
Sepuluh hari kemudian....
Sudah sepuluh hari berlalu dan Reinherz harus bertahan hidup di tengah-tengah hutan yang ganas, monster dan binatang buas berkeliaran dimana-mana, tidak ada siapa pun di hutan Rohirir Forest, hanya Reinherz sendirian.
Reinherz setiap hari berlatih dengan sangat keras, mulai dari latihan fisik, pedang, dan magic, Reinherz berlatih untuk bertahan hidup di hutan, karena di hutan hukum rimba sangat berlaku, yang kuat akan memakan yang lemah, Reinherz bertekad untuk menjadi kuat setiap latihan, karena Reinherz tiada hari tanpa bertemu monster ataupun binatang buas.
Di dalam rumah kecil miliknya, Reinherz sedang melakukan latihan mana miliknya, Reinherz melakuakan meditasi dengan merasakan mana yang mengalir, ketika bermeditasi muncul aura mana milik Reinherz.
Whosh.....
Muncul aura mana berwarna hitam yang mengelilingi Reinherz, kemudian Reinherz terus meningkatkan intensitas mananya, jantung Reinherz menjadi bertedak kencang, badan Reinherz lama-lama makin tidak kuat menahan Mana yang terus meningkat didalam tubuhnya.
“aarrggghh....” suara Reinherz yang menahan rasa sakit.
Makin besar intensitas Mana yang dia kumpulkan, makin berat badan Reinherz, dan pada akhirnya Reinherz sudah mencapai ambang batasnya.
Sring....
Wwhhooshh...
“ha... ha... ha..., sial... susah sekali mengatur mana ku, aku harus mencapai tingkat Expert, saat ini..., aku membutuhkan Aura Mana yang sangat kuat” bilang Reinherz yang sedikit cemas.
Reinherz menjadi sedikit lelah karena latihan Mana miliknya, badannya penuh keringat karena aura didalam ruang menjadi agak panas.
“panas sekali didalam sini, lebih baik aku keluar untuk mencari udara segar” bilang Reinherz yang kepanasan.
Reinherz kemudian keluar dari rumah miliknya, ketika Reinherz keluar waktu sudah terlihat siang, dan di sekitar rumah Reinherz, sudah banyak sayatan dan pukulan Reinherz pada pohon, sayatan benda tajam dan pukulan di pohon, sayatan dan pukulan tersebut merupakan bekas latihan Reinherz, Reinherz selalu berlatih pedang dan fisik.
Disekitar pohon-pohon Reinherz membuat beberapa penanda jalan, dua hari sebelumnya Reinherz mencoba menjelajah ke arah timur dan barat, dengan harapan Reinherz bisa menemukan sesuatu yang berharga, akan tetapi berharap dapat sesuatu yang berharga ketika mencoba menelusuri, melainkan Reinherz hanya menemukan monster-monster yang berkeliaran.
Akan tetapi Reinherz tidak berniat hanya berdiam diri di rumah kecilnya, Reinherz membutuhkan informasi yang bisa dia lihat dan diketahui di sekitarnya, untuk mencegah sesuatu yang tidak-tidak.
“*haa...*\, haruskah aku mencuci muka dulu?” bilang Reinherz yang ingin menjernihkan fikirannya.
Reinherz kemudian mengambil dua belati miliknya untuk jaga-jaga ketika dia berada di sungai, Reinherz pun pergi ke sungai..., ketika sampai di sungai Reinherz membasuh mukanya.
“aahh...., rasanya sangat segar sekali”.
Reinherz kemudian melihat sebelah sisinya, Reinherz menjadi penasaran apa yang ada di arah utara, daerah tersebut belum Reinherz telusuri.
“Aku menjadi sangat penasaran apa yang ada disana, haruskah aku mencoba pergi ke arah utara?” bilang Reinherz yang penasaran.
Rasa penasaran Reinherz semakin besar, Reinherz kemudian melihat-lihat sekitar sungai, apakah ada jalan untuk membuatnya ke sisi lain sungai, tak lama Reinherz menemukan beberapa batu untuk dijadikan pijakan untuk melompat ke sisi lain sungai.
“Sepertinya aku bisa pergi ke sisi lain sungai dengan batu-batu ini”
Tanpa fikir panjang, Reinherz langsung melompat ke sisi lain sungai dengan cepat.
“huu.., apakah ini hasil dari latihan?, aku bisa melompat cukup jauh hanya dengan beberapa batu untuk pijakan” bilang Reinherz dengan percaya diri.
Ketika sampai di sisi lain sungai, Reinherz melihat hutan yang cukup lebat.
“sepertinya ini akan menjadi petualangan yang menarik” bilang Reinherz dengan semangat.
Tanpa fikir panjang Reinherz langsung masuk ke hutan, ketika menelusuri hutan, setiap beberapa meter Reinherz membuat tanda agar dia tidak tersesat, Reinherz berharap dia bisa menemukan sesuatu yang menarik.
Beberapa jam kemudian...
Sudah beberapa jam Reinherz menelusi hutan di bagian utara, akan tetapi Reinherz tidak menemukan apa-apa, Reinherz sudah mulai bosan dan tidak ada niat untuk berjalan lebih jauh lagi, akan tetapi perasaan Reinherz, bilang Reinherz harus tetap maju, dan pada akhirnya Reinherz terus berjalan, dan pada akhirnya Reinherz menemukan sesuatu.
“Huh ada gua..?, apalagi menurutku gua ini cukup besar, sepertinya ini yang aku cari-cari, sepertinya aku akan mencoba masuk kedalam” bilang Reinherz yang penasaran.
Reinher pun berjalan masuk ke gua, akan tetapi ketika Reinherz baru berjalan beberapa meter, Reinherz melihat ada sesuatu yang akan memukulnya.
Whosh...
Duar...
Reinherz langsung menghindar kebelakang.
“Sial.., apa lagi yang akan terjadi?, sepertinya aku tidak bisa berpergian dengan damai” bilang Reinherz yang kesal.
Kemudian muncul sosok ular besar dengan sisik berwarna merah, mata ular tersebut berwarna orange, dan memiliki dua tanduk di kepalanya, ular tersebut adalah Blood Serpent, Monster Rank C.
Kkiiaakkk.....
Blood Serpent berteriak dengan keras, sampai Reinherz harus menutup telinganya karena suaranya menggema dengan keras didalam gua.
“aarrrgghh... sialan..., berisik sekali..” bilang Reinherz.
Blood Serpent menatap Reinherz dengan tatapan tajam, Reinherz yang mengetahui dirinya sedang diincar, Reinherz menjadi tidak bisa lari, Reinherz mau tak mau melawan Blood Serpent yang ganas.
“Sial...” bilang Reinherz yang kesal.
Reinherz langsung melakukan kuda-kuda untuk menyerang, Reinherz mengeluarkan Aura Mana miliknya dan melapisi dua belati miliknya untuk bisa menang melawan Blood Serpent, akan tetapi Reinherz sedikit ragu jika dia bisa menang melawan Blood Serpent.
“Baiklah aku akan memulainya, [Haste]” bilang Reinherz.
Whosh...
Clang...
Clang...
Akan tetapi Reinherz menyadari serangan miliknya tidak melukai Blood Serpent sama sekali, kulit miliknya sangat keras, akan tetapi Blood Serpent tidak bergerak sama sekali ketika Reinherz menyerang, dan pada akhirnya Blood Serpent menyerang Reinherz dengan menghempaskan ekornya ke Reinherz.
Whosh.....
Reinherz langsung terkena serangan ekor Blood Serpent yang cukup keras.
Whosh....
Duar..
“aaarrgghhh....”.
Reinherz langsung terpental ke tembok gua, Reinherz rasanya ketika terkena serangan Blood Serpent sangat berbeda dengan monster lain, serangannya sangatlah kuat dan cepat, beda dengan monster-monster yang dia lawan selama ini dia lawan, yang biasanya Reinherz melawan monster dengan tingkat E atau D.
Reinherz dengan cepat berdiri dan siap menyerang lagi, Reinherz kemudian melihat Blood Serpent yang besar, perbedaan kekuatan dirinya dan Blood Serpent sangatlah jauh, kemenangan Reinherz sangatlah jauh dibandingkan dengan Blood Serpent, akan tetapi didalam hati terdalam Reinherz hanya ada tekad yang kuat.
“Aku ingin menjadi kuat” bilang Reinherz dengan tekad yang kuat.
Blood Serpent yang melihat Reinherz hanya berdiri langsung menyerang Reinherz dengan mencoba menerkam dan langsung memakan Reinherz.
Whosh.....
Duar...
Reinherz dengan cepat menghindar serangan Blood Serpent dengan melompat tinggi, Reinherz yang melihat kesempatan menyerang, Reinherz langsung menyerang kepala Blood Serpent.
Whosh...
Clang..
“Sial..., keras sekali” bilang Reinherz yang kesal.
Serangan Reinherz tidak mempan sama sekali, Blood Serpent yang merasakan kepalanya di serang, Blood Serpent menyerang Reinherz menggunakan ekornya.
Whosh...
Reinherz yang melihat dirinya akan diserang, Reinherz dengan cepat melompat dari kepala Blood Serpent.
Whosh..
Ketika mendarat di tanah, Reinherz langsung mundur agak jauh dari Blood Serpent.
Tap.. tap..
“Kalau begini terus aku akan cepat kelelaha, aku harus memikirkan caranya membunuh Blood Serpent, kalau tidak aku akan mati sia-sia” bilang Reinherz yang cemas.
Reinherz kemudian melihat Blood Serpent membuka mulutnya dengan lebar, dan dalam hitungan detika Blood Serpent mengeluarkan cairan.
Ssraahh....
Reinherz langsung menghindar dengan cepat.
“Sial, apa yang dia keluarkan” bilang Reinherz yang kaget.
Blood Serpent mengeluarkan cairan berwarna merah darah, cairan tersebut adalah cairan zat asam yang diproduksi oleh kelenjar Blood Serpent, dinamakan Blood Serpent salah satunya karena cairan zat asam yang berwarna merah darah.
Dinding-dinding gua yang terkena cairan zam asam milik Blood Serpent langsung meleleh, Reinherz yang melihatnya menjadi sedikit cemas, karena dia tidak diuntungkan sama sekali di pertarungan dengan medan di ruangan yang tertutup
“Sialan.., dia menyimpan kartu turf miliknya, jika tidak cepat menghindar, aku bisa mati”.
Reinherz semakin susah untuk melawan Blood Serpent, apalagi di ruang yang dimana dia tidak bisa bersembunyi dan bergerak bebas, Reinherz terus berfikir bagaimana caranya dia menang, dan pada akhirnya dia memutuskannya.
“cih..., aku harus mengganti strategi ku, dan strategi ku adalah......, lari.......” bilang Reinherz.
Reinherz langsung berlari dengan cepat keluar dari dalam gua, Blood Serpent pun mengikuti Reinherz dengan cepat, dengan tubuh yang besar seperti itu, Reinherz tidak menyangka Blood Serpent bisa berjalan dengan cepat.
“Sial.. kenapa dia cepat sekali” bilang Reinherz sambil berlari.
Reinherz terus berlari dengan cepat dan susul oleh Blood Serpent, dan pada akhirnya Reinherz keluar dari gua.
Whosh....
Reinherz dengan cepat melompat keluar dari gua, ketika Blood Serpent keluar dari goa, Blood Serpent langsung mengamuk dan merubuhkan pohon-pohon di sekitarnya untuk menemukan Reinherz.
KKIIAAKK....!!!!
Blood Serpent berteriak dengan keras karena marah mangsanya terus melarikan diri darinya.
Reinherz berdiri di salah satu batang pohon yang tinggi dan cukup jauh dari Blood Serpent, Reinherz tersenyum dengan lebar melihat Blood Serpent yang berteriak dengan keras, dan sekarang Reinherz menjadi sangat percaya diri untuk melawan Blood, karena hutan adalah area berburu Reinherz, Reinherz kemudian melihat Blood Serpent dengan tatapan pemangsa.
“Sekarang..., saatnya untuk memulai perburuan yang sesungguhnnya”