bingung dengan sikap Suly. Ia hanya terdiam melihat Suly yang terkejut dan panik. Karena baginya perang sudah biasa dan sering terjadi di negara nya dan sekitarnya.



📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗


👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉