
Matteo yang menampakkan rasa irinya kepada Matthew itu, tidak bisa ditanggapi apa-apa oleh Chloe.
Karena menurut Chloe, dia tidak mengetahui bagaimana perlakuan yang diterima dari Matteo dan Matthew sampai saat ini.
Selain itu, yang pastinya, Chloe juga sadar diri kalau dia tidak memiliki hak untuk menilai, ataupun masuk campur dalam urusan pribadi keluarga McLean.
Walaupun demikian, hingga Matteo kembali ke rumahnya, dan Chloe kemudian menemui Matthew di ruang kerjanya, Chloe masih memikirkan perkataan Matteo.
"Apa lagi yang mengganggu konsentrasimu kali ini?" tanya Matthew, yang terlihat kesal.
"Maafkan saya, Sir," ucap Chloe, yang menyadari kelalaiannya yang tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh Matthew.
Matthew mendengus kasar, lalu menatap Chloe lekat-lekat. "Apa kamu mau jalan-jalan?"
"Ugh?" Chloe terkejut dengan pertanyaan Matthew yang sama sekali tidak biasa itu.
"Anda mau jalan-jalan?" Chloe balik bertanya untuk memastikan.
"Musim panas seperti sekarang ini, mungkin akan menyenangkan jika pergi ke pantai," kata Matthew, lalu memandang ke arah kakinya di bawah meja. "Tapi tidak dengan kakiku yang seperti ini."
"Hmm ... Apa Anda mau berjemur di dekat kolam renang?" Chloe mencoba memberikan ide, agar Matthew tidak perlu bepergian jauh-jauh.
Matthew terdiam sejenak kemudian mengangguk setuju. "Okay! ... Temani aku ke sana!"
Chloe lalu merapikan meja kerja Matthew, kemudian membawa Matthew ke kamarnya untuk berganti pakaian, sebelum akhirnya mereka pergi ke kolam renang yang ada di bagian belakang rumah.
Matthew yang memakai kaus longgar dan celana pendek, kemudian berjemur di bawah sinar matahari, dengan berbaring telentang di bangku yang ada di dekat kolam renang.
Sementara itu, Chloe memilih bangku yang terlindung dengan payung, sambil memeriksa ponselnya.
Namun setelah beberapa menit kemudian, dan Chloe merasa tidak ada yang menarik di ponselnya, Chloe lalu meletakkan ponselnya ke atas sebuah meja kecil yang ada di dekatnya.
"Apa kamu bisa berenang?" tanya Matthew, yang terlihat sedang membuka gulungan perban di kakinya.
"Iya," jawab Chloe, sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Matthew. "Kenapa Anda membuka perbannya?"
"Pergi berganti pakaian! ... Aku tunggu!" Matthew tidak menjawab pertanyaan Chloe, dan justru hanya memberikan arahannya.
Tanpa berlama-lama lagi, Chloe segera pergi ke paviliun, menuruti perkataan Matthew, dan berganti pakaian dengan bikini one piece.
Ketika Chloe kembali ke kolam renang, Matthew terlihat sudah berada di dalam kolam.
Matthew sudah melepaskan kaus longgarnya, dan berenang dari ujung ke ujung kolam, dengan memakai celana pendeknya saja.
Melihat kalau Matthew tampaknya menikmati kegiatannya di dalam kolam, Chloe kemudian berjemur dengan duduk bersandar di bangku, sambil sesekali memandangi Matthew yang terlihat bugar, saat menggerakkan seluruh badannya memecah kulit air.
Setelah beberapa kali berenang bolak-balik, Matthew kemudian terlihat menepi, lalu memanggil Chloe, dengan berkata,
"Chloe! ... Mendekat ke sini! ... Ada yang ingin aku katakan!"
Karena mengira kalau ada sesuatu yang dibutuhkan oleh Matthew, sehingga Chloe mendekat ke pinggir kolam, lalu sedikit membungkuk.
Namun, karena dia yang benar-benar tidak siap dengan gerakan Matthew yang cepat dan tiba-tiba, sehingga Chloe tidak sempat berkata apa-apa, ketika Matthew kemudian menariknya sampai tercebur ke dalam kolam bersamanya.
"Apa yang Anda lakukan?" tanya Chloe dengan perasaan kesal, sambil mengusap air dari wajahnya.
"Aku menyuruhmu berganti pakaian, untuk menemaniku berenang. Dan bukannya hanya menjadi penonton," ujar Matthew, lalu tampak tertawa puas.
Chloe menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu terpikir sesuatu. "Apa kaki Anda tidak sakit?"
"Sedikit ... Tapi aku bisa menahannya," sahut Matthew, sambil menggerakkan kakinya yang cedera di dalam air, kemudian berenang ke arah berlawanan dari ujung kolam tempat mereka mengambang.
Chloe baru saja berniat untuk beranjak keluar dari kolam, namun secara mendadak, terdengar suara Matthew yang berseru, hingga membuat Chloe segera berbalik melihat ke arahnya.
"Chloe! ... Chloe! ... Kakiku kram!" Di saat itu juga, Matthew seolah-olah tidak bisa berenang lagi dan tampak seperti dia akan tenggelam.
"Oh, gosh!" ujar Chloe, panik.
Secara naluriah, Chloe bergerak cepat dengan berenang ke arah Matthew, berniat untuk menolong laki-laki itu yang tampaknya akan tenggelam ke dasar kolam.
Akan tetapi, Matthew sepertinya hanya sedang mengerjai Chloe saja. Karena ketika Chloe menariknya, sampai mengambang di atas kulit air, Matthew justru tertawa terbahak-bahak.
Menurut Chloe, tidaklah lucu lelucon yang dilakukan oleh Matthew itu, karena Chloe benar-benar khawatir dibuatnya, hingga jantungnya masih terasa berdebar-debar karena ketakutan.
Rasanya, Chloe mau saja menampar Matthew saat itu, namun dia masih menahan diri, dan hanya membentak Matthew, dengan berkata,
Seketika itu juga Matthew berhenti tertawa, lalu menatap Chloe lekat-lekat.
Matthew tampaknya menyadari, kalau Chloe bersungguh-sungguh mencemaskannya, sehingga dia kemudian memeluk Chloe, lalu berkata,
"Maafkan aku ... Aku hanya bercanda."
Perlakuan Matthew itu, tampak seolah-olah dia ingin menenangkan Chloe dari rasa paniknya tadi, dan memang berhasil untuk membuat Chloe bisa kembali bernapas lega.
Chloe mendengus kasar. "Jangan pernah melakukannya lagi! ... Saya tadi mengira kalau akan terjadi sesuatu yang buruk pada Anda."
Merasa kalau Matthew seolah-olah tidak mau melepaskan pelukannya, Chloe kemudian mencoba mendorong Matthew agar menjauh.
Namun, Matthew justru mempererat pelukannya, sehingga Chloe berdeham untuk membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa gatal, lalu berkata,
"Apa Anda bisa melepaskan saya sekarang? ... Rasanya sangat aneh."
Matthew sepertinya tidak menyangka kalau Chloe akan berkata seperti itu, hingga dia memegang kedua sisi lengan atas Chloe, lalu dengan alisnya yang tampak mengerut, Matthew menatap Chloe.
Matthew yang seperti orang kebingungan, tampak tidak kalah bingungnya dibandingkan dengan Chloe, yang melihat sikap Matthew yang tidak biasa itu.
"Apa yang aneh?" Matthew kelihatannya tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya lagi.
"Sikap Anda yang aneh," jawab Chloe, spontan.
"Apa ada yang salah? Aku hanya mengapresiasi tindakanmu yang mencemaskan dan berusaha menyelamatkanku," ujar Matthew, ketus.
"Semua orang yang melihat situasi darurat, pasti akan berusaha untuk menolong. Jadi Anda tidak perlu bersikap berlebihan....
... Karena saat ini, rasanya saya tidak sedang berhadapan dengan Mister Matthew. Melainkan terasa seperti saya sedang bersama Mister Matteo," kata Chloe.
"Apa maksudmu?" Lipatan-lipatan di kening Matthew terlihat semakin dalam.
"Maksud saya, Anda hanya membuat saya bingung. Saat ini Anda bercanda, dan bersikap manis, ... itu bukan Mister Matthew yang saya kenal. Mister Matteo yang memiliki sifat seperti itu," jawab Chloe, jujur.
"Kamu membanding-bandingkan aku dengan Matteo?" tanya Matthew, ketus.
"Tsk!" Chloe berdecak, sambil memikirkan cara menjelaskannya kepada Matthew, agar Matthew tidak semakin meradang.
"Anda jangan salah paham. Selama ini, saya bisa membedakan Anda dengan Mister Matteo, hanya dari tingkah laku, dan gerak-gerik Anda berdua....
... Sejujurnya saya senang, jika Anda memiliki perilaku yang sama seperti Mister Matteo. Tapi untuk sementara, saya belum terbiasa. Sehingga rasanya jadi aneh," kata Chloe, lalu tersenyum.
Namun, penjelasan Chloe itu tampaknya tidak memuaskan bagi Matthew, karena laki-laki itu justru terlihat semakin kesal, lalu berenang menjauh dari Chloe.
Chloe yang sudah mulai terbiasa dengan emosi Matthew yang turun naik, tidak mau menanggapinya lebih jauh, dan memilih untuk berenang ke tepi kolam.
Sebelum Chloe beranjak keluar dari kolam, Matthew yang tiba-tiba saja sudah berada di dekatnya lagi, kemudian berkata,
"Apa kamu tidak memperhatikan kami baik-baik?"
Matthew semakin mendekat ke arah Chloe, lalu menunjuk sudut bagian bawah dari salah satu matanya, seolah-olah menyuruh Chloe memperhatikan bagian wajah yang ditunjuknya itu.
"Lihat! ... Aku memiliki tahi lalat, sedangkan Matteo tidak memilikinya," ujar Matthew, tampak bicara serius.
Setelah memperhatikannya baik-baik untuk beberapa saat, Chloe bisa melihat kalau memang ada satu tahi lalat kecil, di bagian ujung bawah dari mata sebelah kiri Matthew.
"Sekecil itu, ... tentu saja sulit untuk dilihat," celetuk Chloe, yang hampir tertawa.
"Aargh!" Matthew tampak geram. "Kamu harus bisa membedakan kami. Karena aku tidak sama dengannya."
"Tentu saja! ... Itu hal yang mudah! ... Karena Mister Matteo masih lebih manis, jika dibandingkan dengan Anda," ujar Chloe sambil tertawa, hendak mengejek Matthew.
"Chloe...!" ujar Matthew, dengan suaranya yang meninggi.
Rasanya, Chloe tidak takut lagi menghadapi kemarahan Matthew, dan justru masih ingin mengejeknya. Sehingga Chloe kemudian berkata,
"Baik, Sir! ... Saya nantinya akan membawa lensa mikroskop ke mana pun saya pergi. Agar saya bisa melihat tanda di mata Anda itu."
Matthew menggeleng-gelengkan kepalanya, dan akhirnya ikut tertawa bersama-sama dengan Chloe.
"Awas saja kamu nanti!" ujar Matthew, lalu menarik Chloe, sampai terseret kembali ke bagian tengah kolam renang.