Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 73: Ancient Beast, Fenrir



Chealsea melihat sosok monster yang datang dari arah timur, sosok monster tersebut adalah serigala yang sangat besar, memiliki bulu berwarna putih salju yang sangat tebal, dia menunjukan taring – taring miliknya yang sangat tajam dan besar, kemudian sosok serigala tersebut mengeluarkan Aura yang sangat tajam dan kuat, serigala tersebut menatap Chealsea dengan tatapan yang sangat tajam, Chealsea merasakan Aura yang muncul dari serigala tersebut sangat mengancam


“sial...., Fenrir....”


Fenrir adalah salah satu ras Ancient Beast yang memiliki origin darah Beast, tidak seperti Demi Human yang memiliki bentuk layaknya manusia, yang bisa di artikan ras Ancient Beast merupakan nenek moyang dari ras Demi Human yang sudah ber-evolusi, semua ras Ancient Beast memiliki bentuk binatang, salah satu ras Ancient Beast yang sama seperti Fenrir adalah Dragon (Naga), mereka juga bisa berubah bentuk menjadi manusia dengan Magic milik mereka.


Fenrir melihat Chealsea yang sangat kecil di hadapannya, Fenrir menatap Chealsea dengan sangat tajam dan masih mengeluarkan aura yang kuat, akan tetapi Chealsea tidak takut sama sekali, melainkan raut wajah Chealsea menjadi sangat kesal ketika melihat Fenrir.


“Dari mana saja kau dasar sialan..!!!” teriak Chealsea yang kesal.


Fenrir yang melihat Chealsea sangat marah, Fenrir tersebut hanya terdiam dan melihat Chealsea berteriak memarahinya, Fenrir hanya bisa menghela nafasnya melihat Chealsea yang marah - marah.


“sudah... sudah..., kenapa kamu sangat marah?, bukankah aku menyelamatkan mu” bilang Fenrir.


Fenrir yang berbicara memiliki suara seorang pria, yang berarti dia adalah jantan.


“kamu telat sialan...” bilang Chealsea yang masih marah – marah


“*haa..*\, dasar...”


Tak lama kemudian, mood Chealsea menjadi membaik, Fenrir yang melihat mood Chealsea sudah membaik, Fenrir menundukan kepalanya dan melihat Chealsea.


“apakah kamu sudah membaik...?” tanya Fenrir.


“ya.., walaupun aku masih sedikit kesal” bilang Chealsea yang menyilangkan tangannya.


“syukurlah kalau kamu sudah baikan, lama tak jumpa Little One” sapa Fenrir


“ya.., lama tak jumpa juga, Murphy” sapa Chealsea balik.


Name: Murpy Quin.


Race: Ancient Beast “Fenri”.


Affiliation: West Guardian of Phantom Harlow City, Chealsea as Contractor.


“apa kamu sudah lupa..?, sekarang waktunya aku memeriksa kesehatan anak mu” bilang Chealsea.


Murpy yang mendengar Chealsea berkata seperti itu, wajah Murpy menjadi pucat.


“aaahhh..., aku lupa..” bilang Murpy dengan wajah pucat.


“Dasar..., kamu sama saja seperti ayah, memang laki – laki kenapa suka lupa tentang hal - yang penting?, bukankah aku sudah mengirim surat beberapa hari lalu dengan gagak milik Night Hawk” bilang Chealsea.


“yah..., itu aku tahu, tapi aku lupa, ahahaha...” bilang Murpy sambil tetawa kecil.


“lalu apakah istrimu tidak mengigatkan mu lagi kalau aku akan datang?”


“kalau itu.., istri ku sudah memberitahu ku sejak tadi pagi, dia menyuruhku untuk siaga jika kamu datang, tapi aku pergi dari rumah untuk berkeliling dan akhirnya aku lupa”


“jadi itu alasan kamu datang telat?”


“sebenarnya ketika aku berkeliling, aku merasakan Magic yang sangat kuat di hutan, dan ternyata itu kamu, jika kamu tidak mengeluarkan Magic yang cukup kuat, mungkin aku akan lupa, ahahaha....”


“aarrrgghhh... dasar..., terus bagaimana kamu menghadapi istri mu nanti ketika kita sampai”


Chealsea yang berkata seperti itu, wajah Murpy langsung menjadi pucat, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan ketika Murpy menghadap ke istrinya, karena mungkin dia juga merasakan Magic yang Mananya seperti milik Lady Lizbeth.


“Untuk itu..., akan aku urus nanti ketika aku datang ke rumah” bilang Murpy sambil memalingkan mukanya.


“*haa...*\, sepertinya akan ada kejadian yang sangat merepotkan ketika aku sampai nanti” bilang Chealsea sambil menghela nafas.


Murpy langsung menurunkan badannya ke tanah, Chealsea melihat Murpy sudah mulai gelisah karena mungkin istrinya akan marah.


“Ayo cepat naik ke punggung ku, kita harus pergi segera” bilang Murpy.


Tap..


Tap..


Chealsea loncat ke punggung Murpy karena dia sangat besar, Chealsea kemudian duduk di dekat kepala Murpy, Chealsea berpegangan dengan bulu Murpy yang tebal, Murpy yang merasakan Chealsea sudah siap untuk berangkat, Murpy langsung berdiri.


“pegang erat – erat..., aku akan cepat mengantarkan mu ke rumahku” bilang Murpy


“baiklah... baiklah..., sudah cepat berangkat, aku bisa menghalau angin yang kencang dengan penghalang magic milik ku” bilang Chealsea.


“ok..., berarti aku akan berjalan dengan cepat tanpa masalah”


Mupry bersiap – siap untuk berangkat, dia mengencangkan kaki – kaki miliknya, Murpy memusatkan tenaganya di kaki miliknya untuk berjalan dengan cepat.


Wwwhhhoossshhhhh....


Tap....


Tap....


Murpy pergi dengan sangat cepat menuju rumahnya bersama Chealsea untuk memeriksa anaknya.


Beberapa saat kemudian.....


Tap...


Tap...


Didepan Chealsea dan Murpy terdapat gua yang memiliki lubang yang besar, dan gua inilah tempat Murpy dan Istrinya tinggal, ketika sudah sampai, Chealsea langsung turun dari punggung Murpy.


“*haa...*\, seharusnya sudah sampai dari tadi” bilang Chealsea yang mengeluh.


“ahahah.., berhentilah mengeluh, ayo masuk..., istriku pasti sudah menunggu” bilang Murpy sambil tertawa kecil.


Tap..


Tap...


Chealsea dan Murpy berjalan masuk ke dalam gua, ketika baru berada di mulut gua, tiba – tiba angin yang sangat dingin bertiup kencang dari dalam gua.


Wwwhhhhoosshhhh....


“Sial...” bilang Murpy.


Murpy merasakan bahaya menghampirinya, Murpy bersiap – siap ingin melarikan diri, akan tetapi ketika baru berniat melarikan diri, seketika tanah dari dalam gua sampai keluar langsung membeku dengan cepat.


Ccclliiinnggg.....


Cclliinggg....


Chealsea bisa merasakan mana es yang terus membeku ke arah mereka berdua, itu adalah Ice Magic yang sangat kuat, Chealsea yang melihatnya dengan cepat menghindar, akan tetapi es tersebut terlalu cepat membeku sampai Murpy tidak bisa menghindar, kemudian kaki Murpy pun membeku sampai tidak bisa bergerak, seakan – akan es tersebut memang menargetkan Murpy.


Tap...


Tap...


Suara langkah dari dalam gua menghampiri mereka berdua, Chealsea dan Murpy bisa melihat dua mata seperti serigala yang sangat besar bersinar terang berwarna biru, sosok tersebut pun semakin dekat ke arah Mupry dan Chealsea, ketika sudah dekat sosok tersebut langsung berbicara.


“Sudah kubilang jangan lupa untuk menjemput tamu, dasar suami bodoh...!!!” bilang sosok tersebut yang bersuara wanita.


Semakin mendekat terlihat sosok tersebut, itu adalah Fenrir betina, Fenrir betina memiliki wajah yang sangat anggun dan memiliki bulu yang lebih halus dari jantan, Fenrir betina tersebut tak lain adalah istri Murpy.


Name: Keira Quin


Race: Ancient Beast “Fenrir”.


Affiliation: West Guardian of Phantom Harlow City, Lady Lizbeth as Contractor.


“aku lupa istriku..., tapi ini buktinya aku membawa Chealsea, jadi masalahnya selesaikan?” bilang Murpy yang pucat.


Tapi tetap saja kata – kata yang Murpy di ucapkan tidak mempan ke Keira, Keira menatap Murpy dengan tatapan yang sangat tajam dan sambil mengeluarkan Aura yang sangat kuat dan dingin.


“apa kau fikir kata – kata mu bisa membuatku memaafkan mu?” bilang Keira yang menatap Murpy dengan sangat tajam.


Muka Murpy menjadi sangat pucat, Murpy memalingkan pandangannya dari istrinya yang marah, tak lama Keira pun menjadi reda, Keira yang sudah baikan melihat Chealsea yang ada didepannya, Keira langsung menunduk dan menyapa Chealsea.


“Maaf kan aku sayang ku..., suamiku sudah merepotkan mu” bilang Keira.


“tidak apa – apa Keira, lagi pula aku sudah memarahi dia tadi ketika kita bertemu” bilang Chealsea sambil tersenyum.


“*haa..* tapi aku senang kamu tidak apa – apa\, karena aku bisa merasakan Magic yang kamu keluarkan\, dan sepertinya kamu sudah menjadi Magician yang handal” bilang Keira.


“yah.. begitulah..” bilang Chealsea.


“aku masih ingat ketika ibu mu melatih mu disini, kamu selalu berteriak setiap saat melihat monster yang besar, aku yang hanya melihat dari kejauhan hanya bisa tersenyum dengan teriakan kamu yang sangat imut, heheheh” bilang Keira yang mengejek Chealsea.


“hmp.., aku tidak ingin mengingatnya lagi, sungguh orang tua ku sangat kejam ketika melatih anak – anaknya” bilang Chealsea yang kesal sambil mengingat kejadian tersebut.


“ahahaha...., itulah yang sangat menarik dari keluarga kamu, Raven dan Lizbeth memang sangat tidak kenal ampun walaupun itu anak mereka sendiri” bilang Keira sambil tertawa kecil


“*haa...*\, begitulah kelakukan ayah dan ibu” bilang Chealsea sambil menghela nafas.


“kita sudahi percakapan kita disini, anak - anakku sudah menunggu mu didalam, mereka sepertinya sudah tak sabar menemui mu” bilang Keira.


“baiklah aku akan masuk kedalam” bilang Chealsea.


Ketika Chealsea ingin berjalan, Murpy mempunyai ruang untuk berbicara.


“kalau aku bagaimana istriku” bilang Murpy yang bermuka dikasihani.


Keira yang mendengar Murpy berkata seperti ingin dikasihani, Keira langsung menatap Murpy dengan tatapan yang tajam dan tak kenal ampun.


“Apa kamu fikir masalahnyaa sudah selesai?”


Tap...


Tap..


Chealsea langsung masuk kedalam gua, dia tidak ingin ikut campur dengan urusan antara suami dan istri, ketika berjalan masuk, Chealsea masih mendengar Keira memarahi Murpy, akan tetapi Chealsea tidak menghiraukannya, sekarang yang harus dia lakukan adalah tugas menjadi seorang Dokter.