
Karena rasanya kurang nyaman, jika menolak ajakan dari Nathan serta Maddison, sehingga atas persetujuan bersama, Chloe dan David kemudian berpindah ke meja yang dipakai oleh keluarga Matthew.
Setelah saling menyapa, Chloe maupun David lalu mengambil tempat duduk masing-masing, yang sudah dipersiapkan untuk mereka di situ.
"Sungguh kejutan yang menyenangkan, bisa bertemu dengan kalian di sini," ujar Maddison.
Pernyataan yang bersemangat dari Maddison itu, tidaklah terdengar seperti sebuah pernyataan yang palsu dan dibuat-buat.
Karena berbanding terbalik dengan hubungan antara orang tua Matthew itu dengan Jordan—daddy dari David, baik Maddison maupun Nathan, memang masih berhubungan baik dengan David.
Bahkan setahu Chloe, Nathan tidak pernah mencurigai ataupun menduga-duga bahwa David ikut-ikutan seperti Jordan, yang suka mencari-cari kesalahan Nathan.
Sehingga, walaupun Chloe berhubungan cukup dekat dengan David, Nathan tidak pernah memperlihatkan rasa keberatannya, apalagi sampai mengomentarinya.
Begitu juga di saat ini, di mana tidak butuh waktu yang lama, David sudah terlihat nyaman berbincang-bincang dengan Nathan dan Maddison.
Sesekali, Matteo juga tampak ikut menimpali percakapan di situ.
Namun lain halnya dengan Matthew, yang tampak masih tidak senang dengan situasi yang dilihatnya di situ.
Matthew terlihat memasang ekspresi datar di wajahnya, dan tidak terlihat tanda-tanda kalau dia ingin ikut berbincang-bincang dengan David.
Sembari sesekali menikmati sedikit makanan penutupnya, Chloe pun hanya banyak terdiam, karena merasa kalau pembicaraan di situ, lebih banyak hubungannya dengan pembahasan dalam keluarga.
Chloe hanya jadi seperti seorang pengamat, yang lebih banyak memandangi dan mengobservasi, satu per satu orang yang berada di tempat itu.
Hingga Nathan yang duduk di samping Chloe, kemudian menegurnya, dengan berkata,
"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak nyaman bergabung dengan kami di sini?"
"Tidak ada, Sir ... Saya hanya tidak tahu apa yang akan saya perbincangkan," jawab Chloe, sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
"Tapi, Sir ... Apa keberadaan saya tidak hanya mengganggu saja? Setahu saya, Anda dan Madam menginginkan makan malam keluarga," lanjut Chloe, buru-buru.
"Hmm ... Bagaimana pekerjaanmu?" Nathan tidak menanggapi perkataan Chloe, dan justru mengajukan pertanyaan baru.
"Masih sama seperti biasa, Sir," jawab Chloe.
"Aku harap, Matthew tidak mempersulit pekerjaanmu. Dan sebaiknya kamu memberitahuku, jika ada sesuatu yang terjadi," kata Nathan.
Chloe hanya mengangguk setuju, dan Nathan kemudian lanjut berinteraksi dengan mereka yang lain di situ.
***
Ketika semua orang tampak sudah puas berbincang-bincang di situ, kesemuanya kemudian saling berpamitan dan bersiap-siap untuk pulang.
"Apa kamu akan pulang bersamaku? Atau kamu masih ingin bersenang-senang dengan David?" tanya Matthew kepada Chloe, yang baru saja berdiri dari tempat duduknya.
Chloe memandangi Matthew, lalu melihat ke arah David yang tampak masih berbasa-basi dengan Nathan dan Maddison.
"Tunggu sebentar, Sir ... Saya akan berpamitan dengan Mister David terlebih dahulu," kata Chloe.
Chloe kemudian segera menghampiri David, bertepatan dengan Nathan dan Maddison yang beranjak pergi dari situ, bersama Matteo.
"Sir! ... Maafkan saya, yang tidak bisa menemani Anda lebih lama. Karena saya masih harus melanjutkan pekerjaan saya sebagai asisten pribadi....
... Sekali lagi, saya sangat berterima kasih atas semua bantuan yang Anda berikan," kata Chloe kepada David.
David yang tampak kecewa, memandangi Chloe untuk beberapa saat, sebelum akhirnya dia berkata,
"Tidak masalah."
"Aku akan menghubungimu nanti. Kamu tidak akan lupa dengan kencan kita, kan?" lanjut David, sambil tersenyum tipis.
"Tentu saja tidak, Sir ... Anda bisa mengabari saya, kapan saja Anda ingin bertemu," jawab Chloe, sambil ikut tersenyum.
"Okay! ... Bye, Chloe! See you soon!" ujar David, kemudian berlalu pergi dari situ.
Setelah itu, dengan tergesa-gesa, Chloe kemudian kembali menghampiri Matthew, lalu berkata,
"Maafkan saya yang telah membuat Anda menunggu, Sir."
Matthew tidak menyahut perkataan Chloe, dan hanya memandangi Chloe untuk sejenak, kemudian segera berjalan keluar dari restoran.
Dan sementara itu, tanpa berlama-lama lagi, Chloe juga menyusul dengan berjalan di belakang Matthew.
***
Namun, Chloe masih di tengah jalan setapak mengarah ke paviliun, ketika dia mendengar suara benturan yang cukup keras, yang tampaknya berasal dari pintu depan rumah Matthew.
Chloe kemudian menghentikan langkahnya, lalu dengan setengah berlari, Chloe mendatangi asal suara tadi, dan mendapati Matthew yang terduduk di lantai teras.
"Anda tidak apa-apa, Sir?" tanya Chloe, panik.
Matthew tampaknya kesulitan untuk berdiri sendiri, hingga Chloe mendekat kepadanya, dan mencoba membantunya agar bisa berdiri kembali.
"Apa yang terjadi, Sir?" tanya Chloe, lagi.
"Jangan menertawakanku!" ujar Matthew, ketus, lalu menundukkan kepalanya.
"... Aku tersandung," lanjut Matthew, dengan suaranya yang lirih, dan wajahnya yang tampak merah padam, seolah-olah dia sedang menahan malu.
Chloe tidak mengomentarinya, dan tetap berusaha untuk membantu Matthew berdiri.
Akan tetapi, kelihatannya salah satu dari kaki Matthew itu terkilir, hingga Matthew meringis kesakitan, ketika dia mencoba meluruskan kakinya.
"Auch!" keluh Matthew.
"Anda bisa berpegangan di bahu saya. Jangan membebani kaki Anda, agar cederanya tidak semakin parah."
Sambil berbicara, Chloe berdiri di sisi di mana kaki Matthew terkilir, lalu mengarahkan sebelah tangan Matthew untuk merangkul pundaknya.
Walaupun sebenarnya Chloe sudah bisa membantu Matthew berjalan masuk ke dalam rumah, namun Chloe masih menahan langkahnya, dan justru terpikir untuk mengajak Matthew ke rumah sakit.
"Apa Anda mau saya membawa Anda ke rumah sakit?" tanya Chloe.
"Tidak! ... Tolong bantu saya masuk ke dalam saja!" sahut Matthew.
Karena Matthew yang tampak ingin buru-buru berjalan masuk ke dalam rumah, sehingga Chloe pun menuruti keinginannya.
Dan ketika mereka sudah di dalam rumah, Matthew kelihatannya ingin duduk di sofa di ruang tamu, namun Chloe kemudian berkata,
"Sebaiknya Anda langsung ke kamar saja. Saya khawatir kalau-kalau cedera di kaki Anda semakin memburuk, jika Anda tidak segera mengistirahatkannya."
Mungkin karena merasa kalau perkataan Chloe itu ada benarnya, sehingga Matthew mau saja menuruti arahan Chloe, tanpa mengomentarinya.
Chloe masih membantu Matthew, sampai Atasannya itu bisa terduduk di bagian tepi tempat tidurnya.
Selain itu, Chloe juga membantu melepaskan sepatu dan kaus kaki Matthew, lalu memperhatikan mata kaki Matthew yang tampak berwarna merah dan hampir kebiruan.
Menurut Chloe, cedera di kaki Matthew itu terlihat cukup buruk dan harus segera dirawat.
Sehingga Chloe segera berdiri, hendak mengambilkan kompres es untuk kaki Matthew yang terkilir itu.
"Apa Anda mau saya panggilkan Mister Matteo?" Chloe yang sudah di pintu kamar Matthew, menahan langkahnya untuk pergi ke luar.
"Dia tidak akan datang ke sini. Dia akan menginap di rumah orang tua kami malam ini," kata Matthew.
Mendengar hal itu, Chloe tidak menanggapinya lagi, dan justru dengan tergesa-gesa pergi mengambil kompres, serta segelas air minum untuk Matthew.
Dengan berhati-hati, Chloe yang kemudian ikut duduk di bagian tepi ranjang, mengompres mata kaki Matthew, yang sekarang ini sudah duduk berselonjor di atas tempat tidurnya.
"Jika dalam beberapa saat ke depan, lalu sakitnya tidak berkurang, maka Anda harus pergi memeriksakannya ke rumah sakit."
Sambil berbicara, Chloe tidak mengalihkan pandangannya dari kaki Matthew, yang sedang dikompresnya dengan bantalan berisi es.
"Terima kasih...." ucap Matthew, lirih.
Chloe lalu mengangkat pandangannya, dan melihat ke mata Matthew, yang tampak bersungguh-sungguh mengucapkan rasa terima kasihnya, untuk beberapa saat.
"Sama-sama," sahut Chloe, datar, kemudian kembali memandangi kaki Matthew, seraya lanjut berkata,
"Sebaiknya Anda lebih berhati-hati, ketika melewati tangga di depan itu, nanti. Karena bisa-bisa, Anda terluka lebih parah dari ini lagi."
Matthew yang tidak berkomentar, justru terlihat melepaskan jas dari badannya, lalu meletakkan jasnya itu secara asal-asalan di atas tempat tidur.
Chloe segera berdiri, lalu mengambil jas dari Matthew, kemudian memasukkannya ke dalam keranjang binatu, sebelum dia kembali duduk dan menahan bantalan es, agar tidak terjatuh dari atas kaki Matthew.
"Kalau kamu sudah lelah, kamu bisa pergi beristirahat," kata Matthew.
"Tidak apa-apa ... Saya ingin memastikan, bahwa Anda akan baik-baik saja," sahut Chloe.