Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 77: Marie Rose, The Duke Of Blood



Setelah Marie Rose memperkenalkan dirinya ke Reinherz, Marie Rose menghadap ke sebelah dirinya, Marie Rose menatap Raven dengan tatapan yang tajam, mata Marie Rose berubah menjadi bentuk ♥ karena melihat Raven.


“aha...♥, sudah lama kamu tidak memanggilku Ravenku...♥” bilang Marie Rose dengan nada manja.


Baron Raven yang mendengar Marie Rose seperti itu hanya bisa mengeleng – gelengkan kepalanya.


“*haa...*\, inilah mengapa aku tak pernal memanggil mu\, tapi karena aku terpaksa mau bagaimana lagi” bilang Baron Raven sambil menghela nafasnya.


Marie Rose langsung memeluk lengan Baron Raven dengan sangat erat, seakan – akan Marie Rose adalah kekasih Baron Raven, Baron Raven yang merasakan lengannya di peluk langsung kaget.


“ Sudah lama kita bertemu, bisakah kita pergi ke suatu tempat hanya kita berduaan saja, heheheh...” bilang Marie Rose dengan ekspresi berbunga – bunga.


Baron Raven menjadi berkeringat dingin, dia merasakan akan ada masalah jika dia tidak mengatasinya dengan segera.


“oi.... Marie...!!, bisakah kamu tidak membuat masalah?” bilang Baron Raven yang panik.


“aaawww...♥, kenapa kamu sangat jahat sekali.., kenapa kamu tak mau?, apakah kamu takut dengan orang itu.., tidak perlu memikirkan orang itu karena dia sangat tidak ada manis – manisnya, lebih baik kamu bersamaku berduannya saja melakukan hal – hal romantis” bilang Marie Rose dengan senyum manisnya dan sambil melirik Lady Lizbeth.


Lady Lizbeth yang mendengar dan melihat itu menjadi marah dan kesal, sampai – sampai Lady Lizbeth mengeluarkan aura membunuh miliknya, Baron Raven dan Reinherz yang merasakan hal itu menjadi sangat panik, apalagi Baron Raven karena dia yang paling terkena dampaknya. Akan tetapi Marie Rose menghiraukan Lady Lizbeth, Baron Raven berusaha melepaskan lengannya akan tetapi pegangan Marie Rose sangat kuat.


“baiklah jika kamu tidak mau, tapi aku akan memberikan kamu hadiah karena kamu telah membangunkan ku lagi” bilang Marie Rose sambil senyum manis ke Baron Raven.


Kepala Marie Rose mendekati kepala Reed, Marie Rose berniat mencium kening Baron Raven, dengan pelan – pelan bibir Marie Rose yang berwarna merah mendekati pipi Baron Raven, ketika tinggal 5 centimeter lagi bibir Marie Rose sampai di pipi Baron Raven.


Wwwwhhhhooosshhh.....


Marie Rose dengan cepat menghindar serangan tombak yang melayang di tengah – tengah mereka, pipi Baron Raven lecet dan berdarah karena tidak bisa menghindar, kemudian Baron Raven merasakan aura kematian yang datang, Lady Lizbeth sudah tidak bisa menahan kekesalannya.


“Apa yang kalian lakukan..?, HUH..?!” bilang Lady Lizbeth yang marah sambil mengeluarkan Aura membunuh yang kuat.


“ahahahah..., ini bukan seperti yang kamu kira sayang..” bilang Baron Raven yang panik dan berkeringat dingin.


Marie Rose melepaskan pelukannya, Marie Rose menghadap ke arah Lady Lizbeth dan menatapnya, Reinherz yang merasakan bahaya langsung pergi menjauh, Marie Rose berjalan ke arah Lady Lizbeth dengan tatapan dan senyum nya yang manis tapi jahat, kemudian Marie Rose dan Lady Lizbeth saling berhadapan satu sama lain.


“hoohh.., bukankah ini adalah kucing pencuri yang suka mencuri kekasih seseorag” ejek Marie Rose ke Lady Lizbeth.


“Apa yang kau katakan ****** bajingan..., harusnya Raven bersyukur tidak menyukai wanita yang hanya memiliki badan bagus tapi tidak mempunyai otak yang bagus” ejek balik Lady Lizbeth.


“cciihh.., ****** sialan...” bilang Marie Rose yang kesal.


“apa yang kau lihat bajingan, huh...?!” bilang Lady Lizbeth sambil menatap dengan kesal Marie Rose


“HUH..?!” bilang Marie Rose sambil menatap dengan kesal Lady Lizbeth.


Suasana menjadi semakin tegang, Baron Raven hanya bisa menghela nafas dan mengeleng – gelengkan kepalanya, sedangkan Reinherz hanya bisa menonton dan tidak bisa berbuat apa – apa.


“haruskah kita selesaikan sekarang juga dasar ****** sialan..!!” ejek Lady Lizbeth.


“Hoh..., kalau begitu aku akan meladeni mu dasar bajingan...” bilang Marie Rose yang kesal.


Wwwwhhhoosshhh...


Marie Rose mengeluarkan Aura Void miliknya yang berwarna merah darah, Marie Rose mengeluarkan cairan – cairan berwarna merah darah di sekitarnya, Lady Lizbeth pun tak mau kalah, Lady Lizbeth mengeluarkan Aura Void dan Aura Mana yang berwarna hitam dan biru yang bercampur, Lady Lizbeth mengeluarkan aura dingin yang keluar dari spesialisasi magic miliknya yaitu es.


Wwwwhhoosshhh...


Duarr...


Duar....


“aaarrrgghhh..., mereka melakukannya lagi.., aku tidak tahu kenapa mereka selalu berkelahi” bilang Baron Raven sambil menghela.


Reinherz pun melihat ayahnya yang sepertinya sudah bingung harus bagaimana, Reinherz pun hanya bisa menonton.


“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Reinherz.


“hiraukan saja mereka, ayo kita pergi menjauh, selama mereka masih ada dalam [Blood Field] milik ayah, tidak ada yang perlu di khawatirkan” bilang Baron Raven.


“baiklah ayah...” bilang Reinherz sambil megangguk.


Reinherz pun pergi menjauh bersama ayahnya, ketika Lady Lizbeth dan Marie Rose masih bertarung, Baron Raven melatih Reinherz untuk mengontrol Mana dan Void Mana miliknya, yang seharusnya di ajarkan oleh Lady Lizbeth, tapi karena Lady Lizbeth sedang sibuk sendiri, Baron Raven pun mengambil alih latihannya.


1 jam kemudian....


“haa.. haa.. haa.., dasar ****** sialan..., walaupun kamu sudah tua tapi ternyata kekuatan mu belum menumpul” bilang Marie Rose sambil terengah – engah.


“haa.. haa.. haa.., begitu pun juga kamu bajingan..., setelah tidur lama ternyata kamu masih kuat” bilang Lady Lizbeth yang sedang terengah – engah.


Marie Rose dan Lady Lizbeth sudah kelelahan bertarung, kekuatan mereka sama – sama kuat, ketika mereka kelelahan, mereka pandangan mereka teralihkan oleh sesuatu, mereka melihat Reinherz sedang duduk sila bermiditasi mengontrol mananya, didepan Reinherz ada Baron Raven yang sedang berdiri mengawasi Reinherz, dan Baron Raven bahkan tidak melirik Marie Rose dan Lady Lizbeth yang sudah capek bertarung untuk dirinya, Marie Rose dan Lady Lizbeth pun berjalan bersamaan menuju ke arah Baron Raven, ketika sampai dibelakang Baron Raven, Marie Rose dan Lady Lizbeth saling menepuk pundak Baron Raven secara bersamaan.


“Oi... sepertinya kamu sangat santai sekali suamiku, ketika istri mu mempertahankan mu, kamu malah menghiraukan istri mu” bilang Lady Lizbeth dengan ekspresi kesal.


“kenapa kamu malah menghiraukan ku disaat aku bertarung melawan kucing pencuri itu, dasar bajinagan” bilang Marie Rose yang kesal juga.


Baron Raven merasakan aura membunuh yang datang dari Lady Lizbeth dan Marie Rose, Baron Raven menjadi berkeringat dingin dan panik.


“ahahaha..., sepertinya kalian sudah selesai, apakah ada yang bisa di bantu?” bilang Baron Raven yang berkeringat dingin dan panik.


Marie Rose dan Lady Lizbeth pun kesal mendengar Baron Raven yang tidak peka, mereka berdua mengepalkan tangannya untuk memukul.


“Dasar..., laki – laki tidak berguna..!!” bilang Marie Rose dan Lady Lizbeth secara bersamaan.


“aaaarrrgghhhh...!!!” teriak Baron Raven


Wwwwhhhoossshhh....


Bbbbrraaaakkkk....


Ttttiiiinngggg......


Baron Raven tergeletak di tanah karena terkena pukulan Marie Rose dan Lady Lizbeth.


Reinherz masih konsentrasi bermeditasi, Reinherz memejamkan matanya sambil bermeditasi, selama bermeditasi, Reinherz berkonsentrasi penuh dan fokus dengan Mana Circulation miliknya, jadi Reinherz tidak memperdulikan disekitarnya, Reinherz yang sudah bermeditasi cukup lama, Reinherz menarik nafasnya dalam – dalam kemudian menghembuskannya, dan menyudahinya dulu.


“hhuuu..., sepertinya kontrol mana ku memang kurang, aku harus banyak latihan lagi” bilang Reinherz.


Reinherz pun membuka matanya, ketika membuka matanya, Reinherz melihat tepat didepan mukanya, dua wanita yang melihat dirinya dengan sangat fokus, mereka adalah Marie Rose dan Lady Lizbeth, Reinherz pun kaget dan mundur sedikit.


“aaahhh... sial.., kalian mengagetkan ku saja” bilang Reinherz yang kaget.


Reinherz yang melihat Marie Rose dan ibunya, Reinherz bertanya – tanya kemana ayahnya, Reinherz pun melihat ke belakang mereka, Reinherz melihat ayahnya tergeletak di tanah babak belur.


Lady Lizbeth dan Marie Rose pun berdiri, kemudian melihat Reinherz dengan seksama, Marie Rose dan Lady Lizbeth menatap Reinherz dengan tatapan yang serius, Reinherz pun menjadi pucat setelah melihat mereka menatap dirinya dengan serius.


“(aaahhh..., sepertinya aku sedang dalam masalah)” bilang Reinherz dalam hati