Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 42: The Twins Blood Mary



Di area penonton....


Reinherz melihat pertarungan ayah dan ibunya semakin memanas, Lady Lizbeth mulai mengeluarkan magic untuk menyerang ayahnya, sedangkan ayahnya bisa menangkis dan menghindar dari magic ibunya yang sangat kuat.


“wwwooooaaahhhh.....” bilang Reinherz dengan ekpresi takjub.


Ketika Reinherz merasa takjub, tiba-tiba ada yang memegang kepala Reinherz, Reinherz melihat keatas untuk melihat siapa yang memegang kepalanya, dan ternyata itu adalah kakaknya Reed.


“Apakah kau merasa bangga sekarang Rein?” tanya Reed sambil melihat ayah dan ibunya bertarung.


“Apakah kakak merasa begitu?” tanya Reinherz balik.


“tentu saja kakak merasa bangga, karena keluarga Itzbal adalah keluarga yang terkuat, ingat selalu itu Rein” bilang Reed.


“Baik kakak....” bilang Reinherz.


Ketika Reinherz dan Reed berbicara Chealsea merendahkan badannya dan melihat Reinherz.


“tapi ketika kamu sudah mempunyai kekuatan, kamu harus melindungi apa yang kamu lindungi Rein, dan jangan sampai di salah gunakan” bilang Chealsea.


Avianna pun tidak mau kalah, dia ikutan menasihati Reinherz juga.


“akan tetapi perjalanan kamu masih panjang Rein, kamu harus berlatih keras agar bisa menjadi ibu dan ayah” bilang Avianna.


“hehehe..., itu lah sedikit nasihat dari kakak-kakak mu sebelum kamu menjadi kuat” bilang Reed dengan tawa kecil.


Mereka berbicara sambil memperhatikan ibu dan ayah mereka melakukan sparing, akan tetapi pertarungan menjadi semakin sengit, dan sepertinya Lady Lizbeth sudah mulai serius.


Cccclllaaannggg...


Wwwhhooosshshh..


Cccllaaannggg...


Sssrrriiinggggg...


Suara pedang beradu dan magic dengan skal kuat memanjakan mata mereka area penoton, akan tetapi mereka tidak bisa berfikir apakah ini pertarungan serius atau berfikir, karena skala damage yang dihasilkan sangat besar.


“[Frost Prison]” bilang Lady Lizbeth.


Cccllliinngggg....


Lady Lizbeth membekukan Baron Raven di dalam pilar es yang besar.


“Sepertinya Lady Lizbeth sudah tidak main-main” bilang Zerith.


“Begitukah...?, aku tidak bisa melihat ini hanya sparing biasa atau pertarungan serius, bukankah begitu Orlom” bilang Ragnar yang bigung.


“*haa...*\, aku hanya berfikir bagaimana cara menghentikan mereka\, jika mereka bertarung seperti ini\, aku tidak bisa menghentika mereka\, apalagi Reed” bilang Orlom.


“*haaa...*” hela Zerith dan Ragnar.


Ketika Baron Raven terperangkap di pilar es, Reed melihat ibunya melakukan kuda-kuda yang siap untuk menyerang, akan tetapi gaya kuda-kuda milik Lady Lizbeth tidak asing bagi Reed, Reed kemudian menjadi sedikit panik dengan apa yang akan terjadi.


“Orlom...., bukankah kuda-kuda itu...” bilang Reed.


“Ya.., aku sudah tahu, akan tetapi tergantung skill apa yang Lady Lizbeth keluarkan, semoga tidak terlalu kuat”.


Kemudian Lady Lizbeth mengeluarkan Aura Mana berwarna hitam pekat yang kuat, Orlom merasa curiga skill apa yang Lady Lizbeth keluarkan, dia tetap berharap skill Lady Lizbeth yang keluarkan tidak menghasilkan damage yang kuat.


Kkkrrraakkkk...


Kkkrrraaakkk....


Ccclllliiinnggg....


Baron Raven menghancurkan pilar es milik Lady Lizbeth, ketika Baron Raven melihat Lady Lizbeth, Lady Lizbeth mengeluarkan skill miliknya.


“[Wrath Of Asura, Rakshan]” bilang Lady Lizbeth.


Reed, Orlom, Zerith, dan Ragnar yang mendengar Lady Lizbeth mengeluarkan skill miliknya yang mematikan langsung panik.


“Sialll...!!!, kenapa ibu mengeluarkan skill itu” bilang Reinherz.


“Semuanya menunduk...!!!!!!” bilang Orlom.


------------------------------------------------------------------------------------------------


Wwwwwhhhhooossshhhhh......


Lady Lizbeth mengeluarkan dua tebasan dengan Aura hitam pekat ke Baron Raven.


“Siiiaaallll....., kenapa dia sangat bersamangat” bilang Baron Raven.


Wwwwhhhooossshhhh....


Baron Raven tidak menyangka istrinya skill mengeluarkan itu, Baron Raven mau tak mau harus menahan skill milik istrinya, jika tidak akan terjadi kerusakan yang sangat besar, Baron Raven kemudian mengumpulkan Aura Mana miliknya untuk membuat pertahanan yang kuat.


Wwwwhhhhoooossshhhh.....


Cccllllaaaannnggggg.....


Baron Raven menahan skill [Wrath Of Asura, Rakshan] dengan dua dagger miliknya yang dilapisi dengan Aura Mana, Baron Raven terdorong ke belakang perlahan-lahan karena kuatnya dorongan dari skill Lady Lizbeth.


Ketika Aura Mana Baron Raven dan skill Lady Lizbeth berbenturan, terbentuk angin yang sangat kencang dan kuat disertai Aura yang kuat akibat berbenturan.


“aaaarrrrggghhhh....., ssssiiiiaaallll.....” bilang Baron Raven sambil menangkis [Wrath Of Asura, Rakshan].


Kkkrrraaakkk...


Kkraaakkk...


Terdengar bunyi retakan dari dagger milik Baron Raven, yang berarti belati miliknya sudah tak kuat menahan tekanan dari skill milik Lady Lizbeth dan Aura Mana Baron Raven yang kuat.


“Sial..., aku tak punya pilihan lain” bilang Baron Raven.


Baron Raven tak punya pilihan lain selain mengeluarkan kekuatan miliknya juga, karena jika tidak, dia tidak bisa menahan skill milik Lady Lizbeth, kemudian Baron Raven mengeluarkan Aura Mana yang kuat dan.....


“Muncullah [The Twins Blood Mary]” bilang Baron Raven.


Wwwwwhhhhhooossshhhhh.....


Sssrrraaahhhh........


Muncul Aura berwarna merah darah yang berkumpul di tangan Baron Raven, kemudian terbentuk dua dagger dengan bentuk yang unik dan memiliki Aura yang sangat kuat, itu adalah The Lyx Weapon milik Baron Raven [The Twins Blood Mary].


“Akhirnya dia mengeluarkannya” bilang Lady Lizbeth.


“Aaarrrgggghhh....!!!!” bilang Baron Raven.


Ccccllllaaannggg....


Wwwwhhhhooossshhhh.....


Aura tebasan [Wrath Of Asura, Rakshan] terpental ke atas dan kemudian menghilang, Baron Raven kemudian menarik nafasnya dalam-dalam dan mencoba tenang, kemudian melihat ke istrinya Lady Lizbeth.


“Dasar wanita gila....!!!!, bisakah kau menahan dirimu sedikit, jika tidak ada aku, kamu bisa melukai yang lain” bilang Baron Raven sambil memarahi Lady Lizbeth.


Lady Lizbeth yang melihat Baron Raven marah-marah, Lady Lizbeth hanya memberikan senyuman dan merasa seperti tidak bersalah.


“hehehe...., aku tahu kamu bisa menahan serangan ku.., heheheh...” bilang Lady Lizbeth tanpa rasa bersalah.


“*hhaa....* dasar...\, repot sekali mempunyai istri seperti dia” hela Baron Raven.


Baron Raven kemudian melihat ke area penonton, disana Baron Raven sempat melindungi mereka dengan [Blood Shield] milik Baron Raven, jika Baron Raven terlambat sedikit, mereka akan terpental oleh benturan skill Lady Lizbeth dan Baron Raven.


Baron Raven kemudian menyudahi [Blood Shield], kemudian Baron Raven melihat anak-anaknya dan yang lainnya menunduk, sepertinya Orlom dan yang lainnya mengetahui jika skill milik istrinya sangat berbahaya.


“apakah kalian baik-baik saja?” tanya Baron Raven.


Reinherz dan yang lainnya mengangguk yang berarti mereka baik-baik saja, sementara Lady Lizbeth hanya bersiul-siul seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan tidak mau disalahkan.


Akan tetapi sepertinya pertarungan belum berakhir, Baron Raven sudah mengeluarkan [The Twins Blood Mary] miliknya, Lady Lizbeth yang melihat orang kuat didepannya, dia semakin bersemangat bertarung, karena sudah lama dia tidak bertarung dengan orang yang kuat.


“Apakah masih ingin lanjut?” tanya Baron Raven.


“Haruskah aku memberitahunya?” bilang Lady Lizbeth sambil memasang posisi siap bertarung lagi.


“Baiklah tapi aku mempunyai syarat”


“syarat?”


“ya, aku ingin kamu tidak menggunakan Magic milikmu dan jurus mu itu, akan tetapi menggunakan Aura Mana untuk [Weapon Enchant] boleh, karena aku telah mengeluarkan [The Twins Blood Mary], dan pertarungan ini hanya menggunakan kekuatan dan senjata saja”.


“Baiklah..., apapun itu..” bilang Lady Lizbeth.


Baron Raven dan Lady Lizbeth dalam posisi siap-siap untuk menyerang, mereka mengeluarkan Aura Mana mereka, tanpa menunggu lama mereka pun menyerang dalam waktu bersamaan.


Wwwhhhhooossshhhh...


cccclaaannggg...


ccclllaaaannggg....


mereka saling beradu senjata dengan sangat sengit, saling menyerang dan saling menghindar, serangan mereka sangat cepat dan kuat, akan tetapi di saat mereka melanjutkan pertarungan mereka, ada orang-orang yang tidak tahu cara menghentikan mereka.


----------------------------------------------------------------------------------------------


Sementara di area penonton....


Reed dan yang lainnya hanya mengeleng-gelengkan kepala mereka, mereka tidak tahu cara menghentikan mereka, jika tidak ada yang menghentikan Baron Raven dan Lady Lizbeth, mereka berdua bahkan bisa bertarung sampai pagi, mau tak mau Baron Raven dan Lady Lizbeth harus segera menyudahi pertarungan mereka, karena besok masih ada urusan yang mereka harus urus juga.


“Oi.. Reed..., bisakah kau menghentikan mereka?” tanya Ragnar.


“Huh?!, apa kau fikir aku bisa?, walaupun aku teriak mereka tidak akan dengar, karena suara pedang mereka sangat keras, dan lihat kecepatan menyerang mereka, sangat gila.., dan jika aku masuk ketengah-tengah pertarungan untuk menghentikan mereka, aku bahkan bisa dilempar karena mengganggu” bilang Reed.


“Aaaahhhh... seperti biasa” bilang Ragnar.


“ya begitulah” bilang Reed.


“*hhaaa...” hela mereka semua.


Disisi lain Reinherz heran melihat ibu dan ayah dia, entah kenapa Baron Raven dan Lady Lizbeth bertarung sambil tersenyum seakan-akan mereka menikmati pertarungan mereka, dan terkadang Reinherz melihat mereka tertawa sambil bertarung.


“kakak kenapa ayah dan ibu bertarung sambil tertawa?” tanya Reinherz ke Reed.


“*hhaa...*\, itulah kebiasaan buruk mereka jika terlalu senang sparing” bilang Reed.


Ketika Reed mendengar Reinherz yang berbicara, Reed memiliki ide yang sangat cemerlang untuk menghentikan ayah dan ibunya, kemudian Reed pun menepuk pundak Reinherz sambil memberikan senyuman yang jahat.


“Rein.., maukah kamu menjadi seorang pahlawan?” bilang Reed


“Huh..?!, pahlawan...?, memang aku bisa menjadi seorang pahlawan?” tanya Reinherz yang kebingungan.


“tentu saja adikku...” bilang.


Reed kemudian melirik Ragnar sambil memberikan kode.


“hhhoooo...., kau mempunyai ide yang bagus Reed” bilang Ragnar.


Ragnar pun ikut memegang pundak Reinherz.


“heheheh...., kau akan menjadi pahlawan dunia tuan Reinherz.....” bilang Ragnar dengan senyuman jahat miliknya juga.


Reinherz yang melihat Ragnar dan Reed dengan senyuman seperti itu, membuat Reinherz merasakan ada niat buruk yang akan dilakukan Reed dan Ragnar, Reinherz pun merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.


“Apa yang kalian lakukan.....?, Kakak Reed...., Ragnar.....” bilang Reinherz dengan wajah yang panik.


Tanpa lama-lama Reed dan Ragnar memegang Reinherz dan kemudian.................


“TTTIIIDDAAAAAKKKKKKKKK...........!!!!” teriak Reinherz dalam hati


Whhhhhoooossshhhhh..........................


----------------------------------------------------------------------------------------------


Skill Vocabulary


Name: Wrath of Asura, Rakshan


Type: Aura, The Void Magic


Requirement: -------


Description: Lady Lizbeth membuat dua tebasan Aura yang sangat kuat dan bisa menyebabkan kerusakan yang sangat besar.


Name: The Twins Blood Mary


Type: Lyx Weapon, The Void Magic


Requirement: --------


Description: Baron Raven mengeluarkan dua dagger Lyx Weapon miliknya, The Twins Blood Mary dilapisi dengan Aura dan The Void Magic yang sangat kuat, dagger The Twins Blood Mary adalah dagger terkuat milik Baron Raven yang tersembunyi.