Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 62



Sejujurnya, Chloe tidak terlalu berminat untuk pergi makan malam bersama dengan David.


Namun setelah mempertimbangkan perkataan Matthew yang terdengar seperti sedang beralasan, membuat Chloe jadi berpikir dua kali untuk menolak ajakan dari David itu.


Kelihatannya, Matthew memang sedang mencari kesempatan untuk bisa berkencan dengan Judy, tanpa ada gangguan dari Chloe atau siapapun itu.


Chloe menarik kesimpulan, bahwa Matthew mungkin tidak nyaman jika dia ingin berduaan dengan Judy, sementara Chloe berada di sekitar mereka, dan seolah-olah gerak-gerik dari Matthew dan Judy akan diawasi oleh Chloe.


Ditambah lagi, jika mengingat kencan Matthew waktu itu yang dikacaukan oleh Chloe dan Matteo, tentu saja menjadi hal yang wajar, jika Matthew tidak mau hal seperti itu terulang kembali.


Dengan demikian, walaupun ada sedikit rasa cemburu yang timbul, namun Chloe juga tidak mau menjadi batu sandungan bagi Matthew dan Judy.


Apalagi, Chloe tahu kalau dia tidak memiliki hak apa-apa untuk menghalang-halangi keinginan Matthew, yang hendak berkencan dengan wanita yang laki-laki itu sukai.


Lagi pula, Chloe juga sangat sadar, bahwa tidak ada yang istimewa dari hubungan antara dirinya dan Matthew.


Selain sebagai seorang pegawai bagi Matthew, maka Chloe bukanlah siapa-siapa bagi laki-laki itu.


Dengan demikian keadaannya, Chloe tentu harus mengutamakan kepentingan Matthew, di atas kepentingan pribadinya.


"Baik, Sir! ... Saya akan menginformasikan pada Miss Parker," jawab Chloe, yang kemudian segera menghubungi Judy lewat ponselnya.


***


Sebelum David datang menjemput Chloe di rumah Matthew, Judy sudah lebih dulu tiba di situ untuk memenuhi janji pertemuannya dengan Matthew.


Tanpa menunda-nunda lagi, Chloe mengatur pertemuan Judy dengan Matthew agar bisa berjalan dengan lancar.


Chloe mengantar Judy ke ruang tamu, dan bahkan sudah memberikan arahannya kepada asisten rumah tangga Matthew untuk melayani Judy dan Matthew nantinya, sebelum dia kemudian menyusul Matthew di kamarnya.


"Miss Parker sudah menunggu Anda di luar!"


Matthew yang terlihat sudah siap untuk berkencan, kemudian berdiri dari atas tempat tidurnya, dan berjalan ke luar dengan dibantu oleh Chloe.


"Kamu belum pergi?" tanya Matthew.


"Mister David masih dalam perjalanan ke sini," jawab Chloe, sesuai dengan kata David yang menghubunginya lewat ponsel tadi.


"Rencananya, jam berapa kamu pulang nanti?" tanya Matthew lagi.


"Untuk apa Anda bertanya, Sir? ... Apa Anda memiliki rencana lain?" Chloe balik bertanya.


"Hmm ... Aku hanya ingin tahu, apakah kamu akan menepati janjimu, kalau kamu akan menemaniku malam ini," sahut Matthew, terdengar ragu-ragu.


"Anda tidak perlu memikirkannya. Saya akan memenuhi janji saya. Kecuali, Anda berencana agar Miss Parker saja yang menemani Anda," jawab Chloe, asal-asalan.


Matthew lalu menghentikan langkah pelannya, dan mendorong Chloe sampai tersandar di dinding dan menahan Chloe di situ, sambil memberi tatapan tajam menusuk tepat di sepasang mata Chloe.


"Sir?" ujar Chloe kebingungan.


"Apa maksudmu? ... Apa kamu berencana untuk menginap di rumah David?" tanya Matthew, dengan alisnya mengerut dalam-dalam.


"Tidak seperti itu! ... Saya justru ingin memastikan, jika Anda mungkin ingin Miss Parker yang menemani Anda. Maka saya tentu tidak perlu ikut tidur di kamar Anda, bukan?"


Matthew tampak terbelalak, saat mendengar penuturan dari Chloe barusan.


Dan tiba-tiba saja, Matthew lalu menundukkan kepalanya sampai tersandar di bahu Chloe, kemudian berkata dengan suara berbisik-bisik.


"Apa aku memang tidak terlihat?"


"Apa yang Anda katakan, Sir?" tanya Chloe, yang tidak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan oleh Matthew.


Matthew lalu mengangkat kepalanya lagi, menatap Chloe lekat-lekat, kemudian berkata,


"Bagaimana kamu bisa berpikir kalau aku ingin Judy yang menemaniku?"


Chloe lalu teringat, kalau Matthew mungkin masih tidak mau memperlihatkan keadaannya, saat dia bermimpi buruk kepada Judy.


"Maafkan saya, Sir ... Saya tadi berbicara tanpa berpikir panjang," ujar Chloe, menyesali perkataannya.


Matthew mendengus kasar. "Aku akan menunggumu!"


"Baik, Sir! ... Saya akan mengusahakan agar saya bisa segera kembali ke sini, setelah makan malam dengan Mister David," kata Chloe, lalu bersiap untuk lanjut berjalan.


"Chloe! ... Aku akan menunggumu!" ujar Matthew lagi, sambil menahan langkahnya untuk tidak berjalan bersama Chloe.


"Iya, Sir! ... Saya sudah mendengarnya." Dengan sedikit memaksa, Chloe mengajak Matthew untuk berjalan bersamanya. "Miss Parker sudah menunggu Anda sedari tadi."


Setibanya di ruang tamu, setelah Matthew terduduk di sofa, Chloe segera berlalu pergi dari sana, meninggalkan Matthew berdua saja dengan Judy.


Dan hampir di saat yang bersamaan, David juga sudah datang untuk menjemput Chloe, sehingga Chloe kemudian kembali ke ruang tamu untuk berpamitan kepada Matthew dan Judy, sebelum dia pergi bersama David.


***


"Apa ada yang menarik?" tanya David sambil tersenyum lebar.


Pertanyaan David yang tiba-tiba itu, mengejutkan Chloe yang asyik memandangi tangan-tangan David yang tampak cekatan menyiapkan bahan-bahan untuk masakannya.


"Ugh? ... Tidak ada apa-apa." Chloe lalu ikut tersenyum. "Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Hmm ... Kamu adalah tamuku ... Tidak perlu melakukan apa-apa, Aku bisa menyiapkannya sendiri," kata David, lalu menyuapkan sepotong tomat kepada Chloe.


"Siapa yang mengajarkan Anda memasak? ... Mommy Anda?" tanya Chloe, berbasa-basi.


"Bukan," jawab David, lalu tersenyum. "Apa kamu percaya kalau daddy-ku, headstrong Mister Jordan McLean lah yang justru lebih pintar memasak dibandingkan dengan mommy-ku?"


"Benarkah?" ujar Chloe, keheranan.


David tertawa kecil, sambil mengangguk pelan. "Justru itu, jangan hanya melihat dari luarnya saja!"


"Walaupun daddy-ku keras kepala untuk urusan bisnis, tapi yang sebenarnya, dia adalah seorang suami dan daddy yang penyayang," lanjut David.


Walaupun rasanya sulit dipercaya, jika hanya melihat gaya dari Jordan setiap kali Chloe bertemu dengan daddy dari David itu, namun Chloe juga tidak menganggap bahwa David perlu membohonginya hanya untuk hal seperti itu.


David kemudian mulai memasak semua bahan makanan yang telah selesai dipersiapkan olehnya, lalu menyajikannya ke atas island table yang menjadi tempat baginya dan Chloe, untuk menikmati makan malamnya.


"Bagaimana rasanya?" tanya David yang tampak penasaran, setelah Chloe mulai mencicipi masakannya.


"Apa kamu hanya ingin menghiburku?" tanya David lagi, seolah-olah tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh Chloe.


"Saya berkata jujur!" jawab Chloe, meyakinkan. "Saya tidak bisa memasak seperti ini. Saya hanya bisa memasak menu sederhana. Jadi, kemampuan Anda ini patut diacungi jempol."


David lalu tampak tersenyum puas, ketika dia melihat Chloe yang menyantap sajian makanannya dengan lahap.


Sementara mereka sedang menikmati makan malamnya, ponsel Chloe tiba-tiba saja berbunyi, tetapi Chloe membiarkannya, sampai ponsel itu berhenti bersuara.


Namun, seolah-olah ada yang penting, lagi-lagi ponsel Chloe kembali berbunyi, sampai Chloe merasa tidak nyaman saat David memandangi tas milik Chloe, di mana ponsel Chloe berada.


"Maafkan saya, Sir...." ucap Chloe, pelan.


"Lihat saja dulu, siapa yang menghubungimu! ... Mana tahu jika itu adalah sesuatu yang penting," kata David, memberikan kesempatan bagi Chloe.


Walaupun merasa enggan, Chloe lalu memeriksa ponselnya, dan mendapati bahwa Matteo yang menghubunginya sampai berkali-kali.


Chloe tidak menerima panggilan itu, dan hanya mengirimkan pesan, bahwa dia akan menghubungi Matteo nanti.


"Siapa?" tanya David, yang kemudian tampak menyesali perkataannya. "Maafkan aku ... Aku tidak berniat untuk terlalu mau tahu urusanmu."


"Tidak apa-apa, Sir ... Mister Matteo yang menghubungi saya," jawab Chloe jujur, sambil menyimpan ponselnya kembali ke dalam tasnya, setelah mengubah pengaturan dari ponselnya menjadi mode hening.


"Saya sudah memberitahunya, kalau saya nanti akan menghubunginya kembali," lanjut Chloe, kemudian melanjutkan makan malamnya dengan David.


"Kenapa kamu tidak langsung menerima teleponnya?" tanya David, tampak penasaran.


Chloe terdiam untuk sejenak. "Saya rasa tidak ada yang terlalu penting. Mister Matteo mungkin hanya ingin ada teman bicara seperti biasanya."


"Hmm ... Chloe!" ujar David, seolah-olah ingin menarik perhatian dari Chloe, hingga Chloe menatapnya. "Bagaimana menurutmu tentang Matteo?"


"Apa maksud Anda, Sir?" Chloe balik bertanya.


"Hmm...." David terlihat ragu-ragu. "Apa kamu tidak tertarik untuk berhubungan lebih dari teman dengannya?"


Chloe lalu tersenyum lebar. "Tidak, Sir."


"Mister Matteo sudah memiliki seseorang yang dia sukai. Saya tahu kalau dia hanya membutuhkan saya sebagai seorang teman, karena dia yang masih asing di negara ini."


Seolah-olah Chloe telah salah bicara, David tampak mengerutkan alisnya dalam-dalam, sambil menatap Chloe lekat-lekat.


"Apa ada yang salah, Sir?" tanya Chloe, kebingungan.


"Apa itu yang kamu pikirkan tentang Matteo?"


David tampak ingin memastikan pernyataan Chloe, hingga Chloe menjawabnya dengan berkata,


"Iya, Sir! ... Tapi, kenapa Anda menanyakan hal itu?"


"Hmm ... Bagaimana kalau dia mengatakan padamu kalau dia menyukaimu lebih dari teman?" tanya David, sambil menahan ekspresinya tetap seperti sebelumnya.


Chloe tertawa kecil. "Itu tidak mungkin...."


Hampir saja Chloe mengatakan apa yang dipikirkannya tentang Matteo kepada David, seperti yang pernah dia katakan kepada Matthew.


Akan tetapi, Chloe merasa tidak nyaman, karena pembahasan itu hanya mengingatkan Chloe kepada Matthew.


Hanya dengan membayangkan saja, bahwa Matthew saat ini mungkin sedang bermesraan dengan Judy, sudah cukup untuk membuat Chloe merasa gelisah.


Agar pembicaraan tentang Matteo bisa terhenti, dan Chloe bisa mendapatkan sedikit waktu untuk menenangkan dirinya, dan tidak memikirkan tentang Matthew, sehingga Chloe kemudian meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.


"Sir! ... Saya ingin ke kamar mandi," kata Chloe, sebelum David melanjutkan percakapannya lagi.


David lalu menunjuk kamar yang pernah dipakai Chloe, untuk berganti pakaian saat berkencan dengannya waktu itu. "Kamu bisa memakai kamar yang sana!"


Chloe kemudian bergegas pergi, menuju ke kamar yang ditunjukkan oleh David kepadanya.


Ketika Chloe selesai membasuh wajahnya di kamar mandi dan akan keluar dari kamar itu, tiba-tiba saja terdengar suara dari luar kamar, seolah-olah ada orang lain yang sedang bercakap-cakap dengan David.


"... pastikan bahwa orang itu tidak bisa mendekati Matthew lagi. Maka kamu yang akan jadi CEO!"


"Aku tidak tahu, siapa yang daddy bicarakan!" Suara David terdengar membalas perkataan dari orang lain yang bersamanya, yang tampaknya adalah Jordan, daddy dari David.


Chloe tidak berniat untuk menguping percakapan di luar.


Namun, suara-suara itu masih terdengar jelas oleh Chloe yang menahan langkahnya, dan berdiri di balik pintu kamar.


"Justru itu kamu harus mencari tahu! ... Jika kamu bisa menyingkirkan orang itu, maka Matthew akan dibawa Jackson kembali ke luar negeri—"


Chloe terbelalak ketika mendengar perkataan Jordan itu, dan secara spontan menutup mulut dengan tangannya sendiri, agar jangan sampai mengeluarkan suara yang mungkin bisa terdengar oleh mereka yang ada di luar kamar.


"... Dan itu akan menjadi kesempatan untukmu!" lanjut Jordan.


"Tapi, aku tidak tertarik untuk menjadi CEO!" sahut David.


"David! ... Apa kamu bodoh? Pergunakan otakmu!" kata Jordan, dengan nada suara menyentak. "Apa kamu lebih suka jika Nathan yang kembali menjadi CEO?"


"Dari mana daddy mendapatkan informasi itu?" tanya David.


"Kamu tidak percaya dengan perkataanku? ... Kamu tidak perlu tahu dari mana aku mendengarnya. Yang pasti itu adalah informasi yang benar....


...Apa kamu tidak perhatikan kalau belakangan ini, Matthew si anak sombong itu terlihat kacau? Berarti memang benar yang aku katakan, bukan?!...


... Lakukan sesuai yang aku arahkan! Kamu yang lebih berhak dan pantas untuk menjadi CEO, daripada Nathan!"


Suara dari Jordan tetap terdengar yakin, dan seolah-olah sedang memaksakan kehendaknya kepada David.


Chloe yang seharusnya tidak mendengarkan semua percakapan antara David dan Jordan itu, semakin merasa ragu-ragu untuk keluar dari dalam kamar.


Setelah menunggu beberapa saat, dan kedengarannya percakapan di luar telah berhenti, Chloe kemudian membuka pintu kamar dan berjalan ke luar.


Di ruang makan, di mana tadinya menjadi tempat Chloe dan David menikmati makan malamnya, terlihat Jordan dan David sedang berdiri di sana.


Jordan menatap Chloe lekat-lekat, saat Chloe berjalan menghampiri mereka.


Dan jika menilai dari gelagatnya, Jordan tampaknya mencurigai, bahwa Chloe telah mendengar percakapannya dengan David tadi.