
Matthew tampak mengeraskan rahangnya, sembari menatap tangan David yang melingkar di pinggang Chloe.
Namun, setelah dia mengangkat pandangannya, Matthew lalu tersenyum seolah-olah sedang mengejek David serta Chloe, yang dipandanginya secara bergantian.
"Pegawai yang baik katamu?" tanya Matthew, sambil tetap tersenyum. "Apakah maksudmu, dia baik dalam melayani laki-laki sepertimu?"
Chloe kemudian melepaskan tangan David dari badannya, lalu bergeser sedikit menjauh dari laki-laki itu.
Chloe tahu bahwa karena tingkah David yang merangkulnya lah, yang mungkin membuat Matthew berkata seperti itu.
Namun, walaupun demikian, Chloe tetap merasa sangat kesal kepada Matthew, yang melontarkan ujaran yang sangat merendahkannya.
"Phew! ... Seandainya saja, Chloe memang seperti yang kamu bayangkan." David lagi-lagi menarik Chloe hingga mendekat padanya.
"Sir?!" ujar Chloe, sambil melihat David yang menatapnya, dan tampak seperti tidak akan melepaskan rangkulannya dari Chloe.
"Kenapa kamu tidak memecatnya saja?" David kembali melihat ke arah Matthew. "Mau tidak mau, dia pasti akan mempertimbangkan untuk bekerja bersamaku."
Lagi-lagi, Matthew terlihat mengeraskan rahangnya, sambil menatap David lekat-lekat.
"Dia bisa menyerahkan surat pengunduran dirinya," kata Matthew.
"Tsk! ... Itu masalahnya. Chloe terlalu loyal kepada daddy-mu. Aku rasa, dia tidak akan mengundurkan diri, selama daddy-mu masih mempekerjakannya....
... Jadi, lebih baik kamu memecatnya saja. Kamu bisa mencari orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, yang bisa menggantikannya," sahut David, datar.
"Sir!" ujar Chloe, mencoba menyela pembicaraan antara David dan Matthew.
"Semakin cepat, maka akan semakin baik. Aku ingin agar dia bisa lebih banyak menghabiskan waktunya denganku. Karena mungkin saja, dengan begitu, selain mendapatkan pegawai yang kompeten, ...
... aku juga mungkin bisa mendapatkan peluang, untuk menjadikannya sebagai kekasihku," lanjut David, sambil mempererat rangkulannya di pinggang Chloe.
"Sir! ... Apa yang Anda bicarakan?" tanya Chloe kepada David, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lalu kamu pikir aku akan membuatmu senang?" Hampir bersamaan dengan Chloe, Matthew yang tampak semakin geram, menantang perkataan David.
"Chloe! ... Ikut denganku sekarang!" Matthew membentak Chloe, dan terlihat berjalan menjauh, mengarah ke lift pengangkut barang.
Akan tetapi, karena merasa cukup takut untuk berjalan di lantai rooftop yang terbuka itu, sehingga Chloe masih tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
Dan mungkin karena merasa tidak sabar untuk menunggu, Matthew lalu berbalik dan bersuara lantang. "Chloe! ... Apa kamu tidak mendengarku?"
Chloe tersentak, lalu memberanikan dirinya untuk melangkahkan kakinya dengan perlahan, sementara sekujur tubuhnya gemetar hebat.
"Dasar bodoh!" kata David, kemudian segera menghampiri Chloe, dan memegangnya. "Chloe takut dengan ketinggian!"
Tidak ada lagi yang berkata apa-apa, ketika Chloe menggunakan lift barang yang bergerak turun ke dasar gedung, bersama-sama dengan David serta Matthew.
Sampai mereka keluar dari dalam lift, barulah Matthew segera berkata,
"Aku tidak mau melihatmu bersamanya lagi!"
David yang mendengar larangan yang diucapkan Matthew kepada Chloe itu, hanya tersenyum sinis, lalu menatap Chloe lekat-lekat, dan berkata,
"Ingat apa yang aku katakan tadi! ... Demi kebaikanmu, kamu harus buru-buru mempertimbangkan, untuk bekerja bersamaku."
Secara spontan saja, Chloe kemudian mengangguk setuju, saat mendengar perkataan dari David.
"Bye, Chloe! ... See you soon!" kata David, sambil tersenyum.
"Bye, Sir!" sahut Chloe.
Masih dengan sikap tidak pedulinya, David yang memasang tampang masa bodoh, lalu melirik Matthew.
David bahkan tidak berpamitan dengan Matthew, ketika dia berlalu pergi meninggalkan Chloe bersama Matthew di situ.
"Kamu menyukainya?" tanya Matthew, yang masih tampak geram. "Aku akan membuatmu—"
"Saya menghormati Anda, sebagaimana saya menghormati Mister Nathan. Saya sudah tahu, jika Anda tidak menyukai keberadaan saya....
... Tapi apa Anda bisa sedikit bermurah hati untuk memberikan saya bantuan?" kata Chloe menyela perkataan Matthew.
Matthew terdiam, dan tidak melanjutkan kalimatnya yang terhenti tadi.
"Sejak awal saya bekerja di bawah arahan Mister Nathan, saya tidak pernah berniat untuk mengecewakannya. Dan saya akan berusaha untuk tetap seperti itu, sampai masa kerja saya berakhir....
... Jadi saya sangat berharap, agar Anda bisa memberikan bantuan untuk mewujudkannya, dengan tetap bersabar, selama saya masih menjadi asisten Anda. Saya akan sangat berterimakasih, jika Anda bisa membantu saya....
... Dan Anda tidak perlu khawatir, karena saya bisa pastikan, bahwa tidak akan butuh waktu yang terlalu lama. Karena saya akan menyerahkan surat pengunduran diri, di akhir bulan ini," lanjut Chloe.
Chloe mengambil catatan yang ada di atas meja di depan sebuah kantor sementara, yang menjadi tempat pertemuan antara Matthew dan kepala proyek tadi.
Dan setelah itu, Chloe segera bersiap-siap untuk kembali ke kantor utama, dengan bergerak masuk ke dalam mobil, yang akan mengantarkannya dan Matthew.
Setelah sekian lama Matthew tidak mengatakan apa-apa kepada Chloe, sampai mereka tiba di gedung kantor utama McLean property, Matthew akhirnya membuka suaranya.
"Apa kamu berencana untuk bekerja pada David?" tanya Matthew.
"Ugh? ... Apa yang baru saja Anda katakan, Sir?"
Di dalam lift, Chloe yang sibuk memperhatikan berkas di tangannya, tidak mendengar dengan baik apa yang dikatakan oleh Matthew.
"Kamu berpikir untuk mengundurkan diri, karena kamu akan bekerja pada David?" Matthew mengulang pertanyaannya.
"Sir! ... Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu. Karena yang pasti, selama saya bekerja pada Anda, maka saya tidak akan mengkhianati kepercayaan Anda," kata Chloe.
Entah apa penyebabnya, hingga Matthew terlihat gerah, kemudian melonggarkan dasi yang dikenakannya.
Chloe yang melihatnya, kemudian kembali merapikan dasi yang dipakai oleh Matthew, sembari berkata,
"Maafkan saya, Sir! ... Tapi sekarang ini, Anda akan melakukan pertemuan dengan Presdir JT Corp."
Sementara itu, Chloe yang kemudian lanjut merapikan jas yang dikenakan oleh Matthew, masih bisa melihat dengan ujung matanya, kalau Matthew sedang menatapnya.
Namun Chloe berpura-pura tidak menyadarinya, sampai dia selesai memperbaiki penampilan Matthew.
Chloe justru berbalik, dan memastikan bahwa dia tidak salah menekan tombol lift, di nomor lantai yang akan menjadi tujuan Matthew.
"Di mana pertemuannya?" tanya Matthew.
"Ruang konferensi." Bertepatan dengan Chloe yang menyebutkan tempat yang ditanyakan oleh Matthew, pintu lift itu kemudian terbuka.
Di ruang konferensi, Presdir dari JT Corp terlihat sudah berada di sana, dan Chloe yang menyambutnya lebih dulu.
"Selamat siang, Sir!" ujar Chloe.
"Selamat siang, Miss Fern!" Laki-laki berusia di sekitar lima puluhan tahun itu, yang sudah familiar dengan Chloe, membalas sapaan Chloe sambil tersenyum.
"Mister Matthew McLean ... CEO McLean property." Chloe memperkenalkan Matthew, kepada Presdir JT Corp.
Presdir JT Corp segera mengulurkan sebelah tangannya ke arah Matthew, lalu berjabat tangan dengan Matthew, seraya saling menyapa dan berbasa-basi, sebelum mereka akhirnya mengambil tempat duduk masing-masing.
Sementara pertemuan di tempat itu berlangsung, Chloe tetap berada di sana, dan mencatat poin penting dari pembahasan, yang dilakukan oleh Matthew dan Presdir JT Corp.
Sampai akhirnya pertemuan itu berakhir, dan Presdir JT Corp masih berbasa-basi, sebelum dia beranjak pergi dari sana, dengan berkata,
"Kalau begitu, saya akan mengabari Anda lewat Miss Fern. Terima kasih atas waktunya."
"Miss Fern! ... Saya sangat berterima kasih karena Anda telah membantu, agar saya bisa berkesempatan untuk bertemu dengan CEO hari ini." Presdir JT Corp, mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Chloe.
"Saya hanya melakukan tugas saya, Sir ... Terima kasih atas kepercayaannya," sahut Chloe, lalu mengantar Presdir JT Corp, sampai ke luar dari ruang konferensi.
Ketika Chloe kembali menghampiri Matthew, sambil berjalan menuju ke lift, Chloe kemudian berkata,
"Anda sudah bisa istirahat makan siang sekarang, Sir ... Saya sudah membuat reservasi di restoran xx, dan supir Anda akan mengantarkan Anda ke sana."
"Kamu tidak makan siang bersamaku?" tanya Matthew.
"Apa masih ada yang Anda butuhkan?" Chloe balik bertanya.
"Tidak ada. Tapi...." Matthew tampak ragu-ragu.
"Kalau begitu, Anda sudah bisa pergi sekarang. Supir Anda telah menunggu di bawah. Permisi, Sir!" sahut Chloe, datar.
Chloe baru saja akan berlalu pergi, berniat untuk menggunakan lift yang berbeda, namun Matthew segera menghadang langkahnya.
"Kamu akan pergi ke mana? Kenapa tidak memakai lift yang sama denganku?" tanya Matthew.
"Saya masih harus kembali ke meja kerja saya, Sir." Chloe memperlihatkan berkas di tangannya.
"Sama-sama denganku saja. Ada yang ingin aku ambil di dalam ruang kerjaku," ujar Matthew, memaksa.
Matthew yang memegang lengan Chloe, tampak seperti ingin menyeret Chloe, agar ikut masuk dalam satu lift yang sama, yang pintunya kini telah terbuka.
"Ubah reservasi di restoran itu! Buat pesanannya untuk dua orang," kata Matthew.