
Di sepanjang hari itu, Chloe berkali-kali kehilangan konsentrasinya, dan hampir mengacaukan jadwal kerja Matthew.
Chloe sudah berusaha sebisanya untuk tidak terlalu memikirkan yang dikatakan oleh Matthew pagi tadi, tentang masalah Matthew yang telah ikut melibatkan Chloe di dalamnya.
Namun tetap saja, perhatian Chloe sering teralihkan karena pertanyaan yang belum dijawab oleh Matthew, yang mengganggu pikiran Chloe.
Dan kelihatannya, bukan hanya Chloe yang sering tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Matthew pun tampaknya demikian.
Sehingga, baik Chloe maupun Matthew, sama-sama hampir mengacau saat melakukan pekerjaan mereka hari itu.
Sekarang ini, di saat mereka dalam persiapan untuk pulang, Matthew bahkan tampak tidak terlalu mempedulikan Chloe yang sibuk berkirim pesan dengan David.
Hingga mereka sudah dalam mobil Matthew, barulah Matthew tampak tersadar kalau Chloe sudah menghabiskan waktu cukup lama di ponselnya.
"Siapa?" tanya Matthew, sambil mengangkat kedua alisnya.
"Mister David," jawab Chloe, jujur.
"Ada apa lagi dengannya?" ujar Matthew, sambil mendengus kasar.
"Mister David dan daddy-nya sekarang sedang melakukan pertemuan dengan Grandpa Anda, di rumah orang tua Anda," jawab Chloe, lalu terpikir sesuatu.
"Sir! ... Apa nanti saya bisa ke luar sebentar?" tanya Chloe, berhati-hati.
"Kamu mau ke mana?" Sambil menatap Chloe lekat-lekat, Matthew balik bertanya.
Sedikit rasa penyesalan, kemudian melintas di pikiran Chloe, karena merasa kalau dia mungkin hanya akan membuat Matthew kesal.
Sehingga Chloe yang menjadi ragu-ragu untuk memberitahu tujuannya kepada Matthew, hanya mengetuk-ngetuk ujung jarinya di atas layar ponselnya untuk beberapa saat.
"Chloe!" ujar Matthew, tampak tidak sabar menunggu jawaban untuk pertanyaannya.
"Mister David mengajak saya untuk bertemu," jawab Chloe, pelan dan ragu.
"Tsk!" Terlihat kesal, Matthew berdecak sambil memalingkan wajahnya dari Chloe. "Apa kamu harus menemuinya?"
"Hmm ... Katanya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan," sahut Chloe, lalu memandangi Matthew yang tampak melihat ke arah luar jendela.
"Aku—"
"Anda—"
Matthew yang berbicara secara bersamaan dengan Chloe, akhirnya menghentikan perkataannya begitu saja, sama seperti Chloe.
"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Matthew, yang sudah kembali menatap Chloe.
"Anda akan melakukan pertemuan keluarga. Pada saat itu, apa saya harus menemani Anda?" ujar Chloe, berhati-hati.
"Tidak," jawab Matthew, lalu memijat-mijat keningnya. "Tapi aku mau kamu ada di sisiku, saat aku sudah selesai berbincang-bincang dengan keluargaku."
Menurut Chloe, saat ini Matthew tampak gelisah.
Namun, Chloe juga merasakan hal yang sama. Dan rasanya, Chloe justru mungkin akan terkena serangan panik jika dia tidak melakukan apa-apa, sementara menunggu pertemuan keluarga Matthew selesai berlangsung.
Itu sebabnya, hingga Chloe terpikir untuk menerima ajakan David.
Dengan harapan, jika David mengajaknya berbincang-bincang sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Matthew, maka Chloe mungkin bisa mengalihkan pikirannya dari hal yang tidak-tidak, yang bisa membuatnya cemas.
Dan bisa saja, karena pertemuan Chloe dengan David, akan membuat waktunya menunggu Matthew, tidak akan terlalu terasa lama bagi Chloe.
Akan tetapi, karena melihat Matthew yang saat ini tampaknya membutuhkan dukungannya, rasanya Chloe juga tidak tega untuk membiarkan Matthew sendirian.
Chloe kemudian mengetikkan pesan kepada David, memberitahu laki-laki itu, bahwa Chloe tidak bisa bertemu dengannya di luar malam ini, karena Chloe akan menemani Matthew ke rumah orang tuanya.
Butuh waktu lama, barulah pesan balasan dari David masuk ke ponsel Chloe.
Bahkan, pesan dari David itu baru diterima Chloe, saat Chloe sudah tiba di rumah Matthew, dan Chloe juga sudah mengantarkan Matthew hingga masuk ke kamarnya.
Dan isinya, David tidak keberatan dengan penolakan Chloe itu. David juga memaklumi, bahwa mengantarkan Matthew itu masih menjadi tanggung jawab Chloe, sebagai asisten pribadi.
"Saya tidak akan ke mana-mana," kata Chloe, hingga Matthew melihat ke arahnya. "Saya sudah membatalkan pertemuan saya dengan mister David, dan saya akan menemani Anda, pergi ke rumah orang tua Anda."
Namun, perkataan Chloe itu tampaknya tidaklah memuaskan bagi Matthew, hingga Matthew yang duduk di tepi tempat tidurnya, justru terlihat semakin gelisah.
"Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu membatalkan pertemuanmu dengan David? Apa karena kamu takut aku memarahimu?"
Pertanyaan demi pertanyaan, dilontarkan Matthew seperti peluru dari senapan mesin yang ditembakkannya secara beruntun.
"Tidak, Sir ... Saya bukan khawatir kalau-kalau Anda akan memarahi saya," jawab Chloe, yakin.
"Saya hanya ingin menemani Anda. Karena saya berharap, jika Anda mengetahui bahwa saya akan berada di sisi Anda, seperti yang menjadi keinginan Anda tadi, ...
... maka Anda mungkin bisa merasa lebih tenang saat berbincang-bincang dengan keluarga Anda. Sehingga permasalahan Anda bisa segera terselesaikan dengan baik."
Menurut Chloe, seharusnya Matthew bisa menyadari kesungguhan Chloe, saat mengatakan hal itu kepadanya.
Tetapi....
"Gosh!" ujar Matthew yang justru tampak frustrasi, sambil memijat-mijat keningnya, lalu lanjut berkata,
"Sebaiknya kamu berhenti melakukannya! ... Kamu hanya membuat orang-orang di sekitarmu salah paham....
... Apa kamu tidak mengerti dengan semua yang pernah aku katakan padamu? Kamu membuat situasiku semakin sulit."
Chloe mengerutkan alisnya, sambil menatap Matthew lekat-lekat, dengan rasa ingin menyelidik.
Chloe sama sekali tidak mengerti, akan apa yang sedang dibicarakan oleh Matthew, sehingga Chloe berusaha keras memikirkan apa yang dianggap salah oleh Atasannya itu.
Bukankah Matthew ingin agar Chloe menemaninya?
Lalu kenapa Matthew bertingkah seperti itu, saat Chloe memenuhi keinginannya?
Karena rasanya dia tidak bisa menemukan jawaban yang cocok, Chloe lalu mendengus pelan.
"Jangan katakan kalau kamu tidak mengerti akan apa yang aku bicarakan!" ujar Matthew, seolah-olah bisa membaca pikiran Chloe.
"Saya tidak mengerti, Sir...." sahut Chloe, pelan dan hampir menundukkan kepalanya.
Matthew mendengus kasar.
"Chloe! ... Ke sini! ... Duduk di dekatku! ... Karena rasanya aku ingin meneriakimu sekarang ini," ujar Matthew tegas, dan tampak mengeraskan rahangnya.
Chloe yang masih berdiri di dekat pintu kamar, kemudian menghampiri Matthew, dan duduk di sebelahnya.
"Chloe! ... Aku tidak akan memarahimu, asalkan kamu menjawabnya dengan jujur," kata Matthew, sambil menatap Chloe lekat-lekat. "Apa kamu membenciku?"
Chloe menggelengkan kepalanya. "Tidak, Sir."
"Lalu, apa kamu menyukaiku?" tanya Matthew, tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari mata Chloe.
Chloe terdiam sejenak sambil berpikir.
"Chloe! ... Jawab pertanyaanku!" Matthew tampaknya hampir hilang kesabarannya.
"Pasti ada alasannya hingga kamu berusaha mengikuti keinginanku ... Lalu apa itu? Apa kamu hanya merasa kasihan padaku? Kamu jangan membuatku bingung!" ujar Matthew, lagi.
Chloe ragu-ragu jika harus menjawab, bahwa alasannya hanya karena dia tidak tega melihat Matthew gelisah.
Tapi rasanya tidak ada jawaban lain yang bisa dia katakan kepada Matthew, sehingga Chloe kemudian berkata,
"Saya merasa kalau Anda membutuhkan saya. Dan saya tidak tega jika saya tidak bisa mewujudkan keinginan Anda. Sementara saya sebenarnya bisa melakukannya untuk Anda."
"Jadi kamu merasa kasihan padaku? ... Apa kamu pikir aku adalah orang yang lemah?" tanya Matthew, sambil mengerutkan alisnya dalam-dalam.
"Tidak seperti itu, Sir ... Seperti yang saya katakan tadi. Saya hanya merasa kalau tidak ada salahnya, jika saya melakukan sesuatu untuk Anda, di saat saya memang bisa melakukannya."
Chloe buru-buru menyanggah perkiraan Matthew, dengan mengulang dan menekankan pernyataannya lagi.
"Chloe...!" Matthew tampak berusaha keras untuk menenangkan dirinya sendiri, agar bisa bicara dengan baik kepada Chloe.
"Kamu tahu kalau tanggung jawab dari pekerjaanmu, tidaklah sampai meliputi pada perasaan Atasanmu, kan?!" ujar Matthew, lalu buru-buru lanjut berkata,
"Kamu tidak perlu merasa kasihan, dan cukup melakukan tugasmu saja."
"Iya ... Saya tahu itu, Sir," sahut Chloe.
"Lalu kenapa kamu mengasihaniku sekarang ini?" tanya Matthew, tampak penasaran.
"Sementara, kamu sudah berniat untuk berhenti bekerja padaku ... Apa kamu berencana untuk membuatku menyesal, karena akan kehilangan pegawai sepertimu?" lanjut Matthew lagi.
"Saya sama sekali tidak pernah memikirkan sesuatu yang seperti itu, Sir ... Saya hanya berusaha, agar bisa semaksimal mungkin untuk membantu Anda sebagai Atasan saya, sementara saya masih menjadi pegawai Anda."
Chloe berusaha sebisa mungkin, untuk menjelaskan apa yang dipikirkannya kepada Matthew, agar Atasannya itu tidak melanjutkan kesalahpahamannya yang mengira kalau Chloe berniat buruk kepadanya.
"Chloe! ... Bukankah aku baru saja mengatakannya padamu? Yang kamu lakukan sekarang ini, yang kamu pikir itu membantuku, itu bukanlah tanggung jawabmu," ujar Matthew.
"Kalau hanya sebatas pekerjaan, maka tugasmu itu tidak mencakup sampai pada perasaan personal Atasanmu, karena itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan....
... Sikapmu yang mencoba membantu sampai menaruh perhatian pada perasaan pribadiku, hanya akan membuatku salah paham," lanjut Matthew, sambil menatap Chloe lekat-lekat.
Untuk beberapa saat lamanya, Matthew serta Chloe hanya terdiam sambil saling bertatapan, hingga Chloe merasa sedikit canggung.
"Jadi sekarang ini, apa Anda ingin agar saya menemani Anda atau tidak?" tanya Chloe, memecah keheningan.
Seketika itu juga, Matthew tampak menghela napasnya panjang dan dalam, sambil memejamkan matanya, seolah-olah dia sedang berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Kamu cukup pintar dalam melakukan pekerjaan kantoran. Tapi, kamu sama sekali tidak peka untuk hal yang lain!" ujar Matthew ketus, setelah dia membuka matanya kembali dan menatap Chloe.
***
Pada akhirnya, Chloe ikut dengan Matthew mendatangi rumah orang tua Matthew malam ini.
Setibanya di sana, Matthew serta Chloe diajak Maddison untuk ikut makan malam bersama.
Chloe sebenarnya telah menolak ajakan itu, tetapi Maddison tetap bersikeras, hingga Chloe tidak bisa menolaknya lagi.
Dan ternyata, makan malam itu bukan hanya dihadiri oleh keluarga inti dari Jackson saja. Melainkan, beberapa anggota keluarga McLean yang lain, juga ikut menghadirinya.
David serta kedua orang tuanya, begitu juga beberapa petinggi perusahaan McLean property yang masih menyandang nama keluarga besar McLean, terlihat berkumpul di sana.
Dan menurut penilaian Chloe, mungkin karena sebagian dari anggota keluarga McLean belum tiba di sana, sehingga acara makan malam itu belum dimulai.
Lalu, sembari menunggu kedatangan yang lain, waktunya kemudian dipergunakan untuk berbincang-bincang santai antar anggota keluarga McLean, sambil mereka menikmati sampanye.
Karena hanya Chloe sajalah yang menjadi orang luar di situ, sehingga Chloe merasa sangat canggung dan tidak nyaman, saat harus duduk di satu meja dengan keluarga McLean itu.
Ditambah lagi, sejak Chloe berjalan masuk ke dalam ruang makan itu, dan ikut duduk bergabung di situ, Jackson sering menatapnya dengan tatapan tajam menusuk, yang cukup untuk membuat Chloe gemetaran saking gugupnya.
Matthew mungkin menyadari akan apa yang dirasakan oleh Chloe saat itu.
Sehingga secara tiba-tiba saja, Matthew lalu mengambil tangan Chloe dan menggenggamnya erat, sambil menahannya dengan meletakkannya di atas pangkuannya.
Namun, Chloe justru merasa semakin cemas, karena khawatir kalau-kalau ada yang melihat Matthew yang memegang tangannya di bawah meja.
Chloe kemudian menoleh ke samping, melihat Matthew yang tersenyum tipis ke arahnya.
Dan seolah-olah dia bisa membaca pikiran Chloe, lalu dia ingin menenangkan Chloe di situ, dengan berbisik-bisik sampai hampir tidak terdengar suaranya, Matthew kemudian berkata,
"It's okay! ... Tenang saja! ... Tidak akan ada yang bisa mengetahuinya."
Tidak berapa lama, Matteo terlihat memasuki ruang makan itu, dan mengambil tempat duduk di samping Chloe.
Lalu, walaupun mungkin tidak sama tujuannya, namun Matteo berlaku sama seperti Matthew.
Matteo mengambil sebelah tangan Chloe, menggenggamnya erat, dan menahannya dengan meletakkannya di atas pangkuannya, sembari berkata,
"Untung saja aku tidak terlambat."
"Aku pengar ... Banyak yang tidak aku ingat lagi. Kamu harus menceritakan apa saja yang terjadi malam tadi," lanjut Matteo, dengan suaranya yang masih berbisik-bisik, sambil menatap Chloe lekat-lekat.