Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 21



Sedikit teguran yang dilayangkan oleh Matteo, tidaklah berbuah manis, karena Matthew justru terlihat berang dibuatnya.


"Apa kamu sengaja mencari simpati? Mengumbar ke sana kemari, kalau kamu akan berhenti bekerja karena aku?" tanya Matthew sambil menatap Chloe, lalu tampak mengeraskan rahangnya.


"Apa dia tahu kalau kamu berhubungan dekat, dengan orang-orang yang tidak menyukai daddy kami?" tanya Matthew lagi kepada Chloe.


Chloe menghela napasnya yang terasa berat, lalu memandangi Matthew dan Matteo bergantian.


"Mister David ... Anda pasti masih ingat anggota keluarga Anda, yang ikut bergabung saat makan malam di restoran malam tadi," kata Chloe kepada Matteo yang menatapnya


"Apa menurut Anda, hubungan antara orang tua Anda dengannya itu terlihat buruk?" lanjut Chloe, yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, lalu menatap Matthew lekat-lekat.


Masih dengan nada suaranya yang datar, Chloe yang tetap menatap Matthew, kemudian lanjut berkata,


"Anda berprasangka buruk. Bahkan menuduhnya yang tidak-tidak, tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Saya sama sekali tidak mengerti, dengan apa yang ada dalam pikiran Anda....


... Ketidaksukaan Anda, telah membuat mata Anda tertutup. Sehingga Anda tidak bisa melihat dengan baik, walaupun kenyataannya sudah di depan wajah Anda."


Chloe mendengus kasar.


"Maafkan saya ... Tapi saya tidak mencari simpati seperti yang Anda pikirkan. Secara tidak sengaja saja, hingga saya bisa membahas tentang rencana saya itu kepada Mister Matteo....


... Dan jika Anda tetap tidak bisa mempercayai perkataan saya, maka Anda bisa bertanya langsung kepada Mister Matteo. Tidak mungkin Anda mengira kalau Mister Matteo akan membohongi Anda, bukan?!"


Walaupun kemarahan Chloe sudah memuncak, namun Chloe masih berusaha agar tidak meninggikan suaranya, saat mengutarakan unek-uneknya kepada Matthew.


"Kamu memang pintar berkelit!" ujar Matthew kepada Chloe, dengan nada suaranya yang sinis.


"Matthew! ... Kenapa kamu bertingkah seperti orang b*rengsek?" ujar Matteo, yang seolah-olah ingin membela Chloe.


"Tutup mulutmu! ... Kamu tidak—" Matthew tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, karena Chloe segera menghampirinya, dan menyelanya dengan berkata,


"Please, Sir...! Maafkan saya ... Ini semua kesalahan saya. Anda tentu tidak akan mau menyesali perkataan Anda kepada Mister Matteo nantinya."


Dengan tergesa-gesa, Chloe membuat lengan Matthew merangkul pundaknya, kemudian Chloe merangkul pinggang Matthew, agar dia bisa membantu Matthew untuk berdiri.


"Makan malam pasti sudah siap. Anda harus makan, agar Anda bisa segera minum obat," kata Chloe, lalu membantu Matthew berjalan keluar dari kamarnya.


Di meja makan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Chloe yang duduk di sampingnya, masih membantu Matthew untuk makan, dengan memotong-motongkan daging di piringnya.


Tanpa mengeluh, Chloe membantunya, karena Chloe melihat tangan Matthew yang terluka, tampak kesulitan dan tidak bertenaga, saat dia memegang pisaunya.


Di sisi meja yang berlawanan, Matteo tampak kesal, walaupun dia juga ikut makan malam bersama Chloe serta Matthew di situ.


Jika melihat situasi saat mereka makan malam itu, menurut Chloe, Matteo mungkin tidak akan mau menemani Matthew malam ini.


Dengan demikian, maka Chloe lah yang tampaknya harus tidur di kamar Matthew untuk menjaganya.


Dan kelihatannya, dugaan Chloe itu akan benar terjadi.


Setelah mereka selesai makan malam, dan Chloe telah mengantarkan Matthew kembali ke kamarnya, Matteo terlihat bersiap-siap naik ke lantai atas.


"Sir! ... Saya harap Anda tidak mengambil hati, atas sikap Mister Matthew. Menurut saya, Mister Matthew mungkin jadi lebih sensitif, karena dia yang sedang terluka....


... Maafkan saya, Sir ... Saya sama sekali tidak berniat untuk membuat Anda bertengkar dengan Mister Matthew," kata Chloe.


"Bukan kamu yang seharusnya meminta maaf," sahut Matteo, lalu seolah-olah dia telah salah bicara, Matteo kemudian lanjut berkata,


"Tsk! ... Aku akan ke kamarku sekarang. Ada beberapa orang yang ingin aku hubungi. Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa memanggilku."


"Hmm ... Saya memang butuh bantuan Anda," sahut Chloe buru-buru. "Apa Anda bisa menemani Mister Matthew malam ini?"


Matteo terdiam untuk beberapa saat.


"Maafkan aku ... Tapi aku rasa Matthew akan jadi semakin iritasi, jika dia melihatku di kamarnya. Lalu, kamu yang justru akan jadi pelampiasan kemarahannya nanti....


... Aku harap kamu bisa mengerti. Bukannya aku tidak mau membantumu. Aku justru tidak mau semakin mempersulit keadaanmu. Kecuali, kamu tidak akan bertemu dengannya lagi," kata Matteo.


Chloe terdiam.


"Bagaimana? Apa kamu akan langsung berhenti bekerja padanya? Kamu bisa bekerja denganku saja, dan kamu tidak perlu bertemu dengannya lagi," ujar Matteo.


"Hmm...." Chloe bergumam sambil berpikir.


Setelah beberapa saat berlalu, dan Chloe tidak tahu harus menjawab apa, Matteo kemudian berkata,


"Kamu memang menarik!"


"Ugh?" Chloe kebingungan.


... Itu membuatku jadi semakin berharap, agar kamu nantinya akan setuju untuk bekerja sama denganku," kata Matteo, sambil tersenyum dan menyentuh mercu kepala Chloe.


"Aku harus menghubungi beberapa kenalanku sekarang. Nanti aku kembali ke sini, jika urusanku sudah selesai," lanjut Matteo, lalu berbalik dan menaiki anak tangga ke lantai atas.


Chloe pun segera masuk ke dalam kamar Matthew, lalu mengatur kursi yang ada di dekat jendela, agar bisa menjadi tempat beristirahat yang cukup nyaman baginya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Matthew tiba-tiba, dan mengejutkan Chloe.


"Ugh! ... Saya akan menemani Anda dengan duduk di sini," jawab Chloe.


Matthew terdiam untuk beberapa saat.


"Kamu bisa berbaring di sini saja—" Matthew menepuk-nepuk tempat tidurnya.


"... asalkan kamu tidak berisik," lanjut Matthew.


Walaupun tempat tidur itu berukuran besar, bahkan tampaknya bisa dipakai oleh tiga orang sekaligus, namun rasanya Chloe tetap tidak akan merasa nyaman, jika dia harus tidur bersebelahan dengan Matthew.


"Hmm ... Tapi, Sir...." ujar Chloe ragu-ragu.


"Aku tidak mau menyiksamu. Kalau kamu tidak mau beristirahat di sampingku, maka kamu bisa meninggalkanku saja. Tidak apa-apa," kata Matthew.


Chloe menghela napasnya panjang dan berat. "Baik, Sir! ... Saya akan tidur di situ, saat saya sudah mengantuk."


Matthew kemudian menggeser beberapa bantal, seolah-olah dia sedang mempersiapkan tempat bagi Chloe, untuk beristirahat nanti.


"Tolong matikan lampunya! ... Aku tidak bisa tidur, jika terlalu terang seperti ini," kata Matthew.


Chloe kemudian segera berdiri, dan mematikan lampu meja yang ada di sisi ranjang, yang berbeda dari tempat Matthew berbaring.


Begitu juga sakelar untuk lampu di langit-langit kamar, yang tidak luput dari tangan Chloe, sehingga kamar Matthew sekarang ini hampir gelap gulita.


Chloe kembali duduk di kursi di dekat jendela, yang mendapat pencahayaan dari luar, yang menyusup masuk lewat sela pintu yang sedikit terbuka.


Karena belum juga mengantuk, Chloe menonton video yang tampil di beranda akun sosial medianya, walaupun tanpa mendengarkan suara dari video itu.


Setelah kurang lebih hampir satu jam kemudian, suara napas Matthew, lalu terdengar sudah lebih teratur.


Mungkin karena efek dari obat-obatan yang dikonsumsinya, sehingga Matthew bisa cepat tertidur dengan nyenyak.


Chloe yang tiba-tiba merasa haus, melangkahkan kakinya dengan perlahan-lahan, beranjak keluar dari kamar Matthew.


Dan bertepatan di saat Chloe melewati pintu kamar, Matteo terlihat sudah berada di anak tangga terakhir.


"Matthew sudah tidur?" tanya Matteo.


"Iya," jawab Chloe.


"Kamu mau ke mana?" tanya Matteo lagi.


"Saya akan pergi mengambil air minum," jawab Chloe, sambil terus melangkah menuju ke dapur, sembari disusul oleh Matteo.


Sementara Chloe mengambil air minum, Matteo terlihat mengeluarkan dua potong tart buah dari dalam lemari es.


"Kamu mau?" tanya Matteo.


Chloe mengangguk. "Iya."


"Kita makan di sini saja," ujar Matteo, kemudian meletakkan dua piring kecil berisi potongan tart buah, ke atas island table yang ada di dapur itu.


"Karena kamu tadi sempat mengungkitnya, aku jadi ingat, kalau kamu malam tadi makan malam berdua dengan David," celetuk Matteo.


"Apa kamu berkencan dengannya?" tanya Matteo.


"Hmm ... Iya. Tapi bukan berkencan seperti sepasang kekasih, melainkan kencan sebagai teman saja."


Walaupun Chloe sudah menjawab pertanyaannya, namun Matteo justru terlihat bingung saat mendengarnya, sehingga Chloe kemudian lanjut berkata,


"Saya sudah saling mengenal dengan Mister David, sejak saya baru saja akan bekerja di McLean property....


... Tapi, kami hampir tidak pernah melakukan percakapan yang intens, karena kami yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing....


... Itu sebabnya, hingga Mister David ingin agar kami bisa saling mengenal dengan lebih baik, dan menjadikan pertemuan kami seperti sedang berkencan."


"Hmm ... Apa di antara kalian tidak ada yang terpikir, untuk menjadi pasangan kekasih?" tanya Matteo, yang tampak penasaran.