Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 40: Watch And Learn



Sebelum menuju ke Drengr Forest.....


Keluarga Itzbal sedang berbahagia merayakan ulang tahun putra ke empat mereka yaitu Reinherz Itzbal, tahun ini Reinherz berumur 7 tahun, keluarga Itzbal merayakannya dengan suasana yang sederhana, hanya anggota keluarga Itzbal yang hadir tidak ada yang spesial, akan tetapi dari aura dan wajah mereka, keluarga yang kecil ini sangat bahagia, senyuman mereka memancarkan aura bahagia, mereka bercanda, tertawa, dan saling peduli satu sama lain.


Akan tetapi ini hanya permulaan, ketika anak dari keluarga Itzbal mencapai umur tujuh tahun, mereka akan melihat dan berfikir bagaimana cara mereka melampaui monster yang tidak ada tandingannya bagi mereka.


Ketika perayaan sudah mulai selesai, suasana di ruangan yang tadinya ramai sekarang menjadi sedikit lebih damai, dan saatnya Baron Raven berbicara.


“Rein..” bilang Baron Raven.


“ada apa ayah?” tanya Reinherz.


“kami ada sebuah hadiah untuk kamu” bilang Baron Raven.


Baron Raven kemudian mengeluarkan sebuah kain dari bawah meja dia, kain tersebut dilipat-lipat dengan rapih berbentuk kotak, dan Baron Raven meletakan kain tersebut di dua telapaknya sambil menyerahkan ke Reinherz, Reinherz pun menerimanya.


“Terimakasih semuanya” bilang Reinherz.


“Buka..., ini adalah sebuah hadiah untuk kamu jika kamu membutuhkannya” bilang Baron Raven.


Reinherz kemudian membuka kain tersebut lipatan demi lipatan, setelah semuanya terbuka, Reinherz melihat belati yang cukup indah dengan warna silver dan biru, gagang belatinya sangat kokoh dengan warna hitam, dan dibelatinya terdapat tulisan Rune, belati ini adalah Dagger of Moonlight Stone.


Reinherz kemudian memutar-mutar Dagger of Moonlight Stone miliknya, dan dia melihat cerminan wajahnya di belatinya miliknya.


“wwwoooaaaahhhh.....” takjub Reinherz.


“belati ini adalah Dagger of Moonlight Stone, ini adalah hadiah yang kamu dapatkan ketika kamu sudah usia 7 tahun” bilang Baron Raven.


“Indah sekali....!!!, terimakasih semuanya” bilang Reinherz.


“ahahah.... sama-sama Rein” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


Tak lama mereka mengobrol, seorang butler masuk ke dalam ruang makan, kemudian butler tersebut mendekati Baron Raven dan membisikan kata-kata, setelah membisikan kata-kata butler tersebut pergi.


Kemudian Baron Raven berdiri dari kursinya.


“Semuanya sekarang sudah waktunya” bilang Baron Raven.


“eeerrrmmmm....., aku sudah lama menunggu, akhirnya waktunya tiba” bilang Lady Lizbeth sambil meregangkan badannya.


Reinherz bigung dengan apa yang terjadi, tapi kakak-kakaknya tidak menunjukan ekpresi kebingungan.


“bawalah adik kalian duluan, ayah dan ibu akan menyusul” bilang Baron Raven,


“Baiklah..” bilang Reed, Avianna dan Chealsea.


Reed, Avianna, Chealsea dan Reinherz pergi keluar ruang makan duluan, mereka akan menunggu orang tua mereka di luar mansion, mereka pun berjalan keluar, Reinherz yang kebingungan mulai bertanya ke kakaknya.


“Kakak Reed..., apakah kakak tidak merasa ada yang aneh?” tanya Reinherz.


“hhhmmm..., kenapa Reinherz?” tanya Reed balik.


“huh...?!, bukankah kalian tidak merasa aneh, hari ini adalah ulang tahunku kenapa ayah tiba-tiba menyuruh kita keluar” bilang Reinherz.


“heheheh..., kamu akan tahu sendiri Reinherz, bisa dibilang ini adalah tradisi keluarga Itzbal” bilang Chealsea.


“ya...., bisa dibilang hari ini adalah awal perjalanan mu” bilang Avianna.


Reinherz yang mendengar kata-kata kakak-kakak nya masih bingung, dia tidak bisa menyerap maksud dari perkataan kakak-kakaknya.


“*hhaaa...* ya sudahlah....” bilang Reinherz yang pasrah.


Reinherz pasrah dengan apa yang akan terjadi, asalkan tidak terjadi sesuatu yang menjengkelkan ketika dia ulang tahun.


Crrreeaaakkk...


Reed membuka Pintu depan Mansion, ketika di luar mansion, Reinherz melihat ada orang-orang yang asing baginya tapi jumlah mereak tidak banyak, diantara mereka ada sosok yang tak asing bagi Reinherz, mereka adalah Orlom, Ragnar dan Zerith.


Mereka bertiga berdiri didepan mansion dengan seragam milik Night Hawk, kemudian mereka memberikan salam ke Reed, Avianna, Chealsea, dan Reinherz.


“Selamat Malam Tuan Reed dan Reinherz, Lady Avianna dan Chealsea” bilang mereka bertiga sambil merendahkan badan mereka.


Reed kemudian menghampiri mereka bertiga.


“apa semuanya sudah clear?” bilang Reed.


“Ya... seperti biasa semuanya sudah beres” bilang Ragnar


“Reed dimana Lord Raven dan Lady Lizbeth” tanya Orlom.


“ibu dan ayah sedang bersiap-siap” bilang Reed.


“ahahaha...., seperti biasa hari ini mereka akan mengeluarkan semuanya” bilang Ragnar.


“*hhaaa..* begitulah...\, tapi mudah-mudahan mereka bisa menahan diri” bilang Reed.


Ketika Reed mengobrol dengan Ragnar dan Orlom, Reed merasa ada satu orang yang hilang.


“Huh..!?, dimana Zerith” bilang Reed.


Ragnar kemudian menunjuk jarinya ke belakang Reed, Reed kemudian menoleh ke belakang, ketika melihat kebelakang, Reed melihat ada keributan kecil, antara adiknya dan Zerith.


“*haa....* seperti biasa...” bilang Reed sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Dibelakang Reed, Zerith memeluk Reinherz sambil mengucapkan selamat ulang tahun, dan Avianna dan Chealsea tidak menerimanya, dan Reinherz risih dengan keributan yang terjadi juga.


“ Selamat ulang tahun Tuan Reinherz...♥” bilang Reinherz sambil memeluk Reinherz.


Chealsea dan Avianna yang melihat Reinherz dipeluk, membuat mereka iri karena mereka berdua belum memeluk adiknya selama satu hari ini.


“Zerith.. Hentikan..., lepaskan adik ku” bilang Avianna.


“Ya..., Reinherz adalah milik kami...” Bilang Chealsea.


“heheheh....., Rebut jika kalian bisa” ejek Zerith.


Kemudian terjadi lah keributan untuk memperebutkan Reinherz, Reed dan yang lainnya melihat mereka hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala, sedangkan Reinherz hanya pasrah dipeluk Zerith dan menjadi seperti boneka mainan yang diperebutkan oleh Zerith, Chealsea, dan Avianna.


Suasana diluar mansion menjadi sedikit ramai karena para wanita berterngkar, tak lama kemudian pintu rumah mansion terbuka lagi.


Ccrreeaaaakkk....


Baaaammmmm....


Baron Raven dan Lady Lizbeth keluar dari mansion, mereka berpakaian minimalis seperti mau latihan, dan mereka berdua membawa senjata mereka berdua, Baron Raven membawa dua belati yang di bawa di pinggangnya, Lady Lizbeth membawa samurai andalan miliknya yaitu Black Dragon.


Ketika melihat atasan dan orang tua mereka sudah bersiap, situasi menjadi tenang lagi, dan Baron Raven dan Lady Lizbeth siap untuk berangkat.


“Ayo mari kita berangkat” bilang Baron Raven.


“Baik...” bilang semuanya dengan serentak.


Kemudian Baron Raven bersiul untuk memberikan tanda bahwa dia sudah siap, kemudian tak lama beberapa anggota Night Hawk membawa kuda untuk mereka tumpangi, masing-masing dari mereka menunggangi kuda mereka masing-masing, sedangkan Reinherz bersama Lady Lizbeth.


Mereka bertujuh menunggangi kuda dengan cepat, akan tetapi mereka tidak ada rasa khawatir sama sekali dengan monster yang bermunculan, karena anggota Night Hawk telah menjaga rute yang akan dilewati oleh tuan mereka.


Reinherz ketika menaiki kuda menjadi penasaran kemana mereka pergi, Reinherz tidak bisa melihat dengan jelas disekitarnya karena agak gelap, Reinherz pun bertanya ke ibunya.


“ibu kemana kita pergi” tanya Reinherz.


“Kita akan pergi kesuatu tempat yang sangat berbahaya, dan juga tenpat untuk kamu bisa melihat dan belajar” bilang Lady Lizbeth


“Huh..?!” bilang Reinherz dengan ekpresi heran.


Reinherz pun kemudian tidak bertanya lagi, karena ibunya hanya memberikan sedikit informasi, dan sepertinya Lady Lizbeth ingin menunjukan kejutan untuk Reinherz, Reinherz yang membayangkan mungkin dia akan diberikan kejutan lagi, Reinherz menjadi penuh rasa penasaran dan gembira.


----------------------------------------------------------------------------------------------


Beberapa menit kemudian mereka sampai di Drengr Forest.......


Reinherz dan yang lainnya sampai didepan hutan, mereka melihat ada beberapa anggota Night Hawk yang telah menunngu, Reinherz dan yang lainnya turun dari kuda, kemudian mereka menitipkan kuda mereka ke angggota Night Hawk.


Kemudian tanpa basa-basi Reinherz dan yang lainnya masuk ke hutan, Baron Raven jalan didepan dan yang lainnya mengikutinya, sedangkan Reinherz masih disamping Lady Lizbeth.


Jalan yang mereka lalui aman karena anggot Night Hawk menjaga di kegelapan hutan yang mereka lalui, Reinherz pun penasaran kenapa mereka pergi ke hutan.


“Ibu kita mau kemana?” bilang Reinherz.


“Kau akan tahu sendiri nanti” bilang Lady Lizbeth sambil berjalan.


“*haaa...*” Reinherz menghela karena kecewa.


Mereka pun berjalan tanpa berhenti di tengah hutan yang gelap di sekitar mereka, hanya bulan purnama yang menerangi penglihatan mereka, Reinherz melihat kakak dan orang tuanya berjalan tanpa khawatir di hutanya yang sangat gelap, sedangkan Reinherz sedikit takut karena baru pertama kalinya Reinherz berjalan ke hutan di tengah malam.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di tujuan mereka, di tengah-tengah hutan yang lebat, terdapat lapangan yang sangat luas, lapangan tersebut berbentuk bulat, dan dilapangan tersebut terlihat bekas-bekas seperti terjadinya pertarungan.


“akhirnya sampai” bilang Baron Raven.


Baron Raven pun terus berjalan ke tengah-tengah lapangan, sedangkan kakak-kakaknya, Zerith, Orlom, dan Ragnar berhenti dibelakang, Lady Lizbeth dan Reinherz pun berhenti didekat kakaknya.


“Kalian..., jaga adik kalian” bilang Lady Lizbeth.


“Baik ibu..” bilang Reed, Avianna dan Chealsea.


Lady Lizbeth pun berjalan ke tengah-tengah lapangan ke Baron Raven, sedangkan Reed membawa Reinherz untuk bersama mereka.


Baron Raven dan Lady Lizbeth pun saling berhadapan satu sama, posisi Baron Raven berada di kiri, dan posisi Lady Lizbeth berada di kanan, mereka berdua menunjukan wajah serius mereka.


Reinherz yang melihat mereka saling berhadapan satu sama lain merasa heran, Reinherz berfikir apa yang dilakukan ibu dan ayahnya.


“apakah kamu sudah siap” bilang Baron Raven ke Lady Lizbeth.


“Ya..., hari ini aku sudah sangat siap sekali” bilang Lady Lizbeth.


“ahahaha....., bukankah ini sudah lama kita tidak saling berhadapan satu sama lain” bilang Baron Raven sambil tertawa kecil.


“ahahaha...., apakah kamu tahu?, aku sangat menantikan hari ini” bilang Lady Lizbeth


“*haa...* baiklah” bilang Baron Raven.


Baron Raven menggangkat tangan ke atas sambil membuka telapak tangannya, kemudian Baron Raven menggunakan skill miliknya.


“[Blood Field]”


Wwwwwhhhhhoooossshhhh.........


Wwwwhhhhooossshhhhh........


Kemudian muncul cairan berbentuk darah yang mengelilingi mereka, cairan membentuk sebuah Barier yang berbentuk lengkungan puncak, Barier tersebut mengelilingi lapangan yang sangat luas, Reinherz dan yang lainnya masuk kedalam Barier milik Baron Raven.


“REINHERZ!!!” teriak Baron Raven.


Reinherz kaget ayahnya teriak dengan keras hanya untuk memanggilnya, tapi Reinherz kemudian fokus sama ayahnya.


“Ayah dan Ibu mu akan memperlihatkan seberapa bahayanya dan kejamnya dunia luar, jika kau lemah kau akan mati, dan jika kau menang kau yang akan bertahan, sekarang lihatlah dan pelajari bagaimana ayah dan ibumu bertarung, semua ini hanya untuk kamu bisa bertahan hidup di dunia luar yang sangat kejam dan berbahaya”.


Reinherz hanya bisa terdiam mendengar kata-kata ayahnya, dan tidak menyangka ayahnya akan mengatakan seperti itu.


“Rein lihatlah ayah dan ibu bertarung, kamu akan melihat dengan mata kepala mu sendiri, ketika monster melawan monster” bilang Reed.


“Huh?!” jawab Reinherz dengan bigung.


Reinherz tidak bisa berkata apa-apa, karena dia baru melihat dan merasakan situasi seperti ini, dimana ayah dan ibunya akan bertarung.


“Zerith lakukan tugas mu” bilang Lady Lizbeth.


“Baik.. My Lady” bilang Zerith dengan sopan.


Zerith kemudian mengeluarkan Aura Mana miliknya dan mengeluarkan Skill Barier milik Zerith.


“Lindungilah kami Arifar, [Aerial Shield]” bilang Zerith.


Wwwhhhhoooosssshhhhh.....


Muncul Shield elemen angin berwarna hijau mengelilingi Reinherz dan yang lainnya, Shield [Aerial Shield] milik Zerith dilapisi oleh Artifact dewi milik Zerith, yang membuat skill Shield miliknya menjadi sangat kuat.


“Baiklah persiapannya sudah selesai” bilang Lady Lizbeth.


Setelah Zerith membuat Shield, Baron Raven dan Lady Lizbeth mulai melakukan pemanasan sedikit dengan meregangkan tubuh mereka, setelah melakukan pemanasan dengan tubuh mereka sendiri, Baron Raven dan Lady Lizbeth dalam posisi siap untuk bertarung.


Baron Raven mengeluarkan dual belati miliknya dari pingganya, sedangkan Lady Lizbeth mengeluarkan samurai miliknya dari sarungnya, mereka dalam posisi kuda-kuda mereka.


Kemudian Baron Raven dan Lady Lizbeth mengeluarkan Aura Mana mereka.


Sssrrrraaahhhh....


Wwwhhhhooossshhhh......


Baron Raven dan Lady Lizbeth tak tanggung-tanggung mengeluarkan Aura Mana yang sangat kuat, jika orang yang lemah merasakan Aura Mana mereka, mereka akan langsung ketakutan dan tak berdaya.


Baron Raven memiliki Aura Mana yang berwarna merah darah, sedangkan Lady Lizbeth mengeluarkan Aura Mana berwarna hitam pekat.


Baron Raven dan Lady Lizbeth masih menatap satu sama lain tanpa bergerak se inci pun, jantung mereka berdetak agak lambat, dan jantung mereka berirama dengan sangat lembut.


Duk....


Duk...


Duuk....


Wwwwwhhhhhhhooosssshhhh.....


Cccllllaaannnggg.....


Duuuuaaaarrrrr.......