
The Golden Assasins adalah julukan Reed di dunia bawah, Reed adalah seorang assasins dan juga seorang Merchant, Reed merupakan diantara pedagang besar yang bertempat di ibu kota Huxleight, semua kesuksesan besar itu karena dia adalah orang yang strategis dan juga orang yang sangat tricky jika berdagang.
Tak hanya berdagang Reed adalah seorang Assasins juga, Reed telah banyak menjalani misi selama di Night Hawk, Reed mewarisi bakat ayahnya sebagai seorang Assasins, walaupun tidak sekuat tiga kapten Night Hawk lainnya, tapi dia selalu menjalani misinya dengan sangat bersih, misinya selalu berjalan dengan lancar karena dia sangat memperhatikan strategi selama menjalani misi, semua itu berkat Reed yang menjadi Ahli Strategi yang cukup handal.
Aura Mana milik Reed sangat khas, memiliki warna emas yang berkilau bagaikan bijih emas (Gold Ore) murni.
“The Golden Assasins?, apakah itu hanya omong kosong belaka HAH?!” bilang pemegang kapak.
“Si.. sialan, aku akan membunuh mu sekarang..., aaarrrgggghhh” teriak pemegang tombak.
Pemegang tombak dan pemegang kapak meningkatkan Aura Mana milik mereka, mereka terlepas dari efek [Fear], kemudian mereka masuk ke mode Berserk dan menyerang Reed.
Wwhhhooossshhhh......
Whhhooosshhhh....
Clang...
Duuuuaarrrr......
Reed menahan serangan Pemegang tombak dan pemegang kapak dengan dua Dagger miliknya, Dusk Dagger adalah belati milik Reed yang dia buat oleh Zeke, belati berwarna hitam pekat yang memiliki durability sangat kuat, terbuat dari Mythril dan sisik naga Black Virmir dari benua Iblis, belati miliknya berbentuk agak melengkung untuk menebas dengan cepat di leher jika dia melawan musuh, dan sekarang belati milik Reed dilapisi Aura Mana dari skill [Weapon Enchant] yang membuat belati miliknya menjadi lebih tajam dan kuat.
Kreeaaakkk.... Krreeaaakkkk.....
Suara gesekan senjata mereka sangat nyaring hingga membuat percikan-percikan kecil api, pemegang tombak dan pemegang kapak tidak bisa menyentuh Reed sedikit pun, bahkan Reed tidak bergerak sama sekali, kemudian pemegang tombak dan pemegang kapak mundur.
Clang.....
Whoossshh....
“Bajingan!!!!!, kau akan mati sekarang!!!” teriak pemegang kapak.
Whooossshhh....
Pemegang kapak dan pemegang tombak kembali menyerang, ketika mereka menyerang, mereka melihat Reed hanya tersenyum dengan tatapan yang tajam, dan kemudian....
“[Haste]”
Wwwhhhoooaassshhh...
Reed langsung melakukan dash dengan cepat ke arah pemegang tombak dan pemegang kapak, Reed menggenggam Dagger milik dan.....
Zrrraasssshhhhh.......
“AAARRRRGGGGGHHHHHH!!!!!!” teriak pemegang tombak dan pemegang kapak.
Reed menebas lengan kanan mereka hingga terbang, pemegang tombak dan pemegang kapak langsung memegang lengan mereka yang sudah putus dan meronta-ronta kesakitan.
Sppllaaaasshhhh....
Reed kemudian membersihkan noda darah yang menempel di belati miliknya dengan mengayunkan belati, Reed tidak ingin belati miliknya terkotori oleh sampah.
“apakah hanya segitu kemampuan kalian?” bilang Reed melihat ke mereka dengan pandangan merendahkan.
“AAARRRGGHHHH!!!!!, BAJINGAN SIALAN!!!” teriak pemilik kapak.
“Bisakah kalian diam?, kalian terlalu berisik berteriak seperti anjing mengongong” bilang Reed.
Reed berjalan menghampiri mereka berdua, kemudian Reed meletakan belati miliknya ke leher mereka.
“Kau sudah tidak pantas hidup dasar bodoh” bilang Reed.
Zrrraaaasssshhhhh....
Reed langsung menebas kepala mereka, bos bandit The Grey yang melihatnya membuat dia sedikit takut, akan tetapi dia mau tak mau harus melawan Reed.
“Jadi Sekarang tinggal kau?” bilang Reed sambil menatap bos bandit
“Uurrrgghhh...., Sialan!!!” bilang bos bandit dengan geramnya.
Bos bandit tidak punya pilihan lain selain melawan Reed, pilihan bos bandit hanya satu yaitu melawan Reed atau mati dengan pasrah, dan bos bandit memilih untuk melawan daripada mati dengan rasa keputusasaan.
Bos bandit kemudian mengambil pedang yang ada didekatnya.
“Baiklah..., aku akan melawan mu bocah bajingan” bilang bos bandit.
Bos bandit kemudian memperlihatkan Aura Mana dia, Reed tidak kaget juga karena bosnya pasti bisa memakai Aura Mana, akan tetapi kekuatannya tidak jauh dari pemegang tombak dan pemegang kapak.
Whhhooossshhhhh.....
Bos bandit maju menyerang ke arah Reed
“KAU AKAN MATI SEKARANG JUGA BAJINGAN!!!!” teriak bos bandit.
Reed melihat bos bandit menyerang, Reed langsung bersigap ke posisi menyerang, Reed langsung menggunakan [Haste] untuk menyerang bos bandit.
“[Haste]”
Wwwhhhooossshhhh.....
Zrraaassshhhhh....
Zrrrraaassshhhhh.....
“AAAARRRRGGGGHHH!!!!” teriak bos bandit.
Reed tanpa ampun menebas seluruh bagian tubuh bos bandit, Bos bandit mengalami pendarahan yang cukup banyak akibat tebasan Reed, akan tetapi Reed tidak langsung membunuh bos bandit, dan membiarkan dia mati sampai kehabisan darah.
“uhukk.... uhuk..., AARRRGGHHH....!!!, BAJINGAN!!!!” teriak bos bandit.
“Aku tidak akan membiarkan mu mati dengan cepat, lagian kau tidak bisa meminta bantuan ke siapapun” bilang Reed.
Reed yang sudah menyelesaikan urusannya langsung pergi dari ruangan dan tidak mengambil apapun, Reed berjalan ke pintu ruangan dan menutupnya.
Crreeaaakkk.....
Brrraaakkkk....
Ketika diluar ruangan, satu anggota Night Hawk sudah menunggunya.
“Captain Reed” bilang anggota Night Hawk.
“Laporan!” bilang Reed tanpa basa basi.
“Yes Captain, tidak ada satu bandit pun yang tersisa, saya sudah memeriksanya beberapa kali, dan saya telah melepaskan beberapa tawanan yang ditawan bandit”.
“apakah ada sesuatu yang berharga?”
“Sepertinya tidak ada Captain”
“Baiklah, terimakasih atas kerja mu, kita harus keluar dari tempat ini segera”
“Baik Captain”.
Reed kemudian berjalan keluar bersama dengan satu anggota Night Hawk, setelah sampai diluar Reed melihat bekas tawanan bandit, dan Reed melihat sosok yang tak aneh baginya, yaitu Zerith.
“Zerith!” sapa Reed.
“Oh!.. Reed, apakah kau sudah selesai?” bilang Zerith.
“Ya aku sudah menyelesaikan bagianku, terus untuk disana bagaimana?”
“Ya.... disana sudah cukup aman”
“Syukurlah kalau begitu”
Zerith kemudian melihat para tawanan bandit dan kemudian mendekat ke Reed untuk berbisik.
“Reed bagaimana dengan mereka?” bilang Zerith.
“Kita serahkan saja sama kepala desa disana, biar dia yang mengatur mereka, dan lagian tugas kita sudah selesai” bilang Reed.
“Ahhh..., baiklah”.
Setelah Reed berbicara dengan Zerith, Reed, Zerith dan satu anggota Night Hawk langsung berangkat ke desa sambil membawa korban bandit.
Setelah sampai didesa Reed disambut oleh kepala desa, semua yang ada didesa berterima kasih ke Reed dan yang lainnya, setelah itu Reed menjelaskan apa yang terjadi, dan Reed ingin meminta kepala desa untuk menolong korban bandit yang ditawan, dan kepala desa pun setuju kalau dia akan menolong korban bandit untuk dipulangkan.
Setelah semuanya selesai Reed dan yang lainnya, membangun tenda dilahan yang telah disediakan, dan akhirnya mereka bisa tidur dengan tenang, Reed dan yang lainnya juga akan menginap beberapa hari di desa ini, dan pada akhirnya mereka akan berang ke ibu kota Huxleigh.
Dua hari kemudian....
Reed, Avianna, Zerith dan yang lainnya sudah berkemas dan segera berangkat ke ibu kota Huxleigh, warga desa memberikan mereka bekal yang cukup untuk pergi ke ibu kota Huxleigh, kemudian kepala desa menghampiri Reed.
“Terimakasih anak muda, kau sudah menyelamatkan kami” bilang kepala desa.
“tidak perlu berterima kasih lagi kakek, kalian sudah memberikan kami tempat untuk istirahat dan keperluan logistik, anggap saja kita impas” bilang Reed.
“Walaupun begitu kau sudah menyelamatkan harta dan nyawa kami, dan kami tidak bisa memberikan apapun selain ucapan terima kasih” bilang kepala desa di ikuti para warga yang mengucapkan rasa terima kasih mereka.
Reed dan yang lainnya menerima rasa terima kasih mereka, Reed dan yang lainnya senang bisa melihat mereka tersenyum lebar, dan sebelum pergi ada sesuatu difikiran Reed yang ingin Reed sampaikan.
“ kepala desa apakah kalian ingin menjadi warga kota Phantom Harlow?” tanya Reed.
“Phantom Harlow?, bukankah kota itu adalah kota rumah para monster?” tanya kepala desa.
“ahahah...., begitulah banyak orang bilang, akan tetapi kota tersebut sudah banyak berubah, jika kalian tertarik dalam satu tahun aku akan pergi lagi ke kota Phantom Harlow, jika kalian mau kalian bisa ikut”
“Ahhh...., kalau itu kami akan mempertimbangkannya”
Kota Phantom Harlow memang sudah menjadi kota yang lebih baik, akan tetapi menurut Reed, kotanya masih kekurangan sumber daya manusia, maka dia harus merekrut orang untuk tinggal dikotanya.
“sebelum kau pergi, siapa anak mu anak muda” tanya kepala desa
“Nama ku Reed dan ini Adik perempuan ku Avianna” bilang Reed sambil tersenyum
“Baiklah akan kami ingat nama mu”
Reed, Avianna, Zerith dan yang lainnya kemudian berangkat ke ibu kota kerajaan Huxleigh, warga desa melambaikan tangan mereka sebagai bentuk perpisahan, dan warga desa berharap bisa bertemu lagi dengan mereka.
Beberapa hari kemudian.....
Reed, Aviann, Zerith dan yang lainnya sudah tiba di ibu kota kerajaan Huxleigh, Kota Edmund.
Sesampainya disana mereka langsung berpisah, Avianna pergi ke Knight Academy, Reed dan Zerith berserta anggota Night Hawk lainnya pergi ke markas perusahaan Reed, Hellbore Company.
Crreeaaakkkk.....
Brrraaaakkkk......
Reed masuk kedalam perusahaan miliknya, Reed sudah sebulan lebih tidak berada disana, ketika masuk Reed menghirup udara dalam-dalam.
“*hhhaaaaaa......*\, Aroma yang sangat kurindukan...\, Aroma emas dan berbisnis” bilang Reed.
“Dasar...., bisakah kau menghentikan itu Reed?, setiap kau sudah lama tidak datang kesini, kau selalu begitu” bilang Zerith.
“hehehe...., sudah kebiasan ku seperti itu”
Reed kemudian berjalan menuju kursi miliknya, kemudian Reed duduk di kursi sambil tersenyum dengan tatapan serius.
“Sekarang waktunya telah tiba, kabarkan semua anggota Night Hawk yang ada di kota Edmund untuk berkumpul, karena kita akan menjalani misi”.