
Chloe tahu, bahwa seharusnya dia memberitahu Matthew akan apa yang menjadi tujuan buruk dari rancangan Jordan, atau siapapun itu yang tidak menyukai Matthew.
Namun, Chloe masih harus memikirkan ulang, apakah dia memang bisa memberikan informasi yang tanpa sengaja diketahui olehnya itu kepada Matthew.
Yang menjadi bahan pertimbangan bagi Chloe, adalah kemungkinan bahwa Matthew yang akan menyalahkan, dan tidak mau memaafkan David serta Jordan.
Jika seperti itu keadaannya, Matthew pasti akan menabuh genderang perang kepada Jordan dan David, lalu kemungkinan besar akan timbul pertengkaran dan perpecahan besar-besaran dalam keluarga McLean.
Lalu untuk selanjutnya, Jordan serta David juga masih memiliki kemungkinan untuk menyangkal, atas informasi yang dikatakan oleh Chloe kepada Matthew.
Dan jika Chloe tidak bisa membuktikan kebenaran dari aduannya, maka tidak tertutup kemungkinan, jika Chloe justru yang akan disalahkan oleh kedua belah pihak yang berseteru.
Apalagi, hampir semua keluarga McLean, menganggap bahwa karena sikap Matthew yang buruk lah yang menjadi alasan utama bagi Chloe, hingga berencana untuk berhenti bekerja menjadi asisten Matthew.
Dengan demikian, bisa saja jika situasinya nanti justru jadi berbalik menyerang Chloe.
Bisa saja, jika Chloe yang justru mungkin akan dituduh berbohong, dengan memakai alasan bahwa Chloe ingin membalas dendam atas kelakuan Matthew, meskipun yang sebenarnya tidaklah demikian adanya.
Oleh karena kemungkinan akan semua hal itu yang bisa saja terjadi, sehingga Chloe tentu harus berpikir dua kali, sebelum dia melaporkan informasi itu kepada Matthew.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Matthew, menyadarkan Chloe yang tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Ugh?" Chloe kebingungan.
"Apa kamu tidak keberatan untuk menjadi seperti seorang penjaga, sementara aku berkencan dengan Judy?" tanya Matthew lagi, sambil mengerutkan alisnya dalam-dalam.
"Tidak masalah, Sir ... Membantu Anda agar bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa mendapatkan gangguan, rasanya masih menjadi bagian dari tugas saya sebagai asisten pribadi Anda," jawab Chloe, sambil tersenyum.
"Terserah kamu saja kalau begitu!" sahut Matthew, terdengar asal bicara.
"Baik, Sir!" Chloe kemudian berniat untuk lanjut menyuapkan makanan yang tersisa di piring kepada Matthew, tetapi Matthew buru-buru menahan gerakan tangan Chloe.
"Aku bisa makan sendiri!" ujar Matthew, sembari mengambil sendok dari tangan Chloe, dan menyantap makanannya sendiri. "Bagaimana makan malammu dengan David? Menyenangkan?"
"Hanya makan malam biasa. Tidak ada yang istimewa," jawab Chloe, seadanya.
"Ada apa? ... Kenapa kamu terlihat lesu?" tanya Matthew, sambil menatap Chloe lekat-lekat.
"Tidak ada apa-apa ... Saya hanya merasa lelah." Chloe sebenarnya tidak terlalu berminat untuk membahas tentang makan malamnya bersama David.
Sehingga, Chloe kemudian segera mengalihkan pembicaraan mereka, dengan berkata,
"Bagaimana kencan Anda? ... Miss Parker terlihat cantik seperti biasanya."
"Bukannya itu hal yang wajar? ... Judy tidak mungkin menjadi selebritis, jika dia tidak cantik," jawab Matthew, dengan nada sinis.
Matthew yang tadinya menundukkan pandangannya melihat makanan di dalam piring, secara tiba-tiba saja mengangkat pandangannya, dan memberi Chloe tatapannya yang menyelidik.
"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Matthew, tanpa mengalihkan sedikitpun perhatiannya dari sepasang mata Chloe.
"Ugh? ... Oh! ... Tidak," jawab Chloe gelagapan, sambil memalingkan wajahnya.
Namun, Matthew kemudian memegang dagu Chloe dan menariknya, hingga Chloe harus bertatap muka dengannya. "Chloe! ... Kamu tidak bisa membohongiku. Kamu tahu itu, bukan?"
Chloe berusaha untuk memalingkan wajahnya lagi, tetapi Matthew tampaknya tidak akan mengalah begitu saja.
Matthew tetap memegang dagu Chloe dan menahannya, sehingga Chloe tidak bisa menghindari tatapannya.
"Sebaiknya kamu bicara," kata Matthew, terdengar memaksa. "Apa ada hubungannya dengan Matteo?"
"Tidak," jawab Chloe.
"David ... Ada sesuatu yang terjadi di rumah David?"
Karena Matthew yang bertanya, seakan-akan dia memang bisa membaca pikiran Chloe, membuat Chloe merasa gugup dan kesulitan untuk menyangkal.
"Tidak." Chloe berusaha untuk tetap terlihat tenang, saat menjawab pertanyaan Matthew.
"Apa yang terjadi di sana?" tanya Matthew, yang tampak semakin penasaran.
Chloe terdiam untuk beberapa saat, sampai-sampai Matthew tampak telah kehilangan rasa sabarnya lagi.
"Chloe! ... Katakan padaku!" ujar Matthew, dengan tegas.
"Sir...." Chloe yang ragu-ragu, bersuara dengan nada memelas, agar Matthew tidak memaksanya untuk bicara.
Namun, Matthew tampak tetap bersikeras dengan keinginannya, hingga dia kemudian berkata,
"Apapun itu, aku tidak akan memarahimu. Katakan semuanya dan jangan ragu-ragu!"
"Saya tidak bisa memberitahu Anda. Karena bisa-bisa, saya mungkin hanya akan dianggap sebagai seorang pembohong," kata Chloe, memelas.
"Hah! ... Aku bukan orang bodoh, Chloe! Aku bisa membuat penilaianku sendiri. Kamu berbohong atau tidaknya, aku pasti akan mengetahuinya."
Tidak ada sedikitpun keraguan yang tampak pada raut wajah atau nada suara Matthew, saat dia berbicara kepada Chloe itu.
Sehingga, walaupun dengan rasa enggan dan khawatir, Chloe akhirnya memberanikan diri untuk memberitahu Matthew, akan apa saja yang diketahui olehnya saat dia berada di rumah David.
Baik apa yang diperbincangkan antara Jordan dan David yang didengar Chloe tanpa sengaja, sampai pada perbincangan antara Chloe dengan David.
Matthew yang mendengarkan Chloe berbicara kepadanya, tampak memperhatikan dengan saksama, tanpa sedikitpun ada tanda-tanda dia akan menyela perkataan Chloe.
Hingga Chloe selesai memberitahu semua informasi itu, Matthew tampak seolah-olah sedang menimbang-nimbang dan terdiam sejenak, sebelum dia akhirnya berkata,
"Jadi, mereka sudah tahu kalau aku telah jatuh cinta kepada seseorang, lalu ingin menjadikan hal itu untuk menggangguku...."
"Iya," kata Chloe, buru-buru. "Tapi saya tidak memberitahu kepada siapapun, bahwa Anda sekarang sedang dekat dengan Miss parker."
Matthew tampak tersentak, tetapi segera terlihat biasa saja, hingga Chloe buru-buru ingin memberi penjelasan lebih lanjut, dengan berkata,
"Maafkan saya, Sir ... Saya sama sekali tidak berniat untuk memicu ketegangan di dalam keluarga Anda....
...Mister David juga sebenarnya ingin membantu Anda, tapi karena saya yang berniat untuk bekerja di JT Corp, kelihatannya hanya membuatnya merasa kesal dan menyalahkan Anda....
... Sehingga Mister David tidak mau membantu Anda lagi, jika saya sampai menerima tawaran pekerjaan dari Presdir JT Corp."
Sementara itu, Chloe mengamati raut wajah Matthew yang hanya terdiam menatapnya, sebelum Chloe kemudian lanjut berkata,
"Tapi, selama saya masih bekerja kepada Anda, saya tidak akan membocorkan informasi bahwa Anda berkencan dengan Miss Parker....
...Baik itu kepada Mister David, maupun Mister Jordan, atau siapapun itu yang memiliki kemungkinan untuk menentang Anda....
... Saya akan berusaha untuk melindungi privasi Anda, dan tidak mengizinkan siapapun datang mengunjungi Anda, saat Anda sedang berkencan."
Raut wajah Matthew lalu tampak berubah drastis.
"Seharusnya, Anda tidak perlu khawatir tentang Miss Parker. Tapi, sebaiknya Anda memanfaatkan waktu yang ada untuk meyakinkannya....
... Agar tidak ada satupun yang bisa mempengaruhinya, walaupun saya sudah tidak berada di sini lagi," Chloe berujar lirih.
"Besok, sepulangnya kita dari kantor, atur pertemuanku dengan Judy!" kata Matthew, dengan nada suara yang terdengar sinis.
Chloe mengangguk pelan. "Baik, Sir...."
Merasa kalau sudah tidak ada yang perlu dia katakan lagi, dan melihat kalau Matthew juga tampak tidak berminat untuk melanjutkan makan malamnya, Chloe kemudian berdiri dari tempat duduknya, sembari berkata,
"Apa Anda sudah selesai makan? ... Saya akan membersihkan piring ini."
"Iya," jawab Matthew, lalu meneguk air minum dari gelasnya.
Dengan bergerak pelan, Chloe kemudian membersihkan piring kotor di dalam bak cuci piring, sambil berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
Bagaimana tidak?
Walaupun Chloe telah bertekad untuk membantu Matthew menemukan cintanya, namun Chloe tidak bisa membohongi dirinya sendiri, kalau dia merasa sangat kecewa dan sakit hati.
Karena dengan begitu keadaannya, maka Chloe yang harus membuang rasa cintanya kepada Matthew, yang hanya membuat Chloe cemburu setengah mati kepada Judy.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Matthew, tiba-tiba.
Karena sentuhan di bahunya, dan suara Matthew yang terdengar sangat dekat di belakangnya, benar-benar mengejutkan Chloe, hingga menjatuhkan piring dari tangannya.
"Geez!" ujar Chloe, lalu buru-buru mengambil piring yang untung saja tidak pecah, meskipun terjatuh cukup keras ke dasar bak cuci piring.
Chloe yang panik, bergegas mematikan air keran, meletakkan piring yang sudah bersih ke tempat tirisan, lalu segera berbalik, dan mendapati Matthew sedang berdiri tepat di belakangnya.
"Apa yang Anda lakukan?" tanya Chloe, kebingungan.
Namun, Matthew tidak segera menjawab pertanyaan Chloe.
Walaupun tampak masih kesulitan untuk berjalan dan tertatih-tatih, Matthew justru bergerak maju mendekati Chloe.
Secara spontan saja, Chloe lalu bergerak mundur, sampai tersandar di bak cuci piring. "Ada apa, Sir?"
Matthew meletakkan kedua tangannya di tepi bak cuci piring, hingga Chloe berada di antara kedua lengan Matthew yang mengapitnya.
"Hanya untuk mencuci satu piring saja, kenapa kamu menghabiskan waktu sangat lama untuk melakukannya?" tanya Matthew, sambil menatap Chloe lekat-lekat.
"Kamu bahkan sampai terkejut hebat, hanya karena aku menyentuh bahumu. Apa yang sedang kamu pikirkan?" lanjut Matthew, sembari mempertahankan posisinya itu.
"Tidak ada apa-apa," jawab Chloe, asal bicara. "Apa ada yang Anda butuhkan?"
"Hmm.... Aku ingin makanan penutup!" jawab Matthew, sambil tetap menatap Chloe lekat-lekat.
"Tunggu sebentar! ... Saya akan mengambilkannya untuk Anda," kata Chloe, lalu mencoba menjauhkan tangan Matthew yang menghalangi gerakannya.
Namun, Matthew tampaknya memegang tepi bak cuci piring dengan cukup erat, hingga Chloe tidak bisa menggeser tangan Matthew itu.
"Bagaimana caranya saya mengambilkan apa yang Anda minta, jika Anda menghalangi saya seperti ini?" ujar Chloe, kebingungan.
Matthew tidak menjawab pertanyaan Chloe, melainkan mengajukan pertanyaan baru dengan berkata,
"Apa yang diinginkan Matteo darimu?"
"Hmm...." Chloe bergumam ragu-ragu.
"Apa dia berusaha meyakinkanmu, kalau dia mencintaimu?" tanya Matthew, seolah-olah dia bisa mengikuti jalan pikiran dari Matteo.
"Iya," jawab Chloe, jujur.
"Lalu? ... Apa kamu menerimanya?" tanya Matthew lagi.
"Tidak ... Tentu saja tidak." Chloe menjawabnya dengan yakin. "Saya sudah katakan sebelumnya, kalau saya tidak mudah percaya, jika seseorang seperti Mister Matteo bisa jatuh cinta kepada saya."
"Kamu tidak bisa percaya kepadanya?" tanya Matthew lagi. "Apa kamu tidak jatuh cinta kepadanya?"
"Tidak, Sir! ... Saya tidak mencintainya!" sahut Chloe, tegas.
"Hmm ... Atau kamu sebenarnya telah jatuh cinta kepada orang lain?" tanya Matthew, dengan tatapan menyelidik. "Apa mungkin kamu jatuh cinta kepada David?"
Chloe menggeleng-gelengkan kepalanya. "Saya tidak jatuh cinta kepada Mister David ... Tapi, apa kita harus membahas tentang hal itu?"
Walaupun Chloe sudah memperlihatkan rasa tidak sukanya akan pembahasan tentang hubungan cintanya, namun Matthew seolah-olah tidak peduli, dan justru berkata,
"Ciri-ciri orang yang kamu sukai, seperti yang kamu katakan malam kemarin, aku rasa itu mirip-mirip dengan David. Apa itu sebabnya, hingga kamu tadi berusaha untuk melindunginya?"
"Saya tidak mencintai satupun dari mereka! Karena saya mencintai—" Chloe yang tersadar, lalu menghentikan perkataannya begitu saja.
Karena sempat terbawa emosi, Chloe yang terburu-buru menyahut perkataan Matthew, hampir saja mengatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Matthew.
Namun, Matthew justru tampak penasaran karena Chloe yang tidak melanjutkan kalimatnya, hingga Matthew semakin memperdalam tatapannya di mata Chloe.
"Siapa? ... Kamu jatuh cinta kepada siapa?" tanya Matthew, tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Chloe.
"Saya tidak berkewajiban untuk menjawab pertanyaan Anda itu, bukan?!" ujar Chloe, ketus menantang, lalu menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Hmm ... Memang tidak wajib. Tapi aku penasaran, akan apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu sekarang ini...." sahut Matthew, tampak masa bodoh, lalu lanjut berkata,
"Siapa yang telah membuatmu jatuh cinta? Rasanya selama ini, aku tidak pernah melihatmu dekat dengan siapa-siapa, selain Matteo ataupun David."
"Sir!" ujar Chloe, dengan perasaan sebal.
"Kenapa kamu tidak bisa memberitahuku siapa orang itu? ... Kamu mengetahui seluk-beluk dari diriku. Tapi aku tidak tahu banyak tentangmu ... Apa mungkin cintamu bertepuk sebelah tangan?"
Matthew masih saja mendesak Chloe, hingga Chloe menundukkan kepalanya, dan rasanya ingin menangis karena tingkah Matthew itu.
"Iya ... Dia mencintai orang lain...." Dengan rasa hatinya yang seolah-olah sedang teriris-iris, Chloe mengeluarkan suaranya pelan, menjawab pertanyaan Matthew.
"Apa kamu yakin, kalau laki-laki yang kamu cintai itu mencintai orang lain?" Matthew tampaknya masih tidak puas bertanya, walaupun dia seharusnya bisa melihat kalau Chloe sekarang sudah merasa sangat gusar.
"Sir...! Please...!" Chloe memelas agar Matthew berhenti memaksanya, untuk menjawab pertanyaan yang berulang itu.
"Chloe! ... Angkat kepalamu!" ujar Matthew dengan nada suara yang tegas, hingga Chloe kembali mendongakkan kepalanya. "Lihat aku baik-baik dan jawab semua pertanyaanku!"
Sambil menatap sepasang mata Matthew yang bisa menenggelamkan jiwanya, dan dengan suara bergetar karena menahan tangis, Chloe kemudian berkata,
"Sir...! Saya tidak bisa menjawabnya...."