Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 98: No Work No Food



“ahahahaha..., seperti biasa kamu selalu to the point Eizar, ya.., sebenarnya aku mengundang kalian kesini untuk melakukan sesuatu” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


“*haa..*\, bisakah kamu memberikan ku sedikit waktu bersantai...\, aku ingin berlibur asal kamu tahu” bilang Eizarath sambil menghela nafas.


“ya.., tapi.., ada pribahasa kalau tidak kerja, tidak akan makan..., apa kau fikir kamu kesini hanya ingin berleha – leha” bilang Baron Raven sambil memberikan ekspresi kesal.


Eizarath mulai berfikir dengan kata – kata Baron Raven, karena Baron Raven ada benarnya juga, tapi dia ingin bersantai, dan akhirnya Eizarath berfikir apa boleh buat, karena rumahnya sangat jauh.


“aaahhh..., begitukah...” bilang Eizarath yang berwajah pucat


“tapi untuk Master, kamu bisa bersantai saja selama ada disini, tidak perlu mengkhawatirkan apa - apa” bilang Baron Raven.


“hohohoho..., apakah benar tidak apa – apa?” tanya Shaka.


“Ya...”


Bbrraakkk...


Eizarath berdiri dan mengebrak meja, Eizarath merasa tidak adil karena kenapa dia yang harus bekerja sendiri.


“hei.., kenapa aku sendiri yang harus bekerja?!” bilang Eizarath yang kesal.


“Master sudah tua, apakah kamu tega memperkerjakan orang tua, dasar bodoh..” bilang Baron Raven yang kesal.


“hhhmmm..., benarkah...?!” bilang Eizarath yang melihat Shaka dengan tatapan ragu.


“sudah dengarkan dulu permintaan ku, baru kau baru protes, dasar sialan..” bilang Baron Raven.


“ *haa..*\, baiklah...\, jadi apa yang aku harus lakukan selama disini?” tanya Eizarath yang sambil duduk kembali


“permintaan ku sangat simple, lagi pula ini mungkin pekerjaan yang kamu suka.., aku ingin kamu melatih para pemimpin Night Hawk dan Militer” bilang Baron Raven.


Eizarath yang mendengar permintaan Reinherz, dia menjadi tersenyum, dia penasaran bagaiman kekuatan para komandan yang berada di belakang dia, apakah mereka kuat?, apakah mereka pantas menjadi komandan teman terbaik dan rival terkuatnya.


“hhhooo.., baiklah tawaran mu menarik, aku akan menyetujuinya, tapi sebelum itu, aku ingin melawan mereka semua secara langsung” bilang Eizarath sambil tersenyum penasaran.


“baiklah kalau kamu setuju, besok kalian istirahat saja dulu, besoknya lagi baru kita mulai, bagaimana?” bilang Baron Raven.


“baiklah.., kuharap para komandan mu tidak akan mengecewakanku” bilang Eizarath.


Ketika Eizarath dan Baron Raven mengobrol, Reinherz masih kesal walaupun sedikit malu sama Eizarath, Reinherz masih menatap Eizarath dengan tajam, ketika pembicaraan Baron Raven dan Eizarath selesai, Reinherz langsung bicara sama Eizarath.


“tapi.. sebelum itu.., apakah paman tidak mau meminta maaf padaku, karena kamu paman telah memukul ku tanpa sebab” bilang Reinherz dengan wajah yang murung.


Eizarath yang mendengar Reinherz berkata seperti itu langsung menghela nafas.


“Untuk apa aku meminta maaf pada mu, karena kamu telah membuat lengan ku luka tahu” bilang Eizarath.


“huh..?!, apa yang telah aku perbuat..?, jika pun itu karena ku kamu harus tetap meminta maaf pada ku..” bilang Reinherz.


Eizarath kemudian mengangkat lengan baju panjangnya dan memperlihatkan luka miliknya, di tangan Eizarath ada luka hitam gosong, Reinherz dan Lady Lizbeth yang melihatnya pun terkejut.


“luka ini adalah ulah mu asal kamu tahu..” bilang Eizarath sambil menunjukan lukanya.


“huh..?!, apa yang aku perbuat?!, aku bahkan tidak mengingatnya” bilang Reinherz.


“*haa..*\, luka ini aku dapat akibat menghentikan mu yang sedang mengamuk dasar bocah\, jika aku tidak menghentikan mu\, rumah Dwarf itu mungkin akan hancur berkeping – keping\, beruntung ada ayahmu yang menghentikan serangan mu yang hampir mengenai rumahnya” bilang Eizarath.


Reinherz bertanya – tanya apa yang telah dia lakukan, seingat dia, dia kehilangan kesadaran ketika Eizarath memukul dia secara bertubi – tubi.


Ketika Reinherz ingat - ingat, ketika hampir kehilangan kesadarannya, Reinherz mendengar bisikan dari alam bawah sadar.


“(Sial..., jangan – jangan Lyx..)” bilang Reinherz dalam hati.


“Raven..., apa yang terjadi sama anak kita?” tanya Lady Lizbeth.


“dari penglihatan ku, Lyx memberikan sedikit kekuatannya ke Reinherz, dia bahkan membuat Varmound menjadi naik tingkat” bilang Baron Raven.


“terus kenapa Eizarath mempunyai luka itu..?, apakah dia terkena serangan Varmound” tanya Lady Lizbeth lagi


“tidak Eizarath menahan Varmound dengan tangannya sendiri, jika orang biasa menahan Varmound mereka pasti mati, akan tetapi Eizarath sudah terlatih melawan Lyx” bilang Baron Raven.


Setelah Lady Lizbeth mendengar jawaban singkat Baron Raven, dia pun masih penasaran, akan tetapi rasa penasarannya dia simpan, karena dia ingin melihat dengan kepalanya sendiri.


“Baiklah kalau begitu.., untuk Eizarath dan Master, sekali lagi selamat datang di Kota Phantom Harlow, kuharap kalian menikmati waktu kalian disini, kalian bisa menginap di Mansion kami sesuka hati kalian, dan terakhir kita akan berkumpul lagi di tempat latihan di kota, terutama kamu Reinherz kamu juga harus ikut, kalau begitu sampai jumpa lusa nanti di tempat latihan,” bilang Baron Raven.


-------------------------------------------------------------------------------------------


2 hari kemudian...


Jam 10:00 AM, Sebagian anggota Night Hawk dan Militer berkumpul di tempat latihan, mereka berkumpul atas perintah Baron Raven untuk latihan, tentu saja para komandan dari Night Hawk dan Militer berkumpul.


Tempat latihan yang dimiliki Kota Phantom Harlow cukup besar, terdapat dua lantai yang di tengah – tengah lantai kedua tidak ada lantai melainkan langsung melihat ke bawah di arena latihan, sedangkan di bawah terdapat beberapa arena untuk sparing para prajurit.


Baron Raven, Shaka, Lady Lizbeth, Reinherz berada di samping arena di lantai bawah, sedangkan para prajurit sebagian berada di lantai dua tapi ada juga di lantai bawah.


Didalam Arena sudah ada orang yang akan melakukan sparing, mereka adalah Zerith, Ragnar, Orlom, Kapten Arnor melawan Eizarath, mereka berempat harus mengalahkan Eizarath.


“hohohoho..., sepertinya suasananya sedang memanas” bilang Shaka.


“apakah Master sangat tertarik dengan latihan ini?” tanya Lady Lizbeth.


“ya.. nona, soalnya aku ingin melihat kekuatan bawahan Raven” bilang Shaka sambil tersenyum.


“tapi.., apakah ini tidak terlalu berlebihan, Eizarath melawan 4 orang yang cukup kuat” bilang Lady Lizbeth.


“Eizarath merupakan orang yang aku percayai dibelakang ku dulu, dia cukup kuat untuk melawan 4 orang sekaligus, dan dia sepertinya sangat menantikan ini” bilang Baron Raven.


Ketika Baron Raven, Lady Lizbeth dan Shaka mengobrol, Reinherz melihat ada yang kurang, dia tidak melihat kakaknya Reed yang merupakan kapten Night Hawk.


“Ayah dimana kakak Reed?” tanya Reed.


“Reed.?!, aaahhh..., aku menyuruh dia untuk mengurusi bisnis di suatu tempat, lagipula bisnis lebih penting daripada latihan, ahahahaaha..” bilang Baron Raven sambil tertawa.


“(*haa..*\, dasar..\, pada akhirnya juga dia masih memikirkan uang)” bilang Reinherz yang menghela nafas.


Akan tetapi di suatu tempat Reed lebih senang mengurusi bisnis daripada latihan.


Di Arena....


Eizarath sedang melakukan pemanasan meregangkan tubuhnya, Eizarath menggunakan sebuah pedang, sedang lawannya Zerith menggunkan panah, Ragnar menggunakan tangannya karena dia Martial Artis, Arnor menggunkan pedang, dan Orlom menggunakan Katana miliknya.


“Hoo.., terlihat dari wajah kalian, kalian cukup percaya diri, aku tidak akan selembut atasan mu, jadi persiapkan diri kalian” bilang Eizarath sambil tersenyum.


Eizarath pun selesai melakukan pemanasan, Eizarath menunjukan posisi siap, Baron Raven pun memberikan sinyal ke Lady Lizbeth, Lady Lizbeth pun menggunakan Magic miliknya untuk menggunakan penghalang yang kuat supaya meminimalisir kerusakan gedung.


Wwwhhhoosshh...


Ssssrrraahh...


Magic Penghalang pun mengelilingi area seluruh tempat latihan kecuali di area penonton, Eizarath pun langsung memberikan aba- aba.


“Ayo majulah.., dasar sialan...”


Wwwhhhoosshhh....