
Walaupun Matthew telah mengungkapkan rasa cintanya kepada Chloe, namun menurut Chloe, kelihatannya tidak banyak perubahan yang akan terjadi untuk keseharian mereka berdua.
Seperti biasanya, sejak pagi-pagi sekali, Chloe sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, dan begitu juga Matthew.
Pagi ini, Atasan Chloe itu sudah terlihat jauh lebih baik dan segar, dibandingkan dengan beberapa hari belakangan.
Padahal, Matthew tidak jadi mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh psikiaternya, yang diantarkan oleh Maddison kepadanya malam tadi.
"Aku sudah katakan kepadamu, kalau kamu lah penyebabnya yang membuatku pikiranku kacau. Tapi karena sekarang ini, kamu juga yang telah membuatku senang, maka aku tidak akan membutuhkan obat-obatan itu lagi."
Begitu kata Matthew yang terlihat yakin, sebelum dia dan Chloe beristirahat tidur malam tadi.
Pada awalnya, Chloe sempat meragukan perkataan Matthew itu. Tetapi pada akhirnya, kata-kata Matthew itu memang terbukti kebenarannya.
Semalam, Matthew bisa tidur dengan nyenyak sampai pagi, tanpa terganggu dengan mimpi buruk, seperti beberapa malam belakangan.
Seolah-olah, Chloe lah yang telah menjadi racun bagi Matthew, dan ketika Matthew sudah mengetahui kalau Chloe mencintainya, maka Chloe juga yang menjadi obat penawar bagi laki-laki itu.
Rasanya sulit untuk dipercaya, tetapi Chloe tidak tahu banyak tentang bagaimana kinerja otak manusia. Apalagi untuk seseorang yang memiliki trauma di masa lalu, seperti Matthew.
Asalkan Matthew memang baik-baik saja, maka Chloe juga ikut senang melihatnya, tanpa mau terlalu banyak bertanya.
Iya ... Kelihatannya, semuanya berjalan seperti biasa dan baik-baik saja, hingga Chloe dan Matthew mengikuti rapat mingguan dari jajaran direksi.
David yang menghampiri Chloe sebelum dan setelah pertemuan itu berlangsung, tampaknya hanya membuat suasana hati Matthew menjadi suram bagaikan langit mendung berbadai petir.
Matthew sudah menampakkan rasa tidak senangnya kepada Chloe serta David, meskipun yang sebenarnya, Chloe hanya sekadar berbasa-basi saja dengan David yang mendekatinya.
Walaupun demikian, Matthew memang tidak segera meletuskan kemarahannya saat itu juga, dan hanya wajahnya yang merengut saja, yang terlihat seperti akan terlipat sampai sepuluh bagian.
Chloe yang sudah hapal bagaimana gelagat Matthew saat laki-laki itu sedang kesal, tentu saja berniat untuk menjaga jarak dari David.
Akan tetapi, karena masih ada beberapa dewan direksi yang berbincang-bincang dengan Matthew ketika rapat direksi itu berakhir, maka Chloe yang menunggunya, tidak bisa langsung pergi begitu saja dari ruang konferensi tempat diadakannya rapat tadi.
David pun tampaknya ingin memanfaatkan kesempatan itu, sehingga dia sama sekali tidak mau menjauh dari Chloe, dan terus saja mengajak Chloe berbincang-bincang dengannya.
Setelah mereka kembali ke meja kerja masing-masing, Matthew kemudian memanggil Chloe ke ruangannya.
"Iya, Sir!" kata Chloe, saat menemui di ruang kerjanya. "Apa yang Anda butuhkan?"
"Berapa nomor perbankan milikmu?" tanya Matthew, sambil menatap layar ponselnya.
Walaupun dia tidak tahu apa yang ingin Matthew lakukan, namun Chloe tetap menyebutkan nomor rekening bank pribadinya, sementara Matthew terlihat mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.
Tidak berapa lama, ponsel Chloe yang ada di dalam saku blazer-nya kemudian bergetar, menandakan ada pesan masuk di sana.
Sementara Chloe mengeluarkan ponsel, dan melihat pemberitahuan apa yang ada di dalam benda itu, Matthew kemudian berkata,
"Kembalikan uang David! ... Aku tidak mau itu menjadi alasan bagimu untuk menghabiskan waktu dengannya lagi."
Chloe tersentak, melihat transaksi perbankan yang menunjukkan aliran dana yang baru saja masuk ke rekeningnya, sembari berkata,
"Tapi, Sir...."
"Chloe!" kata Matthew dengan suara meninggi, sambil memberikan tatapannya yang tajam kepada Chloe, seolah-olah dia tidak mau Chloe membantahnya.
"Hubungi dia sekarang! ... Katakan padanya, kalau kamu mendapatkan pembayaran gaji terakhirmu lebih awal," kata Matthew, seperti sedang mengajari Chloe akan apa yang harus dia katakan kepada David.
Chloe mendengus kasar, lalu menghubungi kontak David, sembari menggerutu, "Saya melunaskan hutang pada Mister David. Tapi kini, saya justru berhutang kepada Anda."
"Chloe!" ujar Matthew, yang tampaknya masih mendengarkan ocehan Chloe barusan, lalu memanggil Chloe untuk mendekat padanya. "Sini!"
"Saya sedang mencoba menghubungi Mister David!" kata Chloe, sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada Matthew.
"Justru itu! ... Aku harus mendengar apa yang kalian bicarakan," sahut Matthew, dengan memasang tampang masa bodoh.
Kontak David sudah tersambung, namun Matthew terlihat tidak mau berhenti menggerakkan dua jari tangannya, memberi tanda kepada Chloe agar mendekat kepadanya.
Sehingga Chloe menyapa David, sembari berjalan menghampiri Matthew di kursi kerjanya. "Halo, Sir!"
"Halo, Chloe! ... Ada angin apa sampai kamu menghubungiku di jam-jam begini?" David terdengar seperti sedang ingin bercanda dengan Chloe.
Sementara itu, Matthew menarik Chloe, hingga terduduk di atas pangkuannya, dan ikut mendengarkan percakapan Chloe di ponsel.
Walaupun sangat terkejut dengan gerakan Matthew yang tiba-tiba, namun Chloe hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melanjutkan perbincangannya dengan David.
"Sir! ... Saya telah menerima gaji terakhir saya. Jadi, rencananya saya akan mentransfer kembali, uang yang saya pinjam dari Anda."
David tidak segera menanggapi perkataan Chloe itu, dan justru hanya terdiam untuk beberapa saat lamanya, hingga Chloe menegurnya dengan berkata,
"Sir! ... Apa Anda masih mendengarkan saya?"
"Iya, Chloe!" sahut David, dari seberang telepon.
"Terima kasih banyak atas bantuannya selama ini, Sir! ... Maafkan saya yang tidak bisa membalas kebaikan Anda dengan pantas," kata Chloe dengan bersungguh-sungguh.
"Kenapa kedengarannya seolah-olah kamu sedang mengucapkan perpisahan denganku?" ujar David, terdengar seperti dia sedang merasa kecewa, dan lanjut berkata,
"Aku tidak mau kamu mengembalikan uangku ... Kalau kamu ingin membalasnya dengan pantas, maka berkencan lah denganku!"
Matthew yang terlihat geram, lalu mempererat pelukannya pada Chloe, seolah-olah dia ingin membuat Chloe menciut sekarang ini.
"Maafkan saya, Sir ... Tapi saya tidak bisa melakukannya. Sebelum masa kerja saya berakhir, pekerjaan saya justru semakin padat....
... Saya bahkan masih harus mempersiapkan pegawai baru, yang akan menggantikan saya nantinya," kata Chloe beralasan, agar Matthew tidak semakin kesal.
"Apa kamu tetap akan menerima tawaran dari JT Corp? ... Apa kamu tidak mau mempertimbangkannya lagi?" tanya David, dengan suara pelan.
"Saya akan mempertimbangkannya. Tapi sekarang ini, saya harus lanjut bekerja. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuan Anda." Chloe ingin segera mengakhiri perbincangannya dengan David.
"Tunggu, Chloe! ... Aku ingin bertemu denganmu. Kapan kamu ada waktu?" David seolah-olah masih tidak mau memutuskan sambungan telepon itu.
"Seperti yang saya katakan tadi, Sir ... Saya sibuk, dan tidak bisa memastikan apakah saya ada waktu untuk bertemu dengan Anda. Jadi, saya tidak bisa berjanji," kata Chloe, berusaha untuk membuat David mengerti.
"Chloe! ... Jangan coba-coba mentransfer uang kepadaku! Aku tidak mau menerimanya!" ujar David, tegas.
Karena melihat Matthew yang tampak semakin geram, sehingga Chloe buru-buru mengakhiri pembicaraan dengan David itu, dengan berkata,
"Maafkan saya, Sir ... Ada yang harus saya lakukan sekarang. Bye, Sir!"
Tanpa menunggu tanggapan dari David lagi, Chloe lalu memutuskan sambungan telepon itu, kemudian mendengus kasar, dan menatap Matthew.
"Ada apa dengan Anda ini?" tanya Chloe, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, karena rasa tidak percaya dengan tingkah Matthew itu
"Aku sudah katakan kepadamu sebelumnya. Aku tidak mau kamu melihat laki-laki lain," sahut Matthew, dengan memasang tampang masa bodoh. "Transfer uangnya sekarang!"
"Baik, Sir!" Chloe kemudian memperhatikan tampilan layar ponselnya, untuk mengirim uang ke rekening David, sembari mencoba berdiri menjauh dari pangkuan Matthew.
Lagi-lagi Chloe mendengus kasar. "Saya akan mentransfer uang Mister David. Dan saya juga harus melanjutkan pekerjaan saya."
"Lakukan di sini!" sahut Matthew, ketus.
"Baik, Sir...!" sahut Chloe, dengan nada suara mengejek.
Demi memuaskan kemauan Matthew, Chloe segera mengirim uang kepada David, dan memperlihatkan bukti pengirimannya kepada Matthew. "Sudah! ... Saya akan lanjut bekerja!"
"Tunggu sebentar!" kata Matthew, sambil mempererat pelukannya, lalu mendekatkan wajahnya kepada Chloe. "Kamu sudah membuatku kesal ... Give me a kiss!"
Bukannya Chloe tidak mau bermesraan dengan Matthew, hanya saja sekarang ini masih jam kerja, dan ada pekerjaan yang harus Chloe selesaikan, agar dia tidak perlu bekerja lembur.
Namun, karena Matthew seolah-olah tidak akan melepaskan Chloe, sebelum Chloe memberikan keinginannya, sehingga Chloe lalu mengecup pipi Matthew, dan bersiap untuk berdiri.
"Kamu pasti bercanda!" ujar Matthew, ketus.
Matthew lalu mencium bibir Chloe untuk beberapa saat, hingga dia mungkin merasa cukup puas, sampai bisa tersenyum lebar setelahnya.
"Aku sudah merasa lebih baik. Kamu bisa lanjut bekerja," kata Matthew, lalu membiarkan Chloe beranjak pergi dari ruang kerjanya.
***
Mengejar ketertinggalan dari pekerjaan kemarin yang tertunda karena dia yang dirawat di rumah sakit, sehingga Chloe benar-benar tidak sempat memikirkan hal yang lain selain dari pekerjaannya.
Jadwal Matthew untuk hari ini pun semakin padat, sampai-sampai Chloe benar-benar kerepotan untuk mengatur jadwal Matthew, agar tidak ada yang bertabrakan.
Bahkan, jam istirahat makan siang pun, masih dipergunakan untuk pertemuan kerja Matthew.
"Aku sangat lelah!" celetuk Chloe, mengeluhkan otak dan badannya yang penat.
Agatha yang tampak tidak kalah sibuknya dengan Chloe, menanggapi keluhan Chloe dengan mendengus pelan, lalu berkata,
"Rasanya, sewaktu bekerja dengan Mister Nathan, aku tidak pernah kelelahan seperti ini."
"Apa Mister Matthew tidak mau mempekerjakan asisten tambahan?" lanjut Agatha, dengan memasang tampang memelas.
Bertepatan saat Agatha selesai berbicara, telepon di meja kerja Chloe kemudian berbunyi, hingga Chloe tidak sempat menanggapi pertanyaan Agatha, dan segera menerima panggilan telepon itu.
Panggilan telepon yang berasal dari bagian administrasi kepegawaian perusahaan; bagian personalia mengingatkan Chloe, pada permintaan Matthew akan pembukaan lowongan kerja untuk asisten baru CEO.
"Aku harus menemui CEO!" kata Chloe, sembari beranjak pergi memasuki ruang kerja Matthew.
Setelah mengetuk pintu, dan mendengar suara Matthew yang mengizinkannya masuk, Chloe melangkah masuk dan menghampiri Matthew, lalu segera mengatakan tujuannya datang ke situ.
"Sir! ... Bagian personalia sudah selesai menyaring CV dari pelamar yang akan menjadi asisten Anda."
Matthew yang tadinya tampak memijat-mijat keningnya, sambil menatap layar laptop di atas meja kerjanya, lalu mengangkat pandangannya menatap Chloe.
"Aku melewatkan sesuatu," celetuk Matthew, yang terdengar menggantung. "Apa jadwalku masih ada yang lain lagi?"
"Masih ada satu pertemuan lagi, Sir!" jawab Chloe. "Sebagian dari pertemuan Anda, telah saya masukkan di jadwal besok."
"Okay!" sahut Matthew, lalu melihat arloji di pergelangan tangannya. "Jam berapa jadwal selanjutnya?"
"Jam 3, Sir!" jawab Chloe, sambil memikirkan sesuatu. "Maafkan saya, Sir ... Tapi, bagaimana dengan penyaringan pelamar baru? Apa Anda ingin saya membawa pulang semua CV-nya?"
"Hmm...." Matthew bergumam, sembari melihat layar laptopnya. "Apa kamu sudah mengatur pertemuanku dengan Judy malam ini?"
Chloe tersentak.
Karena padatnya pekerjaannya, Chloe telah melupakan arahan Matthew kemarin, bahwa dia ingin bertemu dengan Judy malam ini.
"Maafkan saya, Sir ... Saya akan segera menghubungi Miss Parker," kata Chloe, dengan berhati-hati.
Matthew menatap Chloe lekat-lekat. "Bawa CV-nya pulang. Aku akan memeriksanya setelah pertemuanku dengan Judy."
"Baik, Sir!" Chloe lalu bersiap untuk pergi dari ruang kerja Matthew. "Permisi, Sir!"
Matthew menganggukkan kepalanya, dan saat itu juga Chloe berbalik, kembali ke meja kerjanya, lalu segera menghubungi Judy.
Walaupun Matthew berkata bahwa pertemuannya dengan Judy hanyalah untuk keperluan bisnis, namun Chloe masih merasa ragu-ragu.
Apalagi, rasanya belum ada pembicaraan yang bisa memberi kepastian apa-apa, akan bagaimana kelanjutan dari hubungannya dengan Matthew.
Sudahlah!
Seandainya Matthew memang hanya ingin bermain-main saja dengan Chloe, maka Chloe hanya perlu melupakannya, dan melanjutkan rencana untuk berpindah tempat kerja.
***
Sepulangnya dari kantor, Chloe membantu Matthew bersiap-siap terlebih dahulu, kemudian pergi ke paviliun untuk membersihkan dirinya sendiri.
Sementara menunggu kedatangan Judy yang sudah menyetujui permintaan janji temu dari Matthew di rumahnya, Chloe duduk di kursi yang ada di dekat kamar Matthew.
Dan untuk memanfaatkan waktu yang ada, Chloe memeriksa Curriculum Vitae—dokumen berisi data-data pribadi—dari pelamar kerja untuk menjadi asisten Matthew.
"Chloe!" Suara Matthew yang memanggilnya dari dalam kamarnya, mengejutkan Chloe yang asyik membaca.
Dengan terburu-buru, Chloe menutup laptop yang ada di atas pangkuannya, dan menemui Matthew di dalam kamar. "Iya, Sir! ... Ada apa?"
"Apa yang kamu lakukan di luar?" tanya Matthew, sambil melihat laptop yang dipegang oleh Chloe.
"Saya memastikan email yang masuk dari bagian personalia," jawab Chloe, seadanya.
"Nanti saja! ... Kita bisa melihatnya bersama-sama," kata Matthew, sambil memasang raut wajah tidak senang. "Kita tidak sedang di kantor, tapi kenapa kamu masih saja bertingkah seperti ini?"
"Ugh? ... Apa ada yang salah, Sir?" tanya Chloe, kebingungan.
"Tsk! ... Menyebalkan!" ujar Matthew, sambil berdecak kesal, dan memalingkan wajahnya. "Apa Judy belum datang?"
Chloe melihat arloji di pergelangan tangannya. "Sebentar lagi, seharusnya Miss Parker sudah tiba di sini."
Dan hampir di saat bersamaan, ponsel Chloe juga tiba-tiba berbunyi, hingga Chloe buru-buru melihat siapa yang menghubunginya.
Namun, karena Chloe melihat kalau kontak David yang muncul di layar ponselnya, Chloe tahu kalau dia tidak bisa menerima panggilan itu di depan Matthew, dan buru-buru menolaknya.
Seketika itu juga, Matthew tampaknya semakin kesal, hingga dia menatap Chloe, sambil menggertakkan gigi.
Untuk mengalihkan perhatian Matthew, Chloe kemudian berkata,
"Jika tidak ada lagi yang Anda butuhkan, saya akan ke depan untuk menyambut Miss Parker."
Dengan suara yang terdengar hampir seperti sedang bergumam, karena dia yang mengeraskan rahangnya, Matthew bertanya kepada Chloe.
"Siapa yang menghubungimu?"