Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 93: Long Journey To Fight



Keesokan harinya...


Shaka dan Eizarath sedang menunggu orang dari Night Hawk, mereka janjian di suatu tempat di dekat penginapan.


“uuugghh..., sampai kapan aku harus menunggu?” bilang Eizarath.


“tenang lah nak..., pasti sebentar lagi mereka datang, mungkin mereka sedang melakukan pengecekan barang – barang” bilang Shaka.


“*haa..*\, tapi aku malas menunggu”


Tap...


Tap...


Tak lama mereka menunggu, Shaka dan Eizarath mendengar suara dua kuda yang berjalan ke arah mereka, Shaka dan Eizarath pun melihat ke arah kuda yang berjalan.


Ketika Shaka dan Eizarath menoleh, mereka melihat ada satu orang pria yang membawa kuda – kuda yang akan di tunggangi oleh Shaka dan Eizarath, di samping badan kuda terdapat tas yang berisikan bekal mereka selama perjalanan.


“Maaf lama menunggu tuan Shaka dan Eizarath” bilang pria Night Hawk sambil membungkuk.


“hhhmmm..., apakah ini supply selama perjalanan?” tanya Shaka sambil melihat ke tas yang berada disamping kuda.


“Ya.. tuan..., sebelum tuan pergi saya akan memberikan sesuatu ke pada tuan” bilang pria sambil menyerahkan sesuatu dari kantungnya.


“hhhmmm..., apa ini?” bilang Shaka yang bertanya – tanya.


Pria memberikan dua surat dan satu gulungan kertas, satu surat merupakan stempel dengan lambang dari kebangsawanan khusus keluarga Itzbal, yang nantinya diberikan ke penjaga kota jika sampai dan nantinya di tanya, surat yang satunya lagi adalah surat yang kemarin dengan lambang Night Hawk, surat ini ditunjukan jika ada anggota Night Hawk yang memblokir jalan didekat kota, tinggal menunjukan surat dengan stempel Night Hawk tersebut, sedangkannya gulungan kertas berisikan peta untuk jalan menuju ke Kota Phantom Harlow.


“tolong jaga surat – surat tersebut, dan tolong ikuti rute yang ada di map, karena itu adalah rute yang sering kami lewati, dan untuk waktu jarak tempuh dari Kazram Port ke Phantom Harlow, memerlukan waktu sekitar satu hari” bilang pria.


“baiklah..., terimakasih atas semuanya” bilang Shaka.


“sama - sama tuan, sebelum saya pergi, ada yang ingin ditanyakan” bilang pria.


“oi..., Eizar apakah kamu ingin bertanya?” bilang Shaka sambil melihat Eizarath.


“aarrgghh..., aku tidak ingin bertanya apa – apa, ayo cepat pergi” bilang Eizarath yang sedikit kesal.


“*haa...*\, dasar....\, sepertinya tidak ada” bilang Shaka.


“Baiklah kalau begitu saya pamit pergi” bilang pria.


Setelah berpamitan pria Night Hawk langsung pergi.


“ayo kita harus bergegas” bilang Shaka.


“Baiklah ayah..” bilang Eizarath.


Shaka dan Eizarath langsung menaiki kuda mereka, mereka dengan cepat mengendarai kuda mereka pergi ke Kota Phantom Harlow.


1 hari kemudian...


Tap...


Tap....


“akhirnya kita sampai” bilang Eizarath.


Shaka dan Eizarath sampai di dekat gerbang timur Kota Phantom Harlow, mereka dari kejauhan melihat dua pria memakai baju zirah silver menjaga gerbang kota.


Tap..


Tap..


Shaka dan Eizarath pun berjalan perlahan – lahan dengan kuda mereka ke gerbang, prajurit penjaga pun mencegat mereka berdua.


“STOP..!!!” teriak salah satu prajurit.


Shaka dan Eizarath pun berhenti, dua prajurit pun menatap Shaka dan Eizarath dengan tatapan yang tajam, seolah – olah mencurigai Shaka dan Eizarath, Shaka dan Eizarath pun saling menatap, mereka berdua pun menghela nafas yang sepertinya mereka tidak bisa masuk dengan damai, Eizarath dan Shaka pun turun dari kudanya, kemudian mereka menghampiri petugas.


“Apa keperluan kalian disini?” tanya salah satu prajurit.


“kami ingin bertemu seseorang” bilang Shaka.


“tapi..., aku tidak pernah melihat orang – orang seperti kalian..” bilang satu prajurit yang curiga.


Dua prajurit curiga karena baru pertama kali mereka melihat seseorang memakai kimono, apalagi Ras Iblis yang jarang sekali terlihat di benua manusia.


“*haa..*\, sepertinya mereka curiga” bilang Eizarath yang sambil menghela dan bicara dengan nada kecil


Eizarath kemudian mengeluarkan surat dari kantung baju miliknya, dan langsung menyerahkan ke salah satu prajurit, prajurit pun menerimanya, kemudian mereka pun kaget melihat lambang pada surat yang diberikan Eizarath.


“APA..?!, lambang surat ini adalah...” bilang satu prajurit yang kaget.


Surat yang dua prajurit lihat merupakan surat yang melambangkan kalau yang menerima surat tersebut adalah tamu terhormat yang diakui Baron Raven, Prajurit pun dengan sigap mempersilahkan Shaka dan Eizarath masuk ke dalam kota.


“Tuan boleh masuk, silahkan ke gedung Administrasi di bagian utara, dan tunjukan surat ini ke penjaga disana” bilang salah satu prajurit sambil menyerahkan surat.


“Ayo kita kedalam” bilang Shaka.


“hhhmmm..., apakah ayah merasakannya?” bilang Eizarath yang masih melihat ke timur.


“apa yang kau...”


Wwwwhhhhoosshhh.......


Shaka merasakan Aura Mana dari kejauhan, Aura Mana tersebut bukanlah dari seorang biasa, melainkan yang Shaka dan Eizarath rasakan adalah Aura Lyx, Aura Lyx yang mereka rasakan tidak kuat, mereka pun sedikit penasaran, akan tetapi Shaka ingin menghiraukannya karena dia ingin bertemu Baron Raven kemudian istirahat karena perjalanan yang cukup melelahkan.


“Eizar..., ayo cepat kedalam, ayah ingin istirahat” bilang Shaka.


Eizarath menghiraukan kata – kata ayahnya, dia pun tersenyum sambil berjalan pergi.


“Ayah bertemu Raven saja dulu, aku hanya akan berjalan – jalan sebentar” bilang Eizarath.


“*haa....*\, dasar... sangat merepotkan...\, aku tahu pasti kamu akan mecari masalah...” bilang Shaka.


Shaka pun melihat ke arah prajurit.


“kalian..., bisakah sampaikan pesan ke Raven..,? kalau orang tua ini dan anaknya sudah datang dan pergi sebentar ke arah timur” bilang Shaka.


“Baik tuan kami akan sampaikan” bilang salah satu prajurit.


Satu prajurit pun pergi untuk menyampaikan pesan ke Baron Raven.


“(mudah – mudahan tidak ada sesuatu yang merepotkan terjadi)” bilang Shaka dalam hati.


------------------------------------------------------------------------------------------


Tap...


Tap...


Eizarath berjalan ke arah Aura Lyx yang di rasakan, ketika semakin dekat dengan sumber Auranya, Eizarath melihat seorang anak laki – laki sedang berlatih menggunakan tombak miliknya, ketika melihat seksama wajah anak laki – laki tersebut, Eizarath teringat seseorang, yaitu Baron Raven, dan anak laki – laki tersebut tak lain adalah Reinherz.


“hooo..., apakah dia anak bajingan itu yang mempunyai Lyx, aku akan memperhatikannya dulu” bilang Eizarath.


Eizarath pun melihat Reinherz berlatih dari kejauhan sambil menyembunyikan Aura keberadaan miliknya, tak lama kemudian, Reinherz berhenti berlatih dan masuk ke workshop Zeke.


“kekekeke...., sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik, haruskah aku bermain dulu” bilang Eizarath sambil tersenyum.


Tap...


Tap....


Eizarath pun berjalan ke Workshop Zeke, kemudian Eizarath mengetuk pintu.


Tok...


Tok...


Tak lama kemudian pintu pun terbuka, dan kebetulan Reinherz membuka pintu, Eizarath dengan sedikit berbicara langsung menyerang Reinherz.


Wwwhhhoosshhh...


Bbrraaakkk.....


--------------------------------------------------------------------------------------


“Wajah itu..., kamu memang sangat mirip dengannya, akan tetapi kamu masih lemah bocah” bilang Eizarath.


“Bajingan..!!, siapa kamu sebenarnya?!, apakah kamu mengenali aku.., mungkin kamu salah orang” bilang Reinherz yang kesal.


“tidak mungkin aku salah karena...”


Wwwhhhoosshhh....


Eizarath dengan cepat menyerang Reinherz, sampai – sampai Reinherz tidak bisa meihat gerakan cepat miliknya, Eizarath sudah didepan mukanya.


“Aura dan wajah milik mu sama seperti ayah mu..” bilang Eizarath sambil mengepalkan tangannya.


Wwwhhhoosshhh...


Eizarath membidik muka Reinherz, Reinherz tidak bisa menghindarinya.


Bbbraaakkk....


“aaarrrgghhh....”


Reinherz terkena pukulan Eizarath yang kuat, Reinherz langsung terpental jauh.


“satu hal yang kamu harus tahu bocah, mulai saat ini panggil aku senior” bilang Eizarath.