Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 71: The Caladrius And The Mad Alchemist.



Tap...


Tap....


Dua orang pria berjalan dengan cepat membawa tanduk kdi sebuah ruangan, mereka membawa orang sakit di tandu mereka, mereka pun berhenti di depan ruangan yang tertutup pintu, kemudian orang yang didepan langsung membuka pintu.


Bbrraakkkk...


“Dok..!!, ada pasien yang terkena demam parah” bilang salah satu pria pemegang tanduk.


Ketika masuk mereka melihat ada sosok wanita, dia sedang duduk di kursi sedang menulis sesuatu di meja, wanita tersebut memakai pakaian kemeja berwarna putih dengan lengan panjang, dia memakai celana berwarna biru dan rambutnya di kuncir, wanita tersebut merupakan sosok yang sangat terkenal di Kota Phantom Harlow.


Name: Chealsea Itzbal


Title: Third Daughter Of Itzbal Family, Assistant Doctor, The Caladrius


Affilition: Ishbel Hospital.


Chealsea yang sedang duduk melihat ke arah suara, ketika Chealsea melihat, dia melihat perawat rumah sakit sedang membawa tandu yang ada orangnya, Chealsea yang melihat hal tersebut, Chealsea langsung berdiri dari duduknya.


“Cepat tidurkan pasien tersebut ke tempat tidur terdekat” perintah Chealsea.


“baik dok...” bilang dua perawat pria dengan serentak.


Kemudian kedua perawat tersebut bergegas membawa pasien yang mereka tandu ke ruang tempat tidur yang tak jauh dari ruangan tempat Chealsea berada, Chealsea pun bergegas menyusul mereka ke ruangan tempat pasien di tempatkan, ketika Chealsea sampai di ruangan, pewarat sudah stand by dan pasien sudah di tidurkan.


Chealsea melihat seorang pria seperti terkena racun di lengan kiri miliknya, lengan kiri miliknya menjadi berwarna hitam penah, akan tetapi dia menyumbat pembuluh darahnya dengan kain di lengan didekat bahu miliknya, yang membuat penyebaran dari racun jadi terhambat.


“aaarrrggghhh....!!!!” teriak pasien tersebut.


“kenapa dengan lengan kirinya?” tanya Chealsea ke perawat.


“menurut pasien dia terkena digigit ular berbisa” bilang salah satu perawat.


“baiklah..., kalau begitu siapkan alat-alat yang dibutuhkah” perintah Chealsea.


“Siap... dok...” bilang kedua perawat dengan serentak.


Tap...


Tap...


Setelah Chealsea memerintahkan mereka, mereka langsung bergerak cepat mengambil alat – alat yang dibutuhkan untuk operasi Chealsea, ketika para pewarat mengambil alat – alatnya Chealsea mengambil sarung tangan karet untuk operasi miliknya, Chealsea pun memakai sarung tangan karet miliknya, kemudian Chealsea mendekati pasien.


Chealsea membuka tangannya lebar – lebar, kemudian Chealsea mendekati dada pasien, ketika sudah dekat dengan dadanya, Chealsea mengeluarkan Aura Mana miliknya.


Wwwwhhhhoossshhhh...


Chealsea mengeluarkan Aura mana berwarna biru cerah, kemudian Chealsea mulai memeriksa tubuh pasien miliknya.


“racunnya sudah menyebar ke sebagian tubuh, akan tetapi racun tidak menyebar dengan cepat, berkat pertolongan pertama yang dia lakukan, racunnya belum menyebabkan daerah vital pada tubuhnya rusak, sebaiknya aku mengeluarkan racunnya dulu” bilang Chealsea sambil memeriksa tubuh pasien dengan Mana miliknya.


Tap...


Tap....


Kedua perawat sudah mempersiapkan alat – alat yang diperluakan untuk operasi, ketika mereka ingin menyerahkannya, mereka meliat Chealsea sedang memeriksa tubuh pasien, kemudian salah satu pasien menyentuh Chealsea.


“dok..., alat – alat sudah siap” bilang salah satu perawat.


“oohhh iya..., saya sudah memeriksa keadaan pasien, jadi langsung siap-siap untuk melakukan operasi” bilang Chealsea yang ditegur perawat.


“baik dok...”


“tapi sebelum itu.., aku ingin mengambil sesuatu” bilang Chealsea.


Chealsea kemudian meninggalkan pasiennya, tak lama Chealsea pun datang membawa satu toples, didalamnya terdapat cairan kental seperti salep dan berwarna hijau.


“uuummm... dok..., cairan apa yang anda bawa?” tanya salah satu perawat.


“heheheh..., ini adalah cairan eksperimenku” bilang Chealsea sambil tersenyum.


Chealsea terkenal suka meracik obat – obatan yang aneh dengan tanaman herbal, bahkan dia langsung memberikan obat tersebut ke pasien, akibat kelakuannya itu dia tidak pernah menjadi dokter yang mengelola rumah sakit sendiri, Kepala Dokter rumah sakit adalah gurunya Chealsea, dia selalu memperingati Chealsea dengan tindakan bahaya, bahkan Kepala Dokter pun kewalahan dengan kelakukan, walaupun Kepala Dokter dan Baron Raven sering memarahi kelakuannya yang berbahaya, Chealsea tetap tidak bisa menghentikan kebiasaannya melakukan eksperimen.


Akan tetapi kebayakan dari eksperimen obat miliknya berhasil dan tidak sedikit pula yang gagal, tapi semua itu hanya untuk satu tujuan, Chealsea ingin menyembuhkan pasien dan menjadi dokter terhebar, Chealsea ingin menyembuhkan berbagai penyakit, eksperimen yang dia lakukan dengan tujuan kemajuan dalam keilmuan dunia medis, maka dari itu orang – orang menyebut Chealsea sebagai The Caladrius (Sang Penyembuh) And Mad Alchemist ( Si Alkemis Gila).


“aku akan segera mulai operasinya” bilang Chealsea.


Chealsea membuka toples yang dia bawa, kemudian Chealsea mengambil salep yang di racik dan mengoleskannya ke pasien, ketika sudah selesai mengolesnya, efek dari salep pun mulai bereaksi.


“aaarrrggghhhh... panas...” teriak pasien


“tahan..., kau seorang pria kan...” bilang Chealsea ke pasien.


Chealsea kemudian mengambil sebuah jarum yang agak besar, diujung jarumnya ada lubang untuk keluar darah, Chealsea mengambil 5 buah, Chealsea mengalirkan Mana miliknya ke jarum tersebut, tujuannya adalah untuk membantu mengeluarkan aliran darah yang sudah terkontaminasi racun, kemudian perawat mempersiapkan baskom untuk membuang darah yang terkontaminasi nanti.


Stab...


Stab...


Chealsea menusukan 5 buah jarum yang sudah di berikan mana ke lengan kiri pasien, tak lama jarum tersebut di tusukan, keluar darah berwarna hitam dari jarum, darah pasien mengalir dan jatuh tepat di baskom yang disediakan perawat.


“hhhuuuhhh...., sepertinya berhasil” bilang Chealsea.


“uuummmm..., dok lalu cairan yang anda berikan ke pasien untuk apa” tanya perawat yang penasaran.


“sepertinya kamu penasaran...\, *haa..* baiklah aku akan beritahu” bilang Chealsea


Ketika Chealsea memeriksa pasien, Chealsea merasakan darah di lengan kiri mengeras akibat racun ular, Chealsea ingat kalau dia memiliki racikan obat yang bisa membantu agar darah pasien menjadi cair, dan dibantu dengan mana yang ditusukan dengan jarum, aliran darah perlahan – lahan pasien menjadi lancar, Chealsea menyatukan ilmu medis dan magic miliknya untuk mengobati pasien.


“oohhh..., begitu..” bilang kedua perawat.


“apakah kalian baru disini?” tanya Chealsea.


“ya..” jawab kedua perawat.


“kalian harus terbiasa dengan cara aneh ku menangani pasien ahahahah...” bilang Chealsea sambil tertawa kecil.


“baiklah..., kami baru melihat cara anda menangani pasien jadi kami agak kaget” bilang salah satu perawat.


“tidak apa – apa.., oohh yaa..., aku ada urusan dulu, tugas kalian saat ini adalah untuk mengaliri mana kalian ke jarum setiap 5 menit sekali sampai lengan miliknya normal” bilang Chealsea.


“siap.. dok..” jawab kedua perawat.


“baiklah kalau kalian mengerti.., aku pergi dulu” bilang Chealsea sambil berjalan keluar.


Tap..


Bbraakk...


Chealsea pun keluar ruangan, kemudian Chealsea berjalan menuju ke salah satu ruangan, Chealsea pun berhenti di salah satu ruangan yang bertuliskan Kepala Dokter di depan pintu.


Ccrreeaakkk....


Chealsea pun masuk tanpa mengetuk pintu sama sekali, Chealsea melihat pria seperti paman – paman duduk di meja sedang menulis, dia memiliki rambut bewarna coklat dan memakai pakaian dokter, dia adalah Kepala Rumah sakit.


Name: Ervin Bale


Title: Head Doctor Of Ishbel Hospital


Affiliation: Ishbel Hospital.


Ervin yang mendengar pintunya di buka, dia melihat ke arah pintu siapa yang membuka, dan ternyata dia adalah Chealsea.


“Paman aku minta izin untuk pergi beberapa hari” bilang Chealsea


“*hhaa...*\, kamu mau kemana?\, baru saja klinik diresmikan menjadi rumah sakit dan banyak pasien yang datang\, sekarang kamu mau kemana..?\, bukankah kamu senang mengobati banyak pasien” bilang Ervin


“tapi.., aku harus pergi ke barat untuk melakukan sesuatu” bilang Chealsea.


Ervin yang mendengar Chealsea bilang ingin pergi ke arah barat, berarti Chealsea sedang ingin melakukan sesuatu yang penting.


“baiklah... baiklah..., aku tahu apa yang kamu maksud, aku izinkan dan berhati-hatilah” bilang Ervin


Chealsea yang mendengar Ervin berkata seperti itu, Chealsea menjadi senang.


“terimakasih paman..., aku akan kembali lagi dalam beberapa hari” bilang Chealsea.


Tap..


Tap..


Ccrreeaakkk...


Chealsea pun langsung bergegas meninggalkan ruangan.


“*haa..*\, sepertinya murid ku terlalu aktif akhir-akhir ini\, kuharap Chealsea tidak terjadi apa-apa selama di perjalanan” bilang Ervian.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Sementara itu di daerah barat dari kota Phantom Harlow....


Chealsea menuju ke arah barat laut, dia terus berjalan menyusuri hutan yang lebat.


Aaaauuuuu.....


Auman seringala terdengar dengan sangat jelas, Chealsea sedang menuju ke arah auman serigala tersebut karena tidak ada jalan lain.


Di suatu tempat didalam hutan....


Terdapat seekor serigala yang sedang mengintai, Seringala tersebut berbentuk sangat besar, dia memiliki bulu yang sangat tebal berwarna putih, taring-taringnya sangat tajam, dia memiliki mata tajam dan berwarna merah, serigala tersebut bisa dikategorikan sebagai Monster peringkat S+, serigala tersebut adalah......