Bitter & Sweet

Bitter & Sweet
Part 49



Setelah mendapatkan arahan dari Matthew yang cukup mendadak, Chloe segera menghubungi Judy dan menyampaikan pesan dari Matthew.


Menurut Judy, malam ini dia ada janji temu untuk pekerjaannya dengan orang-orang dalam industri hiburan.


Namun, karena Judy sudah mengharapkan kesempatan itu cukup lama, sehingga Judy dengan senang hati membatalkan janji pertemuannya itu, demi bertemu dengan Matthew malam ini.


Dengan demikian, sepulangnya mereka dari kantor, Chloe kemudian membantu Matthew bersiap-siap untuk kedatangan Judy.


Sementara menunggu Matthew yang sedang berada di kamar mandi, Chloe mengarahkan para asisten rumah tangga Matthew untuk mempersiapkan teh serta makanan ringan.


Karena jika sesuai dengan rencana, maka kurang lebih setengah sampai satu jam lagi, maka Judy seharusnya sudah tiba di rumah Matthew.


Ketika Chloe masih di dapur, bersama-sama dengan para asisten rumah tangga, ponsel Chloe kemudian tiba-tiba berbunyi.


Melihat bahwa nomor kontak Matteo lah yang tampil pada layar ponselnya, Chloe kemudian menerima panggilan telepon itu.


"Halo, Sir!" sapa Chloe.


"Halo, Chloe!" Matteo balas menyapa dari seberang telepon. "Kamu sudah pulang dari kantor, kan?"


"Iya, Sir," jawab Chloe. "Hmm ... Ada apa?"


"Aku ingin agar kamu datang ke rumahku. Aku akan menunggumu," sahut Matteo, yang seolah-olah tidak akan mau menerima jawaban tidak dari Chloe.


"Hmm...." Chloe bergumam ragu-ragu.


"Apa Matthew masih memberikanmu pekerjaan?" tanya Matteo, terdengar seperti akan menyalahkan Matthew.


"Tidak ... Tapi saya belum berganti pakaian. Kami baru saja tiba dari kantor," jawab Chloe, memberitahukan alasannya yang membuatnya ragu-ragu.


Matteo lalu hanya terdiam untuk beberapa saat, hingga Chloe menegurnya karena mengira sambungan telepon itu telah terputus.


"Halo! ... Sir?"


"Aku akan menjemputmu di situ." Sambungan telepon dari Matteo itu kemudian terputus, tanpa sempat Chloe berkata apa-apa lagi.


Sebenarnya, kemungkinan besar tidak ada yang perlu Chloe lakukan nantinya, saat Matthew sedang ditemani oleh Judy.


Namun, Chloe sempat berencana untuk beristirahat sejenak dengan berbaring di kamarnya di paviliun.


Sudahlah!


Chloe juga tidak terbiasa untuk bermalas-malasan di kamarnya saja, jadi dia mungkin akan ikut dengan Matteo, jika Matteo memang datang menjemputnya.


Merasa kalau Matthew mungkin sudah selesai membersihkan dirinya di kamar mandi, Chloe kemudian segera pergi ke kamar Atasannya itu.


Dan benar saja.


Matthew yang mengenakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya, bahkan sudah selesai mengeringkan rambutnya sendiri, ketika Chloe membuka pintu kamar mandi.


"Maafkan saya yang telah membuat Anda menunggu." Chloe segera membantu Matthew keluar dari kamar mandi, dan membiarkannya duduk di tepi tempat tidurnya.


"Apa yang ingin Anda kenakan?" tanya Chloe, sambil berjalan memasuki walk in closet.


Matthew kemudian menyebutkan apa saja yang dia butuhkan, sementara Chloe pun mengambilkan semuanya, lalu meletakkannya di atas tempat tidur Matthew.


"Anda mau saya membantu Anda berpakaian?" tanya Chloe, sambil memandangi Matthew.


"Tidak," jawab Matthew, datar. "Kamu bisa menungguku di depan pintu. Aku akan memanggilmu jika aku butuh sesuatu."


"Baik, Sir!" Chloe bergegas keluar dari kamar Matthew.


Sembari duduk menunggu di kursi yang ada di dekat pintu, pikiran Chloe berjalan ke sana kemari.


Menurut Chloe, kelihatannya Matthew seolah-olah ingin menghindar, dan tampak tidak mau beradu pandang dengannya sejak siang tadi.


Tapi jika memang benar demikian, Chloe sama sekali tidak memiliki petunjuk akan apa yang menjadi alasan bagi Matthew untuk melakukan hal itu. Karena menurut Chloe, dia sudah melakukan semua yang Matthew arahkan.


Lagi pula, biasanya Matthew pasti akan marah-marah kalau Chloe memang telah melakukan kesalahan.


Sudahlah!


Memang tidaklah mudah untuk memahami jalan pikiran Matthew. Akan lebih baik jika Chloe tidak perlu memikirkannya secara berlebihan, yang nantinya hanya akan membuatnya kelelahan sendiri.


"Hai, Chloe!"


Matteo tiba-tiba saja sudah terlihat menghampiri Chloe di situ, hingga Chloe buru-buru berdiri dari tempat duduknya.


"Maafkan saya, Sir ... Saya belum siap untuk ikut bersama Anda. Saya masih menunggu sampai Mister Matthew tidak membutuhkan saya lagi," kata Chloe, menjelaskan.


"Kapan Matthew tidak membutuhkanmu...."


Chloe kebingungan dengan nada bicara Matteo, yang terdengar seolah-olah bukan sedang bertanya, melainkan sedang mengeluarkan pendapatnya saja.


"Mister Matthew akan menemui seseorang di sini. Jadi, sementara itu saya bisa menemani Anda," kata Chloe, agar Matteo tidak salah paham dan menyalahkan Matthew.


"Ugh?" Matteo tampak tersentak. "Matthew mengundang seseorang ke sini?"


"Iya ... Seharusnya mungkin mereka bertemu di luar, sambil berjalan-jalan. Tapi karena kaki Mister Matthew masih belum pulih, sehingga Mister Matthew mengajaknya untuk bertemu di rumah ini saja."


Tanpa sadar, Chloe telah mengutarakan pendapatnya kepada Matteo, tentang rencana Matthew yang tampaknya memang ingin berkencan dengan Judy.


"Kenapa kedengarannya seperti seorang wanita yang akan jadi tamu Matthew?" Dari raut wajahnya, Matteo seolah-olah tidak percaya dengan kata-kata dari pertanyaannya sendiri.


"Apa Matthew berkencan?" tanya Matteo, sambil mengangkat kedua alisnya, dan memegang dagunya dengan sebelah tangannya.


"Hmm ... Saya tidak tahu pasti. Tapi mungkin saja memang begitu," jawab Chloe, sambil tersenyum.


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?" tanya Matteo, yang tampak semakin penasaran.


Chloe terdiam sejenak.


"Karena biasanya, jika pertemuan untuk membahas pekerjaan, maka saya akan diajak untuk ikut ambil bagian...


... Tapi tidak kali ini. Mister Matthew mau bertemu dengannya, tanpa ada saya ikut di pertemuan itu."


"Chloe!"


Suara Matthew yang memanggilnya dari dalam kamar, membuat Chloe segera membuka pintu dan menemui Atasannya itu di sana.


"Iya, Sir!" kata Chloe.


Dengan rasa kagum, Chloe memandangi Matthew yang terlihat tampan dan menarik perhatian, dengan gaya penampilannya yang semi kasual.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Matthew, dengan nada suaranya yang sinis.


"Ugh?" Chloe kebingungan.


"Aku tidak bicara padamu," kata Matthew, buru-buru. "Aku sedang bertanya pada Matteo."


Chloe lalu berbalik, dan mendapati bahwa Matteo ternyata telah ikut menyusulnya masuk ke dalam kamar Matthew.


Matteo mendekat kepada Chloe, lalu memegang sebelah tangan Chloe dengan erat, kemudian berkata,


"Aku akan mengajak Chloe pergi ke rumahku."


Sementara itu, Matthew hanya terdiam untuk beberapa saat, dan tampak memandangi tangan Chloe yang dipegang oleh Matteo.


"Sir...!" kata Chloe kepada Matteo, dengan suara berbisik-bisik, sembari berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Matteo.


"Apa Judy sudah datang?" tanya Matthew.


"Belum, Sir," jawab Chloe, yang akhirnya memasrahkan tangannya digenggam oleh Matteo erat-erat. "Mungkin sebentar lagi, Miss Parker sudah akan tiba di sini."


"Matteo!" ujar Matthew, sambil menatap Matteo lekat-lekat. "Aku ingin bicara denganmu. Berdua saja."


"Okay!" sahut Matteo, lalu melepaskan tangan Chloe.


Dan di saat itu juga, Chloe bergegas pergi dari kamar Matthew dan menutup pintu, membiarkan Matthew berbincang-bincang dengan Matteo di sana.


Daripada hanya menunggu percakapan antara Matthew dan Matteo sampai selesai di situ, Chloe memilih untuk pergi ke gerbang pagar, berjaga-jaga kalau Judy sudah tiba di sana, dan tidak ada yang menyambutnya.


Setelah Chloe menunggu kurang lebih lima belas menit, sebuah mobil mewah terlihat berhenti di depan gerbang pagar rumah Matthew itu.


Chloe segera menemui Judy yang terlihat keluar dari mobil, sesaat setelah pintu mobil itu terbuka.


"Hai, Miss Parker!" sapa Chloe, sambil tersenyum.


"Hai, Miss Fern!" Sambil ikut tersenyum lebar, Judy membalas sapaan Chloe. "Apa penampilanku tidak terlalu berlebihan?"


Chloe memandangi Judy dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya. "Anda terlihat cantik seperti biasanya."


Judy tertawa kecil. "Terima kasih atas pujiannya!"


"Aku sangat gugup. Jadi aku tidak tahu lagi harus berpenampilan seperti apa, yang cocok untuk menemui Mister Matthew," lanjut Judy, yang tampak sudah tidak sabar lagi untuk bertemu Matthew.


"Silahkan masuk! ... Saya akan mengantarkan Anda ke dalam," kata Chloe, sambil tetap mempertahankan senyuman di wajahnya.


Sembari berbincang-bincang dengan pembahasan yang sekadar berbasa-basi, Chloe mengantarkan Judy sampai ke ruang tamu, dan meminta Judy untuk menunggu di situ.


Chloe melihat ke arah kamar Matthew, namun pintu kamar Atasannya itu masih tertutup, sehingga Chloe melanjutkan langkahnya menuju ke dapur, dan meminta agar asisten rumah tangga mengantar jamuan untuk Judy.


Selain itu, Chloe juga berpesan kepada para asisten rumah tangga Matthew, agar menyediakan makan malam yang cukup.


Sebagai persiapan, seandainya nanti Matthew akan melanjutkan pertemuannya dengan Judy, sampai pada waktunya untuk makan malam.


Ketika Chloe kembali mendatangi kamar Matthew, pintu kamar itu sudah terbuka, dan Matteo terlihat hampir berjalan keluar dari sana.


"Sir!" sapa Chloe.


Matteo yang tadinya sempat terlihat merengut, lantas segera tersenyum lebar, saat dia melihat Chloe yang menyapanya. "Kamu jadi ikut denganku, kan?"


"Iya," jawab Chloe. "Tunggu sebentar!"


Chloe kemudian menghampiri Matthew, yang masih terduduk di tepi tempat tidurnya.


"Sir! ... Miss Parker sudah datang. Dia menunggu Anda di ruang tamu."


Setelah menyampaikan tentang kedatangan Judy, tanpa berlama-lama lagi, Chloe segera membantu Matthew untuk berjalan keluar dari kamar, dan menuju ke ruang tamu untuk menemui Judy.


Ketika Matthew sudah duduk di sofa, Chloe segera berpamitan kepada Matthew dan Judy, lalu kembali menemui Matteo yang tampak masih menunggunya di dekat kamar Matthew.


"Apa Anda masih bisa menunggu lebih lama lagi?" tanya Chloe, berhati-hati. "Saya harus kembali ke paviliun, karena saya mau mandi terlebih dahulu!"


"Tidak masalah," sahut Matteo, sambil tersenyum lebar, lalu memegang tangan Chloe. "Aku ikut ke paviliun. Aku akan menunggumu di sana."


Chloe rasanya tidak bisa menolak, sehingga dia hanya menuruti Matteo, dan berjalan bersama dengannya sambil berpegangan tangan.


Ketika mereka melintas di dekat ruang tamu, Chloe melihat kalau Matthew menatapnya dan Matteo, sehingga Chloe menganggukkan kepalanya.


"Matteo!"


Matthew yang memanggil nama Matteo, menghentikan langkah dari Chloe dan Matteo secara tiba-tiba.


Dan walaupun terlihat enggan, namun Matteo masih mau saja untuk singgah di ruang tamu, menemui Matthew yang ternyata hendak memperkenalkannya kepada Judy.


Judy tampak terheran-heran, saat dia melihat Matteo dan Matthew berganti-gantian.


"Matteo." Sambil berjabat tangan dengan Judy, Matteo menyebutkan namanya. "Aku adik dari Matthew."


"Judy Parker." sahut Judy, sambil tersenyum lebar.


"Hmm ... Judy! ... Maafkan saya. Tapi, silahkan lanjutkan pertemuanmu dengan Matthew. Saya sedang terburu-buru," kata Matteo, lalu kembali memegang tangan Chloe.


Chloe sempat melihat Matthew yang tampak mengeraskan rahangnya, seolah-olah ada sesuatu yang membuatnya kesal.


Namun, Chloe tidak bisa memperhatikan Matthew lebih lama, dan harus buru-buru berpamitan, karena Matteo seakan-akan hendak menyeretnya dari situ.


"Permisi, Miss Parker! ... Sir!"