
"Kamu ingin agar aku bersabar sampai kamu berhenti bekerja. Aku juga harus mendapatkan timbal balik yang sama darimu."
Perkataan Matthew beserta segala persyaratan yang diajukan olehnya itu, rasanya tidak bisa dipercaya oleh Chloe yang mendengarnya.
"Saya tidak setiap hari pergi berkencan dengan Mister David. Bukankah Anda terlalu berlebihan, jika terus mempersoalkan tentang hal itu?" ujar Chloe.
"Aku tidak mau tahu. Kalau kamu tidak setuju, kamu bisa menyerahkan surat pengunduran dirimu sekarang," sahut Matthew.
Bertepatan dengan Matthew yang sedang berbicara, tiba-tiba saja ponsel Chloe berbunyi, menandakan bahwa ada panggilan masuk di sana.
Chloe melihat ke arah tasnya yang tadi dia letakkan di atas nakas di dekat pintu, tetapi tidak berniat untuk menerima panggilan itu, dan justru masih ingin berdebat dengan Matthew.
"Anda akan segera mendapatkan surat pengunduran diri saya. Karena saya bukanlah seorang pengasuh bayi," ujar Chloe, lalu berdiri dari lantai.
"Apa katamu? Kamu bilang aku bayi?" Matthew menahan langkah Chloe, dengan segera menangkap lengannya dan menariknya, hingga Chloe terduduk ke atas pangkuan Matthew.
"Apa bayi bisa memangkumu seperti ini?" tanya Matthew, dengan nada suara yang terdengar seperti sedang mengejek Chloe.
"Jangan berlagak bodoh! Sikap Anda yang seperti bayi!" sahut Chloe, sambil berusaha untuk berdiri kembali, namun Matthew tetap menahannya.
"Lepaskan saya! Atau Anda akan saya tuntut untuk pelecehan!" kata Chloe, dengan suara meninggi.
"Coba saja! ... Ini rumahku. Aku juga sedang terluka. Siapa yang akan percaya kalau aku melecehkanmu, sedangkan kamu sendiri yang datang ke sini!" kata Matthew tidak mau kalah.
"Saya datang ke sini, karena saya hanya melakukan pekerjaan saya!"
Chloe memberontak, namun kelihatannya sia-sia, karena walaupun salah satu tangannya sedang terluka, Matthew masih jauh lebih kuat daripada Chloe.
"Pekerjaan apa? Kamu bukan pegawaiku! Kamu datang ke sini untuk merayuku. Apa kamu tidak lihat penampilanmu di cermin?" Matthew terdengar membuat pernyataannya sendiri.
"B*rengsek! ... Saya bukan p*lacur!" sahut Chloe, meradang.
"Bukankah kamu baru saja menjual dirimu pada David?" Perkataan Matthew itu benar-benar menyentak dan menyakitkan hati Chloe, hingga hampir menangis dibuatnya.
"Saya tidak pernah menjual tu...." Dengan suara bergetar, Chloe tidak sanggup untuk meneruskan kalimatnya, dan akhirnya hanya dilanjutkan dengan isak tangisnya saja.
Chloe yang kelelahan fisik dan mentalnya, seketika itu juga merasa kalau sekujur tubuhnya menjadi lemas, dan tidak mampu lagi untuk melawan Matthew.
Entah Matthew merasa bersalah atau tidak, yang pastinya, sekarang ini dia bukan seperti sedang memaksa menahan Chloe, melainkan terasa seolah-olah dia hanya sedang memberi pelukan kepada Chloe.
"Apa Anda sudah puas menghina saya?" tanya Chloe, masih dengan suaranya yang bergetar.
"Kamu sendiri yang terlalu berani untuk menantangku!" sahut Matthew, seolah-olah dia memang tidak merasa bersalah.
Di saat itu juga, ponsel Chloe yang tadinya sempat berhenti berbunyi, kini kembali berbunyi lagi untuk ke sekian kalinya.
"Tolong lepaskan saya sekarang! Ponsel saya sudah beberapa kali berbunyi," ujar Chloe, datar.
Matthew mungkin menyadari kalau bisa saja panggilan itu adalah sesuatu yang penting, sehingga Matthew kemudian melepaskan Chloe.
"Saya akan menyiapkan surat pengunduran diri saya. Malam ini juga," kata Chloe, sembari berjalan menjauh dari Matthew.
Chloe lalu segera mengambil ponsel, dan menerima panggilan masuk, yang ternyata berasal dari kontak Maddison.
"Halo, Mistress McLean!" sapa Chloe.
"Halo, Chloe!" Maddison membalas sapaan Chloe dari seberang telepon. "Apa kabarmu?"
"Saya baik-baik saja, Madam," sahut Chloe.
Chloe berusaha keras agar suaranya tetap terdengar tenang, lalu mencoba mengalihkan pembicaraan. "Apa Anda dan Mister Nathan jadi ke luar negeri?"
"Iya. Kami sudah tiba di sini dari tadi siang. Tapi disibukkan dengan tamu-tamu dari Grandpa Matthew, sehingga aku baru bisa menghubungimu sekarang," jawab Maddison.
"Chloe! ... Apa kamu sekarang sedang bersama Matthew? ... Kata Matteo, Matthew sedang terluka di kaki dan tangannya," lanjut Maddison, buru-buru.
"Iya, Madam! ... Saya sedang bersama Mister Matthew," jawab Chloe, seadanya.
"Apa kamu bisa memberikan ponselmu kepadanya sebentar? Aku tadi menghubungi ponselnya, tapi tidak tersambung," kata Maddison.
"Oh! ... Baik, Madam! ... Tunggu sebentar!" Chloe kemudian berjalan menghampiri Matthew, lalu menyodorkan ponselnya. "Mistress McLean ingin bicara dengan Anda."
"Ya, halo Mom!" Matthew segera berbincang-bincang dengan Maddison, setelah dia menerima ponsel dari tangan Chloe.
"..."
"Aku tidak apa-apa. Ponselku tertinggal di kamar. Kami baru saja selesai bekerja. Chloe tadi sibuk dengan pekerjaan yang aku berikan....
... Itu sebabnya sampai dia tidak tahu, kalau mommy telah meneleponnya berulang kali," kata Matthew.
"..."
"..."
"Dia tidak pernah membiarkan aku sendirian, jadi tidak mungkin aku memaksakan diri untuk melakukan segala sesuatunya sendiri."
"..."
"Oh, please! ... Iya, iya! Dia bahkan tidur di kamarku setiap malam, agar bisa membantuku setiap kali aku butuh ke mana-mana."
Sementara Matthew berbincang-bincang di ponsel, Chloe mendengarkan apa saja yang dikatakan oleh Matthew kepada Maddison.
Dan rasanya cukup mengherankan.
Karena menurut Chloe, dari perkataan Matthew, dia seolah-olah sedang memuji Chloe, dan dia memang menghargai keberadaan Chloe di sisinya.
"..."
"Okay! ... Mommy katakan sendiri saja padanya ... Bye, Mom!"
Matthew kelihatannya telah selesai berbincang-bincang dengan Maddison, dan segera menyerahkan ponsel kepada Chloe. "Mommy ingin bicara denganmu lagi."
"Ya, halo!" sapa Chloe.
"Chloe! ... Aku sangat berterima kasih, karena kamu sudah merawat Matthew dengan baik. Maafkan aku jika permintaanku ini mungkin akan berlebihan....
...Aku belum bisa pulang. Sedangkan Matteo, tidak akan tahan berlama-lama berdua saja dengannya. Karena Matthew yang keras kepala, biasanya hanya memicu pertengkaran di antara mereka....
... Matthew juga tidak mau disentuh oleh orang asing, tapi kedengarannya dia sudah terbiasa denganmu. Jadi aku ingin meminta bantuanmu, agar bisa tetap menemaninya," kata Maddison, panjang lebar.
Chloe terdiam untuk beberapa saat, sambil memandangi Matthew yang tampak memasang raut wajah mengejek.
Menurut Chloe, saat ini Maddison seperti sedang memintanya untuk menjaga anak kecil yang manja.
Jika hanya mengikuti rasa kesalnya kepada Matthew, maka Chloe akan segera memberitahu Maddison akan tingkah Matthew yang 'nakal', dan hanya membuatnya ingin berhenti bekerja sebagai 'babysitter' saat itu juga.
Namun, lagi-lagi Chloe merasa ragu, karena dia tidak ingin mengecewakan Maddison dan Nathan.
"Chloe! ... Apa kamu bisa melakukannya untukku?" tanya Maddison, membuyarkan lamunan Chloe.
"Ugh? ... Iya, Madam!" sahut Chloe, lalu menatap Matthew lekat-lekat. "Saya akan tetap menemani Mister Matthew."
Sementara Chloe berbicara dengan Maddison di ponsel, Matthew terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil tersenyum sinis.
Dan setelah Chloe mengakhiri perbincangannya dengan Maddison di ponsel itu, Matthew segera berkata,
"Kenapa kamu berkata seperti itu kepada mommy-ku? Apa kamu tidak jadi mengundurkan diri?"
Matthew tampak tersenyum sinis, lalu lanjut berkata,
"Katamu, kamu tidak mau bekerja padaku. Tapi kamu juga tidak bisa bicara jujur pada orang tuaku. Apa yang ada dalam pikiranmu? ...
... Apa kamu takut jika orang tuaku tahu, bahwa yang sebenarnya kamu memang bukanlah seseorang yang bisa mereka andalkan?"
"Bukankah Anda juga melakukan hal yang sama? Anda juga tidak mengakui, bahwa Anda tidak menyukai keberadaan saya," sahut Chloe.
"Apa maksudmu karena percakapanku dengan mommy tadi? Kamu menemaniku, kamu juga merawat lukaku ... Hmm ... Rasanya tidak ada yang salah dari apa yang aku katakan....
... Lalu, jika aku tidak menyukaimu, maka aku pasti sudah memecatmu. Tapi tidak begitu, kan? Kamu sendiri yang ingin berhenti bekerja," jawab Matthew, terdengar tanpa beban.
"Lantas, kenapa Anda selalu bersikap kasar pada saya? Bukankah itu jadi pertanda kalau Anda tidak puas dengan pekerjaan saya?" tanya Chloe, lagi.
"Chloe! Berpikir realistis! ... Aku sudah melarangmu berhubungan dengan orang-orang yang tidak bisa aku percaya."
Matthew yang tadinya masih terduduk di lantai, kemudian mendorong tubuhnya naik dan duduk di atas sofa, lalu lanjut berkata,
"Seandainya kamu melihat seseorang duduk bergabung dengan kawanan pencuri. Apa kamu tidak akan menganggap bahwa semua dari mereka adalah pencuri?"
Chloe terdiam untuk beberapa saat.
"Bukankah 'katanya' kamu adalah orang yang jujur? Jika kamu masih ingin berhenti bekerja padaku, sebaiknya kamu katakan saja kepada orang tuaku....
... Tapi jika kamu akhirnya menjadi ragu dengan keputusanmu, itu urusanmu! Dan jangan coba-coba untuk balik menyalahkanku!" ujar Matthew.
Setelah terdiam dalam waktu yang cukup lama, Chloe akhirnya memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya, walaupun hanya seperti sedang berbisik-bisik, dengan berkata,
"Saya merasa bahwa Mister David adalah orang yang baik. Selain dari itu, masih ada alasan tambahan, hingga saya tidak bisa menjauhi Mister David begitu saja."