
Wwwhhoosshhh....
Clang..
Clang...
Reinherz sedang bertarung bersama ayahnya, Reinherz menggunakan tombak Varmound miliknya, akan tetapi Baron Raven cukup melawan anaknya hanya menggunakan dua belati Dagger Of Moonlight Stone miliknya, Baron Raven mengaliri Void Mana miliknya ke Dagger Of Moonlight Stone miliknya, tapi yang Baron Raven tidak mengaliri Void Mana ke belati miliknya dengan jumlah besar, melainkan hanya sekedar untuk menahan serangan, akan tetapi Reinherz masih tidak bisa menyerang ayahnya.
Clang..
Clang...
“(Sial.., seberapa kuat dan cepat aku menyerang, ayah tetap mengungguli ku dalam dua hal tersebut)” bilang Reinherz dalam hati.
“apa yang kamu fikirkan...?, kamu masih belum bisa menyentuh ayah sama sekali” ejek Baron Raven.
“berisik..!!” bilang Reinherz yang kesal.
Clang...
Wwhhoosshhh...
Tap..
Tap...
Reinherz mundur ke belakang, Reinherz menarik nafas dalam – dalam, Reinherz berkonsentrasi mengendalikan Mana dan Void Mana miliknya, setelah 6 bulan latihan Reinherz perlahan – lahan bisa mengendalikan, akan tetapi Reinherz masih agak kesulitan mengendalikan Void mana miliknya walaupun sudah 6 bulan latihan.
Reinherz memegang Varmound dengan erat – erat, Reinherz mengeluarkan Aura berwarna hitam keunguan dan biru yang bercampur, Baron Raven yang melihatnya pun tersenyum dan Baron Raven mengejek Reinherz.
“Apakah kamu akan menyerang dengan serius?, maju saja jika kamu bisa” bilang Baron Raven yang memprovokasi Reinherz dengan menunjuk Reinherz.
Reinherz bersiap – siap menyerang, Reinherz dengan cepat menyerang ayahnya.
Wwwhhoosshhh...
Baron Raven hanya terdiam seperti biasa melihat anaknya datang, tapi kali ini Baron Raven ingin mencoba bertindak, Reinherz dengan cepat menyerang ayahnya, Reinherz dengan sekuat tenaga mencoba menusuk untuk meruntuhkan pertahanan ayahnya.
Wwwhhhhoosshhh...
Reinherz membidik dada ayahnya, Baron Raven yang mengetahui pola serangan anaknya, Baron Raven membuat bentuk X dengan menyilangkan belati miliknya, Reinherz pun menyerang dengan sekuat tenaga, Reinherz mengerahkan semua kekuatannya untuk memenangkan pertarungan ini.
Wwwhhoosshhh....
Cccllaanngggg....
Serangan Reinherz di tangkis oleh ayahnya, Baron Raven menghempaskan tombak Varmound ke atas, Reinherz tidak bisa mengontrol tombak Varmound di tanganya karena serangan ayahnya yang sangat kuat, tombak Varmound terlepas dari tangan Reinherz dan terbang.
Wwwhhhosshhh...
Stab...
Tombak Varmoud menancap di tanah, Baron Raven yang melihat Reinherz sudah tidak ada senjatanya, Baron Raven melepaskan dua belati miliknya dari tangannya, kemudian tangan kiri Baron Raven menangkap tangan kiri Reinherz dan tangan kanan Baron Raven memegang leher Reinherz, Baron Raven langsung membanting Reinherz ke tanah.
Wwwhhhoosshhh...
Bbbrraakkk...
“aaarrrgghhhh...” teriak Reinherz.
“sepertinya kamu masih butuh latihan banyak lagi” bilang Baron Raven yang masih memegang leher dan tangan Reinherz.
“aarrrgghhh... sial...” bilang Reiherz yang kesal.
Setelah Reinherz jatuh ke tanah Baron Raven melepaskan tangannya, dan berdiri dari duduknya, sedangkan Reinherz masih tiduran di tanah karena kelelahan.
Clap...
Clap...
Suara seorang tepuk tangan dari kejauhan, Baron Raven dan Reinherz melihat ke arah suara tepuk tangan, dan ternyata yang menepuk tangan adalah Lady Lizbeth, Lady Lizbeth berjalan menghampiri Reinherz dan Baron Raven, ketika sudah didepan Baron Raven dan Reinherz, Lady Lizbeth, jongkok dan menatap Reinherz yang masih tiduran di tanah.
“kamu sudah memiliki kemajuan untuk mengontrol Void Mana” bilang Lady Lizbeth yang tersenyum sambil menatap Reinherz
“uugghhh..., ibu berkata seperti itu apakah untuk mengejek atau memuji?” tanya Reinherz yang kesal.
“ahahahahah...., tentu saja untuk mengejekmu, ahahaha..” bilang Lady Lizbeth yang tertawa jahat.
“apakah kamu sudah siap dengan latihan selanjutnya?” tanya Lady Lizbeth.
“tolong..., biarkan aku istirahat sebentar dulu” bilang Reinherz.
“*haa..* dasar..\, apa boleh buat..\, kami akan memberikan mu istirahat sejenak\, dan selama istirahat ayah ingin menunjukan sesuatu\, yang akan kamu pelajari” bilang Baron Raven.
“aahhh...., terserah ayah saja.., yang penting aku ingin istirahat” bilang Reinherz dengan nada yang malas.
“Dasar..., anak tidak berguna” bilang Baron Raven sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.
Ketika Reinherz mengobrol dengan ayahnya, Reinherz melihat ibunya mengeluarkan ekspresi yang tidak mengenakkan, sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi.
“(sial..., kenapa ekspresi ibu menjadi seperti kesal atau ingin marah, kuharap tidak sesuatu yang merepotkan terjadi)” bilang Reinherz dalam hati.
“tapi sebelum mulai..., apa masih kamu ingat ketika kamu melawan Lyx?” tanya Baron Raven.
“ya tentu saja...” bilang Reinherz.
“bagus kalau kamu ingat, kali ini ayah akan men-Summon Lyx” bilang Baron Raven.
“Apa..?!, apakah itu bisa?” bilang Reinherz yang kaget.
“ya tentu saja, akan tetapi itu hanya berlaku jika kamu sudah mempunyai kontrol Lyx, ketika kita mendapatkan kontrak Lyx, Lyx akan tertidur didalam tubuh kita, lebih tepatnya alam bawah sadar yang bercampur dengan Void Mana” bilang Baron Raven.
Reinherz yang mendengar itu langsung bangun dari tidurnya karena penasaran dan penasaran, Reinherz ingin melihat wujud Lyx milik ayahnya.
“kalau begitu perlihatkan wujud Lyx ayah, aku sangat penasaran” bilang Reinherz dengan mata yang berbintang – bintang karena bersemangat.
“*haa..*\, baiklah.. baiklah...\, sepertinya kali ini entah kenapa kamu menjadi sangat bersemangat” bilang Baron Raven sambil menghela nafas.
Baron Raven pun mundur menjauh dari Lady Lizbeth dan Reinherz, setelah Baron Raven cukup menjaga jarak, Baron Raven mulai mengeluarkan Aura Mana miliknya.
Wwhhoosshhh...
“perhatikan Reinherz.., ayah akan mendemonstrasikan memanggil Lyx, aku melakukan ini karena Lyx milik ku telah lama tidak aku panggil, dan pasti Lyx yang sudah lama tidak di panggil atau baru di panggil, mereka akan tertidur di alam bawah sadar, dan dibutuhkan Void Mana yang cukup besar untuk membangunkan mereka dari tidur mereka” bilang Baron Raven.
Wwwhoosshhh...
Baron Raven mengeluarkan Aura Mana dan Aura Void yang bercampur berwarna merah darah dan hitam, Baron Raven memejamkan matanya dan berkonsentrasi mengontrol Void Mana dan Mana miliknya.
Wwwhhoosshh..
Ssppllaasshhh....
Tiba – tiba di sisi kanan Baron Raven muncul cairan berbentuk bulat besar dan berwarna merah darah yang mengambang, cairan bulat tersebut mengeluarkan Aura yang sangat kuat, Reinherz bisa merasakan Aura yang keluar dari cairan tersebut, Aura tersebut adalah Void Magic.
Kemudian cairan tersebut mulai berputar – putar, tak lama berputar – putar, cairan tersebut membentuk sosok manusia, lebih tepatnya sosok seorang wanita, walaupun belum sempurna hanya berbentuk cairan, lama – lama cairan tersebut membentuk rambut yang panjang sampai ke pinggang.
Wwwwhhoosshhhh...
Ssssppllaassshhhhh.....
Akhirnya cairan tersebut membentuk sosok seorang wanita secara sempurna, Reinherz melihat sosok wanita tersebut memiliki dada yang besar dan berpakaian gaun berwarna merah darah sampai pergelangan kaki, wajah wanita tersebut sangat cantik, Reinherz melihat mata wanita tersebut berwarna merah darah menyala, kuku – kuku dari wanita tersebut berwarna merah, wanita tersebut memakai sepatu yang tidak terlalu tinggi dan rendah layaknya seorang ratu, kemudian sosok wanita tersebut perlahan – lahan turun ke tanah.
Whoshh...
Tap...
“aaahhh..., sudah lama aku tertidur dan akhirnya aku bisa melihat dunia lagi” bilang sosok wanita tersebut.
Wanita tersebut melihat Lady Lizbeth dan Reinherz yang berada didepannya, akan tetapi wanita tersebut fokus melihat ke arah Reinherz yang menatap dirinya dengan tatapan yang tajam.
“hoh..., sepertinya kamu adalah anak Raven, aku bisa melihat dari wajah karena mirip ayah mu, aura mu pun juga begitu..., aaahhh... aku lupa, lebih baik aku memperkenalkan diri ku terlebih dahulu, perkenalkan namaku adalah Marie Rose” bilang Marie Rose sambil menatap Reinherz.
Name: Marie Rose
Gender: Female
Race: Lyx, The Void
Rank Lyx: Duke
Affiliation: Raven Itzbal as Contractor