Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 75



Terpikir kalau dia mungkin bisa memastikan ulang akan tawaran pekerjaan dari Presdir JT Corp, sehingga Chloe akhirnya menyetujui ajakan David untuk pergi ke pesta yang digelar di kediaman orang tua Matthew.


Sampai David menjemputnya di rumah Matthew untuk pergi ke pesta, Chloe sama sekali tidak menginjakkan kakinya di rumah utama.


Dan seakan-akan Matthew juga tidak membutuhkan bantuannya, sehingga Matthew pun tidak menghubungi Chloe, apalagi sampai menemuinya di paviliun.


Setibanya Chloe dan David di kediaman orang tua Matthew, tamu undangan yang hadir terlihat sudah memadati halaman, sampai ke bagian dalam rumah.


Di antara banyaknya orang yang berada di sana, yang pertama kali dicari dan ditemui oleh Chloe, adalah Presdir dari JT Corp.


Oleh karena David yang harus pergi menemui orang tuanya, sehingga Chloe tertinggal berdua saja dengan Presdir dari JT Corp.


Chloe berbincang-bincang tentang minatnya di bisnis ritel, dengan laki-laki paruh baya yang masih terlihat bersemangat itu, hingga beberapa waktu lamanya.


"Jadi, kamu akhirnya tertarik untuk bekerja dengan saya?"


Mendengar pertanyaan dari Presdir JT Corp, Chloe kemudian menganggukkan kepalanya.


"Saya masih harus menghabiskan masa kerja saya di McLean property, sampai akhir pekan nanti. Tetapi, kemungkinan besar saya akan bergabung di JT Corp."


"Bagus! ... Saya mengharapkan sosok pekerja keras sepertimu, Miss Fern."


Sembari tersenyum lebar, Presdir JT Corp yang terlihat senang, sampai mengangkat gelasnya, sebagai tanda kalau dia menghargai niat Chloe.


Chloe masih berbincang-bincang dengan Presdir dari JT Corp, ketika seseorang menghampiri mereka, dan segera menyapa dengan berkata,


"Hai, Chloe! ... Hai, Sir!"


Presdir dari JT Corp, membalas sapaan itu lebih dulu. "Hai, Mister Gunther! ... Senang bisa bertemu dengan Anda di sini."


Harold tersenyum, lalu segera berjabat tangan dengan Presdir JT Corp. "Saya juga senang, karena bisa bertemu dengan Anda secara langsung."


Harold kemudian melihat ke arah Chloe untuk sesaat, sebelum dia kembali melihat ke arah Presiden direktur dari perusahaan saingannya itu.


"Maafkan saya, Sir! ... Saya tidak berniat untuk mengganggu. Tapi saya ingin mengajak Chloe, ... maksud saya Miss Fern, untuk berbincang-bincang dengan saya sebentar."


Tanpa terlihat keberatan, Presdir JT Corp kemudian mempersilahkan Harold untuk bicara berdua saja dengan Chloe.


"Oh! ... Silahkan! ... Saya juga ingin berbincang-bincang dengan orang tua Anda." kata Presdir JT Corp, lalu melihat ke arah Chloe, dan berkata,


"Permisi, Miss Fern! ... Saya akan menunggu kabar baik darimu."


"Baik, Sir! ... Terima kasih!" sahut Chloe, sambil tersenyum.


Dan di saat itu juga, Presdir JT Corp, laki-laki paruh baya yang mungkin akan menjadi Atasan Chloe nanti, kemudian segera berlalu pergi dari situ.


"Sesuai harapanku. Aku bisa bertemu denganmu di sini," kata Harold, sambil membawa Chloe untuk duduk di kursi kosong yang ada di sana.


"Harold! ... Aku tidak tahu kalau kamu akan datang ke acara ini. Biasanya, hanya Mister dan Mistress Gunther saja yang hadir pada acara-acara McLean's."


Sembari berbicara kepada Harold, mendadak Chloe teringat sesuatu, hingga Chloe buru-buru lanjut berkata,


"Aku sudah beberapa kali bertemu dengan mereka. Tapi aku sama sekali tidak menyangka, kalau mereka itu adalah orang tuamu."


Harold tertawa kecil.


"Berarti aku tidak mirip dengan orang tuaku ... Hmm.... Mungkin aku harus bertanya kepada mereka, apakah aku hanya diadopsi."


Perkataan Harold terdengar seperti sedang bercanda, hingga Chloe tertawa kecil karenanya.


"Ada-ada saja kamu ini...." ujar Chloe, sambil tersenyum, dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Oh, iya!" Chloe tersentak. "Apa kamu tidak keberatan, jika aku tetap bicara informal denganmu?"


"Tsk!" Harold berdecak, tampak sebal. "Jangan membuatku merasa aneh! ... Kita sudah berteman lama, lalu tiba-tiba kamu ingin bicara dengan bahasa formal denganku? Jangan bercanda!"


"Okay, okay!" Chloe manggut-manggut mengerti.


Chloe lalu teringat perbincangannya dengan Harold tadi sore yang terhenti begitu saja, karena Chloe yang buru-buru ingin memutus sambungan telepon dari Harold, karena adanya David di dekatnya.


"Di ponsel tadi, ... apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Chloe, penasaran.


"Aku ingin meminta bantuanmu." Harold tampak menatap Chloe lekat-lekat. "Apa kamu pernah mendengar desas-desus tentang Presdir di Gunther Corp?"


"Hmm...." Chloe bergumam ragu-ragu. "Aku tidak tahu. Yang aku dengar dari Mister David McLean, rekam jejak Sunny Corp kurang bagus. Tapi, dia tidak memberitahu yang lain selain daripada itu."


"Itu dia! ... Presdir dan CEO-nya masih orang yang sama dari Sunny Corp," kata Harold, tampak bersemangat untuk menjelaskan, lalu buru-buru lanjut berkata,


"Aku ingin mengganti mereka. Tetapi aku belum mendapatkan hasil pemeriksaan dari ketua tim investigasi. Aku mencurigai, kalau kedua orang itu melenyapkan data-data krusial perusahaan, berikut juga dengan jejaknya....


... Seandainya kamu bisa membantuku, aku akan mencari alasan agar kamu bisa bekerja langsung kepada CEO atau Presdir. Aku ingin agar kamu bisa membantuku mencari bukti, bahwa mereka pantas diganti."


Chloe terbelalak, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Itu bukan hal yang mudah!"


"Itu sama saja dengan kamu memintaku, untuk menjadi domba yang dimasukkan ke dalam kandang serigala....


... Selain itu, seandainya mereka tahu kalau aku adalah temanmu, maka mereka pasti akan menutupinya lebih rapat," kata Chloe, yang merasa skeptis dengan rencana Harold.


"Kamu jangan berpikir kalau aku hanya akan melepaskanmu di antara mereka begitu saja. Aku pasti tetap akan melindungimu," sahut Harold yang terlihat yakin.


Bukannya tidak mau membantu Harold, tetapi Chloe tetap merasa ragu-ragu, sampai dia menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.


"Semua yang kamu butuhkan, aku akan menyediakannya untukmu," lanjut Harold, tampak ingin membujuk Chloe.


"Kebutuhan apa yang bisa kamu sediakan?"


Pertanyaan bernada sinis, tiba-tiba terdengar di dekat Chloe dan Harold, sampai Chloe serta Harold secara bersamaan menoleh ke arah datangnya suara.


"Mister Matthew?" tanya Chloe, menerka-nerka.


"Bukan! ... Aku Matteo." Laki-laki yang mengaku sebagai Matteo itu, kemudian menunjuk ke salah satu arah. "Matthew ada di sebelah sana!"


Chloe melihat ke arah mana yang ditunjuk oleh Matteo, dan mendapati Matthew sedang berdiri, tampak berbincang-bincang dengan beberapa orang, sembari ditemani oleh Judy.


Penampilan dari Matthew, sama sekali tidak berbeda dengan Matteo yang berdiri di dekat Chloe sekarang ini.


Baik gaya rambut, tuksedo, sampai ke sepatunya pun, terlihat sama seperti yang dikenakan oleh Matteo, sehingga antara Matthew dan Matteo menjadi semakin sulit untuk dibedakan.


"Siapa ini?" tanya Matteo, membuyarkan lamunan Chloe.


"Oh! ... Namanya, Harold Gunther," jawab Chloe, lalu berdiri. "Silahkan Anda berkenalan langsung dengannya!"


Harold kemudian ikut berdiri, dan mengulurkan sebelah tangannya yang kemudian segera disambut oleh Matteo.


"Harold Gunther."


"Matteo McLean."


Sembari saling memperkenalkan diri, keduanya tampak saling memandangi dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, antara satu sama lain.


"Kamu saudara kembar dari Matthew McLean?" tanya Harold, sambil menatap Matteo lekat-lekat.


"Iya," jawab Matteo singkat, lalu melepaskan genggamannya dari tangan Harold. "Kamu terlihat cukup dekat dengan Chloe ... Apa aku boleh tahu, apa hubungan antara kalian berdua?"


"Chloe adalah temanku. Kami sudah saling mengenal dekat, sejak kami masih di universitas." Tanpa terlihat ragu-ragu, Harold memberitahu sebagaimana dekatnya, hubungan antara dirinya dengan Chloe.


Matteo tampak manggut-manggut seolah-olah dia mengerti, lalu segera berkata,


"Apa mungkin, jika aku yang hanya mengganggu percakapan kalian?" tanya Matteo, buru-buru.


"Tidak apa-apa ... Di acara seperti ini, sudah tidaklah mengherankan jika tidak bisa mendapatkan percakapan yang bersifat pribadi," kata Harold, lalu melirik ke arah Chloe.


"Aku bisa menghubungi Chloe nanti, untuk menyelesaikan percakapan kami tadi ... Tapi untuk sekarang ini, kamu bisa bergabung dengan kami, jika kamu mau," lanjut Harold kepada Matteo.


Kelihatannya, Matteo tidak menyukai akan apa yang didengarnya dari Harold barusan. Tetapi, Matteo segera mengubah raut wajahnya, dan tidak menolak untuk duduk bersama Chloe serta Harold.


Dalam perbincangan mereka di situ, seolah-olah dia ingin mencari tahu segalanya tentang Harold dan Chloe, sehingga Matteo jadi lebih banyak bertanya kepada Harold.


Harold pun, tampak tidak keberatan untuk menceritakan masa-masanya di kampus, dan bagaimana sampai dia bisa berhubungan dekat dengan Chloe.


Sementara Chloe, hanya sesekali saja bersuara mengutarakan tanggapannya, untuk membenarkan perkataan Harold kepada Matteo.


"Jadi, selama ini kamu menyembunyikan dari Chloe akan status sosialmu?" tanya Matteo, sambil mengangkat kedua alisnya.


"Sebenarnya aku tidak berniat untuk menyembunyikannya dari Chloe. Tapi aku cukup khawatir, jika dia dan rekan-rekan yang lain akan menjaga jarak dariku, hanya karena kesuksesan orang tuaku."


Sembari menjawab pertanyaan Matteo, terlihat sepasang mata Harold yang melirik Chloe sambil tersenyum kecut, tampak seolah-olah dia merasa bersalah, lalu lanjut berkata,


"Rencananya, aku akan memberitahu Chloe, sebelum kelulusan dan aku harus melanjutkan pendidikanku ke luar negeri....


... Tapi ada sesuatu yang terjadi, sehingga aku tidak sempat memberitahunya tentang hal itu. Dan justru hanya bisa menceritakan permasalahanku kepadanya."


Chloe teringat akan curahan hati Harold, sewaktu mereka sedang di tengah-tengah acara wisuda, yang mengharuskan teman laki-laki Chloe itu mengganti kontak, dan menghapus semua akun sosial medianya.


"Kedengarannya seperti terjadi sesuatu yang penting, hingga kamu bisa melupakan untuk membuka statusmu kepada Chloe," celetuk Matteo, tampak penasaran.


"Sejujurnya, saya tidak merasa keberatan. Saya justru cukup bangga kepadanya. Karena orang dengan status sosial tinggi seperti Harold, mau bergaul dengan orang kalangan bawah seperti saya dan teman-teman yang lain."


Chloe menyela pembicaraan, agar Matteo tidak perlu memancing pembahasan tentang permasalahan yang dialami Harold di masa lalu.


Sembari menatap Chloe lekat-lekat, Harold lalu tersenyum lebar. "Terima kasih! ... Tidak salah rasanya, jika aku sampai bisa menyukaimu."


Seketika itu juga, raut wajah Matteo terlihat berubah drastis.


Matteo yang mengeraskan rahangnya, tampak sangat kesal, dan seolah-olah dia ingin menerjang Harold di situ.


"Kelihatannya 'kereta' di sini lebih menyenangkan!"


Secara tiba-tiba saja, suara David terdengar di dekat mereka, dan menarik perhatian dari Chloe, Matteo, serta Harold.


"Halo, Mister Gunther!" sapa David, sambil tersenyum lebar, dan mengajak Harold berjabat tangan dengannya.


"Halo, Sir!" Walaupun terlihat bingung, namun Harold tetap balas menyapa, dan menyambut tangan David.


"Tidak perlu terlalu formal. Namaku, David McLean. Panggil saja David," kata David, terdengar tanpa beban.


"Hmm ... David...." Harold tampak seperti sedang memikirkan sesuatu. "Anda yang bersama Chloe tadi siang?"


"Iya," jawab David, sambil tersenyum lebar. "Saya mengajaknya untuk menemaniku berjalan-jalan."


"Silahkan duduk!" kata Harold, sembari menggeser sebuah kursi untuk David.


"Terima kasih!" ucap David, yang kemudian ikut duduk bergabung di situ. "Matthew? Atau Matteo?"


"Matteo," jawab Matteo, dengan nada suara datar.


"Kamu juga tidak bisa membedakan the twins?" tanya Harold kepada David, sambil menahan tawa.


"Iya," jawab David, lalu tersenyum lebar melirik Matteo. "Kelihatannya, hanya orang tuanya saja yang bisa membedakan mereka."


Untuk beberapa saat kemudian, Harold sudah tenggelam dalam percakapannya dengan David, yang membahas tentang perusahaan Gunther Corp.


Sementara itu, Matteo yang sempat hanya terdiam, kemudian mencondongkan kepalanya ke arah Chloe, dan bicara berbisik-bisik dengan berkata,


"Aku bosan. Hanya pekerjaanku saja yang tidak ada hubungannya dengan orang-orang di sini. Apa kamu mau ikut denganku pergi mengambil minum?"


Melihat kalau Harold serta David tampak masih asyik berbincang-bincang, Chloe lalu menyetujui ajakan Matteo.


Ketika Chloe berdiri, dan hampir berjalan pergi dengan Matteo, baik David maupun Harold kemudian bersama-sama melontarkan pertanyaannya.


"Kalian mau ke mana?"


"Kami akan pergi mengambil minum." Sebelum Chloe sempat menjawabnya, Matteo sudah lebih dulu menanggapi pertanyaan itu.


"Permisi sebentar, Sir!" kata Chloe, sambil melihat ke arah David yang tampak mengangguk setuju, lalu melihat ke arah Harold. "Aku akan kembali ke sini nanti."


"Okay!" sahut Harold.


Matteo membawa Chloe menghampiri meja panjang, di mana tersedia minuman dan makanan di sana, lalu mengambilkan segelas sampanye dan memberikannya kepada Chloe.


"Teman-temanku sudah kembali ke negara asalnya," celetuk Matteo.


Lalu, dengan memasang raut wajah yang menampakkan seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu, Matteo kemudian lanjut berkata,


"Aku juga mungkin akan kembali ke luar negeri."


"Hmm.... Benarkah?" ujar Chloe, sedikit penasaran dengan pilihan Matteo itu.


"Apa kamu akan menahanku?" tanya Matteo, sambil mengangkat kedua alisnya.


Chloe tersenyum. "Tentu saja tidak ... Apapun yang ingin Anda lakukan, saya tidak akan mengintervensi keputusan Anda."


"Geez! ... Apa kamu tidak bisa berpura-pura menginginkan aku tetap di sini?" ujar Matteo, terlihat kecewa.


"Hmm ... Saya menginginkan yang terbaik bagi Anda," sahut Chloe, sambil tersenyum tipis.


"Kamu sama sekali tidak bisa melihatku sebagai seorang laki-laki, yang bisa menjadi kekasihmu?" tanya Matteo, buru-buru.


"Maafkan saya, Sir ... Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. Saya menghargai Anda, tapi saya tidak bisa menjanjikan apa-apa," jawab Chloe, pelan namun terdengar pasti.


"Apakah karena Harold?" tanya Matteo, dengan tatapan menyelidik.


"Ugh?" Chloe kebingungan.


"Apakah kamu menaruh hati kepada Harold?" Matteo menjelaskan pertanyaannya.


"Pffftt...!" Chloe tertawa tertahan. "Tidak ... Saya dengannya benar-benar hanya berteman."


"Semua hubungan pasti berawal dari pertemanan," celetuk Matteo, tampak masih ingin mendesak Chloe.


"Tidak semuanya seperti itu ... Justru rasanya akan aneh, jika kami yang sudah bersahabat lama, lalu mencoba untuk mengubah hubungan kami sampai lebih dari itu."


Bertepatan dengan selesainya Chloe menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya kepada Matteo, tiba-tiba saja Maddison terlihat sudah berdiri di dekat mereka.


"Hai, Chloe!" sapa Maddison, sambil tersenyum lebar, dan tampak ingin memeluk Chloe.


"Hai, Madam!" Chloe balas menyapa, lalu berpelukan dengan Maddison.


Setelah saling melepaskan pelukannya, Maddison tetap mengembangkan senyuman di wajahnya, namun memberi tatapan menyelidik kepada Chloe, sembari berkata,


"Aku tadi melihatmu berbincang-bincang dengan putra dari keluarga Gunther. Kelihatannya, kamu cukup akrab dengannya."