Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 8



"Selamat pagi, Sir!"


Di pagi itu, walaupun Chloe masih menyimpan rasa sebalnya, namun dia masih berusaha untuk bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa malam tadi.


"Pagi! ..." Kelihatannya, selain balas menyapa, Matthew masih ingin berkata sesuatu kepada Chloe.


Namun Chloe berpura-pura tidak menyadarinya, dan justru segera menutup pintu mobil, setelah Matthew masuk ke dalam sana.


Bahkan, Chloe tidak mau duduk bersama bosnya di jok penumpang bagian belakang seperti biasanya, melainkan memilih untuk duduk di jok penumpang bagian depan, bersebelahan dengan supir pribadi Matthew.


Tentu situasi itu akan terlihat mengherankan, tetapi menurut Chloe, akan lebih baik jika demikian adanya, agar Matthew tidak merasa bahwa seolah-olah Chloe akan melewati batas pribadinya.


Di sepanjang perjalanan, tidak ada satupun dari mereka yang berkata apa-apa, hingga mereka tiba di gedung kantor.


"Selamat pagi, Sir!" sapa Agatha, sambil berdiri, ketika Matthew melintas di depannya.


"Pagi!" Matthew bergegas masuk ke dalam ruang kerja CEO, sementara Chloe segera duduk di kursi kerjanya, yang berdampingan dengan Agatha.


"Ada apa lagi denganmu hari ini? Bibir manyunmu hampir menyentuh lantai." Agatha yang tidak kembali duduk di kursinya, terlihat berjalan mengarah ke pantri.


Chloe yang sudah menyalakan komputernya, sembari memeriksa berkas pekerjaan yang ada di atas meja, tidak sempat lagi untuk menanggapi perkataan Agatha barusan.


Sampai Agatha kembali dengan membawa nampan di tangannya, lalu menyempatkan untuk singgah di meja kerja mereka, sambil berkata,


"Mister David mencarimu tadi."


"Apa ada yang dia katakan?" tanya Chloe.


Agatha tidak menjawab pertanyaan Chloe, dan justru bergegas masuk ke ruang kerja CEO, untuk mengantarkan minuman bagi Matthew.


Ketika Agatha keluar kembali dari ruang kerja Matthew, barulah dia menjawab pertanyaan Chloe dengan berkata,


"Tidak ada. Dia hanya menanyakan, kalau kamu sudah tiba di kantor atau belum."


Sebelum Agatha kembali menghilang sembari berjalan mengarah ke pantri, dia masih memberitahu kepada Chloe pesan dari Matthew.


"CEO memanggilmu!"


"Tsk!" Chloe berdecak sebal, namun dia tetap berdiri dari tempat duduknya, dan memasuki ruang kerja Matthew.


"Permisi, Sir!" sapa Chloe, setelah membuka pintu, dan menghampiri Matthew di meja kerjanya. "Apa ada yang Anda butuhkan?"


Matthew mengangkat pandangannya, dan menatap Chloe lekat-lekat, namun terlihat ragu-ragu untuk berkata sesuatu.


"Ada apa, Sir?" tanya Chloe, setelah menunggu beberapa saat, namun Matthew tidak berkata apa-apa.


"Hmm ... Apa belum ada laporan masuk dari kota xx?" Matthew seolah-olah terpaksa saja menanyakan hal itu.


"Berkas-berkas itu harus Anda tandatangani. Tapi, saya baru saja memeriksanya. Sebentar lagi akan saya antarkan ke sini," jawab Chloe.


Melihat kalau Matthew hanya terdiam, dan seolah-olah tidak ada lagi yang ingin dia bicarakan, Chloe lalu lanjut berkata,


"Selain daripada berkas itu, apa ada hal lain yang Anda butuhkan?"


"Tidak ada," jawab Matthew, lalu kembali menatap layar komputernya.


"Baik! Kalau begitu saya pergi dulu! Permisi, Sir!" ujar Chloe, kemudian berbalik, dan berlalu pergi dari ruang kerja Matthew.


Menyebalkan!


Jika Matthew sampai berani mengungkit masalah pembayaran upahnya, maka Chloe tidak akan ragu-ragu untuk menerimanya, lalu segera menyerahkan surat pengunduran dirinya.


Agatha yang terlihat sudah duduk kembali di kursi kerjanya saat itu, kemudian segera berkata,


"Hey! ... Wajahmu makin buruk saja!"


"Argh! ... Aku mungkin akan mencari pekerjaan baru." Chloe duduk dengan kasar ke kursi kerjanya, lalu menatap layar komputer yang masih menyala, sambil menopang dagu.


"Apa sesulit itu?" tanya Agatha, sembari menggeser secangkir kopi ke arah Chloe.


"Bayangkan saja...." sahut Chloe asal-asalan, lalu melirik secangkir kopi yang sudah ada di dekatnya. "Terima kasih untuk kopinya!"


"Sama-sama," sahut Agatha.


Menurut Chloe, semua berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya telah selesai dia periksa, sehingga Chloe kemudian kembali memasuki ruang kerja Matthew.


Dan sembari menyerahkan berkas-berkas itu kepada Matthew, Chloe juga memberitahukan semua jadwal kerja Matthew untuk hari ini, yang telah disusunnya sejak kemarin.


"Agatha yang akan menemani setiap janji temu Anda hari ini, Sir!" ujar Chloe.


Matthew tampak terkejut dengan pernyataan Chloe, hingga dia terlihat buru-buru mengangkat pandangannya.


Kelihatannya, Matthew tidak setuju jika Chloe digantikan oleh Agatha. Dan dugaan Chloe itu terbukti benar adanya, ketika Matthew yang menautkan alisnya, kemudian berkata,


"Apa yang akan kamu lakukan? Kenapa kamu tidak menemaniku?"


"Maafkan saya, Sir ... Tapi saya harus mempersiapkan materi rapat direksi untuk besok pagi," jawab Chloe.


"Bukankah itu bisa kamu lakukan setelah jam istirahat makan siang berakhir?" tanya Matthew.


"Saya masih harus mengatur ulang janji temu dari beberapa klien, yang tidak bisa Anda temui hari ini, karena adanya perubahan jadwal." Lagi-lagi, Chloe beralasan dengan kesibukan pekerjaannya yang lain.


"Minta Agatha yang melakukannya untukmu. Dan kamu yang akan menemaniku." Matthew tampak tetap bersikeras, hingga Chloe tidak menolaknya lagi.


"Baik, Sir! ... Saya akan memberitahu Agatha. Permisi!" Chloe berbalik dan hampir beranjak keluar dari ruang kerja Matthew, ketika Matthew menahannya dengan berkata,


"Tunggu sebentar!"


Matthew berdiri dari tempat duduknya, kemudian lanjut berkata,


"Kita bisa ke luar bersama-sama. Kamu tidak perlu bolak-balik ke ruangan ini."


Mau tidak mau, Chloe kemudian kembali menghampiri meja kerja Matthew, dan mengambil beberapa berkas yang diperlukan untuk pertemuan, yang akan dilakukan oleh Matthew.


"Silahkan, Sir!" Chloe membukakan pintu untuk Matthew, sambil memeluk lembaran berkas di dadanya, dengan sebelah tangannya.


Chloe kemudian memberitahu Agatha, akan tugas apa saja yang harus Agatha lakukan, sementara Chloe bekerja di luar menemani Matthew.


Sembari berjalan keluar dari gedung kantor bersama Matthew, Chloe segera menghubungi supir pribadi, untuk bersiap-siap mengantarkan mereka ke lokasi proyek, yang sedang dikerjakan oleh McLean property di kota itu.


Masih sama seperti ketika mereka berangkat kerja pagi tadi, Chloe memilih untuk duduk di depan di samping supir, sedangkan Matthew duduk sendirian di belakang.


Chloe sama sekali tidak berminat untuk banyak bicara dengan Matthew. Karena sikap Matthew yang berlagak tahu segalanya, maka Chloe juga akan bekerja sesuai standarnya.


Hingga mereka tiba di lokasi kerja, Chloe hanya memperkenalkan Matthew kepada kepala proyek yang menunggu mereka di sana, lalu membiarkan Matthew mengurus sendiri pekerjaannya.


"Apa kamu mencatat semuanya?" tanya Matthew, di sela-sela perbincangannya dengan kepala proyek.


"Iya, Sir! ... Anda bisa lanjutkan saja perbincangan Anda," sahut Chloe datar, sembari terus menuliskan apa saja yang penting, dari pembahasan antara Matthew dan kepala proyek di tempat itu, tanpa berkomentar apa-apa.


Mereka masih di sana, ketika David terlihat menghampiri Chloe, sambil tersenyum lebar.


"Hai, Chloe!" sapa David.


"Hai, Sir!" Chloe balas menyapa, sambil ikut tersenyum. "Anda juga bertugas di lapangan hari ini?"


"Iya ... Aku—" David tidak sempat melanjutkan perkataannya, karena Matthew yang menyela, dengan berkata,


"Apa kamu masih bisa bekerja dengan baik? Jika setiap kali ada gangguan, lalu perhatianmu teralihkan?"


Pertanyaan dari Matthew itu, kedengarannya sedang ditujukannya kepada Chloe, walaupun sambil berbicara, Matthew justru tampak melihat ke arah David, dengan tatapannya yang sinis.


"Hai, Matthew!" sapa David, sambil tersenyum tipis.


"David!" Tampak dengan jelas, kalau Matthew hanya sekadar saja membalas sapaan dari David itu.


"Maafkan saya, Sir ... Tapi saya tidak akan melalaikan tugas saya. Jadi anda tidak perlu khawatir," kata Chloe kepada Matthew.


Lalu, dengan suaranya yang berbisik-bisik, Chloe yang melihat ke arah David, kemudian berkata,


"Tunggu sebentar, Sir...!"


"Tidak apa-apa ... Aku juga tidak sedang terburu-buru," sahut David yang juga ikut berbisik-bisik, lalu terlihat mengedipkan sebelah matanya, sambil tersenyum ke arah Chloe.