
Jongya, Wilson dan Suly menyambut kedatangan Nazyela beserta kedua asistennya.
Nakuna langsung membawa barang-barang Nazyela ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh tuan rumah.
"Kau lelah?"
"Tidak..."
Jongya langsung menggenggam tangan Nazyela dan menuntunnya ke ruang tamu. Mereka pun duduk sangat dekat.
"Wah... lihat ini, kita di abaikan. Dunia bukan hanya milik mereka. Kita kan juga ada"
Suly berkata pelan kepada Wilson yang berada disampingnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Wilson terkekeh pelan menanggapi ucapan Suly.
"Ayo kita ke dunia kita saja"
Ucap Wilson pelan kepada Suly.
Wajah Suly merona mendengar ajakan Wilson.
"Wil, kemari lah..?"
"Ck...!!"
Lagi-lagi Suly berdecak kesal dengan Jongya. Baru saja niatnya ingin memadu kasih dengan pujaan hati, namun Jongya sudah membuyarkan rencananya.
Wilson berjalan mendekat dan duduk di ruang yang sama dengan pangerannya beserta Suly.
Lalu kemudian Nakuna dan Sir. Yukil pun hadir di antara mereka.
"Ada apa kita berkumpul disini?"
Nazyela cukup bingung menanggapi situasi yang ada.
"Sekitar 3 bulan lagi kami akan menikah"
"Waah... akhirnya"
Nakuna bersemangat mendengar ucapan Jongya.
"Dan kalian juga"
"APA?!!"
(Suara serempak Nakuna, Sir. Yukil, Wilson, Suly)
"Kenapa kami juga?"
Tanya Nakuna penasaran.
"Apa selamanya kalian hanya ingin berpacaran saja? Bagaimana jika kisahku pada kekasihku terulang pada kalian?"
"Ya?! Kau mendoakan kami yang tidak baik?!"
Suly langsung marah-marah mendengar ucapan Jongya.
"Aku setuju, aku akan menikahinya 3 bulan lagi"
Wilson berkata sambil memandang mesra Suly.
"Benarkah, baiklah..."
Suly langsung senyum sumringah.
"Mereka pacaran?"
Bisik Nazyela pada Jongya.
"Kemesraan mereka selalu membuatku kesal"
Balas Jongya berisik.
Nazyela terkekeh mendengar ucapan Jongya.
"Kau bagaimana Yukil?"
Jongya menatap Sir. Yukil
"Saya akan menemui orang tua Nakuna terlebih dahulu. Jika mereka menyetujui maka saya juga akan menikahinya 3 bulan lagi"
"Kenapa kami harus mengikutimu? Kau mau menikah ya menikah saja"
Suly mulai sewot.
"Jika aku bahagia, aku ingin kalian bahagia juga"
"Yang mulia, anda sungguh perhatian sekali"
Nakuna terlihat kagum pada pangeran.
"Nah, anggaplah selama disini, ini liburan kalian. Setelah pulang dari sini tidak ada lagi waktu santai semua harus mempersiapkan pernikahan masing-masing"
"Apa yang mulia juga akan mempersiapkan sendiri?"
Tanya Wilson.
"Tidak. Pernikahan ku juga akan di urus oleh kalian"
"Pekerjaan kita jadi semakin berat"
Ucap Wilson pasrah.
"Kau benar"
Sir.Yukil menimpali.
"Apa kalian berani menolak perintah ku?!"
"Tidak yang mulia"
(Jawab serempak Wilson dan Sir.Yukil)
"Itulah gunanya jadi pangeran"
Bisik Jongya pada Nazyela.
"Tapi ada hal yang ingin aku tanyakan. Apa sudah tahu siapa dalang dari tragedi waktu itu?"
Suly menatap Nazyela dengan rasa penasaran.
"Entahlah... aku disuruh cepat-cepat kembali ke sini untuk keselamatanku"
"Jika itu penguasa maka akan susah mengusut kasus seperti itu. Bisa-bisa kasus itu ditutup begitu saja"
Ungkap Suly menjelaskan yang kadang terjadi di negaranya.
Nazyela tertunduk lemah. Kembali ia teringat sosok Ji Chang yang tersenyum padanya.
"Hei... lihat aku, sekarang ada aku disini. Jangan bersedih lagi um..?"
Jongya berusaha menghibur Nazyela.
"Maksudku aku tidak sengaja mengungkit lagi lukanya. Hanya saja tragedi itu benar-benar sangat mengerikan. Kau tahu, aku dan nenek juga hampir mati disana"
Ungkap Suly terlihat syok jika mengingat kejadian waktu itu.
"Yang Mulia makan siang sudah kami siapkan"
Salah seorang pelayan rumah mendatangi mereka.
"Baiklah ayo kita makan dulu. Kalian juga ikutlah duduk karna kalian tamuku"
Jongya berkata kepada Nakuna dsn Sir. Yukil.
Mereka lalu ke ruang makan dan menikmati makan siang mereka. Setelah itu Nazyela dan Nakuna beristirahat di kamar masing-masing. Sedangkan Sir. Yukil menemani Jongya berkeliling sekitar mension.
Tadinya Jongya mencari Wilson untuk menemaninya. Namun Wilson tidak terlihat akhirnya Jongya mengajak Sir. Yukil.
"Ck... mereka pasti sedang bermesraan?!"
Ucap Jongya pelan namun di dengar oleh Sir. Yukil.
Pemuda itu melihat ke arah sang pangeran, karena baru kali ini ia melihat sikap pangeran yang menggerutu.
"Untuk itu aku ingin mereka secepat menikah"
Ucap Jongya pada Sir. Yukil.
Lelaki itu hanya tersenyum mendengar ucapan sang pangeran.
*****
Pergulatan sedang berlangsung dalam sebuah kamar yang kedap suara.
Rintihan dan erangan mewarnai suasana kamar yang di isi oleh dua manusia.
Peluh keringat membasahi tubuh keduanya.
"Aaaaghh... jangan terlalu kuat, kau bisa merontokan tubuhku"
"Kau sensitif sekali"
"Gantian aku di atas, akan ku praktekan caranya, nanti kau bisa meniruku"
Suly lalu naik ke atas tubuh Wilson.
"Ohh... enak sekali, kau sungguh pandai Suly. Aku semakin menyukaimu"
"Gerakanmu tidak perlu cepat, pelan-pelan saja"
"Ohh... kau memang ahlinya Suly, kau sungguh mahir. Ummm... ini benar-benar enak sekali. Apa kau sering melakukan ini"
"Tidak juga, aku malah belajar dari rekan kerja ku. Aahh... aku mulai letih"
"Baiklah ayo gantian, biar aku yang di atas"
Mereka lalu bertukar posisi. Suly lalu tengkurap dan Wilson berada di atasnya. Tangan Wilson perlahan meraba tubuh Suly dan memijitnya dengan lembut.
"Nah..benar seperti itu, kau sudah bisa buka praktek panti pijit sekarang. Ohh... enak sekali"
Mereka saling berganti memijat tubuh masing-masing. Suly cukup mahir membuat otot-otot kaku jadi meregang karena pijatannya. Wilson pun belajar memijat untuk membantu Suly menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.
Setelah mendapat pijatan dari Wilson, Suly tampak tertidur pulas. Wilson pun mencium kening gadis itu lalu meninggalkannya untuk beristirahat dengan nyaman.
"Apa yang kau lakukan di dalam kamarnya?"
Wilson terkejut melihat Jongya berada di depan pintu kamar Suly. Lelaki itu lalu menutup pintu dengan perlahan agar tidak membangunkan Suly.
"Kami habis meraba-raba"
Wilson menjawab dengan santainya.
"Kau?! Awas saja kau berani sentuh dia sebelum kalian resmi menjadi suami isteri?!"
"Kami sudah bersentuhan, tetapi tidak melakukan. Tenang lah yang mulia, saya tidak akan melakukan hal buruk kepada wanita yang saya cintai"
"Bagus lah..., dan pegang kata-kata mu itu"
"Tetapi yang mulia, tidakkah waktu kencan anda saat ini terbuang percuma jika anda tidak bersama nona?"
"Tidak. Aku memang membiarkan dia melakukan apa yang dia mau"
"Wilson, aku punya tugas untukmu. Jemput lah nenekku disana. Dan bawa kesini, kurasa bibiku disini juga pasti akan senang dengan kedatangannya. Perjalanan pulang pergi akan memakan waktu 2 bulan. Aku rasa kau boleh bersiap dalam waktu dekat ini"
"Baik yang mulia. Setelah dari sini saya akan mengabarkan kepada keluarga saya tentang rencana pernikahan ini"
"Bagus Wil"
*****
Di dalam kamar.
Nazyela dan Nakuna sedang mengobrol bersama. Nakuna cukup terkejut mendengar rencana pernikahan nona nya yang cukup mendadak. Terlebih lagi ia juga akan menikah dengan Sir.Yukil pula.
"Nona apa ini tidak terlalu cepat?"
"Aku sudah cukup mengenalnya Naku, dan lagi bukankah ini yang ku harapkan dari dulu"
"Benar, cinta yang nona tunggu dari dulu akhirnya datang juga"
"Lalu pernikahannya saya..."
"Kenapa? Apa kau belum siap? Atau kau tidak yakin pada Sir. Yukil?"
"Bukan begitu nona. Hanya saja jika semua asisten menikah bersamaan, siapa yang akan melayani nona?"
"Hehehe...kenapa kau harus pusing memikirkan itu? Masih banyak pelayan lain yang ingin memiliki posisimu ini"
"Karena itu nona, saya tidak ingin posisi saya tergantikan"
"Di saat aku bahagia kau juga harus bahagia. Kau sudah menemani aku saat susah dan senang. Setelah bulan madu berakhir kau bisa kembali lagi ke posisimu, kita akan selalu bersama. Namun jika suatu hari kau ingin fokus pada keluarga kecilmu akan juga tidak akan melarang mu. Lakukan lah apa yang kau ingin.. "
" Kau sungguh baik sekali nona"
Obrolan mereka terus berlanjut hingga mereka lupa waktu sampai tiba ke malam hari.
Nazyela membersihkan dirinya sebelum ke ruang tengah untuk makan malam bersama. Jongya telah mempersiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua yang tentunya di bantu oleh Suly dan Wilson.
Saat makan malam itu Jongya memberikan cincin kepada Nazyela sebagai tanda keseriusannya kepada gadis itu. Tentu saja Nazyela menerimanya dengan tersenyum bahagia.
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.
~Jangan lupa favorit ❤️
~Rate⭐⭐⭐⭐⭐
~Hadiah
~Vote
Terima kasih 🤗