
Melihat Matthew yang tampak kesulitan untuk tidur, Chloe lalu berinisiatif untuk pergi mengambil sesuatu, yang bisa membantu Matthew agar bisa segera tertidur.
"Saya tidak akan lama. Saya hanya akan pergi ke dapur sebentar," kata Chloe, tetap beranjak turun dari atas tempat tidur.
Chloe lalu pergi mengambil segelas susu segar dari lemari es di dapur, dan segera kembali ke kamar Matthew.
"Coba minum ini! ... Mungkin Anda bisa lebih tenang, dan bisa cepat tertidur," kata Chloe, sambil menyodorkan gelas berisi susu segar yang dibawanya, lalu duduk di tepi ranjang, bersebelahan dengan Matthew.
"Kamu terlihat seperti sudah terbiasa mengurus seseorang yang sedang sakit," celetuk Matthew, lalu meneguk cairan susu dari gelasnya.
"Sebelum meninggal dunia, daddy saya sakit keras selama berbulan-bulan. Dan saya merawatnya di rumah saja....
... Karena selain untuk membeli obat-obatannya, kami sudah tidak sanggup lagi untuk menanggung biaya perawatan di rumah sakit."
Mungkin karena sudah kelelahan, sehingga Chloe bisa memberitahu Matthew tentang masa lalunya, tanpa berpikir panjang lagi.
"Maafkan aku...." ucap Matthew.
"Tidak apa-apa, Sir ... Saya sudah tidak terlalu memikirkannya lagi. Karena daddy sudah wafat hampir enam tahun yang lalu....
... Dan saya anggap bahwa itu adalah yang terbaik. Daripada saya harus melihatnya sengsara karena menahan sakit," kata Chloe, lalu tersenyum tipis.
"Kalau begitu, apa mungkin waktu itu kamu masih kuliah?" tanya Matthew, lalu buru-buru tampak menyesali perkataannya. "Maafkan aku ... Aku pasti terlihat tidak peka."
Chloe mengambil gelas dari tangan Matthew, yang isinya sudah habis separuhnya, kemudian meletakkannya di atas nakas, sambil berkata,
"Daddy jatuh sakit, saat saya baru memasuki semester terakhir ... Tapi saya sangat bersyukur, karena bisa diterima bekerja pada Mister Nathan, tidak berapa lama setelah saya diwisuda."
Matthew tampak memperhatikan Chloe, dengan memasang raut wajah serius, seolah-olah dia masih ingin mendengar kelanjutan dari cerita Chloe.
"Tanpa sengaja, Mister Nathan mengetahui kalau daddy saya sedang sakit, lalu saya meninggalkannya sendirian di rumah, dan hanya mengandalkan bantuan pengawasan dari tetangga....
... Pada masa-masa itu, saya baru saja bekerja menjadi asistennya. Tapi Mister Nathan mau memberikan kelonggaran bagi saya, agar bisa cepat pulang dan merawat daddy," lanjut Chloe.
"Bagaimana dengan mommy-mu?" tanya Matthew, yang tampak penasaran.
"Saya bisa masuk di universitas dan menjadi sarjana, bukanlah karena kami memiliki banyak uang. Kami hanya beruntung, karena saya bisa mendapatkan beasiswa penuh."
Sambil berbicara, Chloe mengenang kembali masa-masa ketika daddy-nya masih hidup, di mana daddy-nya yang sangat penyayang dan bercita-cita tinggi untuk Chloe.
Daddy-nya menginginkan Chloe agar bisa menjadi orang yang sukses, dan tidak perlu menjalani hidup yang terlalu sulit seperti dirinya.
"Daddy hanya bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah kantor pemerintah. Gaji daddy sangat rendah, dan tanpa jaminan kesehatan....
...Bahkan ketika daddy sakit, rumah kecil yang adalah warisan satu-satunya dari Grandpa dan Grandma, terjual untuk membiayai pengobatannya....
... Mommy mungkin tidak tahan saat harus menjalani hidup pas-pasan, dan bahkan bisa dibilang serba kekurangan seperti itu," kata Chloe, sambil memandangi Matthew yang menatapnya.
"Mommy pergi dari rumah, saat saya hampir berusia 10 tahun ... Dan sampai sekarang ini, saya tidak tahu dia ada di mana," lanjut Chloe, lalu tertawa kecil.
Namun, Matthew mungkin menyadari, kalau Chloe sedang menertawakan masa lalunya yang jauh dari kata sempurna.
Sehingga dari raut wajahnya, Matthew tampak seolah-olah merasa iba kepada Chloe.
"Pasti itu rasanya sangat sulit ... Kamu tidak perlu menutup-nutupinya dengan tertawa," kata Matthew.
"Iya ... Sejujurnya, jika dikenang kembali, memang rasanya cukup sulit ... Tapi sudah lama saya berdamai dengan masa lalu....
... Sekarang ini yang saya pikirkan, hanyalah bagaimana menjadi orang sukses, agar bisa mewujudkan mimpi daddy dan untuk kebaikan saya sendiri," kata Chloe, jujur.
Chloe kemudian menghela napas panjang yang terasa berat, lalu mengembuskannya perlahan.
"Tapi kelihatannya saya masih sering mengacau. Sehingga perjalanan menuju kesuksesan itu jadi semakin jauh," lanjut Chloe, sambil tertawa kecil.
Sebelum Matthew menanggapi perkataannya dan hanya memperpanjang pembahasan tentang hal pribadinya, Chloe kemudian berdiri dan mengambil gelas bekas susu di atas nakas, sembari berkata,
"Apa Anda sudah merasa lebih baik?"
Matthew mengulurkan sebelah tangannya, meminta gelas susu yang dipegang Chloe. "Biar aku habiskan!"
"Hmm ... Baik, Sir!" Chloe mengurungkan niatnya untuk mengantar gelas kotor kembali ke dapur, dan segera kembali berbaring di atas tempat tidur.
Baru saja Chloe akan mematikan lampu meja, Matthew kemudian berkata,
"Siapa saja yang tahu tentang orang tuamu itu?"
"Selain beberapa dari teman kuliah, hanya Mister Nathan saja yang mengetahuinya. Dan saya rasa, mungkin mommy Anda juga mengetahuinya," jawab Chloe.
"Kenapa?" tanya Matthew.
Chloe yang merasa kalau pertanyaan dari Matthew itu tidak jelas arahnya, kemudian berbaring telentang dan menoleh ke arah Matthew, lalu balik bertanya,
"Apa maksud Anda, kenapa saya bisa merasa kalau mommy Anda tahu?"
"Mommy Anda sangat baik kepada saya, meskipun pada waktu itu dia belum berapa lama berkenalan dengan saya....
... Mungkin hanya karena dia merasa kasihan. Tapi yang pastinya, saya menganggapnya sebagai orang yang baik, sama seperti daddy Anda," lanjut Chloe, buru-buru.
"Bukan itu yang aku tanyakan," sahut Matthew. "Kenapa hanya daddy-ku yang tahu? Apa kamu tidak pernah menceritakannya kepada David?"
"Hmm ... Saya tidak mau bercerita kepada orang-orang yang saya kenal di kantor. Mungkin akan terdengar sombong, tapi saya memang tidak ingin dikasihani....
... Saya lebih suka, jika orang melihat saya karena apa yang saya kerjakan. Dan bukan hanya karena menaruh simpati berlebihan, hingga tidak bisa menilai saya secara objektif," jawab Chloe.
"Sejujurnya, saat ini saya juga tidak tahu kenapa saya bisa memberitahu Anda ... Mungkin, karena saya menganggap Anda sama seperti orang tua Anda....
... Sehingga saya merasa biasa saja, jika saya menceritakan semua itu kepada Anda," lanjut Chloe, menjelaskan.
"Kedengarannya, kamu cukup mengagumi orang tuaku," ujar Matthew.
"Iya!" jawab Chloe, mantap.
"Mister Nathan menghargai hasil kerja saya. Dia memperlakukan saya dengan baik, meskipun dia belum tahu apa yang terjadi pada daddy saya....
... Dan setelah dia mengetahuinya pun, sikap Mister Nathan terhadap saya tidak berubah sama sekali," lanjut Chloe, lalu ikut duduk berselonjor di atas tempat tidur.
"Apa Anda tahu? ... Ketika saya berkata bahwa Mister Nathan memberikan saya kelonggaran, sebenarnya dia tidak melakukannya secara terang-terangan. Saya bahkan baru menyadarinya, saat daddy meninggal dunia....
...Mister Nathan tiba-tiba meminta saya untuk mengambil cuti. Karena saya mengira kalau dia hendak memecat saya, tentu saja saya jadi panik, dan akhirnya bertanya padanya....
... Pada saat itu, barulah Mister Nathan memberitahu, kalau dia ingin memberi kesempatan bagi saya untuk berduka, dan melakukan proses pemakaman daddy dengan baik."
Setelah selesai berbicara, Chloe lalu tersenyum lebar, sambil menatap Matthew.
"Kalau menilai dari perkataanmu, aku rasa kamu terlalu menyukai orang tuaku. Kamu juga terlalu percaya kepada mereka....
... Bagaimana jika mereka memintamu melakukan sesuatu, yang tidak sejalan dengan keinginanmu?" ujar Matthew.
"Hmm ... Menurut saya, orang baik tetaplah orang baik. Dan tidak mungkin orang yang baik akan berniat buruk untuk mencelakai orang lain....
... Mungkin saja tidak sejalan dengan keinginan saya, tapi bukan berarti apa yang mereka minta adalah sesuatu yang bisa mencelakakan—"
Chloe menghentikan perkataannya, lalu melirik ke arah Matthew dengan ujung matanya, kemudian lanjut berkata,
"... Tapi jadi sedikit pengecualian, saat saya diminta untuk mengurus Anda yang pemarah dan kasar."
Seketika itu juga, Matthew tampak memasang raut wajah tidak senang, lalu berkata,
"Jadi itu yang kamu pikirkan tentangku?"
Chloe tertawa, sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya. "Apa Anda masih tidak sadar?"
Seperti anak kecil yang sedang merajuk, Matthew tampak cemberut saat dia kemudian terlihat bergerak turun, dan segera berbaring menyamping memunggungi Chloe.
Chloe kemudian memperbaiki selimut Matthew, dengan menariknya naik, hingga menutupi sebagian badan Matthew.
"Selamat malam, Sir! ... Sleep well!" kata Chloe, kemudian segera mematikan lampu meja, dan berbaring menyamping memunggungi Matthew.