Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 70



"Bukannya Anda yang sedang bersenang-senang?" tanya Chloe, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Anda baru saja berkencan dengan Miss Parker!"


"Aku hanya berpura-pura, Chloe! ... Apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan kepadamu malam tadi?" sahut Matthew, terdengar seolah-olah ingin membela diri.


"Sudahlah, Sir!" Chloe enggan membahas tentang kencan Matthew, dan lebih memilih untuk membicarakan tentang pekerjaan yang tertunda, hingga dia lanjut berkata,


"Bukankah sebaiknya kita memeriksa CV dari pelamar baru? Karena paling lambat besok pagi, saya harus mengirim email pemberitahuan kepada bagian personalia....


... Agar besok setelah jam istirahat makan siang, Anda sudah bisa mewawancarai secara langsung para kandidat yang akan menjadi asisten Anda nantinya."


"Tsk!" Matthew berdecak sebal, tetapi dia mau saja melepaskan Chloe. "Setelah selesai memilih, kita harus bicara!"


"Terserah Anda saja," sahut Chloe, asal-asalan. "Anda ingin melihatnya di sini, atau kita harus pergi ruang kerja?"


"Di sini saja!" kata Matthew, membiarkan Chloe beranjak pergi mengambil laptop, yang tadi sore ditinggalkannya di atas meja.


Chloe kemudian mengambil kursi dan meletakkannya di dekat tempat tidur Matthew, lalu duduk di situ dan menyalakan laptop, sembari berkata,


"Sepintas dari yang sempat saya lihat tadi, ada 5 orang yang menurut saya, mungkin bisa lebih cepat beradaptasi dengan pekerjaan saya."


"Bukan kamu yang bisa menilainya," sahut Matthew, sambil mengerutkan alisnya dalam-dalam, menatap Chloe. "Apa yang kamu lakukan di situ? ... Duduk di sini!"


Matthew mengarahkan agar Chloe ikut duduk berselonjor di atas tempat tidur, berdampingan dengannya.


Sembari mendengus pelan, Chloe menuruti perintah Matthew, dan segera berpindah ke atas tempat tidur.


Setelah Chloe terduduk di sampingnya, Matthew lalu merangkul pinggang Chloe, hingga Chloe menjadi semakin sebal karenanya.


Chloe lalu menepis tangan Matthew dan menjauhkannya, sembari berkata,


"Anda dan saya, adalah seorang Atasan dan pegawainya! Untuk apa Anda bertingkah seperti ini?"


"Apa maksudmu?" tanya Matthew, dengan suara bergetar saking kesalnya. "Katamu kamu mencintaiku! ... Tapi kamu tidak menginginkanku?"


"Sir! ... Walaupun saya jatuh cinta kepada Anda, tapi kita tidak ada hubungan apa-apa, bukan?!" ujar Chloe, ketus menantang.


Matthew lalu tampak seolah-olah ingin menenangkan dirinya, dengan menghela napas panjang, dan mengembuskannya pelan.


Laptop yang ada di atas pangkuan Chloe, kemudian diambil Matthew, lalu meletakkannya di atas nakas.


"Kelihatannya kamu tidak mengerti ... Maafkan aku, seharusnya aku sudah memberitahumu." Matthew menarik Chloe, tampak ingin mendudukkan Chloe di atas pangkuannya.


Namun Chloe meronta-ronta, sehingga Matthew tampak berusaha menenangkan Chloe dengan berkata,


"Tenangkan dirimu! ... Dengarkan aku dulu! Aku ingin agar kamu bisa melihatku baik-baik. Dengan begitu, kamu mungkin bisa menilai apakah aku sedang berbohong atau tidak."


Chloe akhirnya terdiam dan tidak melawan lagi, saat Matthew mendudukkannya di atas pangkuan laki-laki itu.


"Aku sengaja bermesraan dengan Judy di depanmu dan David. Alasan yang pertama, aku ingin membuatmu cemburu. Karena kamu masih bertingkah, seolah-olah hubungan kita hanyalah sebatas hubungan kerja....


...Aku tahu kalau saat kita sedang berada di kantor, maka akan terlihat tidak etis jika kita bermesraan. Sehingga aku juga berusaha untuk menahan diri, walaupun yang sebenarnya aku sangat menginginkan kesempatan untuk bermesraan denganmu....


... Tapi saat kita berada di rumah, kenapa kamu masih bersikap acuh tak acuh kepadaku? Aku tidak mau kamu seperti itu. Aku ingin kamu memperlihatkan, seberapa besar kamu menginginkan aku."


Matthew berbicara panjang lebar, sambil menatap Chloe lekat-lekat, lalu memberi jeda waktu untuk beberapa saat, seolah-olah dia ingin Chloe memikirkan semua perkataannya terlebih dahulu.


Kemudian, masih dengan ekspresi yang sama, Matthew lanjut berkata,


"Alasan yang kedua, aku ingin agar David salah menduga, kalau Judy lah orang yang berpengaruh untukku. Karena aku ingin menguji kesetiaannya, dan melihat apa yang akan dia lakukan selanjutnya....


...Aku bahkan sengaja menyuruh Judy untuk berganti pakaian, dan memintanya agar memakai pakaian yang menarik perhatian, agar terlihat seolah-olah memang benar bahwa Judy sedang berkencan denganku....


... Maafkan aku yang tadi berkata kasar kepadamu. Karena kalau aku tiba-tiba saja bersikap baik kepadamu, maka David mungkin akan curiga akan rencanaku untuk mencobainya."


"Tapi, jika Anda bersikap kasar kepada saya, maka Anda justru hanya memancing kemarahan Mister David....


... Dan mungkin akan mendorongnya untuk melakukan sesuatu, yang sebenarnya tidak terpikirkan olehnya sebelumnya," ujar Chloe, skeptis.


Chloe memang merasa, kalau rencana Matthew untuk menguji David dengan menggunakan cara itu maka tidak akan efektif, dan hasilnya bukanlah hasil yang sebenarnya.


"Aku tahu itu. Justru di saat seseorang sedang dikuasai oleh ego, maka saat itulah sifat aslinya akan terlihat," sahut Matthew, yang justru terlihat yakin.


Untuk beberapa saat kemudian, Chloe dan Matthew hanya terdiam sambil saling bertatapan, sampai Matthew kemudian berkata,


"Apa kamu sudah mengerti? ... Aku hanya terpaksa saja mengizinkanmu bertemu dengan David tadi. Karena aku ingin rencanaku berjalan sesuai dengan yang aku pikirkan."


"Dan bukan berarti aku mengizinkanmu untuk bermesraan dengannya!" lanjut Matthew, yang kembali terlihat geram.


"Gosh! ... Aku benci membayangkan, bagaimana dia memegang tanganmu dan memelukmu! ... Lalu masih ada Matteo ... Argh! ... Kamu hanya akan membuatku jadi gila!"


Sambil terlihat menggaruk kasar bagian belakang kepalanya, Matthew tampak frustrasi, dan seolah-olah kesulitan untuk menenangkan dirinya sendiri.


Chloe hanya memandangi Matthew, tanpa tahu harus berkata atau berbuat apa untuk menenangkan laki-laki itu.


"Lihat! ... Kamu masih saja bersikap acuh tak acuh!" ujar Matthew, ketus dan tampak kecewa.


"Apa kamu tidak bisa memeluk atau menciumku lebih dulu? Apa aku yang harus selalu meminta, barulah kamu mau berciuman denganku?" lanjut Matthew, masih dengan ekspresi yang sama.


"Ugh?" Chloe terbelalak, dan seketika itu juga merasa salah tingkah. "Saya tidak terbiasa ... Maaf—"


Chloe tidak sempat menyelesaikan kalimatnya lagi, karena Matthew yang mendadak mencium bibirnya, sambil memeluknya erat-erat.


"Kamu tidak akan meninggalkanku, kan?" tanya Matthew, sembari memegang kedua sisi wajah Chloe dengan kedua tangannya.


Chloe tidak segera menanggapinya, hingga Matthew lanjut berkata,


"Chloe! ... Tolong berikan aku kepastian! Karena apa yang akan aku katakan, mungkin hanya akan membuatmu salah paham."


"Saya...." Chloe ragu-ragu untuk menjawabnya.


"Aku tidak mau kamu terburu-buru menerima tawaran kerja dari Presdir JT Corp, tapi aku tetap akan menunggu penyerahan surat pengunduran dirimu....


...Karena jika David akan berkhianat, maka dia pasti akan segera bergerak. Paling lambat, di saat dia tahu kalau kamu telah mengundurkan diri....


... Apapun yang akan terjadi saat itu, aku sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mengatasinya."


Chloe memperhatikan dengan saksama perkataan Matthew, yang kedengarannya Matthew ingin agar Chloe ikut ambil bagian dalam rencananya.


"Setelah mendengarkan semua itu, kamu pasti menganggap bahwa aku hanya memanfaatkan keberadaanmu. Benar begitu, kan?!


... Maafkan aku, tapi itu menjadi kesempatan satu-satunya, agar aku bisa melihat siapa saja yang bisa dipertahankan di perusahaan."


Dengan suaranya yang terdengar lirih, Matthew tampak bersungguh-sungguh meminta bantuan Chloe.


Tetapi....


"Maafkan saya ... Tapi menurut saya, sebaiknya nanti saja kita membicarakan tentang hal itu, Sir!"


Walaupun Matthew terlihat bingung, namun dia tidak menghalang-halangi, pergerakan Chloe yang kemudian mengambil laptop dari atas nakas.


Dan sembari duduk berselonjor di atas tempat tidur, bersebelah-sebelahan dengan Matthew, Chloe segera menyalakan laptop itu kembali, lalu berkata,


"Sebaiknya kita selesaikan ini dulu!"


Tanpa banyak berkomentar, Matthew lalu ikut melihat tampilan di layar laptop, membaca data-data pribadi dari pelamar baru yang nantinya akan menggantikan pekerjaan Chloe.


Sementara itu, karena Matthew yang tidak banyak berbicara, dan hanya sibuk memusatkan perhatiannya pada apa yang dia lihat, sehingga Chloe bisa tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Chloe jadi terpikir ulang akan segala hal yang sempat melintas di kepalanya, karena apa yang dikatakan oleh Matthew tadi.


Bukannya Chloe tidak mau membantu Matthew.


Tetapi, dari apa yang Matthew bicarakan dan ingin lakukan, sepertinya Matthew hanya membutuhkan Chloe untuk sementara waktu saja.


Walaupun Matthew bertingkah seolah-olah dia cemburu kepada David dan Matteo, namun belum ada kepastian dari Matthew, akan apa yang sebenarnya laki-laki itu pikirkan tentang hubungan antara dirinya dan Chloe selanjutnya.


Matthew kelihatannya lebih terkonsentrasi pada perusahaan, dan orang-orang yang ikut ambil bagian di dalamnya.


Dengan demikian, bagaimana Chloe bisa merasa yakin, kalau Matthew memang mencintainya, seperti apa yang dikatakan oleh Matthew kepadanya?


Bisa saja, jika Matthew berkata bahwa dia mencintai Chloe, hanya untuk membutakan Chloe, agar mau membantu Matthew menjalankan rencananya.


Dan bisa saja, setelah semua keinginan Matthew itu tercapai, maka pada saat itu juga Chloe akan tersisih dan terlupakan, karena Matthew yang sudah tidak membutuhkan Chloe lagi.


Tidaklah seperti David.


David berbanding terbalik dengan Matthew.


Walaupun selama ini David terlihat hanya seperti sedang bercanda dengan Chloe, namun David tampak berusaha keras untuk meyakinkan Chloe, bahwa dia sungguh-sungguh mencintainya.


David selalu berdiri di depan, menjadi perisai untuk membela Chloe, hingga David seolah-olah tidak memikirkan lagi akan bagaimana konsekuensi yang akan diterimanya, karena sikapnya yang menjaga dan melindungi Chloe.


David bahkan berani untuk menantang, jika ada yang mencoba untuk menyakiti Chloe, tanpa memandang siapapun orangnya.


Dan selama Chloe mengenalnya, David tidak pernah menampakkan kalau dia mau melakukan sesuatu, hanya demi ambisi untuk mengejar harta ataupun tahta.


Akan tetapi, David tidak terlihat ragu-ragu untuk melakukan apa saja, demi mendapatkan cinta Chloe. Hingga Matthew pun tahu, jika Chloe akan menjadi titik kelemahan David, sampai-sampai Matthew ingin memanfaatkannya.


Segala sesuatu yang David lakukan, membuat Chloe bisa merasakan, bahwa cinta dan kasih sayang dari laki-laki itu, memang sepenuhnya ditujukan kepada Chloe.


Sehingga, seketika itu juga Chloe merasa ragu.


Karena kemungkinan besar, Chloe lagi-lagi telah melakukan kesalahan yang berulang, dengan menaruh hatinya kepada orang yang tidak tepat.


Chloe merasa, kalau sekarang ini mungkin akan sama seperti pengalaman percintaannya yang sebelum-sebelumnya.


Untuk kesekian kalinya, Chloe justru jatuh cinta kepada seorang laki-laki b*rengsek yang hanya ingin memanfaatkannya saja.


Karena memikirkan tentang Matthew dan David, lalu menyadari betapa bodohnya dirinya itu, sehingga tiba-tiba saja kepala Chloe terasa sangat sakit, sampai dia harus memijat-mijat keningnya.


"Ada apa?" tanya Matthew, tiba-tiba.


"Ugh? ... Tidak apa-apa," jawab Chloe, gelagapan.


"Semua dari pelamar ini, kelihatannya jauh lebih baik daripada saya, hingga saya justru bingung saat mencoba untuk memilah....


... Jadi saya rasa, sebaiknya cukup Anda saja yang melihatnya. Saya harus pergi ke kamar mandi sebentar," lanjut Chloe, beralasan.


Chloe meletakkan laptop ke atas pangkuan Matthew, lalu beranjak turun dari atas tempat tidur, dan bersiap untuk berjalan pergi dari kamar Matthew.


"Kamu mau ke mana?" tanya Matthew dengan suara meninggi, hingga Chloe menghentikan langkahnya dan berbalik melihatnya. "Kamar mandi di sebelah sana!"


"Hmm ... Saya akan langsung mandi dan berganti pakaian saja. Jadi, saya akan ke paviliun," jawab Chloe, lalu segera melanjutkan langkahnya.


"Chloe!" ujar Matthew yang tampak ingin menahan Chloe di situ, tetapi Chloe lalu berkata,


"Saya tidak akan lama."


Tidak ingin memberi kesempatan bagi Matthew untuk menahannya lebih lama, Chloe yang sudah berada di dekat pintu kamar, segera melewati pintu itu dan menutupnya.


Dengan langkah lebar, Chloe berjalan menuju ke paviliun, berniat untuk menenangkan pikirannya di sana.


Walaupun Chloe telah membasahkan kepalanya di bawah jatuhan air dingin dari pancuran, namun kelihatannya dia tidak bisa berhenti memikirkan, akan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Sejujurnya, Chloe mencemaskan keadaan David, sehingga Chloe jadi tidak yakin, apakah dia bisa berpura-pura seolah-olah dia tidak tahu apa-apa di depan laki-laki itu.


Sedangkan saat Chloe nanti kembali ke rumah utama, dan Matthew sudah selesai memilih pegawai baru, maka Matthew pasti akan membicarakan ulang tentang rencananya itu.


Dan Chloe tidak tahu harus menjawab apa kepada Matthew, karena Matthew akan segera tahu, kalau Chloe berkata bohong kepadanya.


Seandainya Chloe setuju untuk membantu rencana Matthew sampai berhasil, dan David lalu berkhianat kepada Matthew karena Chloe, maka itu sama saja bahwa Chloe lah yang menjerumuskan David.


Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada David?


Chloe tidak mungkin menutup mata, bertingkah masa bodoh, dan tidak merasa bersalah karenanya.


"Oh, gosh! ... Apa yang harus aku lakukan?"


Dengan kepala yang terdongak, menyambut air yang jatuh langsung ke wajahnya, Chloe yang frustrasi bicara sendiri sambil memejamkan matanya.


Untuk beberapa saat kemudian, Chloe lalu tersentak, dan buru-buru mematikan keran air.


Chloe kembali mendapatkan semangatnya, hingga bisa tersenyum lebar, sembari berkata sendiri.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan!"


Dengan tergesa-gesa, Chloe menyelesaikan mandinya, lalu berpakaian, dan kembali menemui Matthew di rumah utama.


"Hai, Sir!" sapa Chloe sambil tersenyum, berjalan menghampiri Matthew.


"Kamu sudah kelihatan segar!" sahut Matthew, lalu menyingkirkan laptop dari atas pangkuannya. "Sini! ... Aku ingin memelukmu!"


Tetapi, Chloe tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dan justru berkata,


"Apa Anda sudah selesai memilih?"


"Chloe! ... Apa kamu tidak mendengarku?" Mungkin karena Chloe yang tidak menuruti keinginannya, hingga Matthew sekarang ini bisa terlihat kesal.