Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 63



Chloe sebenarnya merasa sangat gugup, karena gerak-gerik yang ditampakkan oleh Jordan saat ini.


Namun, Chloe berusaha sebisanya agar bisa tetap terlihat tenang, seolah-olah dia memang tidak tahu-menahu akan apapun yang tadi sempat diperbincangkan oleh Jordan dan David.


"Selamat malam, Sir!" sapa Chloe sambil tersenyum. "Apa Anda sudah lama tiba di sini?"


Untuk beberapa saat lamanya, Jordan hanya terdiam, sambil menatap Chloe lekat-lekat, sebelum akhirnya dia membalas sapaan Chloe.


"Selamat malam, Chloe!"


"Chloe yang makan malam bersamaku," kata David, hingga menarik perhatian Jordan yang kemudian melihat ke arahnya.


"Maafkan saya, Sir ... Saya mungkin terlalu lama di kamar mandi. Saya tadi merasa sedikit pusing," ujar Chloe, beralasan.


"Ugh? ... Benarkah? ... Apa kita perlu kembali ke rumah sakit?" tanya David yang tampak cemas.


"Tidak apa-apa, Sir ... Saya sudah merasa lebih baik, setelah saya membasuh wajah saya," jawab Chloe, seadanya.


"Chloe tadi siang sempat dibawa ke rumah sakit." David seolah-olah hendak menjelaskan kepada Jordan, yang hanya terdiam memandangi David dan Chloe bergantian.


Jordan kemudian mengangkat kedua alisnya, sambil menatap David, seakan-akan dia ingin mendapat penjelasan tambahan.


"Chloe kelelahan, sampai akhirnya dia jatuh pingsan. Kebetulan aku berada di dekatnya, jadi aku yang tadi membawanya ke rumah sakit," kata David.


Jordan lalu tampak manggut-manggut seolah-olah dia memang mengerti apa yang dibicarakan oleh David.


"Kelelahan?" Dengan alisnya yang mengerut dalam-dalam, Jordan bertanya sambil melihat ke arah Chloe, hingga Chloe mengangguk pelan.


"Tidak mengherankan," kata Jordan, dengan nada suara datar. "Menurutku, memang sebaiknya kamu mencari pekerjaan lain. Karena sudah barang tentu kamu kesulitan, untuk bekerja menjadi asisten bagi CEO seperti Matthew."


"Chloe memang akan berhenti bekerja," kata David terdengar buru-buru menimpali, lalu tampak seolah-olah dia telah salah bicara, David menatap Chloe dengan memasang ekspresi menyesal.


"Kamu akan berhenti bekerja pada Matthew?" tanya Jordan, seakan-akan ingin memastikannya kepada Chloe.


"Iya, Sir...." jawab Chloe, pelan.


"Bagus! ... Bagus! ... Maaf, Chloe! ... Tapi aku merasa kasihan padamu. Dan aku rasa itu adalah pilihanmu yang tepat," kata Jordan, lalu tampak melihat ke sana kemari, dan lanjut berkata,


"Kelihatannya aku hanya mengganggu makan malam kalian ... Mommy David juga pasti sudah menunggu untuk makan malam. Jadi, aku akan pergi sekarang!"


"Baik, Sir! ... Hati-hati di jalan!" kata Chloe, sambil tersenyum.


"Biar aku antarkan daddy ke depan!" kata David, lalu melihat ke arah Chloe dan berkata, "Tunggu sebentar!"


Chloe kemudian mengangguk setuju.


Sementara David mengantarkan daddy-nya ke luar, Chloe kembali duduk di kursinya semula, sambil memikirkan percakapan Jordan dan David yang sempat didengarnya tadi.


Siapa orang yang mendekati Matthew?


Apakah Judy yang dimaksud oleh Jordan?


Apa memang benar, jika Judy tidak bisa mendekati Matthew lagi, maka Matthew akan pergi ke luar negeri bersama Jackson?


Pertanyaan demi pertanyaan, timbul satu per satu di kepala Chloe, sampai-sampai dia tidak menyadari kedatangan David yang ternyata sudah kembali duduk di dekatnya.


"Kamu pasti mendengar perbincanganku dengan daddy...." celetuk David, membuyarkan pikiran Chloe, sampai Chloe sedikit tersentak dibuatnya.


"Ugh? ... Hmm ... Maafkan saya, Sir," sahut Chloe, gelagapan.


"Tidak apa-apa ... Aku tahu kalau kamu pasti tidak sengaja mendengarnya." David lalu menuangkan sedikit wine ke dalam gelas Chloe, kemudian lanjut berkata,


"Chloe! ... Aku ingin bertanya sesuatu. Tapi kamu tidak harus menjawab pertanyaanku itu."


Chloe mengangkat pandangannya dan menatap David. "Apa yang ingin Anda tanyakan, Sir?"


"Siapa yang mendekati Matthew belakangan ini?" tanya David, sambil bertatapan dengan Chloe.


Chloe terdiam sambil menundukkan pandangannya, dan menatap gelas miliknya yang berisikan cairan wine hingga hampir separuh gelas itu. "Maafkan saya, Sir...."


"Tidak apa-apa ... Aku sudah katakan tadi, kalau kamu tidak harus menjawabnya," kata David, lalu menyesap sedikit wine dari gelasnya.


"Kamu jangan salah paham padaku yang bertanya tentang hal itu. Aku justru ingin membantu Matthew, jika aku memang bisa melakukannya, karena aku tidak tertarik untuk menjadi CEO."


Kedengarannya, David memang bersungguh-sungguh saat berbicara kepada Chloe.


Namun, Chloe tetap merasa tidak pantas jika dia harus membocorkan—walau hanya sekecil apapun—informasi tentang Matthew kepada siapapun itu, kecuali kepada orang tua atau Grandpa dari Matthew.


"Entah dari siapa daddy bisa mendengarnya ... Tapi menurut perkataan daddy, Matthew telah jatuh cinta kepada wanita yang mendekatinya itu."


Rasanya, Chloe sulit untuk percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari David itu.


Tetapi ... Apa yang mengherankan?


Chloe harus berpikir realistis, bahwa bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, jika Matthew bisa dengan mudahnya jatuh cinta kepada Judy.


Mengingat kalau Judy adalah seorang wanita yang bisa dikatakan sempurna secara fisik, dan sukses dalam karirnya sebagai seorang selebriti kawakan, yang diperhitungkan di industri hiburan.


Ditambah lagi, jika dibanding-bandingkan dengan perkataan Matteo tentang gadis yang pernah dicintai oleh Matthew sewaktu dia masih di high school, maka mirip-mirip saja dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Judy.


"Walaupun aku sendiri belum berhasil dengan urusan percintaanku, tapi.... rasanya tidak ada salahnya jika aku mencoba membantu Matthew," kata David, sambil mengetuk-ngetuk meja dengan ujung jarinya.


"Kamu pasti mendengar rencana daddy-ku tadi, bukan?" tanya David, tanpa mengalihkan pandangannya dari Chloe.


Namun untuk beberapa saat lamanya, Chloe hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan David, hingga laki-laki itu kemudian berkata,


"Seandainya aku tahu siapa wanita yang Matthew sukai, maka aku mungkin bisa memberi pengertian kepadanya, ...


... jika seumpamanya saja ada orang suruhan dari daddy atau siapapun itu, yang ingin merusak hubungan antara Matthew dengan wanita yang dia sukai itu."


"Aku yang akan menengahi dan menjelaskan, agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara wanita itu dengan Matthew," lanjut David, tampak bersungguh-sungguh.


...Seandainya saja, apa yang Anda perkirakan memang terjadi, maka mungkin pada saat itu, saya akan segera memberitahu Anda....


... Dan di saat itu juga, saya berharap agar Anda memang bersungguh-sungguh untuk membantu Mister Matthew," kata Chloe, berhati-hati.


"Berarti memang benar, bahwa Matthew sedang mengencani seseorang?" tanya David, tampak ingin memastikan.


Chloe mengangguk pelan. "Iya, Sir."


"Okay! ... Kamu bisa memegang perkataanku. Kamu bahkan bisa memberitahu Matthew, akan apa yang kamu dengar malam ini kepadanya, agar dia bisa berjaga-jaga," kata David, terdengar tanpa beban.


"Hmm ... Rasanya saya tidak akan melaporkannya kepada Mister Matthew. Saya mempercayai janji Anda, dan saya tidak mau membuat Anda terlihat buruk," sahut Chloe, sambil berpikir.


"Saya hanya akan berusaha untuk mengatur, agar pertemuan Mister Matthew dengan wanita yang disukainya, tidak diketahui oleh siapapun," lanjut Chloe lagi.


Sambil tersenyum lebar dan menatap Chloe lekat-lekat, David lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata,


"Chloe! ... Kamu bisa mengambil keuntungan dari semua yang kamu ketahui ini, ataupun mempergunakannya untuk menghancurkan keluarga McLean....


... Tapi kamu justru memilih untuk melindungi kedua pihak? ... Benar-benar tidak mudah untuk menemukan orang sepertimu."


David mengangkat gelasnya yang berisi wine, dan menyesapnya sedikit, lalu berkata,


"Apa kamu sudah mengambil keputusan, akan bekerja di mana kamu nantinya saat berhenti menjadi asisten Matthew?"


"Hmm...." Chloe bergumam. "Saya mendapatkan tawaran untuk menjadi asisten bagi Presdir JT Corp."


"Ugh? ... Kantor utama JT Corp berjarak ribuan mil dari sini!" David terbelalak, dengan alisnya yang tampak mengerut dalam-dalam.


Chloe terdiam.


"Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu bersungguh-sungguh akan menerima tawaran itu? Aku sudah memintamu untuk bekerja denganku!"


David melontarkan pertanyaan serta ujarannya dengan nada suara yang meninggi. Dan dari raut wajahnya pun, menampakkan dengan jelas bahwa dia sedang merasa sangat gelisah sekarang ini.


"Chloe! ... Apa kamu tidak mau mempertimbangkannya lagi?" tanya David, sambil mempertahankan ekspresinya.


Seandainya Chloe bisa berterus terang, Chloe sebenarnya sempat merasa ragu untuk berhenti menjadi asisten Matthew, karena percakapan yang dilakukannya dengan Matthew di rumah sakit tadi.


Namun, karena saat ini Chloe mendengar kalau Matthew telah jatuh cinta, dan kemungkinan besar wanita yang dicintai oleh Matthew itu adalah Judy, sehingga Chloe tidak mau berada di sisi Matthew selamanya.


Karena tentu saja akan sangat menyakitkan bagi Chloe nantinya, jika dia membiarkan rasa cintanya kepada Matthew terpupuk dan tumbuh, sementara Matthew justru mencintai orang lain.


"Saya sudah memikirkannya, Sir ... Dan kemungkinan besar, saya tetap akan menerima tawaran dari Presdir JT Corp itu," sahut Chloe.


"Oh, gosh!" ujar David yang terlihat kesal.


Seperti hanya sedang meminum air kosong, David tampak terburu-buru meneguk wine dalam gelasnya sampai habis.


Tampak seolah-olah masih merasa kurang puas, David kemudian menuangkan cairan wine dari dalam botol hingga memenuhi gelasnya, dan meneguknya lagi sampai gelasnya kembali kosong.


"Sir! ... Jika Anda meminumnya terburu-buru seperti itu, maka Anda akan segera mabuk," kata Chloe, cemas.


"Jika kamu bekerja di JT Corp, apa sebaiknya aku juga mencoba mencari pekerjaan di sana?" tanya David, sambil menatap Chloe lekat-lekat.


Chloe tertawa kecil, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa yang Anda bicarakan...? Anda sudah memiliki pekerjaan yang bagus di sini."


"Jika kamu jauh di sana, maka aku tidak bisa melihatmu setiap hari! ... Aku akan sangat merindukanmu!" ujar David, seperti orang yang sedang frustrasi.


Dengan siku yang tersandar di atas meja, David lalu menyanggah kepalanya yang tertunduk menggunakan kedua tangannya.


Chloe menggeleng-gelengkan kepalanya dengan rasa tidak percaya akan apa yang dilihatnya, kemudian berkata,


"Jika Anda bertingkah seperti ini, Anda hanya akan membuat orang salah paham. Orang-orang mungkin akan berpikir, seolah-olah Anda akan berpisah dengan kekasih Anda."


Seolah-olah ada yang ingin dia katakan namun masih merasa ragu-ragu, David lalu mengangkat kepalanya dan menatap Chloe, sementara kedua tangannya tampak saling meremas di atas meja.


"Kapan pun Anda butuh teman bicara, maka Anda bisa menghubungi saya lewat video call. Asalkan saya tidak sibuk bekerja, saya pasti akan menerima telepon dari Anda," lanjut Chloe buru-buru.


"Aku menyesal telah membuat perjanjian denganmu...." ujar David, yang terlihat geram.


"Sir...?" Chloe kebingungan melihat reaksi dari David yang tiba-tiba berubah drastis.


"Kamu memilih untuk bekerja di JT Corp, itu karena Matthew yang mempersulit pekerjaanmu. Benar begitu, kan? Seharusnya aku tidak berjanji untuk membantunya....


... Karena dia lah yang menjadi penyebabnya, hingga kamu tidak mau lagi untuk bekerja di McLean property," kata David, yang tampak mengeraskan rahangnya.


"Matteo sudah mengatakannya padaku, kalau Matthew bersikap sangat kasar kepadamu. Tapi aku rasanya masih tidak bisa percaya, mengingat kamu yang selalu bekerja dengan sepenuh hati melayaninya....


... Aku mengira, kalau dia benar-benar akan berubah dan bersungguh-sungguh menghargai keberadaanmu. Nyatanya tidak demikian. Pantas saja jika Matteo, saudaranya sendiri, sampai bisa membencinya."


Dari raut wajah dan nada suaranya, David tampaknya benar-benar merasa geram kepada Matthew.


Dan Chloe tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada David, akan alasannya hingga berpikir untuk bekerja di JT Corp.


Lalu, Matteo....


"Apa yang dikatakan oleh Mister Matteo kepada Anda?" tanya Chloe, penasaran.


"Matteo sudah merasa curiga, kalau kamu tidak akan menerima pekerjaan yang ditawarkannya, ataupun yang menjadi tawaranku....


...Menurut Matteo, kemungkinan besar kamu justru akan menjauh dari orang-orang yang bisa membuatmu bertemu dengan Matthew....


... Kata Matteo, dia sudah menegur Matthew. Tapi kelihatannya tidak berpengaruh apa-apa. Karena buktinya, kamu tetap ingin menerima tawaran pekerjaan yang jauh dari kami semua."


Walaupun masih terlihat kesal, namun David masih mau memberitahu Chloe, akan apa yang Matteo katakan kepadanya.


"Maafkan aku, Chloe ... Tapi jika kamu tetap memilih untuk bekerja di JT Corp, maka aku akan membatalkan janjiku....


... Aku tidak mau membantunya. Aku justru akan membiarkan Matthew dibawa pergi ke luar negeri!" lanjut David, terdengar seperti sedang mengancam.