
"Hmm ... Bagaimana, ya?! ... Apa saya bisa menolak?" ujar Chloe, sambil menahan diri agar tidak tertawa.
"Kenapa? ... Kenapa kamu ingin menolak ajakanku untuk berkencan?" tanya David, yang tampak mengerutkan alisnya dalam-dalam.
"Apa aku benar-benar tidak menarik? Atau aku terlalu tua menurut penilaianmu?
... Kamu berarti belum tahu, kalau laki-laki yang lebih dewasa, bisa memperlakukanmu seperti ratu."
Sembari dia berbicara, David tampak ingin menyuapkan sesendok makanan ke mulut Chloe, lalu mengedipkan sebelah matanya, dan tersenyum lebar.
Chloe tertawa kecil, lalu membuka mulutnya agar tangan David tidak menggantung lebih lama lagi, kemudian buru-buru mengunyah dan menelan makanannya, sebelum dia berkata,
"Walaupun saya tidak sering-sering menghabiskan waktu dengan Anda, tapi saya tahu, kalau Anda adalah orang yang senang bercanda....
... Oleh karena itu, meskipun Anda terlihat seolah-olah sedang bicara serius, saya tidak akan pernah bisa percaya apa yang anda katakan."
"Ah! Kamu ini! ... Lalu bagaimana caranya, agar kamu yakin kalau aku sedang dalam mode serius?" ujar David, menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil tersenyum.
"Tsk! ... Sudahlah! Yang pastinya, kamu berhutang 5 kali berkencan denganku! Dan masih ditambah lagi, dengan mencucikan piring di rumahku nanti!"
Walaupun suara David terdengar seperti sedang berbicara tegas kepada Chloe, namun pada akhirnya dia justru hanya tertawa, hingga Chloe pun ikut tertawa karenanya.
Sembari menikmati makan malamnya, Chloe lalu melihat-lihat ke sana kemari, mengamati keadaan di dalam restoran itu, yang bisa terjangkau oleh penglihatannya.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya David.
"Makanan di sini enak! Mister Nathan sangat menyukai salmon. Tapi saya tidak pernah tahu tentang tempat ini sebelumnya," jawab Chloe.
"Restoran ini baru dibuka. Itu sebabnya, hingga kita bisa makan di sini tanpa perlu reservasi. Jika sudah semakin banyak yang tahu, maka tentu akan kesulitan untuk mendapatkan meja di tempat ini."
David berbicara, sambil ikut melihat ke sana kemari, seolah-olah dia juga ingin mengamati restoran itu, hingga tiba-tiba dia kemudian berkata,
"Kamu mengingat kesukaan dari Mister Nathan ... Dan panjang umurnya, karena dia sekarang sedang berada di restoran ini."
"Ugh?" Chloe kebingungan.
"Mereka duduk di belakangmu ... Mister Nathan, my auntie, dan Matthew ... anak kesayangannya," kata David, lalu mengangkat dagunya, seakan-akan sedang menunjuk dengan gerakan kepalanya itu.
Chloe kemudian segera berbalik.
Di bagian belakang Chloe, hanya bersela beberapa meja dari tempatnya duduk, terlihat Nathan, Maddison serta Matthew sedang makan malam bersama.
Chloe memperhatikan orang-orang itu untuk beberapa saat, hingga dia kemudian menyadari, kalau bukan Matthew yang berada di sana, melainkan Matteo.
"Itu bukan Matthew!" ujar Chloe, setelah dia duduk lurus, kembali berhadapan dengan David.
"Ugh?" Kali ini, David yang terlihat bingung. "Lalu, apa itu adalah saudara kembarnya?"
"Iya ... Dia Mister Matteo," jawab Chloe.
"Waw! ... Bagaimana kamu bisa membedakan mereka? Yang aku tahu, sepupuku itu adalah sepasang saudara kembar identik." David tampak takjub dengan kemampuan penilaian Chloe.
"Itu mudah saja. Mister Matthew selalu berpenampilan rapi. Sedangkan Mister Matteo, suka berpenampilan yang lebih santai."
Bertepatan dengan Chloe yang selesai memberitahu bagaimana caranya membedakan antara Matthew dan Matteo, mendadak saja, Matthew terlihat sedang berjalan masuk ke dalam restoran itu.
Dan jika melihat arahnya berjalan, maka kemungkinan besar, Matthew akan melewati meja di mana Chloe dan David duduk.
Benar saja dugaan Chloe.
Sebelum Matthew berjalan melintas di sampingnya, Matthew yang beradu pandang dengan Chloe, kemudian menghentikan langkahnya, tepat di samping meja Chloe dan David.
Chloe lalu buru-buru berdiri dari tempat duduknya, dan kemudian menyapa Matthew, dengan berkata,
"Selamat malam, Sir!"
Namun, Matthew tidak segera membalas sapaan dari Chloe, dan justru memandangi Chloe dan David, bergantian.
Matthew lalu menghentikan pandangannya ke arah Chloe, kemudian berkata,
"Jadi maksudmu, inilah urusan pribadimu?"
Masih dengan tatapannya yang tajam, hingga seolah-olah bisa membuat lubang di wajah Chloe, dan dengan nada suaranya yang tidak kalah ketus dari sebelumnya, Matthew lanjut berkata,
"Silahkan nikmati makan malammu!"
Matthew kemudian lanjut berjalan, meninggalkan Chloe dan David, tanpa berkata apa-apa lagi.
Setelah Matthew menghilang dari pandangannya, Chloe kemudian terduduk kembali di kursinya, dengan sekujur tubuhnya yang terasa lemas.
Chloe mendengus kasar.
"Kamu tidak perlu merasa terlalu menyesal, jika kamu berhenti bekerja padanya. Itu yang terbaik!" ujar David, yang tampak geram, lalu lanjut berkata,
"Maafkan aku ... Mungkin perkataanku hanya menyinggung perasaanmu, karena aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi aku benar-benar kesal, melihat caranya yang meremehkanmu."
Sembari melihat ke arah David, Chloe menghela napasnya panjang, lalu memaksakan diri untuk tersenyum, ketika dia menghembuskan napasnya yang terasa berat.
"Aku pikir, daddy-ku adalah yang terburuk, karena meremehkan Mister Nathan. Tapi ternyata, Matthew juga melakukan hal yang sama kepadamu, meskipun dia belum mengenalmu dengan baik....
... Aku tidak heran, jika kamu tidak mau bekerja dengannya, ataupun denganku. Karena kamu pasti berpikir, kalau semua orang yang berdarah McLean, adalah orang-orang yang bersifat buruk."
David terlihat sangat kecewa, dan seolah-olah dia merasa sangat bersalah kepada Chloe, hingga David tampak kehilangan selera makannya.
"Tidak, Sir ... Saya tidak pernah berpikir seperti itu tentang Anda. Saya tahu kalau Anda orang yang baik. Anda bahkan baru saja membuktikan kebaikan Anda, dengan membantu saya," kata Chloe.
"Kamu tidak perlu menghiburku ... Aku yakin kalau kamu pasti berpikir, bahwa aku hanya membantumu karena ada yang aku inginkan darimu," sahut David.
"Chloe! ... Kamu tidak perlu menuruti permintaanku untuk berkencan denganku. Apalagi aku tahu, kalau itu hanya terdengar seperti sebuah ancaman....
...Aku sungguh-sungguh ingin berkencan denganmu, tapi aku sadar bahwa caraku itu salah, jika aku memakai alasan 'interested'' dari pinjamanmu....
... Karena aku sama sekali tidak merasa keberatan, dan justru merasa senang jika aku bisa membantumu, saat kamu sedang dalam kesulitan," lanjut David.
Chloe lalu tertawa kecil, berusaha untuk menurunkan ketegangan yang cukup terasa berasal dari David.
"Anda hanya perlu memberitahu kapan dan di mana, maka saya akan pergi berkencan dengan Anda....
... Karena akan sangat disayangkan, jika ada kesempatan untuk berkencan dengan seseorang yang baik, lalu saya hanya melewatkannya," ujar Chloe, sambil tersenyum.
"Benarkah? Kamu tidak hanya sedang berusaha untuk menghiburku, kan?" David membesarkan matanya, seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Chloe.
"Tentu saja, Sir! ... Asalkan setiap kali kita berkencan, Anda yang membayarkan tagihannya....
... Karena sisa uang yang Anda pinjamkan, bahkan hampir tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari," sahut Chloe, bercanda.
"Ugh? ... Kenapa kamu tidak mengatakannya sebelumnya?" David tampak terburu-buru mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, dan menekan-nekan layar benda itu.
"Apa yang Anda lakukan, Sir?" tanya Chloe, yang sedikit merasa curiga, kalau-kalau David akan mentransfer uang tambahan ke rekening perbankan milik Chloe.
Dugaan Chloe itu tampaknya akan terbukti, karena ponsel Chloe kemudian berbunyi, menandakan bahwa ada pesan masuk di sana.
Dan di waktu yang hampir bersamaan, David yang memasukkan ponselnya kembali ke saku jaketnya, kemudian berkata,
"Aku sudah mentransferkan uang untukmu."
"Sir! ... Saya hanya bercanda!" ujar Chloe, panik, lalu terburu-buru mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya, hendak mentransfer kembali, uang yang dikirimkan oleh David.
"Tidak apa-apa." David segera menahan gerakan Chloe, dengan mengambil ponsel Chloe, dan meletakkannya ke atas meja.
"Kamu tidak perlu mengembalikannya sekarang. Mana tahu, kalau-kalau kamu nanti membutuhkannya," sahut David, terdengar tanpa beban.
Chloe tidak bisa membantah David lagi, dan hanya menuruti David yang memintanya, untuk lanjut menikmati makan malam bersamanya.
Sebelum makanan penutup yang jadi pesanan mereka disajikan, seorang pelayan restoran kemudian menghampiri meja Chloe dan David.
Pelayan restoran itu lalu menyampaikan pesan, bahwa Nathan dan Maddison, menginginkan Chloe serta David agar bisa berpindah ke meja yang sama dengan mereka.
"Bagaimana? Apa kamu mau? Kalau kamu tidak setuju, kita bisa tetap di sini saja," ujar David.
"Hmm ... Terserah Anda saja, Sir!" sahut Chloe.