Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 16



Karena keadaan kaki Matthew yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas, mau tidak mau, Chloe harus menempel pada Matthew di setiap aktivitas dari Atasannya itu.


Sementara, jadwal kerja Matthew cukup padat hari itu, sehingga Chloe hampir kewalahan untuk mengurus pekerjaan utamanya, dan sekaligus mengurus Matthew, yang ke mana-mana harus dibantu oleh Chloe untuk berdiri, apalagi berjalan.


Chloe menyarankan ulang, agar Matthew mau memeriksakan kakinya ke dokter, namun dengan alasan jadwal kerja yang padat, Matthew menolaknya.


"Nanti saja! ... Setelah semua pekerjaan sudah selesai dikerjakan. Aku tidak mau pekerjaan ini harus tertunda, dan menumpuk setelah libur akhir pekan."


Begitu kata Matthew, yang menurutnya besok sudah libur akhir pekan, dan dia bisa beristirahat total, asalkan semua pekerjaan yang harus dilakukan hari ini, bisa selesai dikerjakan seperti sebagaimana yang seharusnya.


Alhasil, Chloe harus menjadi kaki bantuan untuk Matthew, di setiap pertemuan yang harus didatangi oleh Atasan dari Chloe itu.


Matthew pun cukup rewel, dan tidak mau jika ada orang lain yang menyentuhnya, selain Chloe.


Bahkan, ketika Chloe ingin meminta bantuan Agatha untuk menggantikannya, Matthew segera menolaknya mentah-mentah, dan justru tampak berang.


Pada akhirnya, bukan hanya otaknya saja yang penat dan kelelahan, sekujur tubuh Chloe juga terasa remuk redam, karena harus menopang Matthew, yang memiliki tubuh yang jauh lebih besar darinya.


Merasa kalau lehernya seolah-olah akan patah, Chloe memijat-mijat bagian belakang lehernya itu, sambil menemani Matthew yang melakukan janji temunya yang terakhir di hari itu.


Dan kelihatannya, sembari dia berbincang-bincang dengan orang yang menemuinya untuk urusan pekerjaan, Matthew masih memperhatikan gerak-gerik Chloe.


Karena setelah pertemuan itu berakhir, tanpa berkata apa-apa, Matthew segera mengulurkan kedua tangannya, lalu memijat-mijat bagian leher Chloe.


"Anda tidak perlu melakukannya, Sir," ujar Chloe, sembari menghindar dari tangan Matthew.


"Biarkan aku melakukannya untukmu!" sahut Matthew, tegas.


Melihat Matthew yang tampak memaksa, sehingga Chloe akhirnya membiarkan Matthew memijat leher bagian belakang, sampai ke bagian pundak Chloe.


"Maafkan aku ... Aku pasti membuatmu kelelahan. Tapi aku tidak terbiasa, jika orang asing menyentuhku," kata Matthew, sambil tetap memijat Chloe.


"Bukankah saya juga orang asing bagi Anda, Sir?"


Secara spontan saja, Chloe mengutarakan apa yang melintas di kepalanya, tanpa berpikir panjang lagi, dan segera menyesali perkataannya itu. "Maafkan saya, Sir."


"Hmm ... Apa orang asing berani tidur di pangkuanku semalaman penuh? Dan bahkan meneteskan air liurnya di pahaku," ujar Matthew.


Chloe segera menoleh ke arah Matthew di sampingnya, dan melihat Matthew yang tersenyum lebar dan hampir tertawa.


"Saya tidak meneteskan air liur, Sir," sahut Chloe, lalu ikut tersenyum.


Matthew akhirnya tertawa kecil, hingga membuat Chloe yang memandanginya, hampir lupa caranya untuk berkedip.


Sejak pagi tadi, Matthew sudah beberapa kali memperlihatkan sisi pribadinya yang santai, dan jauh berbeda dari hari-hari biasanya.


Kecelakaan kecil yang mengakibatkan kaki Matthew terkilir, tampaknya memberi Chloe sedikit keuntungan.


Walaupun dia kelelahan karena harus melakukan pekerjaan ekstra untuk mengurus Matthew, namun dia tidak mendapatkan kata-kata kasar dari Matthew, yang bisa menyakiti hatinya di hari ini.


Seandainya saja, Matthew bisa bersikap seperti ini terus-menerus, maka Chloe pasti akan betah untuk tetap bekerja padanya.


"Kamu akan membuat lubang di wajahku dengan tatapanmu itu," celetuk Matthew, hingga menyentak Chloe dari lamunannya, dan segera memalingkan pandangannya.


"Maafkan saya, Sir ... Saya sedang memikirkan sesuatu," sahut Chloe, asal bicara. "Anda sudah bisa berhenti memijat saya. Sekarang rasanya sudah jauh lebih baik. Terima kasih."


Chloe kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan mengulurkan tangannya, bersiap membantu Matthew untuk berdiri.


"Pekerjaan Anda sudah selesai. Anda tidak perlu kembali ke kantor lagi. Saya akan menghubungi Agatha, untuk mengurus sisa pekerjaan Anda....


... Jadi sekarang ini, sebaiknya kita langsung menemui dokter, untuk memeriksakan kaki Anda di sana."


Chloe berbicara, sambil membantu Matthew berjalan, mengarah ke mobil yang menunggu mereka.


***


Setelah mengunjungi dokter di rumah sakit, Matthew sebenarnya telah diberikan sebuah tongkat untuk membantunya berjalan.


Akan tetapi, karena Matthew merasa tidak nyaman untuk menggunakannya, dan justru tampak kesulitan untuk berjalan memakai tongkat, sehingga pada akhirnya, Chloe tetap menjadi penopang utama bagi Matthew.


"Apa Mister Matteo akan berada di rumah hari ini?" tanya Chloe, sebelum dia beranjak keluar dari dalam mobil, setibanya mereka di rumah Matthew.


"Aku tidak tahu," jawab Matthew.


"Kenapa kedengarannya seolah-olah kamu tidak mau membantuku lagi?" Matthew balik bertanya.


"Ugh? ... Oh! ... Anda jangan salah paham. Saya hanya khawatir, jika Anda di tengah malam nanti, mungkin butuh ke kamar mandi, lalu Anda tidak bisa melakukannya, karena tidak ada yang membantu Anda," kata Chloe.


"Kalau kamu benar-benar mengkhawatirkan keadaanku, kenapa kamu tidak tidur di kamarku saja?" ujar Matthew, yang terdengar tanpa beban.


Chloe terdiam, sembari berharap di dalam hati, agar Matteo akan berada di rumah Matthew malam ini.


Rasanya, Chloe tidak bisa menolak permintaan Matthew begitu saja, karena salah satu tugas dari asisten pribadi, adalah menjaga klien dan mengurus kebutuhan personalnya.


Namun, jika Matteo bisa menemani Matthew, maka Chloe bisa beristirahat di paviliun saja, dan tidak perlu tidur di kamar Matthew.


Seperti pagi tadi, Chloe membantu Matthew masuk ke dalam kamar mandi, agar Atasannya bisa membersihkan dirinya di sana.


Sementara Chloe kembali ke paviliun untuk membersihkan dirinya sendiri, setelah dia mengarahkan asisten rumah tangga Matthew, agar menyiapkan secangkir teh dan camilan untuk Matthew.


Chloe tampaknya harus membiasakan diri, untuk tidak merasa aneh, saat melihat Matthew yang bertelanjang dada.


Karena lagi-lagi, Matthew hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya, ketika Chloe menyusulnya ke kamar mandi.


"Anda ingin minum teh di kamar saja?" tanya Chloe, sembari mempersiapkan pakaian ganti untuk Matthew.


"Iya," jawab Matthew singkat.


"Tunggu sebentar, Sir! ... Saya akan pergi melihat, apakah asisten rumah tangga Anda telah selesai menyiapkan teh untuk Anda."


Setelah memberitahu Matthew, Chloe segera beranjak keluar dari dalam kamar Matthew, membiarkan Matthew berpakaian di sana.


Sembari memeriksa pekerjaan asisten rumah tangga Matthew, Chloe bertanya kepada pekerja di rumah Matthew itu tentang Matteo.


Namun katanya, Matteo hanya di siang tadi saja terlihat di rumah itu, dan sekarang ini, asisten rumah tangga Matthew itu, tidak tahu lagi di mana Matteo.


Sementara asisten rumah tangga Matthew mengantarkan minuman dan camilan ke kamar Matthew, Chloe kemudian menaiki tangga ke lantai atas, sekadar untuk memeriksa, apakah Matteo ada di kamarnya.


Untuk beberapa saat Chloe mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban dari dalam sana, sehingga Chloe berniat untuk kembali menemui Matthew di lantai bawah.


"Chloe?"


Matteo yang tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya ketika dia berbalik badan, membuat Chloe benar-benar terkejut, hingga mengusap-usap dadanya sendiri.


Matteo terkekeh, lalu berkata,


"Maafkan aku ... Kelihatannya aku hanya membuatmu terkejut."


"Anda dari mana saja?" tanya Chloe.


"Hmm ... Aku tadi di kebun belakang. Lalu saat aku masuk, kata asisten rumah tangga, kamu sedang mencariku. Itu sebabnya aku menyusulmu ke atas sini," jawab Matteo.


"Ada apa? ... Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Matteo, buru-buru.


"Apa Anda sudah tahu kalau kaki Mister Matthew terkilir?" tanya Chloe.


Dan tanpa mau banyak berbasa-basi, sebelum Matteo menanggapi pertanyaannya, Chloe kemudian lanjut berkata,


"Saya ingin meminta bantuan Anda, untuk menemani Mister Matthew di kamarnya malam ini. Karena dia masih belum bisa berjalan sendiri. Mister Matthew akan kesulitan, jika dia ingin pergi ke mana-mana."


"Hmm ... Nanti saja kita membicarakan tentang Matthew," sahut Matteo, kemudian mengajak Chloe untuk menuruni anak tangga bersama-sama dengannya.


"Rumahku mungkin akan siap untuk ditempati, dalam kurun waktu kurang lebih tiga hari ke depan," kata Matteo.


"Tapi, sebagian besar barang-barang milikku baru saja diantar. Aku akan memeriksanya. Apa kamu mau pergi melihatnya bersamaku?" lanjut Matteo, lagi.


Menurut Chloe, rasanya tidak ada salahnya untuk pergi ke rumah Matteo, yang hanya berada di sebelah pagar rumah Matthew itu.


Selain dia bisa mengalihkan pikirannya untuk sejenak, dia juga merasa sedikit penasaran dengan bagaimana bentuk rumah Matteo, yang katanya sedang direnovasi.


Tetapi....


"Hmm ... Saya beritahu Mister Matthew dulu. Anda bisa menunggu sebentar?" ujar Chloe.