Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 54



Chloe berdiri di depan cermin, memastikan bahwa pakaian yang dikenakannya untuk bekerja hari ini sudah terlihat rapi.


Sambil memasang riasan wajah tipis, Chloe mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.


Chloe merasa yakin kalau Matthew pasti sangat kelelahan, karena Matthew yang masih saja mengalami mimpinya yang buruk dan mengganggu jam istirahatnya.


Untung saja, malam tadi kondisi Matthew tidaklah separah malam sebelumnya, dan siang kemarin.


Chloe yang memeluknya erat, dan tanpa henti membisikkan kata-kata untuk menenangkannya, tampaknya cukup berguna, hingga Matthew masih bisa kembali tertidur sampai pagi.


Walaupun demikian, pertanyaan demi pertanyaan yang tidak memiliki sedikitpun petunjuk untuk menemukan jawabannya, semakin bermunculan di dalam kepala Chloe.


Seperti pertanyaan akan apa yang memicu Matthew, hingga dia bisa bermimpi buruk setiap kali dia tertidur. Karena sebelum-sebelumnya, Matthew tidak pernah seperti itu.


Mengingat pembicaraannya dengan Maddison, dan mencoba untuk mengait-ngaitkannya dengan keadaan Matthew itu, Chloe jadi khawatir kalau-kalau dia lah yang menjadi pemicu bagi mimpi buruk Matthew.


Dan itu sebabnya, hingga Maddison bisa terdengar seperti kecewa, saat bicara kepada Chloe kemarin siang.


Sudahlah!


Chloe harus buru-buru menemui Matthew di rumah utama sekarang, dan dia tidak bisa membuang-buang waktu lebih lama di paviliun, hanya untuk melamun.


Ketika Chloe melangkahkan kakinya menuju ke rumah utama, di bagian depan halaman rumah Matthew itu, terlihat sebuah mobil mewah yang terparkir di sana.


Melihat kode yang menempel di plat nomor kendaraan, Chloe tahu kalau itu adalah mobil dinas bagi petinggi dari McLean grup—perusahaan induk dari McLean property.


Akan tetapi, yang Chloe tahu, tidak ada rencana ataupun pemberitahuan akan adanya tamu yang berkunjung ke rumah Matthew. Apalagi di jam-jam sekarang ini, di saat Matthew dan Chloe harus bersiap-siap untuk ke kantor.


Dengan rasa penasaran, Chloe mempercepat langkahnya, dan memasuki rumah Matthew, lalu mengintip di ruang tamu.


Namun, tidak ada seorangpun di sana.


Semakin aneh saja rasanya, karena entah siapa berarti yang berkunjung ke rumah Matthew sekarang ini.


Ketika Chloe hampir mencapai kamar Matthew, di kursi yang ada di dekat pintu kamar Matthew, terlihat ada Nathan dan seseorang yang asing yang sedang duduk bersamanya di sana.


Chloe tersentak dan terbelalak, saat menyadari siapa yang menjadi tamu Matthew.


Orang asing yang tampak sudah lanjut usia, dan memegang tongkat di tangannya itu pastilah Jackson McLean, Grandpa dari Matthew.


"Selamat pagi, Sir!" sapa Chloe, setelah dia sudah berdiri di dekat Nathan dan Jackson.


"Selamat pagi, Chloe!" Nathan membalas sapaan Chloe, sambil berdiri dari tempat duduknya, kemudian menunjuk dengan telapak tangannya yang terbuka ke arah Jackson. "Mister Jackson McLean, Grandpa dari Matthew."


"Selamat pagi, Mister Jackson McLean! ... Nama saya Chloe Fern," sapa Chloe, sambil memperkenalkan dirinya.


Sementara itu, Jackson dengan tatapan matanya yang tajam, justru memandangi Chloe dari ujung rambut sampai ke kakinya, sebelum dia membalas sapaan Chloe itu.


"Selamat pagi!"


"Bagaimana perjalanan Anda, Sir?" tanya Chloe, berbasa-basi.


Jackson hanya terdiam, tampak tidak mau melihat ke arah Chloe, dan raut wajah kaku di kulitnya yang sudah berkeriput, mengingatkan Chloe pada Matthew.


Nathan yang tampak seakan-akan hanya memaksakan dirinya untuk tersenyum, kemudian berkata,


"Tidak ada masalah yang berarti ... Kami sudah tiba di sini sejak tengah malam tadi."


"Apa dia yang menjadi asisten pribadi Matthew?" Menilai dari pertanyaan Jackson, tampaknya dia sedang bertanya kepada Nathan tentang Chloe.


"Iya, Sir ... Dia lah Miss Fern yang saya pekerjakan untuk mendampingi Matthew," jawab Nathan, tampak berhati-hati.


Dari cara dan gaya bicaranya, di antara Nathan dan Jackson tidaklah sama seperti anggota keluarga pada umumnya, karena Nathan justru tampak segan seperti sedang berbicara dengan atasannya saja.


"Apa yang kamu lakukan dengan berdiri saja di situ?" tanya Jackson, yang tiba-tiba menatap Chloe lekat-lekat.


Menurut Chloe, bukan hanya sikap kaku dan dinginnya saja, tatapan mata Jackson yang juga memiliki iris berwarna hijau terang pun, sangat mirip dengan Matthew.


Seolah-olah, Jackson adalah versi lanjut usia dari Matthew.


"Apa kamu tidak ada pekerjaan?" tanya Jackson lagi, dengan nada suara tegas menyentak, dan seketika itu juga membuyarkan lamunan Chloe.


"Maafkan saya, Sir ... Permisi!" Chloe lalu bergegas masuk ke dalam kamar Matthew.


Di dalam kamar, Chloe mendapati Maddison sedang membantu Matthew berpakaian, hingga Chloe buru-buru menyapanya.


"Selamat pagi, Madam!"


Maddison lalu berbalik.


Dengan memasang raut wajah seperti dia sedang merasa sedih, Maddison memandangi Chloe untuk sesaat, sebelum dia akhirnya membalas sapaan Chloe.


"Selamat pagi, Chloe!"


Maddison lalu bergeser, menjauh dari Matthew, seolah-olah dia ingin memberi kesempatan kepada Chloe, untuk menggantikannya mengurus Matthew.


Tanpa perlu berlama-lama dan berkomentar apa-apa, Chloe segera menghampiri Matthew, dan melihat apa yang bisa dia lakukan untuk membantu Matthew di situ.


Sembari Chloe memasangkan dasi di lehernya, Matthew kemudian berkata,


"Jelaskan pada mommy-ku! ... Kalau jadwal kita hari ini sangat padat, dan hanya nanti malam saja barulah aku ada waktu untuk kumpul keluarga."


"Mommy bisa mendengarmu...." kata Maddison, seolah-olah dia merasa kalau dia tidak butuh penjelasan dari Chloe lagi. "Tapi Grandpa belum tentu mau untuk membuang-buang waktunya."


"Grandpa sibuk dengan pekerjaannya, begitu juga aku. Tidak mungkin Grandpa tidak mau mengerti itu!" sahut Matthew, ketus. "Mommy tidak perlu menjadikan Grandpa sebagai alasan ... Aku baik-baik saja."


Namun, Chloe harus berpura-pura seolah-olah dia tidak tahu-menahu, akan apa yang sedang terjadi di situ, dan tetap fokus pada pekerjaannya melayani Matthew.


"Anda sudah siap," ujar Chloe kepada Matthew, sambil menunggu arahan dari Matthew ataupun Maddison.


"Chloe! ... Ke sini sebentar!" kata Maddison, mengajak Chloe berjalan bersamanya, menuju ke salah satu sudut kamar, menjauh dari Matthew.


"Tunggu sebentar, Sir!" kata Chloe.


"Jangan berlama-lama! ... Kita nanti terlambat ke kantor!" sahut Matthew, tegas.


Chloe mengangguk setuju, lalu meninggalkan Matthew, dan buru-buru menyusul Maddison.


Setelah Chloe berdiri di dekatnya, Maddison kemudian berkata,


"Matthew terlihat lelah ... Apa dia masih bermimpi buruk malam tadi?"


"Hmm ... Iya, Madam!" jawab Chloe, berhati-hati.


"Chloe...." Maddison seolah-olah ingin berkata sesuatu, namun merasa ragu-ragu, hingga dia tidak melanjutkan perkataannya dan justru hanya terdiam untuk beberapa saat.


"Chloe! ... Jangan membuang-buang waktu!" ujar Matthew, setengah berteriak.


Chloe yang kebingungan antara harus menunggu apa yang dikatakan oleh Maddison, atau mendengarkan arahan Matthew, akhirnya hanya bisa berucap kepada Maddison.


"Maafkan saya, Madam ... Saya harus pergi sekarang."


"Chloe...! Aku tahu kalau permintaanku belakangan ini sudah cukup berlebihan. Tapi demi aku yang mengkhawatirkan keadaan anakku, tolong kamu pikirkan baik-baik, sebelum kamu melakukan sesuatu."


Perkataan Maddison itu terasa menggantung, dan entah akan ke mana arah pembicaraannya. Namun waktu yang mepet, membuat Chloe tidak bisa bertanya akan apa maksud Maddison.


"Permisi, Madam!" Chloe lalu kembali menghampiri Matthew yang tampak sudah tidak sabar menunggunya.


Chloe segera memapah Matthew, berjalan keluar dari dalam kamarnya, dan menyempatkan untuk berhenti sebentar di depan Jackson dan Nathan, karena Matthew yang berbicara kepada mereka.


"Aku harus bekerja, Grandpa! ... Nanti, kita bisa makan malam bersama," kata Matthew.


Jackson tidak segera menanggapi perkataan Matthew, dan justru terdiam untuk beberapa saat.


Seakan-akan sedang menyelidik, dengan alisnya yang tampak mengerut dalam-dalam, dan memasang raut wajah kesal, Jackson memandangi Matthew dan Chloe bergantian.


"Kamu pasti sudah tahu apa kesalahanmu."


Perkataan Jackson itu entah ke mana arah dan maksudnya, tetapi Nathan tiba-tiba berkata,


"Iya, Sir! ... Maafkan saya."


"Kami harus pergi sekarang, Grandpa!" ujar Mathew buru-buru, seolah-olah dia tidak peduli, atau hanya bertingkah masa bodoh dengan apa yang dilihat dan didengarnya.


Jackson lalu mengangguk setuju, dan di saat itu juga Matthew kemudian mulai berjalan pergi menjauh dari situ, bersama-sama dengan Chloe.


Sementara itu, sejak mereka keluar dari rumah, kemudian memasuki mobil Matthew yang sudah siap untuk mengantarkan mereka ke kantor, Chloe hampir tidak bisa berhenti memikirkan semua keanehan yang dia lihat, dan dia dengarkan di rumah Matthew.


Sehingga dengan demikian, Chloe jadi banyak melamun di perjalanannya bersama Matthew ke kantor.


"... mana?" Pertanyaan Matthew tidak terdengar keseluruhannya oleh Chloe, yang tenggelam dalam pikirannya sendiri.


"Ugh? ... Maafkan saya ... Apa yang Anda katakan, Sir?" ujar Chloe, kebingungan dan merasa sedikit cemas, kalau-kalau Matthew akan memarahinya, karena dia yang tidak berkonsentrasi.


Namun, dugaan Chloe saat itu tidak terbukti, karena Matthew tidak memarahinya, dan hanya menatap Chloe lekat-lekat untuk beberapa saat.


Matthew kemudian mengambil sebelah tangan Chloe, lalu menggenggamnya dengan erat.


"Katakan dengan jujur! ... Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa mommy-ku mengatakan sesuatu kepadamu?" tanya Matthew, pelan.


"Mommy memang mengatakan sesuatu kepada saya. Tapi sejujurnya, saya tidak mengerti maksud perkataannya," kata Chloe, berterus terang.


Dan untuk memuaskan rasa penasarannya, dengan berhati-hati, Chloe kemudian memberanikan dirinya untuk lanjut berkata,


"Maafkan saya, Sir ... Bukannya saya berniat untuk mencampuri urusan dalam keluarga Anda. Tapi saya merasa penasaran, karena suasana di rumah Anda tadi terasa sangat mengganjal....


... Sir! ... Apakah saya telah melakukan kesalahan? ... Tolong katakan saja, Sir! ... Agar saya bisa memperbaiki diri, dan meminta maaf dengan layak kepada Anda dan keluarga."


Matthew terasa semakin mempererat genggamannya di tangan Chloe, lalu berkata,


"Kamu tidak perlu meminta maaf ... Justru aku yang harus meminta maaf kepadamu. Karena aku rasa, tanpa sengaja aku telah melibatkanmu dalam masalahku."


"Tapi aku berjanji akan menyelesaikannya. Aku masih memikirkan bagaimana caranya, itu sebabnya sehingga aku tidak mau terburu-buru melakukan pertemuan keluarga."


Setelah dia selesai melanjutkan perkataannya, Matthew lalu memalingkan wajahnya dan melihat ke luar jendela di sampingnya.


Namun, pernyataan dari Matthew itu, justru hanya membuat Chloe jadi semakin bingung dan tidak tahu arah.


Karena dugaan Chloe, bahwa orang tua dan Grandpa Matthew merasa kecewa kepadanya, tampaknya memang benar adanya.


Chloe rasanya kesulitan untuk menyembunyikan rasa penasarannya, sehingga dia kemudian berkata,


"Maafkan saya, Sir ... Tapi, apa Anda bisa memberitahu saya, apa yang jadi masalah Anda? Dan bagaimana sampai saya bisa ikut terlibat di dalamnya?"


Matthew kembali melihat ke arah Chloe, dan dengan tatapannya yang sayu, Matthew menatap Chloe lekat-lekat, sambil mengunci mulutnya rapat-rapat.


Hingga beberapa saat berlalu, sampai mereka tiba di kantor, Matthew masih saja terdiam dan tampaknya merasa kesulitan untuk menjelaskannya kepada Chloe.


"Maafkan aku ... Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Tapi aku akan memastikan, kalau kamu tidak akan mengalami kesulitan karena masalahku itu. Jadi, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya," kata Matthew.