
Walaupun Matteo merengek, namun Chloe tetap berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Matteo.
"Ada apa dengan Anda kali ini?" tanya Chloe, dengan perasaan sebal. "Lepaskan saya! ... Biarkan saya berpakaian lebih dulu!"
Sudah cukup terganggu Chloe dibuat Matthew, sejak kepulangan mereka dari kantor tadi, lalu sekarang ini, saudara kembarnya lagi yang ikut-ikutan membuat Chloe sebal.
Matteo kemudian menyandarkan wajahnya di salah satu sisi bahu Chloe. "Bagaimana kamu bisa seceroboh ini?"
"Apa yang Anda bicarakan?" Chloe kebingungan.
"Kamu mengizinkan Matteo masuk ke sini, meskipun kamu hanya memakai bathrobe? Apa kamu tidak khawatir jika dia menyentuhmu seperti ini?"
Pertanyaan demi pertanyaan yang keluar dari mulut laki-laki itu, segera menyadarkan Chloe, jika bukanlah Matteo yang menjadi tamunya.
Pantas saja jika Chloe merasa bahwa sikap Matteo sangat aneh saat ini, karena Matteo tidak pernah bertingkah memaksa seperti itu sebelum-sebelumnya, kecuali saat Matteo sedang mabuk malam itu.
"Mister Matthew?!" ujar Chloe dengan suara menyentak. "Anda menipu saya!"
"Aku hanya mengujimu. Apakah kamu akan bersikap manis kepada Matteo atau tidak ... Wajar saja, kan? Aku mengkhawatirkan kekasihku," sahut Matthew, terdengar masa bodoh.
Chloe mendengus kasar untuk menenangkan dirinya sendiri, agar dia tidak sampai membentak Matthew.
"Lepaskan saya, Sir...! Saya harus berpakaian..." kata Chloe, pelan dan datar.
"Tunggu sebentar! ... Kamu sangat harum." Matthew justru mempererat pelukannya pada Chloe. "Toiletries apa yang kamu pakai?"
Pertanyaan Matthew yang terdengar konyol dan seolah-olah sekadar beralasan itu, hanya membuat Chloe merasa sebal karenanya.
"Produk pasaran seharga 1 dolar!" sahut Chloe, ketus dan asal-asalan. "Anda bisa membelinya sendiri di minimarket, kalau Anda sangat menyukainya!"
"Pffftt...!" Seakan-akan dia tidak peduli, walaupun Chloe sudah cukup kesal dibuatnya, Matthew justru hanya tertawa, lalu mengecup pipi Chloe.
"Cepat berpakaian! ... Aku akan menunggumu di luar," kata Matthew, dengan suara berbisik-bisik. "Kenakan pakaian yang santai saja! Aku ingin mengajakmu jalan-jalan denganku."
"Apa Anda tidak bosan bersama saya hampir setiap saat?" tanya Chloe, sembari berjalan menjauh dari Matthew yang sudah melepaskannya.
"Chloe! ... Aku akan menunggumu di luar!" kata Matthew, tegas.
Matthew yang tampaknya tidak mau mendengarkan ocehan Chloe, dan tetap bersikukuh dengan keinginannya, lalu berbalik dan menutup pintu kamar Chloe.
Apa Chloe bisa berdebat dengan Matthew?
Tentu saja tidak.
Karena pasti hanya akan membuang-buang energi Chloe saja.
Dengan berpenampilan hampir sama seperti Matthew, Chloe memakai kaus yang agak longgar dan celana jeans panjang yang dipadukannya dengan sneakers, ketika dia keluar dari kamar dan menemui Matthew yang menunggunya.
Matthew terlihat senyum-senyum sendiri, sambil memandangi Chloe, hingga Chloe merasa risih karenanya.
"Apa ada yang salah, Sir?" tanya Chloe.
"Rambutmu ... Aku tidak pernah melihatmu menguncir rambutmu seperti itu," jawab Matthew, sembari mendekatkan wajahnya, lalu mengecup pipi Chloe. "Kamu terlihat cantik."
Matthew menggenggam sebelah tangan Chloe, lalu membawa Chloe berjalan bersamanya, dan tampak mengarah ke mobil pribadinya.
"Anda akan mengemudi sendiri?" tanya Chloe, ketika melihat ke sana kemari, dan tidak mendapati supir pribadi Matthew.
"Tentu saja!" jawab Matthew yang terdengar yakin, sambil membukakan pintu mobil untuk Chloe. "Apa kamu pikir aku tidak bisa mengemudi?"
"Tapi, ... apa Anda tahu ke mana kita akan pergi?" tanya Chloe, dengan perasaan ragu, sembari duduk di jok penumpang di samping bagian supir.
"Ini! ... Aku bisa memakai ini!" Matthew yang duduk di belakang kemudi, lalu menekan layar sistem pemandu arah yang terpasang di dasbor mobil, dan menyebutkan tujuannya di situ.
Sembari mengemudi, sesekali Matthew melihat tampilan ponselnya, dan mengetikkan sesuatu di layar benda itu, seakan-akan ada seseorang yang sedang saling berkirim pesan cukup intens dengannya.
Merasa kalau cara Matthew berkendara itu tidak aman, sehingga Chloe menegurnya dengan berkata,
"Bukankah berbahaya, jika Anda tidak berkonsentrasi saat sedang mengemudi?! Jika ada sesuatu yang penting, mungkin lebih baik kalau Anda menepikan mobilnya dulu."
Matthew lalu meletakkan ponselnya begitu saja, di sela antara tempat duduknya dan Chloe.
Tanpa sengaja, Chloe melihat kalau ada pesan baru masuk yang tampil di layar ponsel Matthew.
Pesan singkat dari aplikasi WhatsApp yang berisikan permintaan maaf, karena dia yang masih di lokasi pemotretan dan tidak bisa bertemu Matthew, menampilkan foto profil serta nama Judy di situ.
Kalau begitu, berarti Judy lah yang saling berkirim pesan dengan Matthew sedari tadi.
Jika Judy tidak sedang sibuk, maka mungkin bukan Chloe yang akan diajak Matthew untuk berjalan-jalan dengannya.
Walaupun bagi Chloe hal itu sangat menyebalkan, namun Chloe tidak berkata apa-apa, dan berpura-pura seolah-olah dia tidak melihat pesan dari Judy itu.
Matthew memarkirkan mobilnya di sebuah kafe yang berada di pusat perkotaan, sembari berkata,
"Bukan ini tujuan utamaku membawamu ... Tapi waktunya masih tersisa sedikit. Jadi, kita akan menunggu di sini saja dulu!"
Tanpa mau berkomentar apa-apa, Chloe mengikuti langkah Matthew yang membawanya duduk di kursi kafe.
Chloe bahkan enggan untuk membuat pesanan, hingga Matthew yang memesankan teh dan makanan ringan, untuk mereka berdua.
"Apa kamu selelah itu?" tanya Matthew tiba-tiba, dan menyadarkan Chloe dari lamunannya yang berpikiran kosong.
"Kamu terlihat sama sekali tidak bersemangat," lanjut Matthew, sambil memasang raut wajah kecewa. "Baru hari ini aku bisa bergerak bebas, dan berjalan-jalan denganmu. Tapi kelihatannya, kamu tidak menyukainya."
Untung saja, sebelum Chloe perlu menjelaskan rasa enggannya kepada Matthew, ponsel Matthew tiba-tiba saja berbunyi.
Sehingga, perhatian Matthew kemudian tertuju pada benda itu.
"Halo, Mom!" Matthew terdengar menyapa seseorang yang menghubungi ponselnya, yang tampaknya adalah Maddison.
"..."
"Tidak. Aku hanya jalan-jalan bersama Chloe."
"..."
"Kenapa tiba-tiba?" Matthew yang berbicara di ponselnya itu, lalu menatap Chloe, seolah-olah Maddison sedang berkata sesuatu kepadanya yang ada hubungannya dengan Chloe.
"..."
"Aku sudah tahu, Mommy tidak perlu mencemaskannya."
"..."
"Tentu saja semua orang mengenalnya. Dia seorang selebriti yang juga membintangi iklan untuk perusahaan."
Mendengar kata-kata dari Matthew itu, Chloe menduga-duga, bahwa kali ini Matthew dan Maddison sedang memperbincangkan tentang Judy.
"Aku tidak bodoh. Tidak mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan. Aku mencintainya. "
Entah siapa orang yang dimaksud oleh Matthew. Tetapi begitulah kata Matthew kepada Maddison untuk selanjutnya, yang bisa didengar oleh Chloe.
Dan seakan-akan hendak menyembunyikan sesuatu, Matthew kemudian segera berdiri, dan berjalan menjauh dari Chloe, melanjutkan perbincangan di ponselnya, tanpa bisa didengarkan oleh Chloe lagi.
Chloe yang tertinggal sendiri di mejanya, jadi bertanya-tanya, karena apa yang sempat terdengar olehnya tadi.
Dengan demikian, walaupun entah dari mana Jordan bisa mendapatkan informasi tentang Matthew, namun perkataan Jordan kepada David malam itu, memang terbukti kebenarannya.
Lalu, seandainya Chloe mengikuti urutan dari perbincangan Matthew di ponsel itu, maka kemungkinan besar orang yang dicintai oleh Matthew adalah Judy.
Dan dugaan Chloe itu dikuatkan lagi, dengan mempertimbangkan perkataan Jordan, bahwa Matthew jatuh cinta kepada seseorang yang mendekatinya belakangan ini.
Okay!
Chloe tidak bisa mengharapkan cinta Matthew.
Tetapi bukan berarti Chloe tidak bisa ikut bermain dalam permainan Matthew, bukan?
Asalkan Chloe tidak menyerahkan segalanya untuk Matthew, maka Chloe akan menikmati sandiwara cinta Matthew, sampai Chloe merasa bosan atau sampai waktunya habis.
Tiba-tiba saja, ponsel Chloe kemudian berbunyi, hingga mengejutkannya yang sedang tenggelam dalam pikirannya.
"Halo, Sir!" sapa Chloe, menyapa David di seberang telepon.
"Halo, Chloe!" David balas menyapa. "Di mana kamu sekarang?"
"Saya menemani Mister Matthew yang ingin berjalan-jalan," jawab Chloe, jujur. "Ada apa, Sir?"
"Hmm ... Aku ingin bertanya kepadamu. Apa kamu bisa berlibur denganku besok?" sahut David, dari seberang telepon.
"Hmm...." Chloe bergumam ragu-ragu.
"Besok akan ada pesta di rumah orang tua Matthew, tapi aku tidak mau menghadirinya. Matthew pasti hadir di sana, sedangkan dia sudah bisa berjalan sendiri, bukan?
... Seharusnya dia tidak terlalu membutuhkanmu lagi. Jadi, aku berharap agar kamu mau ikut berlibur denganku saja," kata David, terdengar berusaha membujuk dan meyakinkan Chloe.
"Hmm ... Saya akan mempertimbangkannya lebih dulu. Karena saya tetap harus mendapat izin dari Mister Matthew," jawab Chloe, seadanya.
Sementara itu, Chloe melihat kalau Matthew sudah berjalan kembali mengarah ke meja tempat di mana Chloe duduk.
"Saya akan mengabari Anda nanti. Tapi sekarang saya harus pergi ... Bye, Sir!" kata Chloe, yang buru-buru ingin memutuskan sambungan telepon dari David itu.
"Okay! ... Aku menunggu kepastian darimu. Bye, Chloe!" sahut David, lalu sambungan telepon itu kemudian terputus.
Chloe kemudian segera memasukkan ponsel itu kembali ke dalam tas kecil yang dibawanya, sebelum Matthew tiba di dekatnya.
"Maafkan aku...." Matthew terlihat kembali duduk di kursinya yang semula. "Mommy ingin mengadakan pesta, karena adanya Grandpa di sini."
"Oh! ... Kapan pestanya akan dilangsungkan?" tanya Chloe yang berpura-pura tidak tahu, lalu menyesap sedikit tehnya.
"Besok," jawab Matthew, lalu ikut menyesap sedikit tehnya, kemudian lanjut berkata,
"Barbeque untuk keluarga di siang besok. Lalu malamnya diadakan pesta dansa, yang akan mengundang semua orang penting yang berhubungan dengan McLean grup."
Chloe manggut-manggut mengerti. "Kalau begitu, besok saya tidak perlu ikut dengan Anda, bukan?"
"Kamu tidak mau ikut denganku? Kenapa?" tanya Matthew, sambil memasang raut wajah yang menampakkan dengan jelas rasa ketidaksukaannya.
Tanpa merasa ragu-ragu, Chloe mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Matthew, dengan berkata,
"Pestanya tidak ada hubungannya dengan saya ... Saya bukanlah anggota keluarga. Bukan pula dari kalangan orang penting untuk McLean grup....
... Anda juga sudah bisa berjalan sendiri, dan tidak membutuhkan bantuan saya lagi. Lalu untuk apa saya harus ikut dengan Anda?"
"Chloe!" ujar Matthew, dan tampak seolah-olah dia masih ingin berkata sesuatu.
Namun, sebelum Matthew sempat melanjutkan perkataannya, Chloe sudah lebih dulu berkata,
"Saya hanya ingin menikmati liburan akhir pekan. Mungkin, saya akan pergi bertemu dengan teman lama."
"Aku tidak mau kamu pergi ke mana-mana!" sahut Matthew tegas, lalu tampak seperti tersentak, dan buru-buru melanjutkan perkataannya dengan bertanya. "Siapa yang menghubungimu tadi?"
"Apakah setiap urusan pribadi saya, Anda harus mengetahuinya?" tanya Chloe, sinis.
"Sir! ... Anda tahu kalau saya sedang berbohong atau tidak, bukan? Silahkan Anda lihat dan dengarkan baik-baik apa yang akan saya katakan....
... Siapapun dan apapun yang saya perbincangkan tadi, tidak ada hubungannya dengan pekerjaan," lanjut Chloe, dengan nada suara datar.
Kali ini, perkataan Chloe itu tampaknya cukup berpengaruh, hingga Matthew tidak melanjutkan perdebatannya dengan Chloe, dan justru tampak berusaha untuk membujuk Chloe.
"Aku hanya ingin kamu menemaniku...." kata Matthew, dengan memasang raut wajah seperti orang yang sedang sedih. "Akan lebih menyenangkan, jika kamu ada bersamaku...."
"Hmm...." Chloe bergumam sambil berpikir. "Baik, Sir ... Saya akan menemani Anda besok. Tapi untuk besok lusa, biarkan saya mendapatkan waktu libur."
Tawaran Chloe itu kelihatannya masih tidak memuaskan bagi Matthew, hingga laki-laki itu justru bertanya.
"Sebenarnya kamu mau ke mana? ... Kenapa kamu mencari-cari kesempatan untuk tidak bersamaku?"
"Apa Anda lebih suka jika Anda pergi ke sendiri ke rumah orang tua Anda? Saya bisa memanfaatkan 2 hari libur saya, tanpa Anda," sahut Chloe, menantang.
Matthew yang sempat berwajah garang, secara mendadak saja raut wajahnya berubah drastis, hingga terlihat pasrah.
Dan hingga beberapa saat kemudian, Matthew juga tidak berkata apa-apa untuk mengomentari perkataan Chloe.
"Jangan membuat saya merasa bersalah...! Anda sebenarnya tidak butuh saya, jika hanya ingin agar ada yang menemani Anda," kata Chloe, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Saya tidak akan ke mana-mana. Saya nanti hanya akan berada di paviliun saja. Anda masih bisa memanggil saya kapan saja, jika Anda membutuhkan sesuatu."
Perkataan Chloe yang selanjutnya itu, bisa membuat Matthew kembali tersenyum, walaupun tampak seolah-olah hanya dipaksakannya saja.
Matthew lalu melihat arloji di pergelangan tangannya, kemudian berkata,
"Sudah mendekati waktunya! ... Ayo kita pergi dari sini!"
***
Matthew membawa Chloe ke dermaga, di mana ada kapal kecil yang tertambat di sana, dan biasanya dipergunakan untuk bertamasya menyusuri aliran sungai.
Chloe sudah tahu tentang tempat wisata itu, tetapi dia tidak pernah mencobanya sebelum-sebelumnya. Karena, tiket untuk kapal yang biasa ditumpangi oleh 8 sampai 10 orang itu, cukup mahal harganya.
Seolah-olah Matthew sudah tahu kapal mana yang akan dia tumpangi, sembari memegang tangan Chloe, Matthew lalu mengajak Chloe untuk naik ke atas kapal.
kemudian, seseorang yang tampaknya adalah kapten kapal, lalu menyapa Matthew, dan mengkonfirmasi pemesanan yang dilakukan oleh Matthew.
"Anda menyewa satu kapal ini?" tanya Chloe, kebingungan.
"Iya ... Aku tidak mau berdesakan dengan orang lain," jawab Matthew, lalu mencondongkan kepalanya ke arah Chloe. "Kamu pasti juga tidak mau jika kita menjadi tontonan, saat kita bermesraan, kan?!"
Sebelum Chloe menanggapi perkataannya, Matthew sudah merangkul pinggang Chloe, dan tampak menikmati perjalanan menggunakan kapal itu yang sudah berlayar perlahan, lalu lanjut berkata,
"Seseorang memberitahuku tentang tempat ini ... Semoga saja, ini akan memuaskan seperti yang dia katakan."
Seseorang?
Chloe sudah bisa menduga, bahwa seseorang yang dimaksud oleh Matthew itu adalah Judy.
Seandainya Judy tidak sibuk dengan pekerjaannya, maka Chloe mungkin hanya akan menjadi penjaga di kapal itu. Atau mungkin saja, jika Chloe justru akan ditinggalkan di dermaga.