Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 74: Kids And A Doctor



Tap...


Tap...


Chealsea memasuki gua, ketika masuk kedalam gua, tiba – tiba disisi kiri dan kanan dinding gua muncul api, api tersebut berbentuk bulat berwarna merah dan melayang dekat dinding, api tersebut adalah Magic milik Murpy yang dia tanam untuk menerangi jalan jika orang tersebut diundang atau kenal, jika tidak maka api tersebut tidak akan menyala, dan hal itu memudahkan Murpy dan Kiera untuk menyerang penyusup yang datang.


Chealsea semakin dalam masuk gua, belum sampai ke rumah milik Murpy dan Kiera, Chealsea mendengar suara langkah kaki, suara langkah kaki yang Chealsea dengan bukanlah suara langkah kaki manusia, melainkan langkah kaki binatang, Chealsea bisa merasakan langkah kakinya semakin dekat, ketika langkah kaki sudah dekat dengan Chealsea, tiba – tiba Chealsea didorong oleh dua sosok binatang.


Wwhhoosshhhh....


Bbbrraaakkk...


“woof.., woof..”.


Chealsea terjatuh akibat dorongan kedua binatang tersebut, Chealsea melihat kedepan, Chealsea hanya tersenyum senang ketika melihat sosok binatang yang menabraknya, sosok binatang tersebut adalah serigala yang memiliki bulu berwarna putih salju yang tebal, ukuran binatang tersebut hanya sebatas pinggang Chealsea.


“ahahaha...., lama tak jumpa teman kecil ku, Sheyla dan Dargan” bilang Chealsea sambil tersenyum senang.


Name: Shelya Quin


Race: Ancient Beast, Fenrir


Gender: Female


Affiliation: Murpy And Kiera Daughter


Name: Dargan Quin


Race: Ancient Beast, Fenrir


Gender: Male


Affiliation: Murpy And Kiera Son


“woof.., woof..” gong – gong mereka berdua.


Shelya dan Dargan merasakan kehadiran Chealsea dari jauh, mereka senang Chealsea datang menemui mereka, jadi mereka berinisiatif menghampiri Chealsea dan mengejutkan dia.


Lick...


Lick...


Shelya dan Dargan yang merasakan kesenangan di hati mereka, langsung menjilat – jilat wajah Chealsea seperti anjing yang rindu sama tuannya.


“sepertinya biasa kalian selalu bersemangat, dan sepertinya kalian sehat” bilang Chealsea yang sedang jilat – jilat Shelya dan Dargan.


“woof.., woof...”


Shelya dan Dargan belum bisa berbicara, ketika belum remaja ras Ancient Beast masih belum bisa untuk berbicara, jadi mereka hanya bisa menggong – gong saja seperti serigala, akan tetapi hati dan ekspresi mereka bisa di baca.


“baiklah.. baiklah..., kita akhiri dulu main – mainnya” bilang Chealsea sambil menyingkirkan Shelya dan Dargan yang menjilatnya.


Shelya dan Dargan menyudahi sapaan mereka, mereka langsung mundur dari Chealsea, Chealsea pun langsung berdiri.


“Baiklah anak – anak, ayo kita pergi ke rumah kalian” bilang Chealsea.


Tap..


Tap..


Shelya, Dargan, dan Chealsea pun berpergi ke rumah tempat tinggal keluarga Quin, tak lama mereka jalan, mereka sampai di area yang cukup luas didalam gua, kemudian mereka melihat ada sinar matahari, sinar matahari tersebut berasal dari atas gua yang berlubang, lubangnya cukup untuk menyinari area tersebut, dan mereka melihat rumah dari kayu yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, rumah tersebut adalah rumah Murpy dan keluarganya, Murpy dan Kiera selalu berubah wujud menjadi manusia untuk bisa masuk ke dalam rumah.


“akhirnya sampai..” bilang Chealsea.


Chealsea pun berjalan ke rumah milik Murpy, ketika Chealsea sudah dekat dengan rumah mereka, Chealsea baru menyadari kalau ada kolam ikan yang berukuran 5 x 4 meter yang ada didepan rumah mereka, kolam tersebut sangat jernih dan didalamnnya ada banyak ikan yang indah – indah, dan tanaman air di dalam dan di samping kolam menghiasi kolam menjadi indah.


“Apakah ayah kalian membuatnya?” tanya Chealsea.


Shelya dan Dargan mengangguk – gangukkan kepala mereka yang berarti benar, Chealsea pun tersenyum, ketika Chealsea tidak lama datang kerumah mereka, sepertinya banyak perubahan yang mereka lakukan.


Tap...


Ccrreaakk..


Bbrraakkk...


Chealsea membuka pintu rumah dan langsung masuk, Chealsea yang baru masuk langsung menaruh tas ransel miliknya tempat yang aman, Chealsea kemudian menghadap ke Shelya dan Dargan.


“Shelya.., Dargan..., duduk manis ya.., kakak mau memeriksa kalian” bilang Chealsea smabil tersenyum.


“woof.., Woof..”


Shelya dan Dargan mengongong yang berarti mereka mengerti, mereka berdua kemudian duduk di lantai dan duduk tegak menatap ke atas, Chealsea kemudian berjalan dan sambil menunduk agar sejajar dengan Shelya dan Dargan.


“Baiklah..., mulai dari Shelya, buka mulut kamu lebar – lebar biar kakak memeriksanya, aaaa....” bilang Chealsea


Shelya pun membuka mulutnya, ketika membuka mulutnya Chealsea memeriksa Chealsea, setelah Chealsea memeriksa mulutnya, Chealsea memeriksa tubuh Shelya secara fisik, ketika Shelya sudah diperiksa, kemudian giliran Dargan, Dargan pun sama diperiksa seperti Shelya.


“ok... sepertinya kalian sehat – sehat saja, apakah kalian ada gejala atau tidak enak di bagian badan tertentu?” tanya Chealsea.


Shelya dan Dargan mengeleng – gelengkan kepala mereka yang berarti mereka tidak memiliki gejala apapun.


“bagus kalau begitu..., berarti kalian anak yang baik dan sehat” bilang Chealsea sambil mengelus – ngelus kepala Shelya dan Dargan secara bersamaan.


Setelah mengelus – ngelus kepala mereka berdua, Chealsea berjalan menuju tas ransel miliknya, Chelsea duduk didepan tas miliknya dan membuka tas milik untuk mengambil sesuatu.


“aahh.., ketemu..” bilang Chealsea.


Chealsea kemudian mengeluarkan dua botol bening, didalam botol tersebut terdapat cairan berwarna hijau pekat, Chealsea mengeluarkan dua botol yang sama, botol tersebut adalah obat sekaligus vitamin untuk Shelya dan Dargan, Chealsea menaruhnya di lantai dekat dengan dirinya.


Tok..


Tok...


Akan tetapi di sisi lain Shelya dan Dargan yang melihat botol tersebut dikeluarkan, Shelya dan Dargan menjadi keringat dingin, terlihat dari ekspresi mereka kalau nyawa mereka seperti terancam, mereka sudah tahu kalau obat yang dibawa Chealsea memiliki rasa yang pahit, Shelya Dan Dargan tidak menyukainya.


Dargan melirik Shelya untuk memberikan kode untuk kabur, Shelya pun memiliki pemikiran yang sama, Shelya dan Darga kemudian mengeluarkan aura mana dikakinya untuk berlari dengan kencang, akan tetapi mengeluarkan mana dekat seorang Magician adalah kesalahan fatal, Chealsea langsung mendeteksi gerakan Shelya dan Dargan, Chealsea kemudian mengeluarkan sihir miliknya.


“[Bind Root]”


Ssrriingg...


Wwwhhhosshhh...


Muncul lingkaran sihir bawah Shelya dan Dargan, kemudian muncul akar - akar pohon dari berwarna hijau yang muncul dari lingkaran sihir tersebut, akar – akar tersebut dengan cepat mengikat kaki dan badan Shelya dan Dargan agar tidak bergerak.


“*haa..*\, trik yang sering kalian gunakan tidak akan mempan” bilang Chealsea sambil tersenyum.


Chealsea mengambil dua botol yang dia keluarkan, Chealsea kemudian berdiri dan berjalan menghampiri Shelya dan Dargan.


Tap..


Tap...


Chealse berdiri didepan Shelya dan Dargan, kemudian Chealsea menatap Shelya dan Dargan sambil tersenyum.


“hehehe..., kalian tidak boleh kabur, kalian harus minum obat ini” bilang Chealsea sambil senyum jahat.


Shelya dan Dargan tidak bisa kabur dari sihir milik Chealsea, yang bisa mereka lakukan hanya pasrah merasakan obat yang bisa membuat mereka pingsan.


“aaaaauuuuu.....” gonggong Shelya dan Chealsea.


Tttiiinnggg.....


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Cccrreeaaakkk....


Bbrraakkk...


Pintu rumah terbuka, Chealsea melihat ke arah pintu, Chealsea melihat dua orang yang membuka pintu, satu laki – laki dan satu wanita.


Wanita tersebut memiliki rambut panjang sampai ke perut, rambut miliknya berwarna putih salju, matanya memiliki bentuk seperti serigala, bola matanya berwarna biru dan pupilnya berbentuk vertikal, wanita tersebut memiliki wajah yang cantik dan anggun, dia memakai baju seperti gaun yang berwarna silver, di gaunnya terdapat pattern bunga yang sama dengan warna gaunnya, dan wanita tersebut memakai sepatu wanita, wanita tersebut tak lain adalah Kiera.


Sedangkan Pria memiliki rambut yang pendek dan rambutnya agak ke atas, rambutnya memilik warna yang sama seperti Kiera, dia memiliki bentuk mata sama seperti Kiera, pria tersebut memakai baju kemeja berwarna putih dan biru, dia memakai celana panjang berwarna hitam, pria tersebut memakai sendal rumah yan berwarna hitam, pria tersebut adalah Murpy.


Murpy dan Kiera melihat anaknya di ikat dengan akar – akar magic, dan mereka melihat Shelya dan Dargan pingsan karena tidak dapat menahan obat milik Chealsea.


“dasar..., mereka masih payah seperti biasa, hanya minum obat saja langsung pingsan” bilang Murpy sambil menghela nafas.


“*haa..*\, sepertinya aku akan langsung membawa mereka ke kamar dan biarkan mereka istirahat\, Chealsea bisa kamu melepaskan sihir milik mu?” bilang Kiera.


“baiklah..” bilang Chealsea.


Wwwhhoosshhh...


Bbrak..


Akar – akar yang mengelilingi Shelya dan Dargan menghilang, Shelya dan Darga langsung terkapar di lantai masih belum sadar, Kiera pun berjalan perlahan - lahan menuju ke Shelya dan Dargan yang terkapar di lantai.


“Aku akan membawa mereka ke kamar mereka, kalian duduk saja dan bersantai, kamu akan menginap selama beberapa hari kan?, jadi anggap saja ini rumah mu Chealsea, kamu sudah seperti keluarga bagi kami” bilang Kiera sambil tersenyum.


“baiklah.., terimakasih Kiera” bilang Chealsea sambil tersenyum balik ke Kiera.


Kiera langsung membawa Shelya dan Dargan satu per-satu untuk memberi waktu mereka istirahat, Murpy kemudian menawarkan Chealsea untuk duduk.


“ayo.. duduk saja Chealsea” bilang Murpy.


“oohh..., terimakasih Murpy” bilang Chealsea.


Chealsea dan Murpy kemudian berjalan ke meja, meja dan bangku di rumah Murpy terbuat dari kayu, terdapat satu meja yang panjang dan empat bangku, meja tersebut bisa disebut sebagai meja makan, kemudian Chealsea dan Murpy duduk, Chealsea dan Murpy duduk saling berhadapan, Chealsea dan Murpy saling menatap satu sama lain.


“Jadi apa yang akan kita bicarakan...?” tanya Murpy